
Piona dan Dimas berjalan memasuki pintu rumah orang tua Dimas, Dari dalam terdengar suara gelak Lasmi bersama suami,Dimas dan Piona penasaran dan mempercepat langkah mereka masuk kedalam .
"Wah anak mantu Mama sudah pulang sini
Nak kenalan sama adek Dimas baru pulang."Ucap Lasmi menyuruh Piona berkenalan dengan anak keduanya.
"Raf akhirnya kamu pulang juga, dasar adik Nakal kenapa kamu tega tidak datang ke pernikahan ku."Ucap Dimas memeluk adiknya
yang baru saja pulang .
"Maaf bang, bukannya aku tidak mau
datang ke acara pernikahan Abang,tapi
saat itu aku tidak sama sekali memegang alat kumikasi.aku juga baru tau kalau Abang sudah menikah, saat aku mendengar Abang menikah aku langsung bergegas pulang."Ucap adiknya kepada Dimas
Piona terdiam berdiri karena dia gugup
pertama kali bertemu dengan adiknya
Dimas, tubuh dan tangannya gemetar tapi dia tetap berjalan maju kedepan menghampiri Dimas dan adik nya.
"Piona sini kenalan sama adik ku."Ucap Dimas menyuruh Piona berkenalan dengan adiknya yang bernama Rafi tersebut.
"Ini Piona istri ku sekaligus kakak ipar mu."Ucap Dimas memperkenalkan Piona.
Rafi adiknya Dimas terdiam saat melihat
Piona berdiri di depan nya,Rafi memperhatikan Piona dari atas hingga bawah,dan membuat gadis itu semakin gugup dibuat Rafi.
"Hai kak,aku Rafi,kakak bisa panggil aku raf
karena itu nama panggilan ku.senang bisa ketemu kakak."Ucap Rafi sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Piona,senang juga ketemu sama kamu."Ucap Piona
"Hei !Bang bagus juga seleramu."Ucap Rafi mengoda Dimas.
"Ngomong apaan sih kamu dek,ada ada saja."Ucap Dimas.
Kalian dari mana saja kenapa baru pulang?"Tanya papanya kepada Dimas dan Piona.
"Tadi aku abis ngantar Piona belanja sentar karena dia bilang mau belanja."Ucap Dimas
"Kalian abis beli apa sayang,apa kamu beli baju yang seperti punya Mama?"Tanya Lasmi pada Piona.
"Beli kok Ma, malah lebih bagus dari yang lain,Bang Dimas yang minta."Ucap Piona sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya kearah Dimas.
Dimas jadi salah tingkah saat mendapat kedipan dari Piona,Dimas menatap Piona kesal campur malu.bagaimana bisa dia berkata jujur kepada orang tua Dimas terlebih lagi adik nya yang baru pulang.
__ADS_1
"Dasar gadis mesum kamu bisa aja membuat aku malu Piona, tapi aku suka,"Gumam Dimas dalam hati nya.
"Ciee anak Mama, udah berani ya kamu
pilih selera pakaian sendiri,mana sini mama mau lihat,"Ucap Lasmi sambil menatap barang belanjaan Piona.
"Jangan !Mama ngapain sih mau tahu urusan orang,ayo Piona kita pergi dari sini,"Ucap Dimas sambil mengajak Piona pergi.
"Mau kemana sih buru buru, sini makan dulu sama kita,"Ucap Papanya saat melihat Dimas dan Piona menaiki anak tangga.
"Kita udah makan tadi di luar Pa,janggan nganggu aku tidak mau malamku terganggu
seperti malam kemarin,"Ucap Dimas sambil tetap berjalan.
"Emang mau ngapain sampai nggak mau diganggu,mau ngelajutin yang gagal kemarin ya."Goda Lasmi sambil tersenyum.
"Mama !."Teriak Dimas kesal.
"Apa sih Dim,Iya mama janji nggak bakal ganggu malam mu lagi, yang semangat ya Nak mama tunggu hasilnya,"Ucap Lasmi tertawa sambil diikuti suaminya.
Mereka sangat senang menggoda anak sulungnya itu, apalagi saat Dimas menikah
Dimas jadi sedikit berubah dan tidak seperti dulu dingin dan jarang bicara.
Lasmi menatap Dimas dan Piona yang
"Akhirnya anak kita bisa berubah juga
ya Pa,Mama pikir Dimas akan selalu jadi pria
dingin dan membosankan.tapi lihat semenjak
kedatangan Piona dia jadi sedikit berubah."Ucap Lasmi pada suaminya.
"Iya Ma, akhirnya Dimas menemukan kebahagiaan nya sendiri, semoga aja mereka
selalu seperti ini."Ucap suaminya.
"Tentu saja Pa,Mama tidak akan biarkan
siapa pun yang merusak kebahagiaan anak dan menantu pilihan Mama."Ucap Lasmi pada suaminya.
"Kamu benar, awal nya aku sempat ragu
mau menjodohkan nya dengan anak kampung, tapi kamu malah senang dan membuat ku yakin ingin melanjutkan perjodohan ini."Ucap setia sambil tersenyum.
Setia ingat betul saat mendapat kabar
ibunya Piona masuk rumah sakit,dan ingin meneruskan perjodohan antara kedua anak
__ADS_1
mereka.
Hampir saja ia menolak perjodohan itu
bagaimana mungkin anaknya menikah bocah
kecil berusia 15 Tahun, sementara anaknya sudah hampir menginjak usia 30tahun.
Namun reaksi Lasmi istri nya itu berbeda
dari dirinya.dia malah berjingkrak saat tahu Piona yang akan jadi istri anaknya
Setia ingat betul kenapa Lasmi istri nya
senang saat mengetahui calon menantu nya
adalah Piona, karena dari awal ia menyukai Piona.sepertinya gadis itu membawa perubahan buat anaknya Dimas.
"Aku senang banget saat mendengar calon menantu kita adalah Piona, karena dari awal aku memang menyukai Piona yang menjadi menantu kita, gadis itu seperti membawa perubahan bagi anak kita Dimas."Ucap Lasmi saat itu.
Dan ternyata Lasmi benar,Dimas mulai berubah sedikit demi sedikit,dia tidak
lagi kaku, dingin dan pendiam,jika setia
boleh jujur dia akan mempercayai semua ucapan Lasmi istrinya itu.
"Jadi mereka dijodohkan Pa, Ma."Tanya Rafi.
"Iya Raf,Piona anak sulung dari sahabat
Papamu dikampung,awal perjodohan itu
terjadi dikarenakan Papanya Piona mempunyai hutang dan harus dilunasi, tapi dikarenakan tidak mampu membayar utang nya jadi nya Piona dijodohkan dengan Dimas."Ucap Lasmi sambil menjelaskan.
Mendengar itu Rafi seperti mendapkakak iparnya itu, karena mungkin saja Piona tidak menginginkan Pernikahan nya denggan Dimas.
Jika bukan karena hutang ayahnya mana
mungkin Piona mau menikahi kakaknya Dimas, mungkin saja Dimas hanya menuruti perkataan Orang tua nya.
Dia tahu betul kalau kakak nya itu patuh
kepada orang tua, apalagi terhadap ibu
mereka Lasmi,Rafi seperti mendapatkan
kesempatan untuk menggoda Piona dan akan segera merebutnya dari tanggan kakaknya itu.
"Tunggu aku Piona, sebentar lagi kamu pasti jadi milikku,"Ucap Rafi sambil tersenyum.
__ADS_1