
Saat ini Piona dan Dimas tengah berada disalah satu pusat perbelanjaan yang cukup terkenal.Dimas dan Piona sedang asyik memilih pakaian, mereka sudah selesai makan saat Piona mengajak Dimas membeli pakaian tadi.
"Bang bagus nggak,cocok kan buat aku!"Ucap Piona sambil memperlihatkan salah satu baju
kepada Dimas.
Dimas menganggukkan kepalanya mengiyakan baju yang lengannya pajang,baju anak muda yang saat ini sedang trend, jika menurut Dimas lebih suka melihat Piona berpakaian dewasa namun ia akan selalu setuju apapun pendapat Piona agar gadis itu terlihat nyaman dan bahagia.
Dimas tidak mau menutut hal lebih apa lagi
kepada Piona,dia yakin akan berjalan dengan baik, selama gadis nya merasa nyaman.apalagi mereka baru dekat setelah beberapa hari ini, Dimas ingin memanfaatkan
waktu ini untuk benar-benar membahagiakan Piona sepenuhnya.
"Bang tolong pegangin ini, yang ini juga!."Ucap Piona sambil menyerahkan setumpuk pakaian kepada Dimas.
"Dasar gadis nakal, apa kamu bahagia karena aku sudah menemani kamu belanja."Ucap Dimas sambil tersenyum.
Ditangannya sudah banyak pakaian bahkan sudah tidak muat,didalam mobil sudah ada tapi gadis itu tampak asyik memilih pakaian lagi.
"Senang lah Bang,aku tu sebenarnya dari kemarin mau belanja baju ku sudah jelek semua,lagi pula aku tidak bisa belanja sendirian ntar siapa yang bawa belanja ku hehe."Ucap Piona sambil tersenyum
"jadi kamu membawa ku kesini hanya untuk
membawa belanjaan mu Piona,"Ucap Dimas dengan mata memicing.
"Bercanda Abangku sayang, udah ah kita
bayar dulu,abis itu aku mau beli pakaian dalam, setelah itu kita pulang."Ucap Piona sambil menggandeng tangan Dimas.
Benar kata orang bahagia itu sederhana, digandeng tangan aja sudah membuat kita senyam senyum seperti Dimas.
Piona mengajak Dimas ketoko yang terkenal, Piona langsung memilih pakaian pakaian
yang memang cocok untuk nya.
Disamping itu Dimas merasa risih karena pengunjung nya rata rata perempuan semua,dan semua nya memandang ke arah nya,ada juga yang terang terangan menggodanya.
Sementara didepannya ada Piona yang seperti memperingatkannya dengan mata tajam.
"kamu balas senyum awas kamu,ku tendang kamu!."Peringatan untuk Dimas.
"Tu Abangnya baik banget mau ngatarin adeknya belanja,"Ucap Ibu ibu tersebut.
"Aku juga mau diantarin dong."Salah satu wanita itu.
__ADS_1
"Eh belum tentu cewek itu adiknya,"Ucap salah satu teman nya
"Sama aku juga mau dong,udah ganteng mapan lagi dilihat dari pakaian saja sudah bermerek, jika diajak jalan sama kita pasti ditraktir sampai di parkir.emang sih belum tentu dia adiknya tapi nggak mungkin juga istri nya kan masih bocah."Ucap salah satu wanita itu.
"Kali ini yang risih bukan Dimas tapi melainkan Piona,berani sekali mereka mengoda suaminya didepannya.
"Bocah katanya,bocah bocah begini aku
bisa membuat Bang Dimas klep klep,apa lagi kalau aku sudah dewasa bang Dimas akan semakin terpesona kepada ku."Gumam Piona kesal dalam hati nya.
"Dasar mba mba jomblo akut ridu kasih sayang liat tu yang ganteng sedikit langsung keluar tu ganjen kaya klarisa."Gumam Piona kesal.
"Kayanya aku harus kunci bang Dinas didalam kamar biar nggak ada yang bisa dekatin dia.sekalian bikin sesuatu hehe,"Ucap Piona dalam hati sambil tersenyum.
"Mas yang ini bagus Ndak buat kita malam nanti."Ucap Piona sambil memperlihatkan baju tipis kepada Piona.
Dimas memperlihatkan baju transparan itu,
jika dipakai oleh Piona sudah pasti akan
meruntuhkan imannya dan langsung menyerang Piona,kasak kusut mulai terdengar oleh pengunjung.
