Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Malam Romantis


__ADS_3

Malam ini Dimas akan memberikan kejutan


untuk Piona, dia juga akan mengungkapkan kan isi hatinya pada gadis yang saat ini


berstatus istri nya itu.Sebenarnya dia sudah lama ingin mengungkapkan nya namun baru


hari dia memberanikan diri untuk mengatakan nya.


Sebelum dia mengajak gadis itu pergi


dia menyuruhnya untuk menutup mata nya dengan kain, dan akan dibuka ketika sudah


sampai ditempat tujuan nya.


"Pio, hari ini aku ingin membawamu kesuatu tempat aku harap kamu mau ikut,"Ucap Dimas pelan pada Piona.


"Kemana Om?."Tanya Piona


"Tumben nih Om Om rese panggil namaku dengan sebutan nama, nggak seperti biasa nya dech,aku mimpi nggak ya,"Gumam Piona dalam hati yang merasa penasaran dengan Ucapan Suaminya yang tiba tiba lembut memanggil namanya.q


"Nanti juga kamu tahu yang penting sekarang kamu mau nggak ikut dengan ku."Jawab Dimas pelan.


"Ya mau lah Om,"Ucap Piona.


"Tapi sebelum nya kamu harus tutup mata dulu pakai kain ini, dan jangan di buka sebelum aku yang nyuruh Ok."Ucap Dimas sambil mengambil kain kecil untuk mengikat mata istrinya itu.


Piona yang merasa penasaran kenapa dia


harus tutup mata segala akhirnya bertanya.


karena dirinya merasa tidak nyaman,


"Kok pake acara tutup mata segala sih Om, nanti mata ku sakit gimana?."Ucap Piona.


"Ya nggak bakal sakit lah lagian cuman sebentar saja kok,"Ucap Dimas


Piona tidak bisa menolak dengan permintaan


Dimas,dia menurut saja walaupun sebenarnya didalam hatinya ia bertanya tanya sendiri entah kemana sang suami nya akan


membawa dirinya.


"Entah kemana Om Om rese ini membawaku pergi?."Tanya Piona dalam hati nya.


"Baik lah Om."Ucap Piona.


Tidak lama kemudian Dimas pun membimbing Piona berjalan menuju mobil yang diparkir di depan apartemen milik mereka sendiri.


Setibanya di mobil Dimas membuka pintu mobilnya secara perlahan lalu memasukkan Piona ke dalam mobil nya,


"Kalau gitu sekarang kita pergi, hati hati jalan nya,"Ucap Dimas sambil mengiringi langkah Piona perlahan lahan.


"Ayo masuk ke mobil."Ucap Dimas sambil memasukkan Piona ke dalam mobil nya.


Setelah itu Dimas pergi kesebelah pintu

__ADS_1


mobil nya, lalu ia membuka pintu mobilnya di samping nya kemudian masuk ke dalam nya.


Tidak lama kemudian ia pun menstater mobil nya lalu berbelok, dan pergi meninggalkan apartemen milik mereka berdua.


"Om sebenarnya Om,mau kemana sih


membawa aku..?"Tanya Piona lagi.


"Nanti juga kamu tahu!,"Ucap Dimas


Piona yang semakin penasaran akhirnya terus


menerus bertanya sampai sang suami mau memberi tahu kemana ia akan dibawa pergi.Namun hasil tetap sama karena sang suami tidak mau memberi tahu nya.


"Om kasih tau aku dong, sebenarnya mau kemana Om bawa aku pergi?."Tanya Piona


"Udah deh jangan bawel terus, aku tu sebenarnya mau ngasih kamu kejutan."Jawab Dimas


"Kejutan apa Om?.,"Tanya Piona


Kalau aku kasih tau nanti nama nya bukan kejutan lagi."Jawab Dimas.


Dua jam kemudian Dimas dan Piona hampir tiba di tempat tujuan mereka, Piona yang merasa tidak sabar ingin segera membuka tutup mata nya, Piona pelan pelan ingin membuka mata tutup mata nya agar tidak diketahui oleh sang suami, akan tetapi usaha nya untuk membuka tutup mata nya sisa sisa karena di ketahui oleh sang suami .


"Sebaiknya aku buka aja tutup mata ini, pelan pelan biar nggak ketahuan."Ucap Piona.


"Eh ! bocor kamu mau ngapain jangan bilang kamu mau buka tutup matamu sebelum aku suruh."Ucap Dimas yang tiba-tiba melihat Piona mulai menyodorkan tali ikat mata nya.


