Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
lanjutan Drama Lasmi


__ADS_3

"Iya Ma sama sama,"Ucap Raffi sambil membalas pelukan Lasmi


Piona memperhatikan Lasmi yang sedang


tersenyum puas dibalik punggung Raffi,Gadis itu sadar ternyata ibu mertuanya itu telah


membuat drama agar Raffi anaknya tidak


jadi pergi dari rumah.


"Kayanya soal tipu menipu aku harus


belajar dari Mama Lasmi,"Gumam Piona dalam hati nya sambil melihat Lasmi takjub.


Sore harinya Piona sedang asyik duduk di taman rumah sendirian tiba tiba mendengar


Sura jeritan Raffi yang membuat diai memasuki rumah karena penasaran.


"Ampun Mam, ampun kenapa affi jadi gini sih


Ma?,"ucap Raffi saat piona baru masuk.


Dilihatnya Lasmi yang sedang asik


memasang wig dikepala Raffi, Pria itu


sekarang sedang duduk di kursi hias Lasmi


Piona memperhatikan Raffi yang sedang memakai baju daster,dan jangan lupakan dia


juga diberi bedak serta lipstik, dan alat kosmetik lainnya.


Piona terkikih gelik melihat Raffi yang memakai daster seperti ibu ibu,jika dilihat


Raffi cantik juga kalau jadi cewek.Raffi menutupi wajahnya dengan kedua tangan


karena merasa malu diperhatikan

__ADS_1


oleh Piona.


"Sudah raf jangan ditutupi terus wajah nya


nanti kehapus lagi riasannya,"Ucap Lasmi.


"Hai Ma,lagi ngapain? kok Raffi dibikin kayak gitu Ma,!"Tanya Piona penasaran.


"Hai sayangku ini loh teman teman Mama kan


lagi mau ngadain lomba merias suaminya,jadi


Mama ikut juga tadinya sih Papanya Raffi


yang mau Mama rias cuman Papanya lari entah kemana jadi Raffi jadi pengantinya."Ucap Lasmi sambil asyik memoles wajah Raffi.


"Wah seru tu hadiah nya apa MA?!,"Tanya Piona sangat bersemangat.


"Lumayan lah Nak hadiah nya berupa uang 500rb, dan blender satu kebetulan blender Mama rusak,"Ucap Lasmi.


semiskin itu sampai tidak mampu beli blender?."Ucap Raffi protes.


"Diam coba fi, apa kamu tidak bisa bikin


Mama senang sedikit, "Ucap Lasmi sambil menjintak kepala Raffi kesal.?


"Nggak asyiklah Raf kalau Mama beli baru mending Mama ikutan lomba sekalian


Mama mau nunjukin bakat Mama klau


Mama bisa nandanin Cowok apa lagi cewek


iya kan Nak,"Ucap Lasmi sambil menoleh kearah Piona.


"Betul tu Ma,Mama emang yang terbaik


kapan kapan ajarin aku dandan juga ya ma,"Ucap Piona.

__ADS_1


"Bisa diatur sayang nanti Mama nandanin


kamu biar Dimas makin cinta sama kamu, dijamin deh dia bakal nurut sama kamu nak,"Ucap Lasmi


"Iya Ma, makasih ya Ma apa Mama perlu bantuan?"Tanya Piona menawarkan diri.


"Boleh nak tolong olesin lipstik lagi, Raffi itu nggak bisa diam jadi lipstik nya kehapus terus,"Ucap Lasmi menerima tawaran dari Piona.


"Sini Raf,biar aku kasih lipstik lagi,!"Ucap Piona sambil bersiap.


"Jangan Pio,Ma sama Mama aja ya ma,!"Ucap Raffi sambil memohon.


"Jangan banyak tingkah kamu Raf,ayo cepat monyongin bibirmu,"Perintah Lasmi.


Dengan terpaksa Raffi memonyongkan bibirnya kepada Piona untuk diberi lipstik oleh Piona, dengan sigap Piona memberi lipstik berwarna merah di bibir Raffi.


"Apa dosa hamba ya Tuhan kenapa


hamba mempunyai ibu seperti ini?"Gumam Raffi dalam hati nya.


"Nah gitu kan cantik Mama juga kalau jadi


cowok pasti langsung suka sama


kamu Raf,"Ucap Lasmi sambil mencolek Raffi.


"Iya Ma,Raffi kayaknya lebih cocok jadi cewek dari pada cowok ia kan Ma."Ucap Piona sambil tertawa diikuti oleh Lasmi.


"Kamu benar Pio,haduh kenapa dulu kamu


lahir jadi cowok, coba jadi cewek pasti lebih oke,"Ucap Lasmi sambil tertawa.


Hancur sudah masa depan nya bersama Piona, gadis itu mungkin jijik melihat nya


yang kini nista.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2