Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
BAB 10 MASUK SEKOLAH.


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah seperti biasa nya


piona bersiap siap untuk berangkat ke sekolah dia mondar mandir mencari


barang barang nya di dalam kamar.


"Mana sih perasaan tadi ada di sini,"Ucap Piona


Dimas sedari tadi diam melihat piona


yang sedari tadi ribut jadi kesal sendiri


sekarang apa lagi yang di cari bocah itu.


"Cari apa kamu,"tanya Dimas


"Kaos kaki Om perasaan tadi piot taro di sini


sekarang malah hilang coba."Gerutu piona


di kamarnya.


"Apa Om ada liat nya,? Tanya piona


"Nggak saya nggak ada liat apa apa


selama duduk di sini,"jawab Dimas


"Coba kamu Ingat ingat dulu dimana


terakhir kamu nyimpan kaos kaki mu


itu."Ucap dimas meminta piona mengingat


nya,


"Itu dia Om aku lupa,"Ucap piona


"Yang kamu pengang itu apa kantong


ajaib,?"tanya dimas kesal.


"Oh iya hehe,"ucap piona malu sendiri


ternyata kaos kaki nya dipengang.


"Blelum tua sudah pikung, gimana nanti


kalau sudah tua bisa bisa mangkin parah,"


ucap dimas karena kesal.


"Cepat siap siap kita sarapan dulu,"ajak


Dimas sambil melangkah keluar kamar.


Dimas terlihat sudah rapi dia menunggu

__ADS_1


piona di ruang tamu bersama mertua nya,


ingin mengajak gadis itu makan bersama.


"Ayok kita sarapan dulu, sama ayah dan ibu."


ajak Dimas


"Iya nak kita sarapan dulu ya."ucap ibu nya.


Piona pun duduk di kursi yang di sediakan


dekat meja makan yang sudah khusus utk


makan.


Lantaran menghormati kedua orang tua nya


ia terpaksa harus duduk dan makan bersama


Dimas.


"Baik Bu, ucap piona sambil mengambil nasi dan sayur.


Setelah selesai sarapan pagi bersama suami


dan kedua orang tua nya ia pun berangkat ke


sekolah dengan di antara oleh Dimas.


Saat di perjalanan Dimas memberikan uang


"Nih yah jajan buat kamu, Kalau kurang


ngomong aja,dan juga kalau kamu butuh


sesuatu kasih tau aku!,"ucap dimas menyerahkan beberapa uang seratus ribu yang di ambil di dalam dompet nya.


"Makasih Om ini udah lebih dari cukup kok,"Ucap Piona


Saat tiba di sekolah nya piona melihat rumah sekolah sudah sepi di karena kan semua murid masuk kedalam kelas semua.


"Sekarang kita sudah sampai di sekolah mu,


cepat turun kamu udah telat tu."ucap Dimas menyuruh piona turun dari mobil nya.


piona berlari melewati kelas kelas dan


koridor koridor sekolah sampai lah ia pada


kelas nya,pio langsung membuka pintu sekolah dan membuat murid lain kaget


dengan suara keras yang di buat pio saat


membuka pintu.


Brak!

__ADS_1


"Hahhh, untung gurunya belum datang,"


lega pio saat melihat meja guru masih


kosong bahkan teman teman nya masih


terlihat santai.


"Kamu kenapa,pio?"Sapa Raras sahabat pio


sejak mereka duduk di bangku kelas satu


sekolah menengah atas.


"Aku telat ,maaf,yah semua bikin


kalian kaget,"pio minta maaf karena


teman teman masih kaget dan menatap


dirinya.


Semua murid pun kembali beraktivitas


mereka masing-masing .piona pun masuk


dan duduk di bangkunya yang bersebelahan dengan Raras.


Salah satu teman nya bertanya kepada piona


kenapa ia tidak masuk kemarin.


"Pio, kamu kemarin kemana kok nggak masuk,"tanya Tanti salah satu teman nya.


"Kemarin aku ikut bantuin ayah ku kekebun,"jawab piona membuat alasan.


"Weh,pio kamu tau gak?"tanya rasa setelah pio mendarat kan punggungnya di kursi.


"Nggak, 'kan belum di kasih tau sama kamu."


ucap piona dengan wajah datar.


"Kemarin Bu Jasmine nyarin kamu, terus


dia juga nanya kenapa kamu tidak masuk


sekolah kemarin,"ucap Raras memberitahu


piona.


"Terus kamu jawab apa.? Tanya piona


"Ya, aku bilang aja kalau kamu lagi sakit,"ucap Raras.


Semua ini memang sudah di pikir kan oleh piona,hal yang seperti ini pasti akan terjadi.


"Terimakasih ya, karena kamu udah mau mengizinkan aku di sekolah."ucap piona.

__ADS_1


"Sama sama, itu lah guna nya seorang teman!,"ucap Raras.


"Sudah ku pikir kan semua ini pasti akan terjadi."pikir pipi dalam hati.


__ADS_2