Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Bosan


__ADS_3

Sepulang sekolah Piona,Nara dan Popon serta Tania berkumpul di gerbang, mereka terlihat sangat lelah kecuali Tania yang masih terlihat bersemangat.


"Bang Hardi i aku nembeng sampai lampu merah dong,"Ucap Tania saat melihat rahadi mengeluarkan motor nya.


"Ayo Hardi sayang kita pergi,"Ucap Berby sambil naik di job motor Hardi.


Tania menatap berby tidak suka padahal jika dibandingkan Tania, jauh lebih baik lagi untuk tidak dibandingkan artis model cantik berby.


"Maaf ya Tania,aku harus mengantar Berby


pulang"Ucap Hardi sambil menjalankan motor nya.


"Mari semua kita duluan ya!."Ucap Berby sambil tersenyum dan dibalas langsung oleh Piona,Nara dan Popon kecuali Tania yang lebih memilih membuang muka saat Berby dan Hardi melewati mereka.


"Sabar Tan mungkin ini ujian untuk mu, makanya kalau milih pasangan jangan ketinggian,"Ucap Piona sambil menekuk pundak Tania.


"Iya Tan masih banyak cowok yang nggak


seganteng Hardi kok,sadar diri ajalah


masih untung ada yang mau sama kamu,"Ucap Nara ikut ikutan menasehati.


"Iya Tan,mau ngak ngikutin saran aku kemarin, dijodohin sama tukang bubur yang kemarin orang nya lumayan kok baik lagi,"Ucap Popon sambil menunjuk tukang bubur yang ada diseberang jalan.


Piona ,Nara dan Tania memperhatikan


orang tersebut yang berumur 30 tahun


awal, orang tersebut memiliki badan yang


putih kuning Langsat dan ganteng serta memilik sopan santun jika bertemu dengan orang lain,dan ya janggan lupakan dia juga


memiliki senyuman yang manis jika dia sedang tersenyum.


"Aduh senyum manis banggat Ra, pasti


banyak cewek yang ngantri tuh pengen


jadi pacarnya,"Ucap Piona saat melihat orang


itu tersenyum.


"Iya memang, udah Sana gebet kali aja


cocok buat kamu kulit nya sama kayak


punya kamu tuh sama sama kuning


Langsat,"Ucap Nara menyuruh Tania menghampiri tukang bubur itu.


"Nggak pede aku,aku takut jadi malu


kalau dia nggak mau sama aku,"Ucap Tania.


"Makan yuk aku lapar banget nih, sekalian


kita nongkrong di cafe."Ajak Nara.


"Boleh tuh,aku juga bosan dirumah


terus nggak ada yang seru,"Ucap Piona mengiyakan ajakan Nara sementara yang lain ikut ikut dengan ajakan mereka.


Piona sebenarnya memang malas buru buru


pulang kerumah, selain bosan karena Dimas


tidak ada disampingnya dia juga diganggu terus Raffi.


"Nggak apa-apa deh pulang ke rumah telak


dari pada ngadain si kunyut Afi yang

__ADS_1


nyebelin itu!,"Gumam Piona dalam hati.


Akhirnya mereka pun pergi kesebuah cafe yang lumayan terkenal menggunakan mobil milik Nara yang mengantar Nara, seperti nya orang tua sudah tidak mengizinkan anak mereka menggunakan mobil sendiri lagi.


Setelah sampai di sana mereka duduk disudut duduk disudut kafe, mereka


sengaja memilih duduk di sudut agar


tidak banyak orang berlalu lalang menganggu mereka.


Disitu mereka juga bebas melihat pemandangan kendaraan yang memenuhi


jalan diluar,Piona melihat kearah jendela dengan pandangan kosong kosong.


"Pio kamu mau pesan apa?"Tanya Nara.


"Iya Pio lihat nih Tania aja udah seobrek obrek pesananya nggak tau tuh anak mau bayar pakai apa?."Ucap Popon sambil menunjuk pesana Tania.


"Awas ya Tan, tanggal tua nih aku mau minjamin,aku belum dikasih jatah."Ucap Nara memperingati Tania.


"Yah gimana dong kamu punya uang


nggak Pon,?Tanya Tania.


