Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Adegan Langsung


__ADS_3

Didalam kamar Dimas tersenyum melihat


Piona yang duduk di tepi ranjang dia tersenyum malu memandang suaminya itu.


"Ada apa bang, dan kenapa Abang senyum senyum seperti itu pada ku?."Tanya Piona.


"Tidak ada apa apa,aku hanya ingin


melihat mu saja,"jawab Dimas sambil mendekati Piona yang masih duduk di tepi ranjang tempat tidur.


Piona gugup sekaligus malu saat Dimas


mulai mendekatinya bahkan lebih dekat lagi dan tidak ada jarak diantara mereka.


"Bang,Abang mau ngapain,? tanya Piona.


"Diamlah sayang aku ingin melakukan nya malam ini."Ucap Dimas sambil mendekatkan wajahnya pada Piona.


Piona memejamkan mata nya dia pasrah


apa yang Dimas lakukan padanya malam ini.


"Mungkin ini saatnya aku harus memberikan


milikku,"Pikir Piona dalam hati nya sambil memejamkan mata nya.


Saat Dimas mulai ingin mencumbu istri nya


itu,Dimas tiba tiba terhenti karena


teringat kalau istrinya itu saat ini masih sekolah, dan dia tidak mau menganggu


sekolah istrinya itu .


"Ya Tuhan,maafkan hamba hampir hilap,"Ucap Dimas sambil menghentikan aksi nya.


Piona yang tadi nya sudah siap tiba tiba


membuka matanya,dia bingung kenapa


suaminya tiba tiba menghentikan diri nya .


"Ada apa bang? kenapa tidak di lanjutkan?"Tanya Piona.


"Aku baru ingat kalau kamu masih sekolah


aku hanya tidak ingin menganggumu ujian


semester, jika kau sudah selesai ujian semester barulah kita ngelakuin nya."Ucap Dimas pada Piona.


"Benarkah bang, karena aku ujian bukan karena yang lain nya."Ucap Piona curiga.

__ADS_1


"Iya sayang benaran kok,"Ucap Dimas.


Dimas segera mengambil handuk nya yang


berada di atas nya,dan segera pergi ke kamar


mandi,


"Bang,Abang mau kemana?"Tanya Piona.


"Aku mau mandi sayang."Ucap Dimas.


"Jangan lama lama ya bang,"Teriak Piona.


"Iya,"Jawab Dimas.


Setelah Dimas pergi kekamar mandi,Piona langsung cepat cepat mengambil hp Dimas


yang berada di atas meja,dia ingin memeriksa


hp suami nya itu,apa kah selama ini Dimas


menyembunyikan sesuatu dari nya .


"Kodenya apa ya,apa mungkin ulang tahun nya,"Ucap Piona ingat waktu tanggal lahir Dimas saat dia menikah dengan nya dulu.


"Ternyata bukan coba tanggal lahirku,tapi kenapa tidak bisa di buka juga,apa sih kodenya."Ucap Piona saat hp Dimas tidak mau dibuka olehnya.


menyimpan hp Dimas ketempat asalnya


agar tidak ketahuan bahwa dirinya telah


memeriksa hp Dimas.


"Abang sudah selesai mandi nya "Tanya Piona.


"Iya sudah dong,sekarang giliranmu lagi "Ucap Dimas sambil melempar handuk Piona kearah Piona .


"Iya iya aku tahu kok, tapi nggak perlu dilempar juga kali."Ucap Piona sambil mengambil handuk nya di kepalanya.


Piona berjalan menuju kamar mandi, sambil membawa handuk nya.dia kesal karena di lempar pakai handuk terus.


"Dilempar terus akunya,emang aku salah apa?"sungut Piona dalam hati nya.


Sesampainya di kamar mandi Piona langsung


mencuci muka nya terlebih dahulu, setelah itu


membersihkan tubuhnya dengan air.


Bur Bunyi air kran saat Piona membuka

__ADS_1


air kran,


"Ah segera nya."Ucap Piona.


Piona langsung mengambil sampho serta bosyshower lalu mengusapkan nya di


seluruh tubuh nya.


Setelah beberapa menit kemudian Piona


pun keluar dari kamar mandi, dan berjalan


menuju cermin yang berada didekat tempat tidur nya.sesampainya di depan cermin


Piona langsung mengering kan rambut.dia


tidak mempedulikan Dimas yang berada di belakang nya.


Saat Piona berada di depan cermin, hati Dimas mulai goyah dan ingin langsung


memeluk Piona namun ditahan nya.


"Ya Tuhan kenapa kau selalu membuat


Hambamu ingin hilap terus."Ucap Dimas sambil mengusap dadanya karena tergoda oleh Piona.


"Ada apa Bang?"Tanya Piona.


"Tidak ada apa apa, cepat cepat lah kau


selesaikan mengeringkan rambut mu itu."Ucap Dimas.


"Aku sudah selesai,"Ucap Piona sambil mendekati Dimas.


"Abis ini kita mau ngapain bang?"Tanya Piona kemudian.


"Ngak mau ngapa-ngapain, kita tidur setelah


ini."Ucap Dimas.


"Yakni nih Om, nggak mau ngelajutin yang tadi."Ucap Piona sambil mengoda Dimas .


"Diam lah Piona, kalau nggak aku lempar kamu pakai bantal ini."Ucap Dimas sambil memegang bantal .


"Iya iya aku diam."Ucap Piona.


*Holla****


Aku kembali lagi jangan lupa like sebanyak banyaknya ya.


bagi yang mau come serta vote dan tifnya aku juga senang kok karena like dan komen kalian adalah semangat ku.

__ADS_1


author setengah galau.


__ADS_2