
Hanya Tania,Popon,Nara, piona yang. tampak
berdiri di ruang konseling guru, terlihat juga
Anita dan teman teman nya yang sedang berdiri dan melskiu hal sama seperti
Piona dan teman temannya,
Rambut merka acak acakan ditambah
dengan muka yang lembam, siapa pun
yang melihat mereka pasti mengira
abis baru abis berantem.
Bu, Tina menatap mereka satu persatu dengan tajam,dia tak henti hentinya mendesak kesal melihat tingkah laku mereka
yang disaat pelajaran kosong.
"Kalian ini bukannya belajar malah ribuk,
mau jadi apa kalian ini nanti."Ucap BuTina
Dan kalian,saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan untuk kalian,ada ada saja kelakuan yang kalian lakukan, berantem dengan adik kelas apa kalian tidak malu,"Ucap Bu Tina Kepada piona dan teman teman nya.
"Maaf Bu, tapi mereka yang duluan nyari
gara gara dengan kami,"Ucap Piona
"Bohong Bu, mereka duluan yang nyaris
gara gara tu cewek nakal godain pacar saya,"Adu Maya sambil menunjuk ke Tania, karena tidak terima dia dan teman teman di salah kan.
Tina semakin kesal kepada Maya dan teman teman nya,lalu berteriak sebagai bentuk
pembelanya kepada teman teman nya.
"Jangan asal nuduh kamu,aku cuman
nyapa aja di bilang ngerayu buktinya mana?
belum di apa apain juga dianya aja yang
srnsian,"Ucap Tina membela diri nya.
Bu Tina yang melihat murid muridnya
yang Semakin ribut, lalu berteriak menghentikan keributan itu,
"Sudah cukup diam kalian, saya tidak mau
mendengar ocehan kalian yang tidak
penting itu,
Ucap Bu Tina menghentikan Tania dan maya
yang kembali ribut.
Bu Tina menyuruh mereka membersihkan
semua toilet sebagai hukum, karena mereka
telah membuat keributan di sekolah,dan
menyelesaikan hukumannya sampai
mata pelajaran selesai.
"Sekarang kalian bersihkan semua toilet
mau pun punya cewek atau cowok, dan
jangan pulang sebelum semuanya
selesai,"Ucap Bu Tina.
"Tapi,,,,,Bu,"Nara hendak memprotes
"Tidak ada tapi-tapian, kerjakan atau Saya
tambah hukum kalian,,"Ucap Bu Tina fainal
membuat mereka diam,
__ADS_1
"Gini amat nasibku udah babak belur,
dihukum juga,"Ucap Nara sedih sambil
melihat saku bajunya yang sobek.
"Sabar teman teman ini semua gara gara,
Maya dan teman teman nya, nanti setelah kita pulang sekolah kita habisi dia,"Ucap Tania yang masih kesal.
"Diam kamu Tan, kamu udah salah nyalahin orang lagi,coba aja kalau kamu nggak celuhmatan ngak bakal kaya gini,kalau kamu nggak ngerayu cowok Maya,Maya nggak bakal kaya gini sama kita,nyesal aku nolongin
teman kaya kamu,"Ucap Nara karena kesal0
Saat ini mereka membersihkan toilet cowok yang ada di lantai 2, Sementara Maya dan teman temannya membersihkan toilet bagian lantai pertama,
Mereka sengaja melakukan gencatan
senjata, karena tidak ingin hukuman
mereka di tambah lagi, jika mereka
berkelahi lagi yang ada perkerjaan mereka
tidak akan pernah selesai, sekolah
"Apa lagi aku pon, Nar,liai nih bajuku,
sampai sobek kaya gini,"Ucap Piona sedih
sambil menunggu kan bajunyo kepada kedua temannya itu.
"Sudah lah Ra, kasih tau,"Ucap Piona sambil memeluk Tania yang dimarahi oleh Nara,
"Biarin aja Pio,biar tu anak sekali sekali tidak nyusahin lagi,"Ucap Nara
Diantara mereka Nara memang anak
yang cara berpikirnya paling dewasa
dibandingkan dengan mereka, kadang bicaranya seperti orang tua yang
mengajari anak anaknya tapi kadang tidak
selalu seperti itu.
Tan, kamu nggak apa-apa kan ??"Tanya Popon
"Nggak apa-apa PO, aku to lapar,"jawab Tania sambil memegang perutnya.
"Ye ! aku pikir kamu sedih karena di marahin
sama Nara, ternyata kamu lapar to"Ucap Piona sambil melepaskan pelukan mereka dan menyodorkan kepala gadis itu.