"Mana aku punya Tan,nih liat uangku aja sekarat,"Ucap Popon sambil memperlihatkan dompet nya yang hanya berisi uang 10 RB.


"Pio kamu punya uang nggak,aku pinjam dong nanti aku ganti kapan kapan kalau


aku ingat hehe,"Ucap Tania sambil tersenyum.


"Kapan kapan kamu bilang Tan,kamu


mau minjam atau minta, seenaknya


aja kamu,pantasan aja utangmu udah


banyak sama aku nggak kamu bayar bayar."Ucap Nara kesal.


"Kapan sih Ra?aku minjam sama kamu


"Dasar ******, itu Lo Tan, waktu kita


nonton bioskop kan kamu waktu itu


minjam uang sama aku, sekalian kita makan."Ucap Nara kesal.


"Oh iya ya lupa aku,besok aku bayar


tapi nyicil ya hehe, gimana Pio punya uang nggak?"Tanya Tania lagi.


"Ya terserah kamu aja, terserah kalian aja pesanin aku apa aja,"Ucap Piona cuek.


"Untung teman mu baik semua Tan, kalau nggak habis kamu dilaporin atas penipuan,minja kaya minta aja nasib apa


punya teman kaya kamu Tan,"Ucap Popon


menggelengkan kepalanya tak mengerti.


"Pio aku minjam juga ya,uangku tipis hehe,"Ucap Popon tanpa menoleh.


"Ini juga bocah 1 ikut ikutan,gaya kalian


mau nongkrong dicafe nggak punya uang,


setau aku ya jatah kalian tau banyak, tentang uang kalian habis buat apa sih,"Ucap Nara kesal.


"Uangku habis buat aku beli listrik sama


alat alat kosmetik yang lainnya kemarin hehe,"Ucap Popo sambil tersenyum.


"Kalau kamu Tan, habis buat apa,?"Tanya Nara penasaran.

__ADS_1


"Aku mah bermanfaat punya ku habis


buat poster bang Hardi sama seprai gambar


bang Hardi kemarin."Ucap Tania bangga.


"Ya ampun Tan, kalau Hardi tau


tahu bisa pingsan dia, photo nya kamu


buat begituan."Ucap Popon kaget.


"Benar tuh Tan,aku nggak nyangka


sampai segitunya kamu ngejar Hardi Tan,


Tapi kayaknya Hardi nggak pernah


nangapin kamu Tan,"Ucap Popon.


"Nggak apa-apalah namanya juga lagi


usaha,aku ngak akan nyerah sampai titik darah penghabisan"Ucap Tania semangat.


"Terserah kamu aja deh Tan,kami hanya


hanya bisa berdoa untuk yang terbaik


buat kamu."Ucap Nara malas.


Tania adalah gadis yang sangat keras


kepala dia tidak akan menyerah apa


yang ingin dia dapatkan, meskipun gadis itu


sudah diberi tahu,dia tidak akan mendengar kan kata orang lain sampai dia merasa kan


akibatnya.


"Mba jadi pesan apa nih, dari tadi saya


nunguin malah Ngobrol,"Ucap pelan merasa kesal pada mereka.


"oh iya maaf mba saya lupa,itu sama 1buat teman saya,1 lagi pesan es semangka nya buat teman saya ya Mba,"Ucap Nara malu.


"Baik silahkan ditunggu pesanannya


sebentar lagi nyampe,"Ucap pelayan


sambil beranjak pergi.


Dalam diam Piona menatap layar hpnya


disana terpampang photo Dimas,Piona ingat


dia mengambil photo Dimas saat Dimas tertidur pulas didepan TV.


"Bang aku khangen cepat pulang,"Gumam Piona Pelan.


Ditempat lain Dimas sendang duduk


dibalkon hotel tempat nya menginap,


sambil menatap kearah awan yang terlihat sedikit mendung.


"Piona tunggu aku pulang,"Gumam Dimasa Pelan.


Dimas menutup mata nya sambil


membayangkan Piona lagi tersenyum,

__ADS_1


dia terlihat cantik banget dengan rambut nya


yang pantas.


__ADS_2