Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)

Terjerat Cinta Bujang Lapuk (Doni Alexander)
Pameran


__ADS_3

Pagipun telah tiba, tempat yang menjadi ajang pameran batu mulia tersebut sudah di jaga ketat oleh para aparat keamanan.


Meski tingkat kriminalitas di negara kota itu sangat rendah, namun pengamanan akan dilakukan sangat ketat saat begitu banyak permata ditampilkan di sebuah paviliun luar mal kelas atas.


Tampaknya hampir tidak mungkin akan ada perampokan di Singapura seperti yang terjadi pada kasus pencurian di siang bolong atas koleksi berlian senilai 136 juta dollar yang sedang dipamerkan di sebuah hotel peristirahatan Cannes, di Riviera Prancis pada 26 tahun lalu.


Pengamanan akan termasuk para penjaga bersenjata, para pengawas berpakaian biasa, kamera, detector gerakan dan kaca tahan peluru, namun waktu paling penting adalah saat berlian itu ditunjukkan kepada para calon pembeli.


“Ini adalah momen ketika batu mulia berada di bawah risiko karena mereka bisa dipindahkan dari tangan ke tangan, sehingga bisa ditukar,“ kata Doni


“Setiap malam, batu indah itu akan kembali ke dalam lemari besi untuk mengantisipasi adanya pencurian," balas Leo.


"Akan banyak pengunjung lokal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja dan Rusia yang juga akan datang ke sani," kata Alex.


Ketiganya sedang menjaga, para pengunjung pun mulai berdatangan melihat-lihat pameran tersebut.


Dan banyak pengunjung yang tertarik melihat berlian milik Doni. Ketiganya pun sibuk dengan orang-orang menjelaskan secara detail macam-macam batu mulia yang di pamerkannya.


Cara ketiganya untuk menarik pengunjuk sungguh patut di ancungi jempol sebab mampu membuat orang-orang penasaran dan melihat-lihat, berakhir dengan jual beli yang begitu pantastis.


Di balik kesuksesan tentu akan ada orang yang iri yaitu Tomas, pengusaha berlian asal Amerika itu terlihat tidak suka akan keramaian dari tempat Doni.


"Setelah sekian lama baru ada lagi yang menyaingi kita. Lagi-lagi dari Indonesia yang mampu menarik perhatian mereka," batinnya.


Tomas membisikkan sesuatu kepada kedua anak buahnya yang ikut menjaga. Dan mereka mengangguk mengerti.


********


Seperti biasanya, Amel kembali bekerja. Sebenarnya keluarga Doni sudah melarang Amel berhenti dan mereka menyuruh Amel diam tak perlu bekerja lagi meski di toko milik Papanya.


Namun Amel kekeh dengan alasan kesal jika berada di rumah terus apalagi tidak ada suaminya membuat ia semakin kesal. Dan sekarang ia sedang berada di toko mainan melakukan pengecekan barang-barang yang ada di gudang.


Tangan dan matanya fokus melihat serta mencatat apa saja mainan yang harus di beli dan barangnya sudah mulai kosong.


Sekian lama berkutat di gudang, Amel beranjak dari sana menuju bagian depan toko dan langsung duduk di meja kasir.


"Mel, tiga hari kemarin loe kemana? tumben tidak masuk toko? padahal biasanya loe paling tidak bisa meninggalkan toko," tanya Sari.


"Ada urusan," jawab Amel simpel.


Sari heran melihat teman sekaligus bosnya terlihat lesu seperti tak memiliki gairah hidup.

__ADS_1


"Kamu kenapa? tumben terlihat lesu, apa ada masalah? atau ada sesuatu yang membuat loe tidak semangat?" Sari mulai kepo.


Amel membuang nafas secara kasar. "Gue kangen Mas Doni," lirihnya pelan.


Sari yang sedang melayani pembeli menoleh mengernyit bingung. "Kalau kangen ya tinggal samperin ke rumahnya atau ke tempat kerjanya, Mel."


"Itu dia, masalahnya Mas Doni sedang ada tugas keluar negri."


"Bucin banget loe, di tinggal gitu saja udah seperti kehilangan arah sampai lesu tak ada gairah," ledek Sari.


Amel mencebik kesal. "Loe tidak tahu saja rasanya di tinggal suami jauh membuat rindu gue semakin menumpuk."


