Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Malam yang indah


__ADS_3

Hari ini Piona pulang sekolah lebih awal, seperti biasa nya setelah perkerjaan nya selsai Piona duduk santai di sofa sambil


menonton TV, sementara Dimas suami nya


masih berada di kantor nya,


Piona melihat ke arah jam dinding berharap


Dimas segera pulang, karena dirinya sudah


menyiapkan semua makanan untuk mereka berdua nanti, setelah suami nya pulang kerja.


"Sudah jam 4 sore, aku berharap tu Om Om rese cepat pulang,kalau tidak apa yang


sudah aku siapkan hari ini akan sia sia,


Sebaiknya aku tunggu aja sementar lagi."Gumamnya dalam hati.


Sementara Dimas saat ini masih berada di kantor nya, Dimas hari ini akan pulang


lebih awal juga untuk bertemu dengan istri nya, yang sudah menunggu diri nya diapatermen,


Dimas melihat jam tangannya sudah menunjukan jam 4 sore sudah waktunya dia


pulang keapatermen,dia takut kalau istrinya


menuggu dirinya terlalu lama di apartemen nya.


"Sudah jam empat sore, sebaiknya aku siap siap pulang keapatermen hari ini,"Ucap Dimas sambil mengemasi berkas-berkas di atas meja nya.


Setelah dirinya selsai mengemasi berkas berkas yang di atas meja kerja nya, dia


keluar dari ruangan kerja nya, lalu berjalan


menuju mobil nya di halaman depan kantor milik nya.


Sesampainya di mobil Dimas langsung


masuk kedalam mobil nya, dan langsung menyalakan nya,


"Tunggu aku sebentar lagi ya gadis nakal,aku akan sampai ke rumah menemui mu."Ucap Dimas sambil menyetir mobilnya .


"Aku tidak sabar ingin segera tiba di apartemen dengan cepat menemui mu


disana,"Ucap Dimas ngomong sendiri.


Sementara Piona yang saat ini diapatermen


mulai merasa lelah dan ingin tidur, karena menunggu Dimas yang masih belum kunjung pulang juga keapatermen.


"Sekarang sudah jam 5 sore tadi mengapa dia


belum ada tanda tandanya pulang, aku sudah


mulai lelah menunggu nya, apa aku tidur di sini ya sambil menunggu dirinya pulang."Gumam Piona sambil duduk diatas sofa.

__ADS_1


Piona berbaring di atas sofa sambil menunggu kedatangan Dimas suami,


Piona benar-benar lelah hingga akhirnya ia tertidur pulas diatas sofa, karena telah menunggu Dimas suami nya terlalu lama.


Tidak lama kemudian Dimas pun datang ke apartemen, dan langsung naik life menuju apartemen milik nya bersama Piona,


Saat Dimas tiba di depan pintu dan langsung membuka pintu tersebut,dia melihat Piona sudah menyiapkan makanan di meja,


dipalingkannya muka nya kearah samping


dia tidak sengaja melihat gadis itu sudah tertidur pulas di atas sofa.


"Ya ampun ternyata dia sudah menyiapkan semua ini untuk ku, sampai tertidur di sofa."Ucap Dimas dalam hati nya.


"Pio, Piona bagun dong,"Ucap Dimas sambil menggoyang goyangkan tubuh Piona, agar gadis itu terbangun.


Piona seketika itu juga langsung terbangun


dari tidurnya, dan duduk di atas sofa lalu melihat ke arah samping nya.


"Umm Om sudah pulang,maaf kalau aku ketiduran disini"Ucap Piona


"Tidak apa-apa kok, seharusnya aku yang minta maaf karena aku udah membuat mu menunggu lama,"Ucap Dimas sambil meminta maaf pada Piona.


"Ya sudah, kalau gitu sekarang kita makan dulu ya, aku udah siapin semua nya untuk kita."Ucap Piona sambil mengajak Dimas makan bersama.


Mereka berdua pun langsung duduk di kursi depan meja makan, sebelum mereka makan mereka berbincang bincang dulu, sambil membicarakan masa depan mereka.


"Terimakasih ya, kamu sudah mau nyiapin semua ini untuk ku,"Ucap Dimas mengawali pembicaraan mereka.


"Sama sama Om,"Ucap Piona


Dimas tersenyum kecil dia ingin mengerjai gadis yang sedang duduk di depan itu.


sambil mengatakan bahwa makanan yang di masak oleh nya tidak enak.


"Tidak enak, masih sama seperti yang sebelumnya."Ucap Dimas sambil memakan nasi nya.


