
Menaton tv adalah kegiatan Piona pada malam hari di samping nya Dimas
melakukan runititas seperti biasanya
yang tak lain tak bukan adalah perkerjaan nya
Sementara Piona duduk diatas kasurnya
sambil menonton film Korea kesukaannya.
Dan menyandarkan kepalanya di atas kepala
kasurnya.
"Om tau nggak kenapa film romantis adegan nya pada romantis semua Om?"Tanya Piona
"Ya film romantis adegan pasti romantislah
kalau tidak romantis namanya bukan film romantis."Jawab Dimas.
"Salah Om, difilm romantis adegan-adegan nya pada romantis semua biar banyak yang
nontonnya, apa lagi kalau yang nonton nya Pasangan mereka pasti pengen."Ucap Piona
Dimas tersenyum saat melihat gadis
yang sedang tampak asyik menonton
film Korea kesukaannya, ada ada saja
kelakuan gadis itu membuat dirinya
suka tersenyum sendiri.
Tapi dia senang karena sekarang dia
sudah tidak kesepian lagi,dia sekarang
sudah tidak merasa sendiri lagi karena sudah ada yang menemani dirinya disepanjang
hari.
"Bocah nakal mesum kenapa kamu
nonton yang beginian, otak mu dipenuhi
oleh pikiran mesum."Ucap Dimas sambil tersenyum .
"Aku ngomong kenyataan Om, ngapain juga
mereka nonton film romantis kalau bukan
untuk baper baperan,makanya aku malas kalau nonton film romantis ending nya pasti bisa ditebak happy ending."Ucap Piona
"Dasar bocah nakal tidak semua film romantis berujung happy ending,aku pernah nonton
film romantis yang endingnya berujung tragis."Ucap Dimas yang tak mau kalah nya.
Karena teringat dengan orang tua nya di kampung Piona terdiam sejenak, sambil memikirkan keadaan mereka di kampung.
Dimas yang melihat gadis itu jadi tiba tiba
diam akhirnya memutuskan untuk
bertanya kepada Piona.yang masih duduk
diatas kasur nya.
"Gimana dengan keadaan ayah dan ibu
disana, apa mereka baik baik saja, jujur aku
sangat merindukan ayah dan ibu sekarang, meski pun ayah sudah berbuat salah pada ku
bagaimana pun juga dia tetap ayah ku,"Pikir Piona dalam hati nya .
"Hey ! bocah nakal kenapa kamu tiba tiba
diam padahal tadi baik baik saja,?"Tanya Dimas.
"Tidak ada apa apa kok Om,"Jawab Piona berbohong sambil menyembunyikan perasaan nya.
Tapi Dimas tahu dan bisa menebak apa
yang sedang dipikirkannya oleh gadis yang
duduk di depan nya itu, sudah pasti dia sedang memikirkan sesuatu.
"kalau tidak ada apa apa, lalu kenapa kamu tiba-tiba diam, sudah jangan disembunyikan
__ADS_1
lagi pula kalau kamu bohong ketahuan juga,
kamu kalau lagi bohong bisa di lihat dari
wajah mu."Ucap Dimas
"Aku cuma lagi memikirkan ayah dan ibuku
dikampung, tadi kata teman ku yang dari
kampung ibu dan ayah ku mulai sakit sakitan,
mereka pasti butuh bantuan kita "Ucap Piona mengatakan semua isi hati nya kepada Dimas suami nya.
Dimas terdiam sejenak mendengar ucapan dari Piona, pantas saja gadis itu jadi diam
tiba tiba lupa nya dia sedang memikirkan orang tua nya di kampung.
"Ow jadi itu yang membuat mu tiba tiba
tadi, sudah jangan sedih nanti kita kesana jika
ada waktu."Ucap Dimas sambil menghibur gadis yang duduk di depan nya itu.
"Benaran Om,"Ucap Piona yang tiba tiba senang mendengar ucapan dari Dimas.
"Iya benar kok, makanya jangan sedih
lagi,"Ucap Dimas.
Setelah Piona mendengar ucapan dari
Dimas, dia kembali melanjutkan film Korea, dan melanjutkan pembicaraannya mereka
tadi.
