Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Pamitan


__ADS_3

Doni merutuk keponakannya sebab Syafira terus-menerus menelpon mengganggu waktu dia dan Amel.


"Baru saja merasakan surga dunia sudah di pisahkan lagi. Macam kayak yang tidak pernah merasakannya saja."


"Kan aku udah bilang kalau Paman harus menghadiri dulu pameran itu baru boleh kalian bertemu lagi dan tentunya akan mendapatkan tiket bulan madu."


"Dan aku juga masih berbaik hati membiarkan kalian merasakan lagi surga dunia pada saat Paman membawa pergi Amel," lanjut Fira.


"Dan sekarang Paman tidak boleh protes karena siang ini juga kalian harus berangkat ke Singapura!"


Doni menunduk lesu dan membuang nafasnya secara kasar. Ia langsung memeluk Amel yang ada di sampingnya enggan meninggalkan sang istri.


"Sepertinya kita harus berpisah dulu sayang, setelah pulang kita lanjutin bikin Dede bayi, ya," bisiknya membuat Amel mengangguk malu.


"Ck, drama." Celetuk Leo.


"Tidak usah sirik, Le. Kau pasti iri tidak punya ayang?" jawab Doni mencebik.


Leo memberenggut kesal sebab Doni selalu saja tahu apa yang tidak ia miliki.

__ADS_1


"Bang Le juga habis perpisahan sama Ayangnya. Jadi tidak usah sok menyindir atau merasa kesal dengan apa yang Paman Doni lakukan," sindir Fira tahu apa yang terjadi dengan Leo.


Leo meneok jidatnya. Dia lupa kalau Syafira pasti bisa membaca pikiranya dan tahu karena anak buahnya dimana-mana.


"Ayang? siapa ayang loe Le? kok gue tidak tidak pernah tahu ya?" tanya Doni penasaran.


"Hmmm anu," Leo bingung sendiri jadinya sedangkan Fira mengulum senyum melihat raut wajah gelisah dan kebingungan yang Leo tunjukan.


"Sudahlah, sekarang kalian siap-siap!" ujar Fira. Leo merasa lega bisa menghindari pertanyaan Doni.


Dan, mereka semua membubarkan diri menyiapkan segala keperluan untuk berangkat ke Singapura menghadiri ajang pameran perhisan berlian.


*********


"Aku berharap semoga kita mampu memecahkan misteri atas kematian Kakek."


"Kakak juga berharap mereka masih hidup dan kita bisa berkumpul kembali."


"Doakan kita Kak, Ra. Semoga kali ini membuahkan hasil." Doni memeluk Kakak sepupunya Dita dan memeluk keopnakannya Syafira.

__ADS_1


Terakhir ia memeluk sang istri tercinta yang harus di tinggal pergi demi sebuah misi pencarian. "Kamu jaga di baik-baik, jangan lupa makan, jangan pulang malam, jangan keluyuran, dan jangan lirik-lirik kepada pria lain!" ucap Doni penuh peringatan.


"Aku janji, aku akan setia menunggumu di rumah. Kamu berangkat dalam keadaan baik-baik saja dan pulangpun harus dalam keadaan baik-baik saja. Aku akan terus berdoa demi kalian semua," balas Amel memeluk erat tubuh suaminya.


Doni mengecup lama kening Amel seolah enggan untuk berpisah.


"Bang, kalian juga hati-hati dan jangan lupa makan ya!" ucap Syafira kepada Leo dan Alex.


Kedua pria yang tidak jauh usianya dengan Doni merangkul Syafira dari samping. Mereka sungguh menyanyangi Fira seperti adiknya begitupun dengan Fira.


"Kami akan selalu saling jaga, Ra."


"Eh, tapi kamu beneran tidak tahu siapa dalangnya?" tanya Doni memastikan dulu.


"Sebenarnya aku mencurigai satu orang. Tapi, aku tidak mungkin gegabah takut salah orang. Makanya kita harus menghadiri pameran tersebut untuk memastikan apakah perkiraan ku benar atau hanya sebuah angan-angan kosong saja?" jawab Fira tidak yakin.


"Oh, baiklah. Kami mengerti. Kita pamit dulu." Pamit Doni.


Mereka bertiga pun menaiki helikopter dan pergi meninggalkan kita J untuk bisnis dan misi.

__ADS_1


Apakah misi kali ini akan berhasil? atau mereka akan pulang dengan tangan kosong?


Bersambung....


__ADS_2