Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Berusaha Keluar


__ADS_3

"Kita harus segera mencari jalan keluar dari sini! Aku tidak ingin terlalu lama lagi di sini." tutur Doni mengedarkan pandangan meneliti mobil truk berharap ada kunci yang menggantung.


"Bagaimana caranya? kita di jaga ketat, dan apa mereka juga mau keluar dari sini?" sahut Leo juga memperhatikan sekitar.


"Mau tidak mau kita harus melawan mereka dan kita kabur hari ini juga mumpung ini malam hari," timpal Alex.


Mereka bertiga merundingkan menyusun rencana untuk bisa lepas dari sana.


"Keputusannya sudah bulat, kalian ajak mereka yang ingin keluar dan aku akan mengalihkan para penjaga di sana," ucap Doni yakin.


"Semoga rencana kalian sukses dan berhasil," doa Papanya Doni.


"Kami akan mendoakan kalian," tutur yang lainnya yang juga ingin ke luar dari sana.


"Terima kasih." Jawab Doni tersenyum tulus.


Dan mereka mulai melakukan aksinya. Leo dan Alex membangunkan orang-orang yang sudah tidur mengajaknya pergi. Sedangkan Doni mengalihkan para penjaga yang ada di gerbang.


"Hei kalian, tolong aku, aku kebelet buang Air besar," pekik Doni mendekati gerbang yang menjulang tinggi mengintip di lubang sebesar tangan seraya menggedor-gedor gerbangnya pura-pura memegangi perut yang kesakitan.


Salah satu penjaga gerbangnya mengintip.


"Berisik! Ini sudah malam, istirahatlah!"


"Pak, tolong saya. Perut saya melilit sakit, mules, aduduhhh....aduhhh..."


duuuuutttttt.... preeetttt.....


"Heeei..!! Kau kentut sembarangan."


"Saya kebablasan kentut, Pak. Saya mau bokerrr. Bantu saya, di dalam toiletnya penuh. Buruaaannn bentar lagi mau keluar ini!" pekik Doni.


"Bawa saja dia ke toilet kita daripada boker di situ. Mana kentutnya bau lagi," sergah salah satu dari mereka.


"Kalau di buka kita di marahin bos."


"Kau tenang saja, bos tidak akan tahu. Diakan lagi bersama wanita-wanitanya."


Orang yang memegang kunci gerbangpun berpikir, ia mengintip melihat Doni yang sedang menahan sakit dengan wajah di buat sejelek mungkin.


"Baiklah, saya izinkan kau numpang ke toilet kami tapi jangan coba-coba untuk kabur." Ucapnya seraya membuka kunci gembok.


"Iya," jawab Doni menoleh kebelakang memberikan kode tangan. "Come on!" gumamnya.

__ADS_1


Leo, Alex, dan Papanya Doni mengangguk. Mereka mengajak para tawanan mengikuti langkah mereka.


Ketika kunci sudah di buka. Doni mendorong keras gerbang itu sampai penjaganya terpental kebelakang.


"Buruan keluar!" pekik Doni memerintah.


Mereka semua berlarian keluar menubruk gerbang yang sudah terbuka. Tangan Doni bergerak menyuruh mereka cepat-cepat keluar.


"Sialaaan, kita di perdaya. Kerahkan semua anak buah untuk menangkap mereka!" pekik penjaga yang terkapar di tanah.


"Leo, ambil mobil truk yang di Utara! Disitu ada kuncinya, bawa mereka semua menjauh dari sini!" teriak Doni seraya keluar mundur memukuli ketiga penjaga gerbang.


"Siap, Bos." Jawab Leo berlari ke arah Utara dimana ada mobil truk besar pengangkut tanah. Leo melihat dulu kuncinya dan ternyata memang ada dan kunci itu menggantung.


Kemudian, Leo menaiki mobilnya dan bergerak ke arah gerbang menubruknya sampai gerbang itu sampai hancur.


"Buruan Naik!" pekik Alex yang sudah lebih dulu naik lalu membantu yang lainnya Naik.


Sedangkan Doni melawan para penjaga yang mulai berdatangan semakin banyak. Alex memperhatikan orang-orang dan semuanya sudah naik.


"Pak Alberto, saya harap Anda bisa selamat. Ikutlah dengan Leo biar Saya dan Doni yang akan melawan mereka."


