Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
BAB 28 Mulai menerima


__ADS_3

Piona dan Kevin berjalan memasuki


apartemen milik Kevin,disana sudah terlihat


Raras dan keluarganya sudah menunggu nya


diruang tamu.


"Pioana , apa kabar mu?,"Tanya Raras sambil memeluk Piona.


"Aku baik baik saja kok Ras,"Jawab Piona membalas pelukan temannya itu.


"Nak Piona,kamu semakin cantik saja,"Ucap ibu nya Raras


"Ah ! bibi bisa aja deh aku biasa biasa saja kok."Jawab Piona membalas pujian dari ibu nya Raras,


"Ya sudah aku pergi dulu sebentar, ada


perkerjaan yang harus aku selesaikan,


kalian ngobrollah !"Ucap Kevin sambil beranjak w meninggalkan mereka berdua.


"Gimana dengan kabarmu Ras, apa kamu baik baik saja?"Tanya Piona


"Aku baik baik saja kok Pio? Jawab Raras


Piona menatap temannya itu dengan


seksama, sambil melepas kerinduan di


antara mereka berdua , Piona sudah


lama sekali merindukan temannya itu,


hanya saja tidak bisa pulang kampung


untuk menemui nya.


Dia tidak menyangka akan bertemu


dengan teman lama dulu, setelah


sekian lamanya tidak bertemu


akhirnya bertemu lagi di tempat kakaknya.


Tanpa terasa air mata Piona menetes


karena merasa terharu dan bahagia


bertemu dengan teman lama yang


duduk di samping nya itu.


"Pio, kamu kenapa kok nangis?"Tanya Raras melihat Piona menangisi.


"A-aku di tidak apa-apa kok,ini cuman


air mata kebahagiaan, karena bisa


bertemu dengan mu lagi setelah


sekian lamanya ."Ucap Piona sambil mengusap air mata nya menetes membasahi


kedua pipinya itu.


"Ya ampun Pio, aku juga merasa begitu bahagia karena bisa bertemu dengan mu lagi."Ucap Raras sambil memeluk Piona lagi.


"Oya, ngomong ngomong gimana dengan


sekolah mu yang baru, apa kamu senang


sekolah disini??"Tanya Raras kepada piona.


"Aku senang kok sekolah di sini."Jawab Piona pelan.


Piona hampir lupa ingin menanyakan


kabar kedua orang tua nya di kampung.


lewat Raras teman nya itu, bahwa


dia tidak hanya merindukan temannya itu


akan tetapi ia juga merindukan orang tua nya yang saat ini masih berada di kampung nya.


"Oiya aku hampir lupa, gimana kabar. ayah dan ibu ku dikampung, apa mereka baik baik saja?"Tanya Piona menanyakan kabar orang tua nya kepada teman nya itu.


Raras terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari Piona dia bingung.msu


ngasih tau nya gimana karena dia takut


teman nya itu jadi khawatir jika mendengar


kabar kedua orang tua nya yang di kampung

__ADS_1


mulai sakit sakitan, tapi bagaimana pun


juga Pio berhak tahu keadaan orang tua nya


dikampung,


"Ras , kamu kok diam jawab dong


pertanyaan ku, apa mereka selama


ini baik-baik saja?"Tanya Piona lagi setelah


melihat Raras teman nya itu diam ketika di tanya kabar soal orang tua nya di kampung.


"A-apa Pio , tadi kamu ngomong apa aku


kurang mendengar?,"Ucap Raras berpura pura tidak mendengar.


"Aku bilang gimana kabar ayah dan


ibuku di kampung, apa mereka baik baik


saja?,"Tanya Piona mengulangi pertanyaannya.


"Ayah dan ibu sebenarnya sa ."Raras tidak jadi


melanjutkan pembicaraannya dengan


Piona, karena di larang oleh ibunya


yang duduk di depan mereka.


Ibunya Raras menyelengkan kepala saat


Raras hendak ingin memberi tahukan


keadaan orang tua nya di kampung, saat itu


Piona tidak melihat kearah Ibu nya Raras


makanya dia tidak melihat ibunya Raras


menyelengkan kepala nya sebagai isyarat


agar Raras tidak memberi tahu nya.