"Iiih sih Om, bilang nya nggak enak tapi di makan,Om bohong ya bilang masakan ku kurung enak,"Ucap Piona sambil tersenyum melihat suaminya menyatap masakan yang sudah ia masak tadi.


Dimas yang sedang terlihat menyatap semua


masakan yang disediakan oleh Piona untuk nya, dengan begitu lahapnya ia memakan nya.


"Siapa juga yang berbohong aku serius."Ucap Dimas yang ingin melihat gadis itu kesal saat dikerjai oleh nya.


"Ya sudah kalau begitu, jangan dimakan sini kasih aku semua."Ucap Piona dengan wajah yang cemerut dan kesal.


"Aku cuman bercanda kok, masakan mu enak kok."Ucap Dimas sambil memegang tangan istrinya itu.


Dimas yang melihat gadis itu tanpa sedang


kesal pada diri nya.lalu pergi mendekati gadis itu dan memeluknya.dia senang melihat gadis yang di samping nya itu kesal karena dirinya.


Karena disaat gadis itu terlihat kesal atau marah tampak lebih mengemas kan.

__ADS_1


"Sudah jangan marah aku kan cuman bercanda, kamu kalau lagi marah kaya gini terlihat mengemaskan deh,"Ucap Dimas sambil memeluk Piona.


Piona yang dirangkul oleh Dimas ingin


berontak tapi dia tidak bisa, akhirnya membiarkan Dimas memeluk nya dengan erat.


Piona tidak menyangka kalau laki laki yang berstatus suami nya itu akan memeluk dirinya


seperti ini.


"Om Om, apa yang ingin Om lakuin pada ku, jangan Om, aku mohon jangan lakuin itu pada ku."Ucap Piona terlihat gugup saat Dimas mendekati nya.


"Aku tidak ingin melakukan apa-apa padamu selain memeluk mu."Ucap Dimas sambil mendekati Piona.


"Iiih sih Om, lepasin dong tangan Om dari tangannya ku,kalau tidak nanti aku pukul."Ucap Piona yang berontak saat di peluk oleh Dimas .


Tidak lama kemudian Dimas pun melepaskan pelukan nya, dan melanjutkan makan malam mereka,


"Ya sudah sekarang aku lepaskan,"Ucap Dimas sambil melepaskan pelukan nya dari istrinya.


"Kita makan lagi yok."Ucap Dimas mengajak Piona melanjutkan makan malam bersama.


Mereka pun kembali duduk di kursi depan meja makan, dan melanjutkan makan malam bersama.Piona yang tadinya di peluk oleh Dimas merasa malu ingin melihat Dimas.


Dia menunduk kan kepalanya agar tidak terlihat oleh Dimas, karena jika Dimas mengetahui nya bisa bisa malunya akan semakin bertambah.p


Dimas yang melihat gadis itu menunduk kan kepalanya menuga sudah pasti gadis


itu malu saat di peluk oleh dirinya .


"Kamu kenapa kok menusukkan kepala mu di bawah, apa kamu malu sama aku karena telah memeluk mu barusan."Tanya Dimas.


"Aku tidak apa-apa ko,"Jawab Piona malu malu,


Piona teringat sesuatu dia ingin mengatakan bahwa saat ini di sedang merindukan kedua orang tua nya,dan ingin pulang ke kampung untuk menegok keadaan mereka di sana.


Piona memberanikan diri untuk berbicara kepada Dimas,


"Om sebenarnya ada yang mau aku omongin sama Om,"Ucap Piona memberanikan diri.


"Mau ngomongin apa,?"Tanya Dimas.


"Pio merindukan kedua orang tua Pio, dikampung Om,Pio juga rasanya mau kesana selama beberapa hari, untuk menegok mereka."Ucap Piona.


Dimas terdiam sejenak mendengar ucapan dari istrinya itu, yang mengatakan bahwa dia ingin pulang kampung, Dimas sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh gadis itu.


Sebenarnya begitu juga dengan dirinya yang selama ini jarang kerumah mertua nya, untuk kali ini dia akan menuruti keinginan istrinya itu, untuk pulang kampung.


"Memang nya kamu sudah libur apa?."Tanya Dimas.


"Pio mulai besok sampai hari Sabtu libur Om."Jawab Piona.


"Ya sudah kalau gitu berarti besok kita pulang kampung ya."Ucap Dimas


Piona yang mendengar ucapan dari Dimas sangat senang, karena saking senangnya dia meloncat kegirangan dan tidak sengaja memeluk Dinas .

__ADS_1


"Ehem ."Ucap Dimas


"Maaf Om aku tidak sengaja, karena aku terlalu senang."Ucap Piona sambil melepaskan pelukan nya dari suami nya.


__ADS_2