Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Merasa takut


__ADS_3

Piona duduk termenung didalam kamarnya,


memikirkan kata kata klarisa saat dikafe tadi


yang mengatakan kalau Dimas memiliki


kekasih.


"Pacar kamu siapa sih Om, kenapa nggak


pernah cerita sama aku?"Gumam Piona pelan.


Drrtt


Derry


Drrrrt


Piona mengambil hpnya yang berbunyi


yang menandakan panggilan dari Dimas.dengan segera dia mengambil dan mengangkat telpon dari Dimas.


"Hallo selamat pagi Bang!"Ucap Piona


"Selamat pagi juga Piona,kemana saja kamu


kenapa kamu tidak menelepon ku kemarin,?"Ucap Dimas diseberang.


"Abang yang kemana saja, sudah 2 hari tidak


menelponku.aku khawatir tau nggak sih Bang,"Ucap Piona


Diseberang sana Dimas terkekeh mendengar


apa yang diucapkan oleh Piona, dirinya


memang sibuk dengan pekerjaannya


selama dua hari berturut turut, sehingga


tidak ada waktu untuk menghubungi Piona


istri tercinta nya.


"Maafkan aku sayang,aku sangat sibuk kemarin,kamu tahu sendiri aku sangat ingin


menyelesaikan pekerjaan ku disini.dan pulang untuk menemuimu sayang."Ucap Dimas diseberang sana.


"Benarkah itu Bang, jadi bagaimana apakah perkerjaan Abang sudah selesai disana?"Tanya Piona lagi.


"Belum sayang bersabarlah,sebentar lagi selesai aku akan pulang menemui mu

__ADS_1


sayang."Ucap Dimas.


"Kenapa lama sekali Bang,ini sudah hampir seminggu, apalagi sekarang malam mingguan aku kesepian Bang."Ucap Piona dibalik telepon nya.


"Mau bagaimana lagi aku tidak bisa


meninggalkan pekerjaan sebelum selesai


disini,aku merindukan mu Piona kenapa


kamu mempertanyakan hal yang sudah jelas."Ucap Dimas.


"Entahlah hanya aku berpikir


kamu tidak mengingat ku Bang,maaf jika aku salah berbicara,"Ucap Piona pelan.


Dia menunduk kan kepalanya menutupi


kesedihannya sekaligus kebahagiaan nya


karena sudah bisa berbicara dengan Dimas, meskipun dia ingin sekali menanyakan perihal tentang wanita yang dibicarakannya oleh klarisa tadi padanya.


Namun dia terlalu segan untuk bertanya


pada Dimas, namun dia takut mendengar


apa yang dijawab oleh Dimas, takut akan menyakiti hatinya.


"Salahkah aku jika aku merasa takut jika


Tes


Tanpa terasa air mata Piona menetes,


dia segera mengelap air mata nya


mengunakan tangannya.dia mencoba 'meredam Isak tangisan nya, agar tidak terdengar oleh Dimas.


Kenapa?Piona terus bertanya kenapa


dalam hatinya menjadi rapuh , saat mendengar ada wanita lain dihidup


Dimas yang merupakan matan Dimas.apa


lagi keberadaan nya tidak jelas.


Tapi hati nya mulai merasa takut


bagaimana jika wanita itu kembali datang


dalam kehidupan Dimas, sanggupkah Dia

__ADS_1


jika Dimas benar-benar berpaling dari nya,


Piona kamu kenapa? Kenapa Diam aku


tidak bisa mendengar suara mu sayang, bicara lah sayang,"Ucap Piona.


Ditempat nya Dimas terdiam dia takut


terjadi apa apa pada Piona,dia takut gadis


itu mengalami kesulitan karena tidak berada


didekat nya.


"Piona kenapa kamu diam, tolong


bicaralah Piona,"Ucap Dimas.


"Aku nggak apa apa kok Bang,aku hanya


merindukan mu. cepat lah pulang aku tidak


mau sendirian tanpamu lagi."Ucap Piona.


"Tentu saja Piona sayang,aku pasti pulang,


jika kamu merasa kesepian kamu bisa ajak


Afi kemana pun kamu mau pergi untuk menghilangkan rasa jenuh mu yang sedang melanda mu,"Ucap Dimas memberi saran.


"Tidak usah Bang, aku hanya merindukan


mu itu saja,!"Ucap Piona.


Bagaimana mungkin dia mengajak Rafi,


sedangkan pria itu selalu mengganggunya ketika rumah untung saja ada Lasmi yang membantu nya tanpa sadar.


Sejenak Piona berpikir ingin menceritakan


bagaimana sikap adik dari suaminya itu


yang selalu menganggu kepada Suaminya Dimas, tapi dia tidak yakin kalau Dimas akan mempercayai nya,dia juga takut akan merusak hubungan baik antara Suami dan adiknya itu.


Mungkin nanti saja Piona akan menceritakan


masalah yang dia alami nya selama Dimas tidak ada didekatnya.dia juga ini belum waktunya.Piona takut Dimas salah paham


dan akan menuduh nya yang sebaliknya.


apa lagi hubungan mereka baru dekat.

__ADS_1


"Bang tampanku kamu selalu membuat


ku meleleh,"Gumam Piona pelan.


__ADS_2