
Ayo cepat dong dim,lama sekali jalan nya,"Ucap ibunya sambil menoleh ke arah Dimas.
"Sabar dong ma,lagian kita ini mau nginap atau pindahan sih banyak amat bawaannya."keluh Dimas
Dengan susah payah Dimas membawa
2buaj koper yang besar, dan jangan lupakan dia juga membawa tas besar, jika dilihat dia bagaikan kuli panggul.
"Ya nginap lah, emang kalian mau benaran pindah ke rumah Mama dan papa."Tanya ibunya.
Saat ini mereka tengah berjalan menuju
lobby tempat parkiran mobil, Malam ini Piona dan Dimas akan nginap di rumah orang tua nya Dimas,
Dengan santainya Mertuanya mengendong
Piona,Tanpa mempedulikan Dimas yang
kesusahan membawa tas dibelakangnya,dan jangan lupakan bahkan ibu nya menyuruh Dimas membawa tas tangan nya.
Ibunya itu memang sangat jago dalam
menyiksa kaum lelaki, tidak hanya suami nya yang bertekuk lutut ternyata anaknya juga,mau bagaimana lagi Lasmi terlalu licik
untuk ukuran seorang ibu ibu.
Saat muda dulu Lasmi dikenal dengan kelicikan nya,dia bisa membuat orang bertekuk lutut padanya.bahkan lelaki yang bernama setia saja bisa jadi suami nya yang sekarang ini .
Jika dipikir pikir Lasmi bertolak belakang dengan suami dan anak nya itu.dia layaknya ibu ibu yang gaul dan banyak tingkah.
Untuk menemani keinginan nya Lasmi bisa
melakukan apa saja, bahkan dulu saat menyuruh anaknya menikah dengan Piona dia berpura pura sakit,
Jangan tanya Dimas, anak itu bahkan tidak bisa menolak ketika ia disuruh oleh ibunya
untuk menikah dengan Piona, walaupun dia tahu kalau ibunya berpura pura sakit.
"Ma kasihan Bang Dimas, membawa barang sebanyak itu dia pasti capek."Ucap Piona kasihan.
"Biarin lah nak, jadi istri tu jangan terlalu baik amat nak, nanti suami jadi banyak tingkah.sebelum mereka bertindak kita duluan yang bertindak."Ucap Lasmi.
"Kok gitu sih ma, bukan nya istri tu harus nurut sama suami ya."Ucap Piona binggun.
"Iya sih nak, memang nya kamu mau
kalau ada yang dekati Dimas, kamu cuma diam saja."Ucap Lasmi.
Piona mengeleng dia tidak mau jika hal
__ADS_1
itu benar benar terjadi apa lagi diantara mereka memang ada orang ketiga yaitu klarisa, yang selalu mencari celah untuk mendekati Dimas suaminya.
"Ya nggak lah ma, kita yang nyalanin masa orang lain yang enak,"Ucap Piona
"Nah ! bagus itu nak kamu memang mantu Mama, kalau Dimas macan macam kamu balas aja, jangan diam terus nangis di pojok."Ucap Lasmi.
"Siap Ma, aku turuti semua perintah Mama, mohon bimbingannya ya Ma."Ucap Piona
"Tentu saja sayang apa sih yang nggak buat
kamu,"Ucap Lasmi tersenyum sambil mengedipkan matanya.
"Dimas cepat kamu masukin semua koper kedalam bagasi mobil.terus kamu yang nyetir nya ya."Ucap Lasmi ketika sampai di depan mobil mereka.
"Siap!Mam,"Ucap Dimas yang hanya bisa pasrah ketika disuruh oleh ibunya.
Begitu lah Lasmi, jika orang lain pasti menyuruh menantimu untuk menurut pada suaminya, tapi tidak dengan Lasmi dia tidak suka jika laki laki yang suka menindas istri nya dengan alasan sebagai kepala Keluarga.
Dia sangat membenci ketidak Adilan, apa lagi jika menyangkut soal perempuan, meskipun kelakuannya nyeleneh dan gaul tapi dia berjiwa besar.
"Selama diperjalanan Dimas hanya diam,
dia hanya polis untuk melihat jalan.ada pun Dimas sesekali melirik kearah Piona dan ibunya yang sedang asyik mengobrol.
"Entah apa yang mereka bicarakan sampai
"Apa sih yang dibicarakan? ikutan dong kayaknya seru tuh!."Seru Dimas.
