Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Pembatalan


__ADS_3

"Sesuai yang ku bilang bahwa aku akan memberikan tiket bulan madu untuk kalian berdua," ucap Fira duduk menumpang kaki menatap silih berganti kedua pasangan pengantin baru.


Doni tersenyum senang bisa mendapatkan hadiah dari Syafira begitupun dengan Amel.


"Tapi ada dua syarat yang harus Paman kerjakan terlebih dulu sebelum mendapatkan tiket itu," lanjut Fira.


"Lho, kok gitu, Ra? itu sama saja tidak gratis," jawab Doni heran.


"Tidak ada hal yang gratis, Paman. Itupun kalau paman mau kalau tidak juga tidak apa-apa, hadiahnya buat liburan anak buah saja."


"Buat kita saja, Ra. Bosen tahu kerja mulu, pengendah kali-kali liburan macam orang kaya gitu," sahut Leo.


"Bener, Ra. Kita ajak keluarga juga biar tambah seru. Si Doni mah tinggal saja dimari sendirian suruh ngurus tuh kerjaan!" timpal Alex.


"Enak saja. Enggak, enggak, enggak, Paman mau dan syaratnya apa?" ujar Doni tak terima tiket bulan madunya untuk kedua cecunguk yang selalu mengganggu dia.


"Pertama, Paman selesaikan dulu masalah biro jodoh yang belum kelar itu hari ini juga! Kalau perlu batalkan ajang pencarian cinta nya," tutur Fira.


"Itu sih gampang banget," jawab Doni.


"Kedua, lusa ini juga Paman, Bang Alex, dan Bang Leo, pergi ke Singapura untuk menghadiri pameran perhiasan & permata."


"Lho, kok gitu? kenapa harus Paman? itu kan acara kamu, Ra. Kamu yang memiliki perusahaan Berlian jadi kamu yang harus datang," jawab Doni.


"Keputusanku sudah bulat dan aku memutuskan pamanlah yang akan mewakili ku ke sana. Aku tidak bisa hadir sebab Baby Anin masih kecil dan aku juga di sibukan dengan cafe dan restoran."


"Tapi bareng Amel."


"Tidak..! cuman kalian bertiga yang akan pergi."


"Yah, Ra, baru saja kita nikah udah mau di pisahin lagi, sih." Amel ikut protes kepada Syafira.


"Hanya lima hari saja, Mel. Setelah dari sana kalian kan bisa ketemu lagi dan bebas kemanapun kalian mau," kata Fira tegas.


"Syukurin...." batin para orang tua yang dari tadi menyimak ucapan Syafira.


"Pameran Perhiasan & Permata Singapura, akan digelar dari tanggal 12 hingga 15 Oktober, akan menampilkan koleksi perhiasan senilai lebih dari 100 juta dolar Amerika (120 juta dolar Singapura) pada kategori Antique Pavilion," ucap Fira.

__ADS_1


"Pameran Perhiasan & Permata ini membidik para pembeli kelas atas dan pelaku perdagangan dari kawasan Asia. Antique Pavilion akan menghadirkan lebih dari 10 nama terkemuka dalam industri perhiasan dunia, sehingga memungkinkan para pengunjung dan pembeli untuk dapat berinteraksi secara langsung dengan penjual perhiasan tersebut."


"Dan ini kesempatan kita untuk memperkenalkan perhiasan kita ke dunia dan pameran ini hanya di adakan satu tahun sekali. Dari sini juga kita bisa mulai mencari tahu tentang kakek," lanjut Fira membuat semua orang terdiam.


"Maksud kamu?" tanya Doni.


"Bukankah Paman ingin mencari tahu tentang hilangnya Kakek? dan kakek dinyatakan hilang dan meninggal saat pameran tersebut di adakan," jawab Fira.


Doni terdiam, begitupun dengan yang lainnya yang memang belum pernah melihat jasad ataupun makam Albern Alexander.


"Baiklah, Paman akan pergi ke sana," jawab Doni yakin. Dia ingin memecahkan misi nya dan ingin mengungkap tabir misteri di balik meninggalnya Albern Alexander namun tak ada jasadnya.


