
"Iya Ma sama sama,"Ucap Raffi sambil membalas pelukan Lasmi
Piona memperhatikan Lasmi yang sedang
tersenyum puas dibalik punggung Raffi,Gadis itu sadar ternyata ibu mertuanya itu telah
membuat drama agar Raffi anaknya tidak
jadi pergi dari rumah.
"Kayanya soal tipu menipu aku harus
belajar dari Mama Lasmi,"Gumam Piona dalam hati nya sambil melihat Lasmi takjub.
Sore harinya Piona sedang asyik duduk di taman rumah sendirian tiba tiba mendengar
Sura jeritan Raffi yang membuat diai memasuki rumah karena penasaran.
"Ampun Mam, ampun kenapa affi jadi gini sih
Ma?,"ucap Raffi saat piona baru masuk.
Dilihatnya Lasmi yang sedang asik
memasang wig dikepala Raffi, Pria itu
sekarang sedang duduk di kursi hias Lasmi
Piona memperhatikan Raffi yang sedang memakai baju daster,dan jangan lupakan dia
juga diberi bedak serta lipstik, dan alat kosmetik lainnya.
Piona terkikih gelik melihat Raffi yang memakai daster seperti ibu ibu,jika dilihat
Raffi cantik juga kalau jadi cewek.Raffi menutupi wajahnya dengan kedua tangan
karena merasa malu diperhatikan
__ADS_1
oleh Piona.
"Sudah raf jangan ditutupi terus wajah nya
nanti kehapus lagi riasannya,"Ucap Lasmi.
"Hai Ma,lagi ngapain? kok Raffi dibikin kayak gitu Ma,!"Tanya Piona penasaran.
"Hai sayangku ini loh teman teman Mama kan
lagi mau ngadain lomba merias suaminya,jadi
Mama ikut juga tadinya sih Papanya Raffi
yang mau Mama rias cuman Papanya lari entah kemana jadi Raffi jadi pengantinya."Ucap Lasmi sambil asyik memoles wajah Raffi.
"Wah seru tu hadiah nya apa MA?!,"Tanya Piona sangat bersemangat.
"Lumayan lah Nak hadiah nya berupa uang 500rb, dan blender satu kebetulan blender Mama rusak,"Ucap Lasmi.
semiskin itu sampai tidak mampu beli blender?."Ucap Raffi protes.
"Diam coba fi, apa kamu tidak bisa bikin
Mama senang sedikit, "Ucap Lasmi sambil menjintak kepala Raffi kesal.?
"Nggak asyiklah Raf kalau Mama beli baru mending Mama ikutan lomba sekalian
Mama mau nunjukin bakat Mama klau
Mama bisa nandanin Cowok apa lagi cewek
iya kan Nak,"Ucap Lasmi sambil menoleh kearah Piona.
"Betul tu Ma,Mama emang yang terbaik
kapan kapan ajarin aku dandan juga ya ma,"Ucap Piona.
__ADS_1
"Bisa diatur sayang nanti Mama nandanin
kamu biar Dimas makin cinta sama kamu, dijamin deh dia bakal nurut sama kamu nak,"Ucap Lasmi
"Iya Ma, makasih ya Ma apa Mama perlu bantuan?"Tanya Piona menawarkan diri.
"Boleh nak tolong olesin lipstik lagi, Raffi itu nggak bisa diam jadi lipstik nya kehapus terus,"Ucap Lasmi menerima tawaran dari Piona.
"Sini Raf,biar aku kasih lipstik lagi,!"Ucap Piona sambil bersiap.
"Jangan Pio,Ma sama Mama aja ya ma,!"Ucap Raffi sambil memohon.
"Jangan banyak tingkah kamu Raf,ayo cepat monyongin bibirmu,"Perintah Lasmi.
Dengan terpaksa Raffi memonyongkan bibirnya kepada Piona untuk diberi lipstik oleh Piona, dengan sigap Piona memberi lipstik berwarna merah di bibir Raffi.
"Apa dosa hamba ya Tuhan kenapa
hamba mempunyai ibu seperti ini?"Gumam Raffi dalam hati nya.
"Nah gitu kan cantik Mama juga kalau jadi
cowok pasti langsung suka sama
kamu Raf,"Ucap Lasmi sambil mencolek Raffi.
"Iya Ma,Raffi kayaknya lebih cocok jadi cewek dari pada cowok ia kan Ma."Ucap Piona sambil tertawa diikuti oleh Lasmi.
"Kamu benar Pio,haduh kenapa dulu kamu
lahir jadi cowok, coba jadi cewek pasti lebih oke,"Ucap Lasmi sambil tertawa.
Hancur sudah masa depan nya bersama Piona, gadis itu mungkin jijik melihat nya
yang kini nista.
Bersambung.
__ADS_1