
Dipagi yang cerah dan indah ini Piona
bangun lebih awal dan melakukan aktifitas
seperti biasa,sebab hari ini ia akan memasak
untuk mertuanya untuk yang pertama kali nya.
Sebelum Dia pergi ke dapur ia pergi
kekamar mandi untuk mencuci wajah nya
terlebih dahulu,
"Hari ini aku bangun lebih awal,dan hari
pertama ku masak dirumah mertua ku, sebelum masak lebih baik aku cuci
wajahku dulu,"Piona pun bergegas pergi ke
kamar mandi dan mencuci wajah nya.
Tidak lama kemudian ia pun keluar
dari kamar mandi lalu mengelap wajah nya
dengan kain lap khusus untuk wajah nya.
Setelah itu ia pun keluar dari kamar lalu menutup pintu kamar nya, sambil berjalan menuju dapur, setelah ia tiba didapur
ia pun membuka kulkas lalu mengambil beberapa bahan.dan mencuci nya setelah ia
selesai membersihkannya ia pun menyimpan
nya ketempat yang bersih.
"Nah sekarang sudah bersih, sebaiknya aku simpan dulu di tempat yang bersih,"Ucap Piona sambil mengambil mangkuk lalu menyimpan sayuran serta daging ayam yang ia bersihkan tadi.
Tidak lama kemudian Piona pun memasak
sayur serta daging ayam yang ia simpan
dimangkuk tadi.
"Sekarang udah siap untuk di masak ."Ucap Piona sambil mengambil wadah dan meletakkan nya diatas kompor.
Piona meletakkan kuali diatas kompor,
lalu maenghidupkan api kompor, setelah itu ia
pun mengambil minyak guna untuk
memasak sayuran dan daging tadi.
"Tinggal minyak nya lagi,"Ucap Piona sambil mengambil minyak goreng yang sudah tersedia di dalam lemari lalu memberi kuliah minyak.setelah minyak panas Piona pun meletakkan beberapa sayuran untuk dimasak terlebih dahulu.
"Sebaiknya aku masak sayur dulu, karena
sayurkam tidak lama memasaknya, setelah
sayur matang baru ayam,"Ucap Piona dalam hati.
Piona tampak bersemangat untuk memasak
dirumah mertua nya,dia berharap masakannya enak dan tidak akan mengecewakan semua orang yang akan
__ADS_1
"Semoga aja masakan ku enak, dan
tidak mengecewakan mertuaku,sebab jika rasanya jelek mau di taruh di mana mukaku."Ucap Piona yang mulai takut masakan nya tidak enak.
Tidak lama kemudian sayur dan ayam yang
ia masak barusan pun sudah matang,
Dan siap untuk di hidangkan.
mencicipi masakan nya nanti.
Piona pun menyimpan sayur dan daging ayam yang ia masak tadi kedalam mangkuk masing-masing, setelah itu ia meletakkan nya di atas meja makan.
"Semua nya sudah siap,tinggal menunggu yang lain nya bangun untuk sarapan."Ucap Piona dalam hati sambil meletakkan sayur dan daging ayam diatas meja makan.
Sementara Dimas dan kedua orang tua nya
masih tidur dan belum bangun dari tadi.
saat itu juga aroma masakan yang di
masak oleh Piona sampai keruangan
kamar mereka,
Aroma wangi itu membuat mereka terbang,dan menuju ketempat dimana aroma yang begitu lezat itu tercium oleh mereka.
"Umm bau apa ini?baunya sangat harum
seperti bau masakan yang baru selesai dimasak."Ucap Dimas terbangun saat mencium aroma itu.
Tidak lama kemudian disusul oleh Papa dan Mamanya terbangun Juga mencium aroma yang lezat itu.
"Aduh Ma,apaan sih nggangu orang lagi
tidur aja."Ucap setiya saat dibangunkan oleh Lasmi istrinya.
"Iih Papa,Mama kalau nggak mencium aroma yang sangat lezat ini tidak akan membangun kan papa."Ucap Lasmi memberi tahu suaminya apa yang telah ia cium barusan.
"Bau apaan sih Ma,Papa tidak mencium bau apa pun,?"Tanya Setya.
"Masa sih Papa tidak mencium apa apa pun, itu pasti Papa baru bangun ya."Ucap Lasmi kepada suaminya.
"Tidak lama kemudian aroma itu tercium lagi, menebus tembok kamar mereka, dan membuat kedua nya penasaran dan ingin melihat nya.