Ayah dan ibu ku kenapa Ras,kok kamu


tidak melanjutkan ucapanmu."Tanya Piona lagi melihat teman nya itu tidak jadi melanjutkan pembicaraannya.


penasaran?"Ucap Piona berharap teman itu


melanjutkan pembicaraannya.


"Ayah dan ibu mu selama ini sakit sakitan


semenjak kamu pergi meninggalkan


mereka,"Ucap Raras memberanikan diri nya


untuk berbicara,


Piona terdiam sejenak mendengar apa yang di katakan oleh teman nya itu, dia


menyangka kalau kedua orang tua nya


yang sangat dia sayangi saat ini


sangat membutuhkan bantuan nya .


untuk menemani mereka disaat sakit .


Ditambah lagi dengan adik nya yang masih


kecil dan belum bisa melakukan banyak


hal di saat seperti, Piona semakin tidak


sabar ingin pulang kampung dan menengok


orang tua nya di sana.


Tapi apa daya Piona saat ini dia masih


sekolah, dan sekolahnya belum libur


ditambah lagi dengan kesibukan Dimas


suami yang berkerja, itu yang membuat


kedua nya tidak sempat pulang kampung


meskipun bersilahturahmi.


"Pio,piona !"panggil Raras pada Piona yang

__ADS_1


tadi sangat ingin tahu kabar orang tuanya jadi diam.


"Iya Ras, apa tadi kamu panggil aku?"Tanya Piona.


"Iya Pio, kamu kenapa kok jadi diam saja


mendengar kabar orang tua mu, itu lah


kenapa aku tadi tidak jadi melanjutkan pembicaraanku, aku takut kamu jadi


khawatir, sudahlah Pio kamu jangan sedih


mereka sudah sembuh kok sekarang."Ucap Raras sambil menghibur Piona agar tidak bersedih.


"Aku hanya merindukan mereka kok Ras,


jujur sebenarnya aku sangat ingin pulang


kampung, tapi aku libur sekolah."Ucap Piona berkata jujur.


"Kamu yang sabar ya, nanti jika sudah ada


kesempatan kamu bisa pulang dan


menemui mereka "Ucap Raras.


Setelah panjang lebar mereka berbincang bincang, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam setengah 5, sudah


waktunya bagi Piona pulang ke apartemen


milik Dimas suami nya.


Piona sebenarnya masih ingin ngobrol


lama lama bersama Raras temannya itu.


tapi dia harus pulang dia takut suaminya


khawatir dengan dirinya, karena sudah


lama belum pulang,


Tidak lama kemudian Kevin pun datang


dan duduk di depan mereka juga, Piona


membiarkan nya duduk sebentar,dia tidak


enak jika langsung pamit pulang ketika


kevin baru nyampai di ruang tamu.s


setelah agak lama Kevin duduk dan


ngobrol dengan mereka, akhirnya


Piona izin pamit pulang, kepada Kevin dan


keluarga nya.


"Kak Kevin, aku izin pamit pulang ya,


soalnya ini sudah sore,aku takut saudara sepupuku jadi khawatir menuggu terlalu


lama,"Ucap Piona menyebut Dimas sebagai sepupu nya .


"Aku antar ya,"Ucap Kevin yang ingin mengantar Piona pulang.


"Tidak usah kak, terimakasih atas tawaran nya , tapi aku bisa pulang sendiri naik


Taxi kok,"Tolak Piona.


Mereka pergi ke teras rumah Kevin dan


melihat Piona pulang kerumahnya.sementara


Piona berdiri di depan rumah milik Kevin, sambil menunggu Taxi lewat.


Tidak lama kemudian taxi pun ada


yang lewat, piona melambaikan tangan nya


untuk memanggil Taxi itu.


"Taxi !"Panggil piona sambil melambaikan tangan nya.


Taxi itu pun berhenti di depan nya saat di


panggil oleh Piona.Piona pun masuk ke dalam nya, dia melambaikan tangan kepada


Raras dan keluarganya.


Tidak lama kemudian taxi yang dinaiki


oleh Piona beranjak pergi dari aptermen

__ADS_1


milik Kevin.


__ADS_2