Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Rindu


__ADS_3

Piona berjalan memasuki lobi kantor Dimas yang megah nan besar,ia menghampiri salah seorang resepsionis yang sedang asyik memainkan handphone nya.


"Sore mbak saya mau ketemu pak Dimas Kusuma ruangan nyap yang mana ya?."Tanya Piona


Resepsionis memandang Piona dari atas hingga kebawah,ia tidak menyadari bahwa yang sedang berdiri di hadapan nya itu adalah istri bossnya sendiri.Tentu saja karena waktu di pernikahan Piona,Piona tidak tampak memakai seragam sekolah seperti ini.


"Mau ngapain,?kalau mau minta sumbangan nanti aja pak Dimas lagi nggak bisa dingangu."Ucap resepsionis itu.


"Tapi Mbak,pak Dimas udah janji sama saya kalau nggak percaya tanya aja sendiri!."Ucap Piona.


"Dasar bocah nakal kamu pikir aku percaya apa, kalau pak Dimas mau ketemuan masa bocah cilik seperti mu ini ambil buat ongkos dan pergi dari sini."Ucap resepsionis sambil memberikan uang 10ribu pada Piona.


Piona melirik uang yang diberikan oleh repesionis itu dengan kesal.ia menatap nama di yang tertera di name tag bernama Astuti.


"Kurang ajar nie Mba mba, nggak tau apa kalau aku ini istri atasan awas aja nanti."Gumam Piona dalam hati nya


"Saya nggak mau uang mba, saya mau keruangannya saya udah janji mbak sama dia."Ucap Piona sambil mengebalikan uang kembali.


"Astuti menatap Piona kesal.gadis ini sudah menganggunya bermain hp, apa gadis itu tidak tahu kalau dia sedang mencari pacar baru lewat teman chatnya dihp setelah putus dengan tukang bakso kemarin.


Baru saja ia ingin bicara namun mendengar suara seorang,ia jadi mengurungkan niatnya.


"Piona"


"Bang Tyo,"Ucap Piona setelah melihat orang yang memanggil nya tadi ternyata Prasetyo


"Kamu kok disini janjian sama Dimas ya,"Ucap Tyo sambil tersenyum.


"Iya Bang, tapi aku nggak tahu ruangannya,nanya juga nggak dikasih tau akunya."Ucap Piona sambil melirik ke Astuti.


Saat mendengar nama gadis yang berdiri


didepannya itu resepsionis itu jadi takut dan menundukkan kepalanya,dia baru Ingat kalau nama istri Dimas Piona,dia berharap Piona tidak akan mengadukan nya kepada Dimas apa yang telah ia lakukan tadi.jika tidak dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Ya sudah kalau gitu aku antara ya,ayo kita pergi."Ucap Tyo sambil menuju life.


Tok


Tok


Tok


Pintu ruangan kerja Dimas diketok sebanyak tiga kali yang sedang sibuk mengerjakan tugas berkas berkasnya.


"Masuk!"Perintah Dimas tanpa menoleh kedepan.


Masuklah Piona bersama Tyo, saat melihat gadis itu tertawa bersama Tyo Dimas menatap nya dengan tajam,dia tidak tahu kalau Dimas tampak ingin mengulitinya


"Dim ini istrimu nyarin kamu tadi,aku menemukanya dibawah makanya aku antara "Ucap Tyo sambil tersenyum


"Hmm"Ucap Dimas pura pura tidak peduli.


"Iya loh Om,Bang Tyo baik banget mau ngatarain aku kesini."Ucap Piona sambil tersenyum kearah Tyo.


"Kamu lucu sekali piona"Ucap Tyo sambil mengacak rambut Piona dengan gemas.

__ADS_1


"Baik lah aku pergi dulu ya, masih banyak perkejaan yang harus aku selesaikan sampai jumpa lagi."Ucap Tyo sambil menuju pintu.


"Da Bang Tyo kapan kapan main keapaterman ya."Ucap Piona


Tyo mengangguk sambil tersenyum dan menutup pintu ruangan kerja Dimas, menyisakan Piona dan Dimas yang tinggal di sana.


"Bang Tyo orang nya lucu juga ya Om,"Ucap Piona yang lagi lagi lupa jika suaminya sudah menyuruh nya memangil diri bukan dengan sebutan Om.


"Manaku tahu aku tidak pernah asik bercanda dengan nya."Ucap Dimas ketus pura pura mengerjakan tugas kantor nya.


"Ish Om kok gitu sih, lagi ngambek ya."Ucap Piona sambi menghampiri Dimas.


