Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Apartemen


__ADS_3

Selama menempuh perjalanan menuju


apartemen milik Dimas milik suaminya


Piona akhirnya sampai juga,Piona berjalan menuju life.Untuk sampai di dalam apartemen milik nya dengan suaminya.


Disana tampak Dimas sudah menunggu nya


diruang tamu sambil berdiri.dan siap


menyambut nya dengan berbagai macam


pertanyaan,yang akan ia katakan kepada


gadis itu.


"Kamu dari mana saja bocah nakal, kenapa


baru pulang sekarang, bocah nakal seperti mu tidak pantas pulang telat,dan kenapa


hpmu tidak bisa di hubungi, apa kamu sengaja melakukannya?. Tanya Dimas bertubi-tubi kepada Piona sambil menatap Piona penuh y curiga.


Benar seperti dugaannya Om rese itu


akan mencecernya dengan berbagai


macam pertanyaan, seperti polisi kepada


penjahat.


Piona yang sedang berdiri agak jauh


dari Dimas mengusap dadanya dan


menarik nafas kasar, berusaha


bersikap tenang untuk menjawab


semua pertanyaan dari Dimas.


"Aku habis pulang dari rumah teman


lama ku yang di kampung Om,tadi aku


tidak sengaja ketemu dengan kakaknya


waktu dijalan,terus aku diajak kerumahnya


dulu karena kata kakaknya dia mau bertemu


dengan ku Om."Jawab Piona dengan panjang menjelaskan semuanya.


"Kenapa kamu tidak mengabariku sejak


dari pagi, jadi aku perlu menunggu bocah nakal sepertimu,aku pikir kamu sudah hilang


diculik orang.,"Tanya Dimas penuh dengan kekwatiran.


Dimas sebenarnya khawatir dengan


Piona, ketika gadis itu tidak pulang

__ADS_1


keapatermen sejak pagi tadi hingga hari


menjelang sore,dia takut akan terjadi


sesuatu kepada gadis yang saat ini


berstatus istri nya itu hilang.


Piona tersenyum sejenak mendengar pertanyaan dari suami tersebut.dia pikir


kalau Dimas mulai menghawatirkan diri nya.


Dia senang melihat sikap suami nya yang


kini sedikit demi sedikit mulai perhatian


kepada dirinya.


"Ternyata nih Om Om rese sudah mulai


perhatian sama aku,aku senang karena


bisa melihat kekhawatiran nya terhadap


diri ku,"Ucap Piona dalam hati .


" Ish Om ngomong apaan sih ntar kalau


aku diculik Om khangen sama aku


gimana ?,"Goda Piona memecahkan suasana


yang tadinya sedikit tegang,


jika kamu diculik, cepat mandi bau mu


seperti sampah,"Ucap Dimas sambil menyoyor kepala Piona pergi beranjak teras.


"Ditoyor mulu deh kepala ku sama tu Om Om


rese kalau aku benaran diculik gimana?"Ucap Piona sambil mengusap kepala nya sambil berjalan menuju kamar mereka.


Dimas tersenyum menatap Piona tadi dia


hampir menelpon polisi, karena telpon gadis itu tidak bisa di hubungi,


"Dasar bocah nakal kamu hampir saja


membuatku menelpon polisi, karena mengingat hpmu tidak bisa di hubungi,


Jika terjadi sesuatu pada dirimu akan


akan jadi gila karena mu,"Pikir Dimas dalam hati nya.


Setelah beberapa saat kemudian Piona pun


tiba di kamar nya,dia langsung Menganti


pakaian nya dengan handuk, dan hendak


pergi ke kamar mandi,guna untuk menyegarkan tubuhnya,

__ADS_1


karena seharian penuh ini Piona belum


mandi, saat berada di apartemen milik teman lamanya itu.


setibanya dikamar mandi tak lupa Ia


mencuci muka nya terlebih dahulu dengan


air, kemudian dengan sabun khusus untuk


wajah nya.


"Byur...,"Piona membasahi tubuh nya dengan


air dikran sambil mengosok tubuh nya dengan sabun,serta memkramasi rambut nya dengan sampo vanila yang bisa di


gunakan nya sehari, hari.


Sementara Dimas suami nya sudah berapa


dikamar nya, melakukan runititas seperti


biasanya.


Setelah 15 kemudian Piona selesai dan


keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan baju kimono khusus


untuk menutupi seluruh tubuhnya setelah


habis mandi.


berjalan menuju kamar nya dan


setibanya di kamar Piona langsung


duduk di depan cermin, di dekat tempat tidur


mereka.dan langsung mengeringkan


rambut nya yang masih bahas.


Dimas yang sedang duduk di sofa memperhatikan Piona dalam diam,


"Aku baru menyadari kalau tu bocah


nakal ternyata cantik juga kalau di


perhatian baik baik,"Ucap Dimas sambil tersenyum dalam hati.


Piona yang sedari tadi duduk di depan cermin


baru menyadari kalau Dimas diam diam


memperhatikan dirinya.


"Iiih tu Om Om ngapain lagi ngeliatin aku


sampai segitunya,"Gumam Piona dalam hati.


"Om ngapain sih ngeliatin aku segitu nya,

__ADS_1


apa Om baru nyadar ya kalau aku nih cantik"Ucap Piona sambil tersenyum mendengar Dimas.


"Eh bocah siapa juga yang ngeliatin kamu jangan geger deh."Ucap Dimas sambil tersenyum.


__ADS_2