Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Terjerat Cinta Bujang Lapuk


__ADS_3

Leo menunduk tak berani menatap Syafira. Dia sudah bonyok di pukul oleh Bos Black eagle sekaligus adik kesayangannya meski bukan adik kandung.


Sama halnya seperti Doni, Leo dan Sari kepergok sedang berduaan di dalam kamar. Bukan Syafira namanya jika ia tidak mengetahui apa yang terjadi dengan orang-orang terdekatnya.


Sari menunduk malu tak berani mengangkat wajahnya. Dia bagaikan tersangka utama yang sedang di interogasi oleh pihak berwajib.


"Ck, sudah ku bilang jangan mengikuti jejak Paman Doni. Eh, malah di ikuti, di bobol duluan kan jadinya."


"Mana tahan, Ra. Godaannya sungguh dahsyat tak bisa tertahankan. Dan tenyata bercocok tanam itu beeehhhh luar biasa. Kalau kata si Doni, terjepit becek-becek nikmat," balas Leo memejamkan mata bergetar membayangkan yang semalam.


Buggh....


Hantaman keras Fira layangkan menggunakan bantal sofa.


"Dasar Lele kurang asem, hal bodoh seperti itu Abang ikutin. Ck, bujang lapuk kurang ajar!" sergah Fira kesal, marah, tapi ia juga bahagia Abangnya bisa bersatu dengan orang yang di cintainya.


"Ck, kau kejam sekali, Ra. Tak bisa apa lihat Abangnya senang. Sudah wajah bonyok kau pukuli, di lempar bantal sekeras mungkin. Hidung mancung saya sakit nih, Ra." gerutu Leo mengusap pangkal hidung mancungnya.


"Gak peduli! Aku tidak mau tahu, pokoknya kalian hari ini juga menikah! Tidak adak kata tapi, tidak ada penolakan, tidak ada yang boleh membantah!"


"Setujuuuu...." pekik Leo girang. Inilah yang ia mau menikahi wanitanya.


Sari sendiri tidak membantah atau berucap. Dia hanya pasrah dan menerima takdirnya. Walau bagaimanapun, dia menyukai Leo dan mungkin ini salah satu cara Tuhan mempersatukan mereka.


**************


Pernikahan dadakan Leo dan Sari telah di persiapkan. Tidak ada kesulitan bagi keluarga Syafira untuk menyiapkan segalanya dalam kurun waktu kurang dari satu hari.


"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu pada mereka yang ada di sana.


"Sah."


"Sah."

__ADS_1


"Saaaaaaaaah."


Selepas kata sah, kini, Leo dan Sari sudah resmi menyandang status suami istri. Meski semuanya serba dadakan, namun pernikahannya tak kalah mewah dan ramai.


Pasangan pengantin baru itupun meminta doa restu kepada Dita, Ibu panti, dan kepada orang tua yang ada di sana. Setelah meminta doa restu, kedua pengantin itu duduk kembali ke tempat semula.


Setelah serangkaian acara selesai, mereka berkumpul di ruang tamu. Sebagian ada yang pulang dan sebagian lagi ada yang menginap.


Ketiga pria Black eagle tengah berkumpul di salah satu tempat yang berada di rumah Dita. Tepatnya di taman depan.


"Le, kau tidak meminta doa restu dari ku?" celetuk Doni sambil mengunyah kue.


"Ngapain? kau bukan orang tuaku."


"Meski ku bukan orang tuamu, tapi jurus garap menggarap kau dapatkan dariku. Coba kalau kau tidak mengikuti jejak ku kau tak akan berhasil membobol Sari dan pasti saat ini masih menjomblo dan Sari nikah sama orang lain," kata Doni.


"Ck, ku akui jurusmu ampuh juga. Sebenarnya malas meminta restu darimu, tapi boleh juga. Kau kan tua dan orang tua harus di hormati," cebik Leo.


"Hei, meskipun saya tua, patilan saya ampuh bikin Amel bengkak. Sedangkan Lele mu belum tentu patilannya mampu membuat Sari bengkak dalam waktu sebentar."


"Ya, lele saya yang paling bagus. Bibit unggul."


"Lele berkumis saya juga pasti bagus, Don. Bibinya lebih unggul dari lelemu," jawab Leo tak ingin kalah dari Doni.


"Dari tadi kalian bicara patil mematil, gak ingat ada yang masih polos di sini?" celetuk Alex yang dari tadi memperhatikan perdebatan mereka mengenai lele berkumisnya.