"Siapa yang marah,lagian ngapain juga aku marah."Ucap Dimas pura pura.


"Terus kalau nggak marah kenapa cemberut Om,hayo Ngombol dong sama aku."Ajak Piona.


"Tidak mau, Ngombol saja dengan Bang Tyo mu sana,aku tidak mau ngobrol dengan mu."Ucap Dimas,Dimas sengaja mengunakan kata Bang Tyo saat ngomong dengan Piona.Piona terkikih ketawa saat mendengar apa yang diucapkan suaminya itu.


"Abang cemburu ya,aku panggil bang Tyo


dengan sebutan bang,"Tanya Piona sambil tersenyum.


"Pikir saja sendiri, sudah lagi pula aku sudah terbiasa kamu panggil Om,kamu panggil aku abang di saat kita dirumah orang tuaku, sudah lagi pula aku tidak peduli."Ucap Dimas ketus.


"Cie Abang cemburu nye,bikin gemas deh."Ucap sambil mencolek dagu Dimas


"Diam aku sedang sibuk,"Ucap Dimas sambil menyembunyikan senyuman nya.


"Jangan marah dong bang,aku janji mulai sekarang aku panggil Abang tampanku deh gimana."Ucap Piona menggoda Dimas.


"Terserah kamu saja."Ucap Dimas tak tahan menahan kebahagiaan nya.


"Lepasin Bang nanti kalau ada yang datang gimana?"Ucap Piona berusaha melepaskan diri nya.


"Diam lah sayang aku merindukan mu Piona"Ucap Dimas sambil memeluk erat Piona.


"Baru saja pagi tadi kita ketemuan masa


khangen lagi,aku jadi malu,"Ucap Piona sambil menyembunyikan wajahnya dada Dimas yang bidang.


"Memangnya kenapa ,apa aku tidak boleh merindukan istri ku sendiri Piona."Ucap Dimas sambil memegang pipi Piona yang merah sembu karena malu.


"Boleh kok Om, boleh banget kalau khangen sama aku tinggal telepon aku,aku pasti datang!".Ucap Piona


"Hey gadis nakal berani sekali kamu panggil aku dengan sebutan Om lagi,awas kamu ya aku hukum kamu."Ucap Dimas sambil mendekatkan wajahnya kearah Piona.


Dimas ingin menciumnya dia semakin


dekat dengan wajah Piona,bahkan semakin tidak ada jarak diantara mereka,


mereka semakin mendekat wajah mereka


masing-masing,dan mata dipejamkan


Dimas mulai melakukan aksi nya ingin mencium istri nya.

__ADS_1


Saat Dimas mulai mencapai bibir gadis itu


tiba tiba ada seorang mengetuk pintu


ruang kerja Dimas,


Tok


Tok


Tok


Seseorang mengetuk pintu ruangan kerja


Dimas, saat mereka sedang ingin bercumbu mesra, saat Dimas mendengar ada yang mengetuk pintu nya ia merasa kesal.


Karena baru saja ia ingin mulai mencium


istri nya tapi sudah ada yang menganggunya


lagi.Dimas kesal.


"Siapa sih yang mengetuk Pintunya nganggu


orang yang lagi asyik aja "Ucap Dimas


"Siapa?"Tanya Dimasa


"Saya pak Astri."Ucap seorang perempuan yang mengetuk pintu nya barusan.


"Masuk,"Ucap Dimas sambil duduk di tempat kerjanya.


"Maaf pak jika saya sudah menganggu waktu


bapak dan istri."Ucap seketaris itu.


"Ya sudah tidak apa apa,kamu kesini ada apa?"Tanya Dimas.


"Ini Pak,saya cuma ngatar berkas yang


bapak suruh kerja kan tadi sama saya,"Ucap sektaris itu sambil memberikan beberapa berkas kepada Dimas.


"Oke nanti saya periksa lagi,jika tidak ada yang mau di sampaikan lagi apa bisa tinggal


kan saya."Ucap Dimas.


"Iya sudah tidak ada pak, sekali lagi saya minta maaf karena sudah menganggu pak Dimas ya, saya keluar dulu."Ucap seketaris yang bernama Asti itu sambil berjalan menuju pintu .


Holla!!!!!!


Aku kembali lagi maaf ya jika aku baru up


karena aku lagi nggak enak badan.buat


para leadarku yang setia terima kasih karena sudah setia menunggu ku.

__ADS_1


terus like komen dan vote serta tips


jika kalian mau,like juga tidak apa-apa aku udah seneng .


__ADS_2