
Setelah tiba di kamar Dimas langsung menutup pintu kamar mereka, menghidupkan
lampu kamar mereka, lalu duduk di tepi kasur nya sambil menyuruh Piona duduk di samping nya.
"Ayo duduk disini,"Ucap Dimas sambil menepuk nepuk tepinya.
Tampa berkata kata Piona langsung duduk
disamping Dimas, sesekali ia menatap Dimas dengan gugup
"Kok belum apa apa aku udah gugup
ya,"Gumam Piona dalam hati.
"Kok diam,"Ucap Dimas yang melihat gadis itu
gugup saat di samping nya.
Dimas melirik Piona yang sedang memainkan
jari jemari nya, gadis itu yang tampak gugup dan tersipu malu.terlihat memikirkan sesuatu yang dianggap mesum oleh Dimas adalah pikiran pikiran mesumnya itu.
"Kamu kenapa? hey bocah nakal apa yang sedang kamu pikirkan dengan otakmu yang
sempit itu,?"Tanya Dimas penasaran.
"Itu Om,anu Om."Ucap Piona gugup sambil menatap Dimas.
"Anu apaan sih? kalau ngomong yang jelas dong Piona jangan membuatku binggun."Ucap Dimas
"Itu Om, kita jadi kan bikin itunya"Ucap Piona lagi.
Dimas berpura-pura tidak mengerti dengan
yang di ucapkan oleh gadis itu,dia berpura pura bertanya mengoda gadis yang duduk di samping nya itu,
"Bikin apa sih, maksudmu ngomong yang benar jangan bikin aku tambah bingunq Piona?."Tanya Dimas mengoda piona.
"Ish sih Om,ya bikin anaklah Om masa gitu aja nggak ngerti ayok Lac Om."Jawab Piona asal yang dia sendiri tidak tahu apa artinya itu.
Mendengar itu Dimas langsung terkekeh
pelan, dia memandang gadis itu yang memandangnya dengan raut wajah yang bingung.
"Mengapa Diam Om, jangan jangan Om bohong ya sama aku."Tanya Piona
"Tentu saja aku bohong , aku ngelakuin nya biar kamu sama Mama nggak ngomongin hal yang jorok jorok lagi."Ucap Dimas
"Ya Om kok gitu sih, emang kenapa sih takut nafsu ya."Ucap Piona polos
"Dasar bocah nakal, emang kamu ngerti apa dengan yang kamu bicara kan tadi?"Tanya Dimas balik.
"Ya aku ngerti lah, masa dengan hal seperti itu aku tidak mengerti."Jawab Piona
"Sudahku duga kau tidak mengerti apa apa
dengan hal seperti itu, lain kali kalau tidak tahu apa artinya jangan asal bicara Piona, apa lagi sama Mama,"Ucap Dimas
"Memang nya kenapa Om, lagi pula Mama orang nya asik kok,"Ucap Piona
"jelas saja kamu menyukai nya kalian berdua
__ADS_1
itu sama saja bagiku,sama sama nyebelin,
ketahui lah Piona Mama itu kalau ngomong suka membuat orang tak berkutik."Ucap Dimas.
"Kaya Om tadi ya hehe."Jawab Piona sambil tersenyum.
"Dasar nakal kamu suka sekali ya melihatku
menderita hah."Ucap Dimas menyudutkan Piona.
Dimas beringkut mendekati Piona hingga, akhirnya gadis itu terbentur kepala ranjang, hingga jarak diantara mereka hanya hitungan Senti.
Dimas menatap manik mata Piona, Piona menatap Dimas dengan gugup, sehingga dia melihat disekitar nya dia tampak tidak tahan menatap suaminya itu.
"Jangan dekat-dekat Om,"Ucap Piona dengan gugup berbicara pada Dimas.
"Kenapa bukan nya ini yang kamu inginkan Piona,aku hanya mengikuti keinginan m saja, apa kamu takut ."Tanya Dimas
"Jadi nih,terus aku harus ngapain Om?"Tanya Piona mulai memberanikan dirinya.
"Dasar nakal, memang nya apa kamu yakin
mau ngelakuin nya sama aku,"Tanya Dimas sambil menciumi rambut piona.
"Yakin Om,lagi pula ini sudah tugas ku, lagian aku iklas kok aku suka kok,"Piona sambil tersipu malu.
"Jangan memberi ku harapan palsu Piona, kamu sendiri tahu jika baku sudah memulai
aku tidak akan berhenti,"Ucap Dimas
"Aku benaran Om, nggak percaya yaudah nih cepatan buka baju."Ucap Piona sambil busungkan dadanya kearah Dimas dengan menajamkan matanya.