"Tu-tunggu! Suami..?! tadi loe bilang suami?"


Amel tersadar, ia baru saja membongkar rahasia pernikahannya. Tak ada yang tahu mengenai pernikahan mereka kecuali orang-orang terdekat.


Tapi Amel akan memberitahukan Sari di karenakan Sari merupakan sahabat yang bisa di pegang ucapannya.


"Sebenarnya gue dan Mas Doni udah nikah tiga hari yang lalu," jawab Amel mengaku.


"Apa?!" pekik Sari. Ia duduk mendekati Amel.


"Cuman akad doang, Sari. Resepsinya nanti kalau Mas Doni sudah selesai dengan misi yang ada di Singapura."


"Waaaw, amazing! Tapi gue ikut senang kalau kalian akhirnya bisa bersatu. Aaaa ikut seneng," balas Sari memeluk Amel. "Selamat, ya. Semoga pernikahan kalian langgeng. Semoga kalian cepat di berikan momongan, aamiin."


"Amiin, Terima kasih atas doanya. Kapan loe akan nyusul?" tanya Amel meleraikan pelukannya.


"Belum ada jodohnya," jawab Sari lesu berdiri di dekat Amel.


"Emangnya yang kemarin kemana? bukannya loe bilang sudah punya calon ya?"


"Sudah putus, dia selingkuh di belakang gue dengan temanku sendiri."


"Nasib loe sama dengan gue, sama-sama korban di selingkuhi. Tapi, gue berdoa semoga kaupun mendapatkan pasangan yang Ter Ter terbaik."


"Aamiin," jawab Sari mengaminkan.


***********


Pameran berlian telah selesai di selenggarakan selama empat hari dan kini Doni telah bersiap-siap untuk pulang. Apa yang Doni rencanakan untuk mencari tahu mengenai kematian Om dan Papanya tak membuahkan hasil meski anak buahnya sudah mencari tahu lagi tentang peristiwa 26 tahun lalu.

__ADS_1


"Le, Lex, kalian udah beres belum?" tanya Leo di sebrang telpon.


"Sudah, bos."


"Gue tunggu kalian di lobi depan!" katanya menarik koper keluar hotel terus mematikan ponselnya setelah selesai mengobrol.


Kini Doni sudah menunggu kedua orang yang sudah menemani dan membantunya dan kedua orang yang ia tunggu telah datang.


"Kita pulangnya naik pesawat umum saja, gue mau kasih kejutan buat Amel. Dia tidak tahu kalau gue akan pulang hari ini yang ia tahu kita di sini satu Minggu."


"Terserah kau saja, Bos. Yang penting kita pulang ke tanah air," jawab Leo.


"Bener tuh, saya juga sudah kangen pulang."


"Kangen pulang apa kangen Bella?" sindir Leo.


"Kangen dua-duanya," jawab Alex tersenyum membayangkan wanita yang ia cintai diam-diam.


Doni juga tersenyum sebab ia pun merasakan hal yang sama seperti yang Alex rasakan.


Di saat ketiganya berbincang-bincang tertawa riang, bercanda ria tiba-tiba beberapa orang memukul tengkuk Doni, Leo, dan Alex membuat ketiganya tak sadarkan diri.


"Bawa mereka ke tempat tawanan. Mereka akan menjadi saingan terbesar bagi perusahaan saya dan tak akan ku biarkan mereka kembali kenegaranya. Buat berita kematian untuk ketiganya!"


"Baik bos."


*********


Prang....


Amel tak sengaja menyenggol pas bunga yang ada di atas meja kerjanya. Dia melihat jam dinding yang menunjukan pukul 21.00 malam.


"Astaga...!" Dia memegang dadanya yang berdegup lebih kencang. Seketika pikirannya teringat kepada sang suami tercinta.


"Mas Doni, semoga kamu baik-baik saja, Mas." lirihnya khawatir.


Amel mencoba menelpon sang suami tapi no nya tidak aktif terus. "Kamu kemana mas? seharusnya saat ini kamu sedang istirahat."


"Ya Tuhan, tolong engkau jaga dia dimanapun suamiku berada dan jauhkanlah mereka dari hal buruk apapun, aamiin." batin Amel berdoa untuk keselamatan suaminya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2