"Mereka terlalu banyak, apa kalian mampu melawannya hanya berdua saja?" Alberto khawatir akan kondisi mereka.


"Kirimkan bantuan sekarang juga!" ucapnya pada alat itu. Alat yang di desain khusus untuk para BLACK EAGLE. Dan, ia segera melompat turun dari truk menghampiri Doni.


**********


Sementara Syafira yang mendapatkan informasi melalui Alex segera menghubungi orang-orang yang ada di negara sana.


"Kirimkan bala bantuan ke Nevada Amerika serikat sekarang juga termasuk beberapa helikopter untuk mengangkut para tawanan!" ucap Syafira serius dan itu di perhatikan oleh Amel, Reyhan, Dita, dan yang lainnya.


"Ada apa, Ra? serius banget?!" tanya Dita penasaran.


" Tadi alat ini menyala dan aku dapat informasi dari Alex kalau dia sedang membutuhkan bantuan." jawab Fira menunjukan gelang yang ia pakai bisa menyala di saat darurat dan bisa tersambung ke earphone mengetahui apa yang di bicarakan. (Canggih bukan? namanya ngehalu bebas ya🤣🤣🙏)


"Apa katanya? apa mas Doni juga baik-baik saja?" tanya Amel ingin mengetahui Suaminya.


"Paman Doni dan yang lainnya sepertinya baik-baik saja. Mereka sedang menjalankan misi untuk menyelamatkan orang yang menjadi tawanan penambang emas ilegal. Kami semua bekerja sama dengan polisi Amerika untuk menangkap para penjahat itu."


"Kami butuh doa kalian semoga misi kali ini berhasil," lanjutnya menatap silih berganti anggota keluarganya dan matanya menatap lekat-lekat Mami Dita.


"Aku punya kejutan untuk mu, Mi." batinnya.

__ADS_1


**********


"Bos, Thomas. Mereka melarikan diri." lapor seseorang pada bosnya.


Braaaakkkkk....


"Brengsek, kenapa kalian kecolongan hah? kenapa bisa mereka lolos dari tempat kita? kalau mereka keluar, kita semua akan terseret masuk penjara." pekiknya murka membanting apa saja yang ia gapai.


"Kepung mereka! Jangan biarkan mereka lolos dari sini! Saya sendiri yang akan menghabisinya!" titahnya mengambil topi bundar seraya berjalan melangkah keluar ingin melihat siapa orang yang sudah mengacaukan pekerjaannya.


***********


Buggh.... Bugh.... Bugh...


Doni dan Alex melawan para penjahat yang makin membanyak.


"Kepung mereka...!" pekik salah satunya. Doni dan Alex di kepung oleh para anak buah Thomas. Keduanya di kelilingi oleh mereka.


Doni dan Alex mencari alat untuk mengalahkan mereka yang berjumlah 20 orang. Doni menerjang salah satu dari mereka, mengambil senjata Laras panjang dan. door... dor... dor...


Dia menembak betisnya supaya mereka tidak bisa bergerak.


Begitupun dengan Alex yang mengambil rantai besi kemudian di pukulkan ke wajah mereka sampai mereka mengeluarkan darah dan terkapar. Orang yang berjumlah 20 orang itu semuanya terkapar di tanah di kalahkan oleh dua orang.


"Kita pergi!" ucap Doni segera pergi, namun sebelumnya ia mengambil kunci mobil truk dan pergi meninggalkan tempat itu.


Namun sayang, mereka malah di cegat oleh mobil sport milik Thomas sehingga tak bisa keluar.


"Sepertinya dia adalah bosnya," ucap Alex.


"Sepertinya begitu. Bagaimana dengan Leo?" tanya Doni memperhatikan depan dan belakang.


"Leo dan yang lainnya sudah sampai di tempat aman."


"Bagus, sekarang tinggal kita yang menghadapi mereka. Kau siap, Lex?" tanya Doni bersiap keluar mobil.


"Siap, Bos." ucapnya lantang dan keduanya keluar dari mobil. Mereka berdua berdiri di depan mobil truk bersedekap menyenderkan punggungnya ke mobil.


"Ternyata kalian punya nyali juga. Tapi, kalian tidak akan mudah keluar dari sini. Kalian harus mati di tanganku. Seraaaaaang.... tangkap mereka....!!!" pekik Thomas membuang nikotin dan menyerang Doni dan Alex.


Buggh... Bugh.. Bugh..


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2