"Tragis gimana Om, pasti yang cewek nya mati karena bisulan terus yang cowok nya
mau bunuh diri, dengan cara minum bayigon tapi sayang malah salah minum, jadi minum sianida,niat ingin pura pura mati eh malah mati benar,"Ucap Piona panjang lebar.
"Dasar bocah nakal mana ada film semacam
itu didunia ini,kalau pun ada pasti yang
nonton nya gadis nakal seperti mu,"Ucap Dimas sambil menjitak kepala Piona.
"Apaan sih Om kepala ku dijitak emang aku salah apa?"Ucap Piona tidak terima.
Dimas menatap Piona dengan tajam saat gadis itu mengatakan dirinya masih jomblo.padahal dia sudah berstatus menyandang sebagai istri sahnya Dimas.
Dimas yang tadinya sibuk mengerjakan pekerjaan nya mulai mendekati gadis itu
dan ingin memeluknya,
"Hey ! kamu itu sudah sah jadi istri ku
dan bukan lagi jomblo, apa kamu mengerti."Ucap Dimas menatap Piona dengan
tajam.
Piona yang melihat suaminya menatap dirinya dengan tajam, akhirnya menjawab kalau yang dia katakan barusan itu tadi
waktu dia masih belum menikah dengan Dimas.
"Iya aku tahu kok Om,lagian kan itu dulu waktu aku masih jomblo, Jangan langsung marah aja dong deh, kenapa Om takut ya nggak aku akuin sebagai suami ku,"Ucap Piona sambil mengoda Dimas .
"Aku tidak takut, aku hanya mengingatkan status mu sekarang ini, jadi jangan coba coba untuk mendekati cowok lain, tapi mana ada yang mau dengan gadis mesum seperti dirimu."Ucap Dimas tersebut remeh.
"Kata siapa Om, disekolah banyak yang ngejar ngejar aku kok, kalau aku mau sudah pacaran dengan salah satu dari mereka, kapan pun aku mau."Ucap Piona.
"Berani kamu lakukan itu kamu tahu sendiri akibat nya Piona !" ncam Dimas tegas.
Piona jadi tertegun saat mendengar ancaman dari Dimas, tadi niatnya hanya ingin
untuk bercanda, tetapi sepertinya dianggap serius oleh lelaki yang duduk di samping nya.
"Memangnya apa yang akan kamu lakukan Om, kepada ku?aku tidak takut sama Om."ucap Piona memberanikan diri menatap Dimas.
Tanpa aba-aba Dinas langsung meragkul dan mengurung nya Piona dibawah nya. gadis itu terlihat gugup saat dirangkul oleh Dimas.
"A-apa yang kamu lakukan Om, menyingkir dari ku,"Ucap Piona yang terlihat gugup saat Dimas menatap nya.
"Kenapa kamu takut ya, bukannya tadi kamu bilang kamu tidak takut sama aku,"Ucap Dimas sambil terkekeh.
"Aku memang tidak takut padamu Om Om rese,Om Om gila cepat menyingkir dari ku sebelum aku berteriak,"Ucap Piona sambil melirik ke arah kanan dan kiri berharap menemukan sesuatu untuk memukul Om Om rese yang mengurungnya.
"Berteriak saja aku tidak takut, lagi pula kita sudah menikah jadi buat apa aku takut, rasa kan saja hukuman ku,"Ucap Dimas sambil mendekat kan wajahnya.
Piona memejamkan matanya dengan rapat, dia berusaha mengendalikan detak jantung nya yang mulai tidak menentu.
__ADS_1
Berbagai macam di pikiran jelak terlintas di pikiran nya, mungkin ini saatnya dia harus melepaskan harta yang paling berharga satu satunya yang dia miliki, untuk Om Om rese yang selalu membuat jantung nya berdekat kencang.
Cup !
Dimas mencium pipi Piona, lalu langsung menyingkirkan tubuh nya dan langsung berbaring di samping Piona yang masih memejamkan mata nya.
"Kok nggak ada lanjutannya Om, lagi pemanasan ya."Ucap Piona.
"Buka matamu, emang kamu pikir aku mau lakuin apa pada mu, harus melakukan pemanasan dulu,"Ucap Dimas sambil menyuruh Piona membuka mata nya.
"Katanya mau ngasih hukuman, gitu donang,"Ucap Piona
Sedikit sekali padahal dia berharap mendapatkan ciuman panas yang akan Dimas lakukan pada nya, tapi ternyata hanya kecupan pelan yang dia dapatkan.