"Kamu ini benar benar mesum ya sayang
"Kok kening aja Om yang lain nggak,?"Tanya Piona
Dimas mengambil handuk milik nya, dia juga menatap Piona penuh dengan penasaran
lalu pergi ke kamar mandi.
"Yang nyusul nanti setelah aku selesai mandi siap siap kamu siap sia, kalau sekarang aku takut tidak bisa mengontrol diri ku,"Ucap Dimas sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Mau mandi bersama nggak Om,"Goda Piona
"Tidak janggan sekali sekali kamu mengikuti ku, ketahui lah Piona ini bukan hal baik untukmu."Ucap Dimas.
"Apa itu Om ngelakuin yang enak enak dikamar mandi ya, nggak apa-apa kok Om aku siap kok,"Ucap Piona
"Dasar gadis mesum,siap siap malam ya aku tidak akan melepaskanmu,"Ucap Dimas sambil masuk ke dalam kamar mandi lalu menutup pintu nya.
"Oke Om aku tunggu ya, mandi yang bersih jangan lupa keramas juga biar seksi."Teriak Piona keras biar didengar Dimas ,
Dikamar mandi Dimas tersenyum geli mendengar ucapan Piona, benar kah
malam ini mereka akan melakukan atau hanya sekedar ilusi saja.
Dimas menepuk nepuk pipinya untuk memastikan ini bukan mimpi ,ini benar yakin Dimas senang akhirnya dia bisa melakukannya dengan Piona,
Membayangkan nya saja Dimas merinding
apa lagi jika sudah melalui nya sama Piona
__ADS_1
disko merinding, apa lagi jika mereka
benar benar melalui nya, Dimas tidak bisa
berkata kata lagi.
"Baiklah Piona tunggu aku Piona, aku siap siap mandi dulu malam ini adalah malam spesial kita aku tidak akan mengecewakan mu,"Gumam Dimas dalam hati nya.
Perlahan Dimas mempersiapkan dirinya
dia menghidupkan shower, Dimas mandi penuh dengan semangat.
Piona didalam kamar mencium bau badan nya, yang mulai bau masam dan lengket
karena belum mandi seharian,apa lagi dia
mandi siang tadi sebelum berangkat.
"Sebaiknya aku mandi dulu setelah Om,
selasai mandi takut dia pingsan mencium bauku."Ucap Piona sambil mencium bau badan nya.
Sambil menunggu Piona mengambil photo
diatas naskah, didalam photo itu Dimas tampak lebih muda mukin umurnya baru 19tahun.
"Ya Tuhan, ternyata sih Om ngateng banggat
saat lagi muda."Ucap Piona sambil mengambil photo itu dan memperhatikan nya.
"Tapi sekarang dia tak kalah ganasnya sih, apa lagi saat ini dia gagah banggat, pasti lebih enak ngelakuinnya."Ucap Piona
"Jika dipikir pikir banyak juga cewek yang suka dengan sih Om di luar sana, apa lagi sih Om.ganteng banggat sudah pasti banyak cewek gatel seperti klarisa yang suka dengan Om,"Ucap Piona
"Benar juga apa yang dikatakan oleh Mama
mertuaku, aku tidak akan membagi sih Om dengan siapa pun, apa lagi saat ini dia sudah
menjadi suami ku."Ucap Piona
Tidak lama kemudian Dimas pun keluar
dari kamar mandi nya, saat dia keluar dia sudah menepati kamarnya kosong dan tidak berpenghuni,dia tidak menemukan Piona.
Dimas buru buru mau keluar dari kamarnya
dan berjalan menuju pintu kamar, namun
langkah nya terhenti saat melihat handuk
yang masih melilit di pinggang nya, tidak mungkin dia keluar mengunakan handuk.
Cepat cepat Dimas berpakaian dan segera
mencari Piona diluar.
"Kemana bocah nakal itu perginya, disaat aku sudah siap,dia malah menghilang padahal tadi aku langsung bisa melakukan Tampa berpakaian dasar bocah ngeselin."Ucap Dimas sambil berjalan menuju pintu kamar .
"Sebaiknya aku cari dulu takut nya dia nyasar keruangan yang lain,"Ucap Dimas
"Tunggu aku Piona, malam Ini milik ku aku tidak akan melepaskan mu,"Ucap Dimas.
__ADS_1
Hallo lagi pada nungguin adegan ya,sama aku juga, janggan kemana nama ya tetap baca cerita nya,dan nanti kan kelanjutan ceritanya diefisode selanjutnya. janggan lupa like kome Juga votenya biar aku tetap semangat .