"Kayanya kita salah deh cewek itu pasti cewek bayaran tu Abang Abang ganteng, belum tentu cewek tadi,"Ucap wantia tadi
"masa sih ah, jangan ngomong sembarangan
ngebet suami orang, kita capcus yok,"Ucap salah teman teman wanita itu.
"Iya, kita pergi aja yok cari yang lain,biar tidak ganteng seperti dia, takut didosa belanja disini, jantung kalau belanja di sini melihat harganya."Ucap mereka.
"Dasar anak nakal,apa yang kamu lakukan
membuat ku malu saja."Bisik Dimas ditelinga Piona.
"Biarin dari pada mereka ngodain kamu terus."Ucap Piona kesal.
"Apa kamu cemburu sama mereka yang mengodaku sayang."Ucap Dimas sambil tersenyum.
"Ish Abang ini bikin aku kesal aja,aku nggak mau loh punya ku digondol sama maling,awas kalau Abang genit."Ucap Piona kesal .
"Tentu saja tidak, menghadapi gadis kecil seperti mu saja aku sudah susah,apa lagi wanita lain tidak selera akunya, tidak padamu sayang."Ucap Dimas sambil tersenyum menggoda Piona.
"Ish Abang ini bisa aja buat aku senang,bang gimana jadi nggak beli baju ini lumayan loh bang,"Ucap Piona
"Ya sudah bungkus saja,"Ucap Dimas.
__ADS_1
"Nanti malam aku pakai ya mas."Ucap Piona.
"Jangan dipakai malam nanti,pakai tunggu
diapatermen kita aja nanti aku tidak mau di ganggu lagi." ucap Dimas
Dimas tidak mau Mamanya merencanakan rencana licik nya lagi, seperti pada malam pertama nya waktu itu, makanya Dimas menyuruh Piona untuk memakai baju yang akan dibelinya tadi saat diapatermen nya saja.
"Nginap semalam aja udah di ganggu
apa lagi nanti malam,aku tidak mau di ganggu lagi aku harus hati hati."Ucap Dimas dalam hati.
Setelah membayar belanja nya Piona langsung mengajak Dimas keluar,tiba tiba
Piona melihat Nara,Popon,dan Tania dari dalam Piona langsung menarik Dimas kedalam lagi,
Dengan sigap Piona menarik Dimas kedalam,Piona tidak mau keberadaannya
dengan Dimas diketahui oleh teman teman nya,bisa berabet urusan nya nanti.
"Kok mereka bisa ada disini untung aja
mereka tidak melihat aku sama bang Dimas
kesini kalau sampai mereka tahu, bisa mampus aku."Ucap Piona dalam hati nya.
Piona baru ingat pulang sekolah tadi,Nara mengajak nya nonton kebioskop tapi dia tidak menyangka kalau Nara,Popon dan Tania akan kemari .
"Pio kok kita masuk lagi sih, lagi ngimdarin siapa sih?"Tanya Dimas ikut mengintip dari dalam.
"Ada teman teman ku Bang, mereka belum tahu kalau aku sudah menikah, kalau mereka liat aku jalan sama Abang bisa mati aku."Ucap Piona.
"Kenapa tidak kamu bertahu teman temanmu kalau kita sudah menikah,apa kamu tidak mau pernikahan kita diketahui sama mereka."Tanya Dimas sendu.
"Bukannya gitu Abang ku sayang,aku lagi
nunggu waktu yang tepat untuk memberi tahu mereka,"Ucap Piona sambil menjelaskan."
"Kamu undang saja teman teman mu itu keapatermen aku akan memperkenalkan diri ku pada teman teman mu itu."Ucap Dimas
"Ide mu bagus juga bang, tapi nanti ya tunggu waktu yang tepat."Ucap Piona.
"Terserah kamu aja Pui,aku akan menyambut teman teman mu itu kapan pun mereka datang."Ucap Dimas.
Tidak lama kemudian Bara,Popon, dan Tania melewati mereka, setelah Nara dan yang lainnya jauh dari mereka berdua baru lah mereka keluar dari toko tersebut.
__ADS_1
"Kita nonton apa ya, ada banyak film kali ini,"Ucap Nara.
"Terserah kamu saja Ra,"Ucap Popon dan Tania serentak.