"Sudah lah jangan bahas itu lagi, lebih baik kita selsai kan perkerjaan kita dulu, aku udah lapar,"Ucap Piona
Selesai menyelesaikan hukuman dari
Bu Tina, mereka pergi kekantin dan
langsung memesan makanan,
penampilan mereka sudah seperti
perkeja buruh yang belum makan.
Saat sedang asyik makan tiba-tiba
handphone piona berbunyi dan
membuat nya mengambil benda
pergi pajang itu yang ia simpan
di dalam tasnya.
Om rese calling a
"Hallo kenapa? Ucap Piona malas setelah
menjawab panggilan dari suami nya itu.
"Hey ! bocah nakal kamu dimana, mengapa
belum pulang, apa kamu tidak tahu sekarang sudah sore jangan keluyuran tidak jelas gadis nakal ! Ucap Dimas diseberang menelpon.
__ADS_1
Piona berdecak kesal mendengar ocehan
dari Om Om menyebalkan yang sayangnya adalah suaminya sendiri itu, dia sudah lelah
di hukum juga, sekarang malah di omelin lengkap sudah dirinya.
"Masih di sekolah, tunggu sebentar lagi
aku akan pulang,"Jawab piona
Piona melirik kearah teman teman nya yang
tengah menatap nya penuh penasaran, dengan orang yang di balik telpon itu.
"Awas saja kalau saja kamu belum pulang juga, aku buang semua bajumu kedalam
tong sampah,"Ancam Dimas di handphone nya.
"Terserah kamu saja, sudah dulu kita
bicara nanti saja,"Ucap Piona sambil mematikan panggilan mereka.
Piona mematikan handphone nya sebelah
pihak, dan langsung pulang menuju apartemen tempat mereka tinggal.
Di apartemen dimas berdecak kesal tadinya
dia mau mengajak gadis itu makan siang di luar, tapi gadis itu tidak ada membuat Dimas kesal di buat nya,
"Dasar bocah menyebalkan, seharusnya aku tidak pulang membuang waktu untuk bocah nakal seperti mu, untuk apa pula gadis nakal
seperti mu", Ucap dimas pada diri nya sendiri .
Di sekolah
Nara bertanya siapa orang yang telah menelpon piona dalam handphone nya
itu, di merasa penasaran dengan orang tersebut.
"Siapa Pio, dari cowok gebetan mu ya??,"Tanya Nara sambil menatap piona.
Dan disusul dengan ucapan Tani yang menebak nebak wajah piona bahagia saat menerima telepon dari orang itu.
"Iya Pio, kayak nya kamu bahagia sekali menerima telepon dari nya."Ucap Tania.
"Hey !mana ada, apa kamu tidak lihat kalau
aku lagi kesal, lagi pula dia bukan gebetan ku,"Ucap Piona pelan
"Siapa dong Pio, kok nggak kasih tau kita-kita
kalau sudah ada yang baru,?, Tanya Popon tak kalah penasaran.
"Sudah lah percuma juga aku ceritakan
kalian tidak akan mengerti,"Ucap Piona sambil beranjak dan meninggal kan mereka.
"Emang kita sebodoh itu ya, sampai tidak akan mengerti dengan ucapan piona.tanya Tania
Nara mengatakan bahwa ia tidak sebodoh dan secerobo teman nya yang bernama Tania itu.
"Aku tidak ya, mungkin maksud Pio adalah dirimu Tan, kebodohan ku tidak sebodoh dirimu,"Ucap Nara menyangkal dirinya.
Diantara itu Tan, di antara kita yang paling
bodoh itu ya cuma kamu,Pio pasti berpikir
kamu akan menyusahkannya jika dia bercerita,"Ucap Popon menyetujui ucapan Nara,
"Benar kah setahu orang selalu berteriak
kepada orang lain,"Ucap Tani pelan
jleeb, Nara dan Popon saling berpandangan
mendengar ucapan Tani, gadis itu mengungkapkan sesuatu yang benar adanya.
Hanya gadis itu saja yang tahu isi dalam otak kecil nya, kadang mereka dibuatnya terkejut dengan kata kata nya yang spontan
"Sekilas Popon dan Nara berpikir kalau gadis itu sudah lebih baik, tapi jika melihat Abas yang sedang di godain oleh cewek lain
di tidak akan lebih baik, yang sedang lewat di kantin mereka.
"Sialan to bocah aku hampir saja tertipu,"Ucap Nara kesal.
__ADS_1
"Aku juga ra,aku pikir sebodoh bodohnya Tani,di pasti ada baiknya juga, ternyata aku salah."Ucap Popon.