"Mas," ucap Amel sedikit keberatan. Doni tersenyum mengusap pipi Amel seolah berkata semua akan baik-baik saja.


*********


Sesuai yang Fira katakan, Doni akan membatalkan ajang pencarian jodoh dan sore ini ke empat peserta sudah hadir di tempat biasanya.


Doni berdiri di hadapan keempatnya dengan melipatkan tangan di dada di temani Amel.


"Kenapa begitu? kita sudah sejauh ini berada di empat besar dan kenapa kau seenaknya membatalkan acaranya?" ucap Helena.


"Benar, kami tidak terima kau permainkan. Kami ingin melanjutkan acaranya sampai kamu memilih satu di antara kami," timpal Mona.


"Mohon maaf, tapi saya benar-benar tidak bisa melanjutkan acaranya. Bukan maksudku mempermainkan kalian tapi ada satu hal yang harus kalian ketahui bahwa saya sebenarnya tidak berniat mencari jodoh ini kalau bukan atas desakan kakak saya."


"Tapi aku menyukaimu, Don," kata Helena tidak terima.


"Aku yang tidak menyukai kalian. Aku tahu tujuan kalian mengikuti ajang ini hanya untuk mengincar hartaku saja karena di antara kalian tak ada yang benar-benar mencintaiku."


"Aku benar-benar mencintaimu, sungguh," jawab Helena kembali.


Doni tak bisa di bohongi, apalagi ada Felix dan Syafira yang bisa membaca gerakan seseorang dan bisa membaca fikiran serta hati seseorang.


"Sebagai ganti ruginya, saya akan memberikan uang masing-masing senilai 50 juta sebagai ganti waktu yang telah kalian buang untuk mengikuti lomba ini."


Ketiga orang lainnya tergiur karena memang mereka hanya mengincar uang saja. "Aku terima uang darimu," ucap Mona.

__ADS_1


"Saya juga."


"Saya juga," timpal yang lainnya.


Doni tersenyum melihat pengakuan ketiganya sedangkan Helena tidak terima.


"Aku keberatan, Don. Aku ingin kamu bukan uangmu, aku akan melakukan apapun demi mendapatkan dirimu. Ingat itu!" ancamnya tegas dan pergi dari sana.


Tinggal tiga orang lagi yang sedang menunggu uang dari Doni. "Tuan, uangnya mana?" tanya Mona.


Doni mengambil ponselnya. "Sebutkan no rekening kalian!" diapun mengotak-atik ponsel.


Ketiga orang itupun membuka pemberitahuan transfer ke rekening mereka. Matanya terbelalak melihat jumlah uangnya yang ternyata 70 juta. Mereka bertiga girang bukan main mendapatkan uang sebanyak itu.


"Terima kasih, Tuan. Ini jumlahnya sangat banyak. Dengan uang ini saya bisa membantu biaya pengobatan orang tua saya," kata Mona terharu.


"Saya juga terima kasih Tuan, uang ini bisa saya gunakan untuk membayar utang orang tua saya kepada rentenir."


"Saya juga terima kasih, Tuan. Uangnya sangat banyak dan bisa membuatkan rumah yang layak untuk orang tua saya dan bisa di gunakan untuk biaya sekolah adik saya."


Amel merasa tersentuh dengan tujuan mereka mengikuti lomba ini. Syafira dan Felix yang bersembunyi keluar menghampiri ketiganya.


"Kalau gitu aku akan menambahkan lagi," celetuk Syafira.


Mereka menoleh dan melotot sempurna melihat seorang Aurelia Syafira. "Nona Syafira."


Syafira juga mengetikan sesuatu di ponselnya dan ketiganya kembali terkejut Syafira menambahkan uangnya sehingga mereka mendapatkan masing-masing uang senilai 170 juta. (Halu tingkat tinggi, buang uang dengan cuma-cuma 🤣)


Mereka seketika menangis haru dan langsung memeluk Syafira.


Amel juga terharu dan ia memeluk Doni menatap mereka yang terlihat bahagia.


"Ternyata ada kebaikan di balik ajang pencarian jodoh ini," ucap Amel.


"Iya, sayang. Dan ajang ini juga kamu menyadari perasaanmu," bisik Doni mengecup dahi Amel.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2