"Siapa bilang kau polos? kau saja suka nonton video booo...kep mana bisa di bilang polos?" Sergah Doni dan Leo bersamaan.


"Anjiiiiiiir, barbar bener ucapan kalian. Tapi, bener sihhh, hehehe. Eh, jangan salah, meski suka nonton, itu cuman latihan saja jika kelak saya berhasil mendapatkan Bella tidak perlu lagi belajar. Kan tinggal langsung praktek. Lagian, Lele saya masih suci bersih tak tersentuh lubang buaya. Kalau bersolo, ya sering," jawab Alex jujur.


"Sambil membayangkan Bella?" tanya Doni memicingkan mata.


"Hehehe yaaa gitu deh..." Alex cengengesan.

__ADS_1


"Ck, polos kok berpikiran kotor. Dasar peaa loe," delik Leo mencebik.


************


"Aku tidak menyangka kalau pada akhirnya kita akan menjadi satu keluarga." Amel bahagia sahabatnya bisa mendapatkan Leo.


Amel tahu bagaimana sifat dan karakter Leo. Meski Leo ngeselin, suka bercanda, hatinya baik dan bertanggungjawab. Leo juga tidak pernah bermain wanita dan yang pasti jujur.


Sari tersenyum, hatinya tak bisa bohong kalau ia juga merasakan bahagia bisa menjadi bagian keluarga Syafira. Sari juga tak bisa bohong jika dia bahagia bisa bersanding dengan Leo, pria yang diam-diam ia sukai.


"Oh, iya, Sar. Kok kenapa bisa kamu dan Bang Leo sampai memadu kasih? padahal setahuku kalian sering bertengkar dan kalian sama-sama membentengi diri untuk tidak melakukan hal itu."


"Semua berawal dari Deni." Sari menceritakan awal mula kenapa bisa berakhir di atas ranjang bareng Leo.


Wajahnya tersipu menunduk malu dengan apa yang telah ia lakukan dan memancing hasratnya Leo sampai pada akhirnya Leo mengungkapkan perasaannya dan berakhir lagi dengan pergumulan panas.


"Waaaah, kita tidak jauh berbeda. Cuman yang membedakan, kamu di pancing pakai obat. Tapi aku yakin jika kalian sama-sama suka," Amel tersenyum menaik-turunkan alisnya dan Sari mengangguk. Dan seketika tawanya pecah.


"Kita terjebak dengan mereka. Berawal dari benci berakhir jadi cinta. Kita tidak tahu Tuhan akan menjodohkan kita dengan siapa. Dan ternyata jodoh kita bujang lapuk itu. Kamu terjerat cinta bujang lapuk ( Doni Alexander ) dan aku terjerat cinta bujang lapuk ( Leonardo )" tutur Sari terkekeh sendiri yang sudah jatuh cinta pada pria yang usianya terpaut sembilan tahun. Hal yang sama sekali tidak ia bayangkan.


"Kau benar, Sar. Kita sama-sama jatuh cinta pada bujang lapuk. Tapi, aku bahagia bisa mendapatkan Mas Doni." jawab Amel tersenyum sambil mengayunkan ayunan yang ia duduki begitupun dengan Sari yang juga mengayunkan ayunannya.


"Aku juga tak bisa berbohong kalau aku juga bahagia bisa mendapatkan Bang Leo. Aku jatuh cinta padanya, Mel."


"Eheeemm ada yang lagi jatuh cinta sama kita nih, Don?" celetuk Leo mengagetkan kedua wanita itu.


Mereka menoleh kebelakang. Amel tersenyum pada Doni sedangkan Sari langsung memalingkan wajah menatap depan malu ketahuan kalau ia jatuh cinta pada Leo.


Kedua pria itu mendekati kedua wanita yang duduk di atas ayunan.


"Gue mah sudah tahu jika Amel jatuh cinta padaku, ya kan sayang?" dan, Amel mengangguk mengiakan.


"Kalau gue baru tahu jika cewek galak ini juga cinta sama gue. Coba ulangi lagi! aku mau denger kamu bilang cinta!" ucap Leo memberhentikan ayunannya dan berjongkok di depan Sari menatap wajah wanita yang baru satu hari menjadi istrinya.

__ADS_1


Sari menatap bola matanya Leo. "Aku cinta kamu, Bang Le."


Bersambung....


__ADS_2