Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Hukuman dari Bu guru


__ADS_3

Hanya Tania,Popon,Nara, piona yang. tampak


berdiri di ruang konseling guru, terlihat juga


Anita dan teman teman nya yang sedang berdiri dan melskiu hal sama seperti


Piona dan teman temannya,


Rambut merka acak acakan ditambah


dengan muka yang lembam, siapa pun


yang melihat mereka pasti mengira


abis baru abis berantem.


Bu, Tina menatap mereka satu persatu dengan tajam,dia tak henti hentinya mendesak kesal melihat tingkah laku mereka


yang disaat pelajaran kosong.


"Kalian ini bukannya belajar malah ribuk,


mau jadi apa kalian ini nanti."Ucap BuTina


Dan kalian,saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan untuk kalian,ada ada saja kelakuan yang kalian lakukan, berantem dengan adik kelas apa kalian tidak malu,"Ucap Bu Tina Kepada piona dan teman teman nya.


"Maaf Bu, tapi mereka yang duluan nyari


gara gara dengan kami,"Ucap Piona


"Bohong Bu, mereka duluan yang nyaris


gara gara tu cewek nakal godain pacar saya,"Adu Maya sambil menunjuk ke Tania, karena tidak terima dia dan teman teman di salah kan.


Tina semakin kesal kepada Maya dan teman teman nya,lalu berteriak sebagai bentuk


pembelanya kepada teman teman nya.


"Jangan asal nuduh kamu,aku cuman


nyapa aja di bilang ngerayu buktinya mana?


belum di apa apain juga dianya aja yang


srnsian,"Ucap Tina membela diri nya.


Bu Tina yang melihat murid muridnya


yang Semakin ribut, lalu berteriak menghentikan keributan itu,


"Sudah cukup diam kalian, saya tidak mau


mendengar ocehan kalian yang tidak


penting itu,


Ucap Bu Tina menghentikan Tania dan maya


yang kembali ribut.


Bu Tina menyuruh mereka membersihkan


semua toilet sebagai hukum, karena mereka


telah membuat keributan di sekolah,dan


menyelesaikan hukumannya sampai


mata pelajaran selesai.


"Sekarang kalian bersihkan semua toilet


mau pun punya cewek atau cowok, dan


jangan pulang sebelum semuanya


selesai,"Ucap Bu Tina.


"Tapi,,,,,Bu,"Nara hendak memprotes


"Tidak ada tapi-tapian, kerjakan atau Saya


tambah hukum kalian,,"Ucap Bu Tina fainal


membuat mereka diam,

__ADS_1


"Gini amat nasibku udah babak belur,


dihukum juga,"Ucap Nara sedih sambil


melihat saku bajunya yang sobek.


"Sabar teman teman ini semua gara gara,


Maya dan teman teman nya, nanti setelah kita pulang sekolah kita habisi dia,"Ucap Tania yang masih kesal.


"Diam kamu Tan, kamu udah salah nyalahin orang lagi,coba aja kalau kamu nggak celuhmatan ngak bakal kaya gini,kalau kamu nggak ngerayu cowok Maya,Maya nggak bakal kaya gini sama kita,nyesal aku nolongin


teman kaya kamu,"Ucap Nara karena kesal0


Saat ini mereka membersihkan toilet cowok yang ada di lantai 2, Sementara Maya dan teman temannya membersihkan toilet bagian lantai pertama,


Mereka sengaja melakukan gencatan


senjata, karena tidak ingin hukuman


mereka di tambah lagi, jika mereka


berkelahi lagi yang ada perkerjaan mereka


tidak akan pernah selesai, sekolah


"Apa lagi aku pon, Nar,liai nih bajuku,


sampai sobek kaya gini,"Ucap Piona sedih


sambil menunggu kan bajunyo kepada kedua temannya itu.


"Sudah lah Ra, kasih tau,"Ucap Piona sambil memeluk Tania yang dimarahi oleh Nara,


"Biarin aja Pio,biar tu anak sekali sekali tidak nyusahin lagi,"Ucap Nara


Diantara mereka Nara memang anak


yang cara berpikirnya paling dewasa


dibandingkan dengan mereka, kadang bicaranya seperti orang tua yang


mengajari anak anaknya tapi kadang tidak


selalu seperti itu.


Tan, kamu nggak apa-apa kan ??"Tanya Popon


"Nggak apa-apa PO, aku to lapar,"jawab Tania sambil memegang perutnya.


"Ye ! aku pikir kamu sedih karena di marahin


sama Nara, ternyata kamu lapar to"Ucap Piona sambil melepaskan pelukan mereka dan menyodorkan kepala gadis itu.


