Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Ancama Lasmi


__ADS_3

Piona berjalan gontai memasuki rumah mertuanya itu,baru saja pulang sekolah dengan menaiki angkot akhirnya dia sampai juga ke rumah.


Dia sangat merasa lelah karena baru pulang sekolah, selain Bu Rani yang memberikan mereka tugas setiap hari untuk ujian nanti.dia juga lelah karena susah mendapatkan kendaraan untuk pulang.


"Hai nak kamu baru pulang ya,naik apa


kesini nak.? Tanya Lasmi yang melihat Piona duduk di ruang tamu.


"Siang ma,ia ma aku baik kesini naik angkot


ma."Jawab Piona pelan.


"Low kok naik angkot sih sayang kamukan


bisa telpon mama untuk minta jemput,


atau kamu juga bisa minta jemput sama mama sayang."Ucap Lasmi.


"BI tolong buat kan jus jeruk ya, nggak paket lama,"Ucap Lasmi pada salah satu asisten rumah nya.


Sang art pun pergi meninggalkan mereka


berdua diruang tamu.


"Baik banget keseharianmu nak,jarang


bangat ada anak muda dijaman sekarang yang mau naik angkot mau sederhana Kaya kamu,"Ucap Lasmi memuja keseharian Piona.


"Aku sudah biasa Ma, dulu juga waktu


dikampung aku memang sudah naik angko


jika pergi sekolah atau Pun pulang sekolah ma,lagian aku juga tidak mau merepotka dan terus bergantung pada orang lain."Ucap Piona sambil tersenyum.


"Ini minumannya nyonya,silahkan dimiunum,"Ucap art sambil menaruh minuman diatas meja.


"Ok makasih Bi,"Ucap Lasmi sang art pun langsung berlari pergi.


"Minum dulu sayang kamu pasti capek."Ucap Lasmi pada Piona.


"Iya makasih Ma,Mama kok ada dirumah


nggak pergi sama teman teman Mama gitu,"Ucap Piona sambil meminum jus jeruk nya.


"Mama malas mau pergi sama mereka,


yang mereka omongin harta terus dan pamer,"Ucap Lasmi.


"iya sih Ma,biasa Pio melihat mereka di


mal mal lagi pada Ngorompi,entah apa yang mereka bicarakan,"Ucap Piona.


"Tu kan benar sayang, mending mama dirumah sambil menunggu papa pulang."Ucap Lasmi .


"Oh iya Mama,dengar Dimas pergi ke Kalimantan ya tadi Rafi yang kasih tau


mama."Ucap Lasmi lagi.


"Iya kata nya ada perkejaan yang harus dia

__ADS_1


urus disana,"Ucap Piona


"Oh gitu emang berapa lama dia kesana?"Tanya Lasmi lagi


"Bisa seminggu kurang bisa juga lebih,dia nggak bisa masti tergantung sama perkerjaannya jika perkerjaan nya cepat selesai dia akan cepat kesini katanya Ma,"Ucap Piona


"Emang dasar ya tu anak baru menikah


istri main ditinggal jauh jauh aja,apa tidak


bisa apa ditunda aja atau Kalimantan nya aja


yang dibawa kesini."Ucap Lasmi kesal.


"Bukannya Kalimantan itu nama kota dan


Pulau nya ya Ma, emang bisa dipindahin


Ma,"Ucap Piona binggun.


"Oh iya ya Mama suka lupa kalau pintar


sedikit hehe, yang sabar ya nak mudah mudahan kerjaan nya Dimas cepat selesai dan cepat kesini,"Ucap Lasmi sambil melihat


Piona yang kurang bersemangat.


"Iya Ma, yasudah lah Pio mau Kemar dulu


mau mandi sudah gerah nih,"Ucap Piona sambil beranjak berjalan menuju tangga.


"Iya sayang jangan lupa makan ya sayang,


Ucap Lasmi.


Piona menganggu mengiyakan ,dia pun


kembali berjalan menaiki tangga,disana ia


berpas pasan dengan Raffi yang menuruni tangga.


"Hai Pio, baru pulang sekolah ya,"Ucap Raffi sambil menyugikan seyuman terbaik nya.


"Iya rar,"Ucap Piona ketus tanpa melihat ke arah Raffi dia melanjutkan perjalanan menaiki tangga.


"Eh Raf janggan nganggu kakak iparmu dia


lagi galau ditinggal suaminya keluar kota,


mending kesini pijitin kaki Mama pegal ni raf."Ucap Lasmi sambil menyuruh anak nya memijitin kakinya.


"Kok pegal Ma,emang Mama abis ngapain


paling kerjaan Mama makan dan tidur,"Ucap Raffi.


"Dasar anak kurang ngajar,kamu nggak perlu tau Mama kerja apa yang penting pijitin Mama sekarang."Ucap Lasmi sambil mencubit anaknya gemas.


"Kerja apa sih Ma kok bisa pegal kaya gini,"Ucap Raffi.


"Sudah janggan banyak tanyya nanti Mama kutuk jadi emas baru tau rasa, yang penting

__ADS_1


kerjaannya nggak berat sisanya tinggal serahin sama Papa,"Ucap Lasmi sambil tersenyum.


"Kok emas sih Ma, bukan nya batu Malin Kundangkan cerita dikutuk jadi batu,"Tanya Raffi.


"Kalau Mama kutuk kamu jadi batu, batunya


dijual nggak laku paling kalau laku harganya Murah, kalau emaskan pasti laku semua jadi Mama kutuk kamu jadi emas aja raf,"ucap Lasmi pada Raffi.


"Ya Allah Ma sama anak sendiri kok gitu


amat Ma,Raffi kan baik Ma nggak jahat."Ucap Raffi sambil tersenyum.


"Iya baik, abis ini tolong bantu mama pasangin cat kuku Mama ya raf,tu cat kuku nya ada diatas meja Mama mau tidur dulu biar pas Mama banggun kuku Mama udah mengilap."Ucap Lasmi sambil tersenyum.


"Kalau masangin Mama cat kuku Raffi


bisa mama, mending Mama suruh yang lain aja."Ucap Raffi.


"Berani kamu bantah Mama,Mama sita


semua kamera mu, dan janggan lupa berikan


kunci mobil mu juga."Ancam Lasmi sambil tersenyum sinis.


"Janggan Ma, nanti abis mijitin kaki Mama


raf pasangin cat kuku Mama"Ucap Raffi pasrah.


"Nasib nasib, baru pulang udah jadi kan


salon aja aku."Ucap Raffi didalam hati nya.


Setelah selesai mandi Piona duduk ditempat


tidur nya dengan Dimas,Piona melirik melihat disampainya disana biasa nya Dimas berbaring disampingnya sekarang tinggal menyisakan kenangan.


"Belum aja sehari aku udah kangen aja


sama sih Om."Ucap Piona


Piona mengambil photo Dimas yang ada


diatas naskah,ia mengusap wajah Dimas perlahan diphoto itu.


"Bang aku khangen bisa nggak Abang


balik lagi kesini,kekalimantannya nanti aja pas aku libur biar aku ikut juga sekalian kita bulan madu kesana."Ucap Piona ngomong sendiri pada Photo itu.


"Setelah itu Piona berbaring sambil memeluk


photo Dimas, dan membayangkan wajah


Dimas yang lagi kesal.


"Bang aku kok malah suka pas kamu


lagi marah bikin pengen nyosor deh!."Ucap Piona pelan.


Tidak lama kemudian Piona kemudian pun terlelap tidur sambil memeluk photo Dimas, gadis itu bagaikan memeluk Dimas sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2