
Piona duduk termenung didalam kamarnya,
memikirkan kata kata klarisa saat dikafe tadi
yang mengatakan kalau Dimas memiliki
kekasih.
"Pacar kamu siapa sih Om, kenapa nggak
pernah cerita sama aku?"Gumam Piona pelan.
Drrtt
Derry
Drrrrt
Piona mengambil hpnya yang berbunyi
yang menandakan panggilan dari Dimas.dengan segera dia mengambil dan mengangkat telpon dari Dimas.
"Hallo selamat pagi Bang!"Ucap Piona
"Selamat pagi juga Piona,kemana saja kamu
kenapa kamu tidak menelepon ku kemarin,?"Ucap Dimas diseberang.
"Abang yang kemana saja, sudah 2 hari tidak
menelponku.aku khawatir tau nggak sih Bang,"Ucap Piona
Diseberang sana Dimas terkekeh mendengar
apa yang diucapkan oleh Piona, dirinya
memang sibuk dengan pekerjaannya
selama dua hari berturut turut, sehingga
tidak ada waktu untuk menghubungi Piona
istri tercinta nya.
"Maafkan aku sayang,aku sangat sibuk kemarin,kamu tahu sendiri aku sangat ingin
menyelesaikan pekerjaan ku disini.dan pulang untuk menemuimu sayang."Ucap Dimas diseberang sana.
"Benarkah itu Bang, jadi bagaimana apakah perkerjaan Abang sudah selesai disana?"Tanya Piona lagi.
"Belum sayang bersabarlah,sebentar lagi selesai aku akan pulang menemui mu
__ADS_1
sayang."Ucap Dimas.
"Kenapa lama sekali Bang,ini sudah hampir seminggu, apalagi sekarang malam mingguan aku kesepian Bang."Ucap Piona dibalik telepon nya.
"Mau bagaimana lagi aku tidak bisa
meninggalkan pekerjaan sebelum selesai
disini,aku merindukan mu Piona kenapa
kamu mempertanyakan hal yang sudah jelas."Ucap Dimas.
"Entahlah hanya aku berpikir
kamu tidak mengingat ku Bang,maaf jika aku salah berbicara,"Ucap Piona pelan.
Dia menunduk kan kepalanya menutupi
kesedihannya sekaligus kebahagiaan nya
karena sudah bisa berbicara dengan Dimas, meskipun dia ingin sekali menanyakan perihal tentang wanita yang dibicarakannya oleh klarisa tadi padanya.
Namun dia terlalu segan untuk bertanya
pada Dimas, namun dia takut mendengar
apa yang dijawab oleh Dimas, takut akan menyakiti hatinya.
"Salahkah aku jika aku merasa takut jika
Tes
Tanpa terasa air mata Piona menetes,
dia segera mengelap air mata nya
mengunakan tangannya.dia mencoba 'meredam Isak tangisan nya, agar tidak terdengar oleh Dimas.
Kenapa?Piona terus bertanya kenapa
dalam hatinya menjadi rapuh , saat mendengar ada wanita lain dihidup
Dimas yang merupakan matan Dimas.apa
lagi keberadaan nya tidak jelas.
Tapi hati nya mulai merasa takut
bagaimana jika wanita itu kembali datang
dalam kehidupan Dimas, sanggupkah Dia
__ADS_1
jika Dimas benar-benar berpaling dari nya,
Piona kamu kenapa? Kenapa Diam aku
tidak bisa mendengar suara mu sayang, bicara lah sayang,"Ucap Piona.
Ditempat nya Dimas terdiam dia takut
terjadi apa apa pada Piona,dia takut gadis
itu mengalami kesulitan karena tidak berada
didekat nya.
"Piona kenapa kamu diam, tolong
bicaralah Piona,"Ucap Dimas.
"Aku nggak apa apa kok Bang,aku hanya
merindukan mu. cepat lah pulang aku tidak
mau sendirian tanpamu lagi."Ucap Piona.
"Tentu saja Piona sayang,aku pasti pulang,
jika kamu merasa kesepian kamu bisa ajak
Afi kemana pun kamu mau pergi untuk menghilangkan rasa jenuh mu yang sedang melanda mu,"Ucap Dimas memberi saran.
"Tidak usah Bang, aku hanya merindukan
mu itu saja,!"Ucap Piona.
Bagaimana mungkin dia mengajak Rafi,
sedangkan pria itu selalu mengganggunya ketika rumah untung saja ada Lasmi yang membantu nya tanpa sadar.
Sejenak Piona berpikir ingin menceritakan
bagaimana sikap adik dari suaminya itu
yang selalu menganggu kepada Suaminya Dimas, tapi dia tidak yakin kalau Dimas akan mempercayai nya,dia juga takut akan merusak hubungan baik antara Suami dan adiknya itu.
Mungkin nanti saja Piona akan menceritakan
masalah yang dia alami nya selama Dimas tidak ada didekatnya.dia juga ini belum waktunya.Piona takut Dimas salah paham
dan akan menuduh nya yang sebaliknya.
apa lagi hubungan mereka baru dekat.
__ADS_1
"Bang tampanku kamu selalu membuat
ku meleleh,"Gumam Piona pelan.