"Ah sial aku ketahuan."Piona.


Beberapa menit kemudian mereka pun


membuka pintu mobilnya lalu segera keluar


dan pergi ke samping Piona.sambil menurun Piona keluar dari mobil pelan pelan.


"Kok berhenti Om, apa udah nyampe,? Tanya Piona lagi


"Iya kita udah nyampai."Jawab Dimas


"Berati sudah boleh dibuka dong ikatan nya."Ucap Piona


"Belum sebentar lagi,"Ucap Dimas sambil menuntun Piona berjalan.


Dimas dan Piona tiba di sebuah tempat yang sudah ditata dan dirias dengan rapi hingga


tempat itu benar benar terlihat indah, Dimas sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk sang istri yang sangat ia Cintai selama ini.


"Sekarang kita sudah sampai, bukan tutup matamu pelan pelan ,"Ucap Dimas menyuruh piona membuka tutup mata nya.


"Baik lah,"Ucap Piona sambil membuka tutup (


mata nya pelan pelan.


Saat Piona membuka tutup mata nya,ia terkejut melihat pemandangan yang begitu indah didepan mata nya, hingga membuat nya tidak bisa berkata apa-apa selain mengagumi keindahan tempat tersebut.

__ADS_1


"Waw ini benar benar indah sekali!."Ucap Piona dalam hati mengangumi tempat tersebut.


Piona memperhatikan setiap tempat yang sudah dihias dengan indah dan mempesona hati nya itu.


"Hey bocah, kenapa diam aja ayok duduk."Panggil Dimas pada Piona.


"Iya Om,Om kalo aku boleh tau ini semua apa


Om yang nyiapinnya?."Tanya Piona.


Dimas tersenyum melihat gadis yang sedang bertanya kepada dirinya itu, dalam hati nya ia


ingin mengerjai nya,"Bukan."Jawab Dimas


Piona yang tadinya sangat senang


melihat semua ini, tiba tiba jadi berubah


ia pikir Om Om rese dan nyebelin itu


yang telah menyiapkan semuanya untuk dirinya.tapi kenyataan tidak yang seperti dia duga.


"Jadi yang nyiapin ini semua siapa dong,


kalau bukan dia padahal tadi nya aku berharap ini semua dia yang nyiapin nya."Ucap Piona dalam hati nya sambil kecewa.


"Kenapa diam?."Tanya Dimas


"Kalau bukan Om, lalu siapa,? Tanya Piona.


"Ya aku lah, emang siapa lagi."Ucap Dimas


"Tadi kata nya bukan sekarang ia, aku jadi bingung yang mana yang benar,"Jawab Piona


"Yang benar itu aku lah."Jawab Dimas


Dimas dalam diam memperhatikan gadis yang sedang duduk di samping nya itu,dia bingung harus dari mana mau mengungkapkan perasaan itu.


"Om, Om kenapa diam,?"Tanya Piona


"Pio, sebenarnya ada yang mau kata kan sama kamu malam ini,"Ucap Dimas


"Emang nya Om mau bilang apa?"Tanya Piona


"Sebenarnya selama ini a...aku sudah menyimpan perasaan suka sama kamu, dan ini sudah lama,maaf karena baru kali ini aku mengatakan nya."Ucap Dimas dengan suara yang gugup untuk memberanikan diri nya mengungkapkan semua isi hati nya.


Piona yang mendengar apa yang diucapkan oleh sang suami nya itu langsung terdiam


dia tidak menyangka kalau ternyata selama ini sang suami nya telah menyimpan rasa cinta terhadap diri nya.


"A-apa Om ,apa aku nggak salah dengar?."Ucap Piona yang terkejut dengan Ucapan Dimas


"Kamu nggak lagi salah dengar kok,kamu mau kan menerima cinta ku dan menerima aku sebagai suami mu."Ucap Dimas yang berharap Piona akan membalas cinta nya.


"Iya Om , aku mau kok Nerima cinta Om dan menerima Om sebagai suami ku, karena selama ini aku juga mempunyai perasaan yang sama seperti Om."Jawab Piona membalas ucapan Dimas.

__ADS_1


Saat Dimas mendengar apa yang di ucapkan oleh gadis itu, hati nya berbunga bunga hingga dirinya tidak bisa menahan diri untuk


memeluk sang istri.


__ADS_2