Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Gara gara Tania


__ADS_3

Di hari itu kelas tengah bebas pelajaran


di kosong semua karena semua orang sedang berhalangan semua guru


tidak hadir mengajar para murid.


Semua murid murid tengah sibuk dengan dirinya sendiri ada yang keluar dan ada juga yang tidur bahkan ada juga yang anak laki laki yang sedang mojok sambil menonton hpnya


dipojok kelas,


"Aku suka dengan siputih gayanya yang


keren bikin aku semangat,"ucap salah satu siswa.


"*keren sih biru aku suka ngeliat nya


caranya main lincah."uacap salah satu dari mereka.


"*mending sih hijau mainnya lincah lagi,"ucap dari teman mereka lagi.


Itu lah pembicaraan mereka yang terdengar


dari tadi, *entah apa yang mereka bicarakan


hanya Tuhan dan author yang tau.


Pioana tengah asyik mengerjakan tugas tugas ulangan,di sampingnya terlihat ada Popo yang sedang asyik memakan kuaci,


sedangkan teman mereka yang bernama Tania sedang asyik dengan kebiasaan


nya mengupil dari kecil.


hingga suatu ketika saat Popon dan piona


sedang asyik memakan bakso di samping nya,tiba tiba Tania bersih dan upilan nya mengenai wajah Popon dan piona.


"haiiiicin ! Tania tiba tiba bersin.


"Aduh apa nih, lengket dan berlendir lagi


iow, jorok sekali sih kau Tan,"Ucap Popon sambil membersihkan wajah nya yang terkena upilan Tania.


"Iya nih, kalau kamu yang punya hobi ngupil,


kalau mau bersin liat liat situasi dulu dong,


Jang sampai kena kami juga kali,"Ucap Piona


"Liat nih mana,ingus mu masuk ke dalam


mangkok bakso ku lagi,"Ucap Popon


Tania meminta maaf kepada kedua temannya

__ADS_1


itu kalau dia tidak sengaja bersin bersin


sampai sampai mengenai temannya itu.


"maaf aku , tidak sengaja nanti aku


ganti deeh, Ucap Tania meminta maaf.


"Sudah tidak apa-apa kok,lagian masih


enak nih, Ucap Nara polos sambil mencicipi bakso yang terkesan ingus Temannya tadi.


Piona dan Popon serta Tania terdiam dan


serentak berdiri, melihat salah satu teman nya yang satu ini kelakuan aneh bin ajaib dari dulu.dan saling pandang satu sama lain nya.


"Iiiih, dasar bocah, udah tau itu


kena ingus, masih saja dimakan."Ucap


mereka bertiga serentak.


Sementara itu Tania mengeluarkan dirinya


dari jendela dan melihat ke arah belakang dan depan, mencari seorang cowok idaman nya.


Piona yang sedang duduk di dekat nya,


menegur nya,


"Diam kamu pio, aku lagi nyari calon


imam buat anak, anak ku nanti,"Jawab Tania


Lalu di susul oleh Nara dan mengatakan"Udah pio biarkan saja apa yang mau dia lakukan


nanti juga dia kena karma nya."Jawab Nara


Sementara Popon malah asyik tidur di


dalam kelas, ketiga temannya membiarkan


nya tertidur di dalam kelas.dan sengaja


tidak mengganggunya.


ya ampun anak yang satu malah asyik tidur, ucap piona.


Tania masih saja melakukan aksi nya, tidak lama kemudian dia melihat seorang anak lelaki yang bernama rahadi, yang sedang


berjalan kearah belakang nya.


Tani pun menyapa anak lelaki itu.

__ADS_1


"Selamat pagi bang,Adi,",sapa tania sambil menyapa Hardi.


"Pagi juga Tan"Balas anak cowok yang bernama Hardi itu.


"Bang,har mau ketanin ya, aku ikut dong bang."Ucap Tania menawarkan diri nya sendiri.


"Iya, Tapi aku pergi sama pacar ku,"Jawab Hardi


Saat mendengarkan Hardi sudah punya


pacar,Tania mengurungkan niatnya untuk pergi dengan Hardi,Dia tahu kalau cowok idaman nya itu ternyata sudah punya


pacar,


"Sama pacarnya ya, apa pacar Abang


itu Alya, ucap Tania.


"Bukan,Alya hanya sebatas menemani abang makan dan pergi aja, pacar abang nama berby,"Ucap Hardi.


Tidak lama kemudian datanglah seorang perempuan yang bernama berby, dari arah depan dan menghampiri mereka berdua.


"Hey ! kamu ngapain kamu mengoda


pacar orang, apa tidak tahu kalau


dia pacar ku."Ucap anak perempuan itu sambil menggandeng tangan Hardi.


"Siapa juga yang godaain pacar mu, orang


hanya sebatas nanya aja," Jawab Tania


Setelah itu Tania kembali masuk ke dalam kelas dengan wajah yang cemerut, ketiga temannya memperhatikan nya.dan mengeledeknya.


"kenapa kamu Tan,kok jadi cemberut


sih , apa jangan jangan kamu gagal ya,"Ucap ketiga temannya itu.


Tania hanya bisa diam saat di nganggu


oleh teman teman nya itu,dia masih


berpikir dia belum terlambat karena


sebelumnya jalur kuning melingkar


selama itu juga dia masih mempunyai


kesempatan.


"Aku nggak boleh nyerah gitu aja, Kata orang sebelum jalur kuning melingkar di jari


selama itu juga kita masih punya kesempatan,"pikir Tania dalam hati.

__ADS_1


Dia masih berisi keras untuk mendapatkan cowok idaman nya dengan cara apapun juga


dia harus mendapatkan nya*.


__ADS_2