
Dipagi yang cerah dan indah ini Piona bersama keluarga berkumpul, sambil
bersenda gurau, Piona merasa bahagia sekali
karena bisa berkumpul bersama kedua orang
tuanya serta adik nya yang masih kecil .
Tanpa terasa air mata Piona menetes jatuh
dipipinya, lalu ia menghapus air mata nya.
Saat ibu nya melihat air mata nya yang
menetes di pipinya, ibu nya pun bertanya pada diri nya.
"Hari ini aku bahagia sekali, rasanya aku
tak ingin berlalu dari sini,"Gumam Piona dalam hati nya.
"Nak , kenapa kamu menangis?"Tanya ibunya melihat Piona menangisi.
"Tidak apa-apa kok Bu, ini adalah air mata bahagia,"Jawab Piona pelan sambil tersenyum.
"Ow.... ibu kira tadi kamu kenapa kenapa?,"Ucap ibunya.
Dimas memperhatikan istri nya yang tampak
bahagia berkumpul bersama keluarga kecil nya,dia tidak pernah melihat istrinya senyum seperti ini.
"Baru kali ini melihat bocah ini sebahagia"Ucap Dimas dalam hati nya.
Piona yang sedari tadi merasa diperhatikan oleh Dimas langsung bertanya kepada
Dimas mengapa dia memperhatikan dirinya
__ADS_1
seperti itu.
"Mengapa itu Om Om memperhatikan ku, seperti ini,"Gumam Piona dalam hati nya.
"Bang kenapa kamu memperhatikan saya seperti itu?"Tanya Piona pada Dimas.
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa senang melihatmu tersenyum seperti ini."Ucap Dimas
Setelah berbincang bincang santai dengan kedua orang tua nya, Piona mengajak Dimas
pergi ke suatu tempat untuk melihat berbagai macam pemandangan yang indah, disekitar
pengunungan.
"Om ikut aku kesuatu tempat yok,"Ucap Piona mengajak Dimas pergi.
"Kemana?"Tanya Dimas pelan.
"Ada deh nanti juga Om tau."Ucap Piona
"Baik lah."Ucap Dimas.
ketempat yang dikatakan oleh Piona barusan.
sesampainya di sana Dimas tidak bisa berkata kata setelah melihat pemandangan yang begitu indah disekitar pengunungan yang tampak dipenuhi oleh rumput rumput yang menutupi gunung gunung tersebut sehingga tampak indah semua.
Piona mengajak Dimas duduk di sebuah kubuk yang ada ditempat itu.,
"kita duduk yok Om,"Ajak Piona pada Dimas.
"Om kok diam aja dari tadi, ongomong dong " Piona yang sedari tadi melihat Dimas diam dan tak mengucapkan sepatah kata pun.
"Eh ! bocah nakal aku benar benar kagum melihat pemandangan di sini."Ucap Dimas
"Kagum karena apa? pasti karena melihat pemandangan disini ya Om"Ucap Piona
__ADS_1
Dimas mengagumkan kepalanya serta berkata, bahwa selama ini dia tidak
pernah melihat pemandangan yang seindah
ini, karena selama dirinya dibandung tidak
pernah menyematkan diri untuk pergi ke suatu tempat,
Dia hanya sibuk dengan perkerjaan nya di kantor,dan mengurus semua karyawan nya di tempat kerjanya.
"Iya, aku mengagumi keindahan alam disini, karena selama ini aku tidak pernah melihat pemandangan yang sangat indah ini, di karenakan aku selalu sibuk dengan pekerjaan ku di kantor."Ucap Dimas sambil menganggukkan kepalanya.
"Itu lah Om, sibuk terus kerjaan nya, sampai sampai untuk refleksi sebentar aja nggak ada waktu buat diri sendiri."Ucap Piona pada Dimas.
"Ya namanya juga kerja,ya seperti itu lah,"Ucap Dimas
Dimas tersenyum memperhatikan gadis yang sudah berstatus istri nya itu, kali ini dia bukan saja melihat pemandangan yang indah dari alam tapi melihat istrinya yang begitu cantik dan sempurna itu, walaupun kadang gadis
itu suka membuat dirinya kesal sendiri, tapi ia menyadari kalau dirinya saat ini sudah mulai
menyimpan rasa cinta dan sayang terhadap gadis yang sedang berdiri di samping itu.
Dimas merasa beruntung karena telah dipertemukan dengan seorang gadis yang begitu cantik dan sempurna juga baik hati
seperti Piona,
"Aku benar benar beruntung dan bahagia
mendapatkan gadis seperti Piona, meskipun kadang dia suka membuat ku kesal, tapi sebenarnya dia baik hati dan penyayang."Gumam Dimas dalam hati nya sambil melihat ke arah Piona.
"Om kok ngeliatin aku sampai segitunya, apa Om baru nyadar ya kalau selama ini aku cantik."Ucap Piona yang melihat suaminya menatap dirinya.
"Eh ! bocah siapa bilang aku ngeliatin kamu, jangan geger deh."Ucap Dimas
"Itu kalau bukan ngeliatin aku, lalu liat siapa disini kan cuman ada kita berdua, ayok
__ADS_1
ngaku."Goda Piona.
"A-aku ngeliatin pemandangan di sekitar sini."alasan Dimas.