"Sudah lah jangan bahas itu lagi, lebih baik kita selsai kan perkerjaan kita dulu, aku udah lapar,"Ucap Piona


Selesai menyelesaikan hukuman dari


Bu Tina, mereka pergi kekantin dan


langsung memesan makanan,


penampilan mereka sudah seperti


perkeja buruh yang belum makan.


Saat sedang asyik makan tiba-tiba


handphone piona berbunyi dan


membuat nya mengambil benda


pergi pajang itu yang ia simpan


di dalam tasnya.


Om rese calling a


"Hallo kenapa? Ucap Piona malas setelah


menjawab panggilan dari suami nya itu.


"Hey ! bocah nakal kamu dimana, mengapa


belum pulang, apa kamu tidak tahu sekarang sudah sore jangan keluyuran tidak jelas gadis nakal ! Ucap Dimas diseberang menelpon.

__ADS_1


Piona berdecak kesal mendengar ocehan


dari Om Om menyebalkan yang sayangnya adalah suaminya sendiri itu, dia sudah lelah


di hukum juga, sekarang malah di omelin lengkap sudah dirinya.


"Masih di sekolah, tunggu sebentar lagi


aku akan pulang,"Jawab piona


Piona melirik kearah teman teman nya yang


tengah menatap nya penuh penasaran, dengan orang yang di balik telpon itu.


"Awas saja kalau saja kamu belum pulang juga, aku buang semua bajumu kedalam


tong sampah,"Ancam Dimas di handphone nya.


"Terserah kamu saja, sudah dulu kita


bicara nanti saja,"Ucap Piona sambil mematikan panggilan mereka.


Piona mematikan handphone nya sebelah


pihak, dan langsung pulang menuju apartemen tempat mereka tinggal.


Di apartemen dimas berdecak kesal tadinya


dia mau mengajak gadis itu makan siang di luar, tapi gadis itu tidak ada membuat Dimas kesal di buat nya,


"Dasar bocah menyebalkan, seharusnya aku tidak pulang membuang waktu untuk bocah nakal seperti mu, untuk apa pula gadis nakal


seperti mu", Ucap dimas pada diri nya sendiri .


Di sekolah


Nara bertanya siapa orang yang telah menelpon piona dalam handphone nya


itu, di merasa penasaran dengan orang tersebut.


"Siapa Pio, dari cowok gebetan mu ya??,"Tanya Nara sambil menatap piona.


Dan disusul dengan ucapan Tani yang menebak nebak wajah piona bahagia saat menerima telepon dari orang itu.


"Iya Pio, kayak nya kamu bahagia sekali menerima telepon dari nya."Ucap Tania.


"Hey !mana ada, apa kamu tidak lihat kalau


aku lagi kesal, lagi pula dia bukan gebetan ku,"Ucap Piona pelan


"Siapa dong Pio, kok nggak kasih tau kita-kita


kalau sudah ada yang baru,?, Tanya Popon tak kalah penasaran.


"Sudah lah percuma juga aku ceritakan


kalian tidak akan mengerti,"Ucap Piona sambil beranjak dan meninggal kan mereka.


"Emang kita sebodoh itu ya, sampai tidak akan mengerti dengan ucapan piona.tanya Tania


Nara mengatakan bahwa ia tidak sebodoh dan secerobo teman nya yang bernama Tania itu.


"Aku tidak ya, mungkin maksud Pio adalah dirimu Tan, kebodohan ku tidak sebodoh dirimu,"Ucap Nara menyangkal dirinya.


Diantara itu Tan, di antara kita yang paling


bodoh itu ya cuma kamu,Pio pasti berpikir


kamu akan menyusahkannya jika dia bercerita,"Ucap Popon menyetujui ucapan Nara,


"Benar kah setahu orang selalu berteriak


kepada orang lain,"Ucap Tani pelan


jleeb, Nara dan Popon saling berpandangan


mendengar ucapan Tani, gadis itu mengungkapkan sesuatu yang benar adanya.


Hanya gadis itu saja yang tahu isi dalam otak kecil nya, kadang mereka dibuatnya terkejut dengan kata kata nya yang spontan


"Sekilas Popon dan Nara berpikir kalau gadis itu sudah lebih baik, tapi jika melihat Abas yang sedang di godain oleh cewek lain


di tidak akan lebih baik, yang sedang lewat di kantin mereka.


"Sialan to bocah aku hampir saja tertipu,"Ucap Nara kesal.

__ADS_1


"Aku juga ra,aku pikir sebodoh bodohnya Tani,di pasti ada baiknya juga, ternyata aku salah."Ucap Popon.


__ADS_2