"Nah ! tercium lagi aromanya apa Papa masih tidak menciumnya juga."Tanya Lasmi.
"UMM kali ini sih Papa menciumnya, seperti seseorang yang baru selesai masak ya Ma"Ucap Setya kepada istri nya .
"Iya Pa, tapi siapa yang masak seenak ini?bibi yang masak tidak seenak ini baunya."Ucap Lasmi.
"Dari pada kita semangkon penasaran, lebih baik kita keluar untuk melihat siapa yang telah memasak seenak ini."Ucap suaminya pada Lasmi.
Mereka pun bergegas berdiri lalu berjalan
menuju pintu kamar mereka.disusul oleh Dimas keluar dari kamar nya.
"Eh kamu sudah banggun juga, Istri mu kemana?"Tanya Lasmi saat melihat Dimas ikut keluar dari kamar nya.namun ia tidak melihat menantunya itu.
"Apa dia masih tidur?"Tanya Lasmi lagi.
"Iya Ma,aku terbangun karena mencium
aroma yang lezat ini.Piona seperti nya sudah banggun dari tadi."Ucap Dimas pelan.
__ADS_1
Dimas dan kedua orang tua nya tidak tahu
Piona saat ini sudah berada di kamar, sedang mandi untuk bersiap siap sarapan pagi
bersama keluarga suaminya.
"Low kok tidak ada siapa-siapa di dapur,l
lalu siapa yang masak?"Ucap mereka saling. bertatapan.
Tidak lama kemudian Piona pun keluar dari kamar nya,dan berjalan menuju ruang makan
mendapati kedua mertu serta suaminya sudah ada diruang makan .
"Kalia sudah banggun ya, kebetulan semua nya sudah aku siapin ,"Ucap Piona sambil menggeser satu persatu makana yang tersedia di meja makan.
"Piona sayang, apa kamu yang masak semua ini."Tanya mertuanya kepada Piona.
"Iya Ma, semua ini aku yang masaknya."Ucap Piona.
"Jika semua nya sudah ada disini ayo kita
makan."Ucap Piona mengajak mereka makan bersama.
Kedua mertuanya terdiam saat mengetahui menantu merka bisa memasak,selama ini merka tidak tahu jika menyatu pilihan mereka itu pandai memasak.
Mereka benar benar beruntung mempunyai menantu seperti Piona, yang tidak hanya cantik tapi juga bisa masak, sudah dipastikan
bisa mengurus keluarga nya suatu saat nanti.
"Mama sama Papa kok jadi diam,ayo
duduk dan makan dulu,"Ucap Piona
"I..iya sayang,Mama dan papa diam karena senang, karena Mama dan Papa tidak salah memilih mu untuk jadi menantu Mama
dan Papa,kamu tidak hanya cantik tapi juga bisa memasak,Mama dan papa bersyukur mempunyai menari seperti mu sayang."Ucap Lasmi sambil menghapus air mata nya karena terharu.
"Eh Nak! Kenapa kau tidak pernah bilang
kalau istri mu jago masak,"Tanya Papanya pada Dimas.
"Ya mana aku sempat bilang Pa,lagian masa untuk itu harus kasih tau Mama dan Papa juga, tapi aku senang sih itung itungan
ini sebagai kejutan buat Papa dan Mama."Ucap Dimas sambil tersenyum.
"Piona sayang aku tak salah memilih mu jadi istriku."Ucap Dimas dalam hati nya.
Saat ini mereka sedang duduk didepan meja
maka dan hendak ingin makan.Piona mengambil nasi serta lauk pauk untuk Dimas terdahulu.
Tidak lama kemudian disusul oleh kedua mertuanya, setelah itu mereka pun makan begitu juga dengan Piona.saat mertua nya
mulai mencicipi masakan yang ia masak barusan Piona jadi gugup karena takut
rasa masakan tidak enak.
"Ya Allah mudah-mudahan masakan ku enak "Ucap Piona dalam hati nya.
"Gimana rasanya Ma,apa masakan ku enak."Tanya Piona penasaran.
"Ra....Sanya en..."Ucapan ibu mertua nya terhenti saat mendengar suara telepon seluler nya berdering.
Hallo semua nya lagi pada nunggu kelanjutannya nya ya sama aku juga.dukung aku terus Ya , voting dan like kalian adalah motivasi bagi ku.
__ADS_1