"Diam kamu, cukup fokus nyetir aja ini urusan wanita kamu tak perlu tahu,"Ucap Lasmi sambil melanjutkan pembicaraannya dengan Piona,
"Ya Tuhan, punya ibu kok gini amat sama anak sendiri,berasa dijadikan supir dadakan."Keluar Dimas.
Sesampainya dirumah Lasmi Dimas
dan Piona langsung menyalaminya setia
yang menunggu nya diruang tamu dari tadi.
"Selamat malam pak,"Ucap Dimas sambil menyalami dan mencium tangan Papanya disusul oleh Piona.
"Selamat malam juga anak papa dan mantu papa yang imut, apa kabar mu nak apa kamu sehat.?"Tanya setia sambil mengusap kepala Piona dengan lembut.
"Sehat pa."Jawab Piona Pelan.
"Syukur lah papa senang dengarnya, gimana dengan sekolah mu lancar?"Tanya Setia lagi.
"Lancar pa, nggak lama lagi mau ujian semester."Jawab Piona Pelan.
"Bagus sayang kamu baik baik disekolah ya jangan terlalu capek, jika ada apa apa kasih tau Papa dan Mama,"Ucap Setia sambil mengusap kepala Piona dengan lembut.
__ADS_1
Piona mengangukan, mengiyakan, Piona tertegun sejenak saat ayah mertuanya
memberikan kasih sayang kepada dirinya.
Ia teringat akan ayahnya yang jauh dengan
dirinya saat ini, jika seandainya ayah dan ibunya ada di dekatnya ia pasti akan sangat bahagia.
"Benar tuh Pa, anak kamu tega ngelakuin yang enak enak sama istri nya sampai semalaman, lihat tuh hasil nya ada dimana mana?"Ucap Lasmi sambil menujuk kearah leher Piona yang terbuka.
"Ya ampun nak, istri mu itu masih kecil masa kamu ngelakuin nya sampai semalam,"Ucap setia sambil menjewer telinga Anak nya.
"Aduh pa,aku nggak ngelakuin apa apa kok,"Ucap Dimas sambil melepaskan jeweran tangan ayah nya dari telinga nya.
"Benar kok pa,Bang Dimas nggak ngelakuin apa apa kok,ini cuman bekas alergi."Ucap Piona.
"Benar kan Dimas nggak ngelakuin apa apa pun,"Ucap Dimas senang karena Piona telah membantu nya.
"Dasar anak nakal, kamu manfaatin kepolosan mantu Mama, kamu pikir Mama bodoh apa yang bisa kamu kebulin, dan tidak tahu,"Ucap Lasmi sambil menjewer telinga Diamas.
"Ya ampun Nak kok kamu selicik itu sih,
sadarlah Dimas kamu itu sudah dewasa, lagian kamu dapat turunan siapa sih sampai selicik itu."Ucap Setia kepada Dimas.
Mendengar apa yang dikatakan oleh suami nya barusan, Lasmi langsung mendelik melihat kearah suaminya.
Setia terdiam sejenak dia tahu, kalau dia salah omong,dan dia tidak mau dihukum seperti tadi lagi,
Piona melihat ke arah kedua mertuanya
dan Dimas, dia bingung ternyata kedua mertuanya berotak mesum, tidak hanya dirinya.
Piona melirik ke arah Dimas yang dijewer oleh Ibunya sendiri, yang seakan belum puas menghukumnya sementara ayah mertua nya malah mendukung perilaku istri nya,
Piona bingung bagaimana mungkin karena areginya bisa membuat keributan seperti ini,dia mulai meragukan kata Dimas yang
kata nya ia terkena alregi, atau malah bukan yang sebaliknya.
"Dasar anak nakal,awas saja kalau kamu bohong lagi mama kemiri nanti."Ancam Lasmi.
"Jangan Mam, kalau dikemeri ntat anak kita nggak bisa punya anak.Peringatan setia.
"Oya Pak anak kita kan cuman 2, kalau gitu kamu Mama hukum upsaap 100kali,"Perintah Lasmi.
"Sekarang Ma,"Tanya Dimas.
"Bukan tunggu besok pagi,ya sekarang lah cepat kerjakan."Ucap Lasmi.
"Kalau tahu jadinya begini,mana mungkin aku jadi nginap,"Keluh Dimas dalam hati nya.
__ADS_1