Tadinya dia sudah pasrah apa yang akan dilakukan Dimas terhadap diri, tapi ternyata dia salah sangka Dimas tidak melakukan apa-apa selain mencium pipi nya saja .
"Dasar Om Om rese, padahal tadi aku berharap lebih, tapi malah dapat ciuman dipipi saja."Gumam Piona dalam hati nya.
"Dasar bocah nakal, memang kamu pikir aku mau melakukannya yang tidak tidak, sadar lah kamu tidak menarik, apa lagi aku mau ngelakuin yang tidak tidak."Ucap Dimas sambil berbaring di samping Piona.
Dimas memegang dekat jantungnya yang berdetak kencang dan tidak karuan sambil membelakangi gadis di sampingnya itu,Dia tidak mau sampai gadis itu mengetahui jantung berdetak kencang.
"Dasar bodoh seharusnya kamu tidak
melakukan nya tadi, kalau sudah begini kamu juga yang tersiksa menahan nya."Gumam Dimas menyalahkan dirinya.
"Yang tidak tidak gimana Om,pratekin dong biar aku tahu."Ucap Piona sambil cengengesan.
"Dasar bocah mesum, sepertinya otakmu sudah dipenuhi pikiran mesum."Ucap Dimas kesal sambil menutupi wajah Piona dengan bantal.
"Ish Om nggak tahu aku paling ngak suka diginiin,"Ucap Piona sambil menyingkir kan bantal dimuka nya.
Dimas akhirnya beranjak berdiri sambil berjalan meninggalkan Piona dikamar.dia ingin pergi ke dapur hendak ingin masak
mie guna mengisi perutnya.
"Makanya jangan ngomong sebarang,"Ucap Dimas sambil berdiri meninggalkan kamar.
Piona yang melihat suaminya beranjak berdiri dan mau keluar dari kamar,ia tiba tiba bertanya mau kemana suaminya itu pergi.sementar ia masih berbaring di atas kasur,
"Mau kemana Om?"Tanya Piona saat melihat Dimas berdiri.
"Masak mie rebus !"Ucap Dimas tanpa berbalik.
Dia berjalan menuju keluar dari kamarnya.
dan hendak ingin pergi ke dapur masak
mie instan, karena dia mulai merasa lapar
walaupun dia sudah makan tadi.
karena mendengar suami nya ingin masak mie rebus dia jadi ingin ikut dengan
suaminya itu,
"Mauu !"Ucap Piona sambil beranjak berdiri dan berjalan menyusul Dimas.
"Dasar bocah kenapa kamu tidak mau masak mie rebus untuk ku?, Ucap Dimas kesal, dia baru saja selesai masak mie rebus untuk mereka berdua..
"Aku bukan nya nggak mau Om,buatanku ngak seenak buatan Om."Ucap Piona sambil menyeruput mie rebus di depan nya.
"Alasan saja lain kali kamu tu masak
untukku, kamu itu istri ku sudah kewajiban mu melayani ku."Ucap Dimas sambil menyimpan mie rebus di atas mejanya.
"Maaf Om,kan Om tau sendiri kalau aku
pulang sekolah selalu sore,"Ucap Piona sambil meminta maaf kepada Dimas.
Dia berpikir apa yang dikatakan oleh Dimas
itu ada benarnya juga, selama ini dia
tidak pernah masak untuk suami nya itu, selain pulang sekolah selalu terlambat.
"Apa yang Om Om rese bilang barusan ada benarnya juga,"Pikir Piona dalam hati nya.
"Nanti aku masakin deh masakan kesukaan Om,aku janji akan masak buat Om setiap hari."Ucap Piona sambil berjanji akan memasak untuk suami nya itu.
Dimas terdiam sejenak mendengar ucapan dari istrinya itu, yang akan memasak setiap
hari untuk nya.dia berpikir untuk memberikan
gadis itu kesempatan masak untuk nya.
Dia juga berharap masakan kali ini
akan terasa enak, agar dia bisa makan dengan tenang,
__ADS_1
"Gitu dong jadi istri ku, jangan aku mulu
masak untukmu."Ucap sambil duduk dan makan mie rebus Miliknya.