
Selama menempuh perjalanan menuju
apartemen milik Dimas milik suaminya
Piona akhirnya sampai juga,Piona berjalan menuju life.Untuk sampai di dalam apartemen milik nya dengan suaminya.
Disana tampak Dimas sudah menunggu nya
diruang tamu sambil berdiri.dan siap
menyambut nya dengan berbagai macam
pertanyaan,yang akan ia katakan kepada
gadis itu.
"Kamu dari mana saja bocah nakal, kenapa
baru pulang sekarang, bocah nakal seperti mu tidak pantas pulang telat,dan kenapa
hpmu tidak bisa di hubungi, apa kamu sengaja melakukannya?. Tanya Dimas bertubi-tubi kepada Piona sambil menatap Piona penuh y curiga.
Benar seperti dugaannya Om rese itu
akan mencecernya dengan berbagai
macam pertanyaan, seperti polisi kepada
penjahat.
Piona yang sedang berdiri agak jauh
dari Dimas mengusap dadanya dan
menarik nafas kasar, berusaha
bersikap tenang untuk menjawab
semua pertanyaan dari Dimas.
"Aku habis pulang dari rumah teman
lama ku yang di kampung Om,tadi aku
tidak sengaja ketemu dengan kakaknya
waktu dijalan,terus aku diajak kerumahnya
dulu karena kata kakaknya dia mau bertemu
dengan ku Om."Jawab Piona dengan panjang menjelaskan semuanya.
"Kenapa kamu tidak mengabariku sejak
dari pagi, jadi aku perlu menunggu bocah nakal sepertimu,aku pikir kamu sudah hilang
diculik orang.,"Tanya Dimas penuh dengan kekwatiran.
Dimas sebenarnya khawatir dengan
Piona, ketika gadis itu tidak pulang
__ADS_1
keapatermen sejak pagi tadi hingga hari
menjelang sore,dia takut akan terjadi
sesuatu kepada gadis yang saat ini
berstatus istri nya itu hilang.
Piona tersenyum sejenak mendengar pertanyaan dari suami tersebut.dia pikir
kalau Dimas mulai menghawatirkan diri nya.
Dia senang melihat sikap suami nya yang
kini sedikit demi sedikit mulai perhatian
kepada dirinya.
"Ternyata nih Om Om rese sudah mulai
perhatian sama aku,aku senang karena
bisa melihat kekhawatiran nya terhadap
diri ku,"Ucap Piona dalam hati .
" Ish Om ngomong apaan sih ntar kalau
aku diculik Om khangen sama aku
gimana ?,"Goda Piona memecahkan suasana
yang tadinya sedikit tegang,
jika kamu diculik, cepat mandi bau mu
seperti sampah,"Ucap Dimas sambil menyoyor kepala Piona pergi beranjak teras.
"Ditoyor mulu deh kepala ku sama tu Om Om
rese kalau aku benaran diculik gimana?"Ucap Piona sambil mengusap kepala nya sambil berjalan menuju kamar mereka.
Dimas tersenyum menatap Piona tadi dia
hampir menelpon polisi, karena telpon gadis itu tidak bisa di hubungi,
"Dasar bocah nakal kamu hampir saja
membuatku menelpon polisi, karena mengingat hpmu tidak bisa di hubungi,
Jika terjadi sesuatu pada dirimu akan
akan jadi gila karena mu,"Pikir Dimas dalam hati nya.
Setelah beberapa saat kemudian Piona pun
tiba di kamar nya,dia langsung Menganti
pakaian nya dengan handuk, dan hendak
pergi ke kamar mandi,guna untuk menyegarkan tubuhnya,
__ADS_1
karena seharian penuh ini Piona belum
mandi, saat berada di apartemen milik teman lamanya itu.
setibanya dikamar mandi tak lupa Ia
mencuci muka nya terlebih dahulu dengan
air, kemudian dengan sabun khusus untuk
wajah nya.
"Byur...,"Piona membasahi tubuh nya dengan
air dikran sambil mengosok tubuh nya dengan sabun,serta memkramasi rambut nya dengan sampo vanila yang bisa di
gunakan nya sehari, hari.
Sementara Dimas suami nya sudah berapa
dikamar nya, melakukan runititas seperti
biasanya.
Setelah 15 kemudian Piona selesai dan
keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan baju kimono khusus
untuk menutupi seluruh tubuhnya setelah
habis mandi.
berjalan menuju kamar nya dan
setibanya di kamar Piona langsung
duduk di depan cermin, di dekat tempat tidur
mereka.dan langsung mengeringkan
rambut nya yang masih bahas.
Dimas yang sedang duduk di sofa memperhatikan Piona dalam diam,
"Aku baru menyadari kalau tu bocah
nakal ternyata cantik juga kalau di
perhatian baik baik,"Ucap Dimas sambil tersenyum dalam hati.
Piona yang sedari tadi duduk di depan cermin
baru menyadari kalau Dimas diam diam
memperhatikan dirinya.
"Iiih tu Om Om ngapain lagi ngeliatin aku
sampai segitunya,"Gumam Piona dalam hati.
"Om ngapain sih ngeliatin aku segitu nya,
__ADS_1
apa Om baru nyadar ya kalau aku nih cantik"Ucap Piona sambil tersenyum mendengar Dimas.
"Eh bocah siapa juga yang ngeliatin kamu jangan geger deh."Ucap Dimas sambil tersenyum.