
Dipagi yang indah serta cuaca yang cerah hari ini,Piona dan Dimas berencana ingin
pergi ke supermarket guna membeli keperluan diapatermen mereka yang sudah habis.
Piona sudah siap menugu untuk pergi dan
saat ini dia sedang menunggu suaminya,
yang rapi rapi di dalam kamar,
Karena terlalu lama menunggu dikursi sofa,
akhirnya Piona pun berteriak memanggil Dimas,dia mulai lelah menunggu.
"Ini Om-om rapi rapinya kok lama amat, udah kayak cewek aja,"Sungut Piona dalam hati.
"Om, cepat dikit ngapa."Teriak Piona dari luar .
Dimas yang mendengar teriakkan Piona
memanggil nya langsung menjawab
dengan cepat.
"Iya tunggu sebentar lagi aku selesai."Jawab Dimas sambil terburu buru Merapi kan bajunya.
"Tu bocah pasti bakal ngomel ngomel kalau aku terlalu lama disini."Ucap Dimas sambil berjalan keluar dari kamar nya.
Karena tidak sempat merapikan diri nya Dimas keluar terburu buru dalam keadaan
pakaian yang agak sedikit berantakan.
Setelah sampai di ruang tamu tempat
Piona menuggu nya,Dimas langsung
mengajak Piona pergi.
"Ayok kita pergi sekarang, aku sudah selesai nih."Ucap Dimas sambil memegang tangan Istrinya.
"Tunggu dulu Om,"Ucap Piona setelah memperhatikan kerah baju suaminya yang
tidak rapi.
"Tunggu apalagi tadi kamu yang nggak sabar,
sekarang aku sudah siap tapi kamu malah
mengehentikan."Ucap Dimas
"Om dekat dikit kesini, setelah itu baru aku
kasih tau kenapa aku menghentikan Om."Ucap Piona menyuruh Dimas mendekati dirinya karena niat nya untuk merapikan leher baju sang suami.
Dimas pun mendekat kedepan Piona,
setelah Dimas berada di hadapan nya, Piona
pun langsung merapikan leher baju sang suami."Ini loh Om, yang ingin aku kasih tau ke
Om,"Ucap Piona sambil meraih leher baju suami nya dan merapikan nya.
__ADS_1
Saat Piona merapikan leher baju nya Dimas,
sonotak diam ia tidak bisa berkata kata,dia baru menyadari bahwa istri nya tersebut sangat lah perhatian dan memperhatikan dirinya.
"Ya Tuhan, ternyata selama ini gadis yang berstatus istri ku ini sangat perhatian sama aku, kenapa aku baru menyadarinya sekarang."Pikir Dimas dalam hati.
"Om,Om."Ucap Piona memanggil Dimas yang tiba tiba diam tanpa sepatah kata.
"I...iya,ada apa.apa kau memanggilku tadi?."Tanya Dimas yang baru tersadar dari lamunannya.
"Iya Om.Om kenapa diam tadi?."Tanya balik Piona.
"Tidak ada apa apa kok,"Jawab Dimas yang seperti nya tidak ingin gadis itu tahu bahwa dirinya sedang memikirkan gadis yang di samping itu.
"Ya sudah kalau tidak ada apa apa lagi, mending kita berangkat sekarang,"Ucap Piona"
"Ok ayok kalau gitu!."Ucap Dimas yang tampak bersemangat untuk pergi bersama piona.
Mereka pun berjalan keluar dari apartemen menuju kemobil yang tak jauh diparkir
didepan pintu masuk, setibanya di mobil mereka pun langsung masuk ke dalam nya.
Tidak lama kemudian Dimas pun menstater mobil nya, lalu membelok kearah jalan, mobil mewah itu pun pergi berlalu meninggalkan
apartemen,
Disepanjang perjalanan Dimas selalu
memandangi gadis yang duduk di samping nya itu,
"Betapa beruntungnya aku mendapat kan
gadis seperti dirinya, yang baik hati serta penyayang dan pandai memasak,ya meskipun terkadang ngeselin."Ucap Dimas dalam hati sambil tersenyum memandangi Piona.
suami selalu memandangi dirinya, Ia bertanya tanya dalam hati nya.
"Ini Om-om ngapain lagi ngeliatin aku segitu nya, bikin aku jadi takut deh."Ucap Piona dalam hati yang mulia risih di perhatikan oleh Dimas dari tadi.
"Om, Om ngapain sih ngeliatin aku sampai segitunya, apa ada yang aneh sama aku.?"Tanya Piona
"Oh, tidak ada kok."Jawab Dimas
"Lalu kenapa Om liat aku segitu nya tadi?"Tanya Piona lagi.
Dimas berpura-pura melihat pemandangan yang ada di sekitar nya, untuk mengalihkan pembicaraan nya pada piona.
"Siapa yang ngeliatin kamu, orang ngeliatin pemandangan yang ada di sana jangan GeEr dech."Ucap Dimas berbohong.
Piona mulai kesal saat dirinya dikatain
GeEr oleh Dimas, dia mulai emosi tapi
emosi nya ditahan oleh dirinya, dia tidak mau
hanya gara gara dia emosi suasana yang tadinya nyaman berubah menjadi hancur.p
"Siapa yang GeEr, orang emang kenyataan nya kok tadi Om."Ucap Piona tidak melanjutkan perkataannya.
"Tadi apa?"Tanya Dimas
"Tidak ada apa apa kok Om,"Ucap Piona
__ADS_1
"Dasar Om nyebelin padahal baru saja
membaik, dia malah mulai lagi nyari ribut
dengan mengatai aku GeEr.sabar Pio
jangan karena kamu lagi emosi nanti suasana nya berubah menjadi kacau lagi "Ucap Piona menyabar kan diri nya sendiri.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka pun tiba di supermarket, Dimas pun
memarkir kan mobilnya di depan pintu masuk
supermarket, Dimas dan Piona turun dari
mobil secara bersamaan.
"Mereka pun berjalan menuju supermarket dan mulai mengambil troli untuk mengambil
beberapa barang keperluan mereka.
"Om kita beli ayam ini Saja ya."Ucap Piona sambil mengambil daging ayam tersebut.
"Terserah kamu aja deh,mau beli yang mana pun boleh."Ucap Dimas
"Kok terserah aku sih, nanti nggak sesuai dengan selera Om gimana.?"Tanya Piona
"Jika kamu yang pilih aku pasti suka kok,"Ucap Dimas
Mendengar yang di ucapkan oleh Dimas barusan Piona pun bergegas mengambil belanja yang ia suka.dan memasak kan kedalam troli yang dibawa oleh Dimas.
"Benaran semua terserah aku Om,"Ucap Piona sambil memasukkan semua belanjaan nya.
"Iya."Jawab Dimas
Setelah memasukkan semua belanjaan ketroli mereka pun berjalan menuju kasir
dan ingin membayar semua belanjaan nya.
Setibanya di kasir Piona memberikan
belanja nya kepada kasir yang menjaga disitu.
"Ini mbak, semua belanja saya."Ucap Piona sambil memberikan semua barang miliknya.
"Ok, semua nya total nya 220 Mbak."Ucap kasir itu sambil mengembalikan belanja milik Piona.
Piona melihat ke arah suaminya dan hendak ingin menyuruh suaminya membayar
semua belanja nya,
"Ngapain kamu melihat ke arah ku?"Ucap Dimas.
"Om,Pio minta Om bayarin semua belanja kita ya."Ucap Piona sambil tersenyum.
"Oh jadi karena itu kamu melihat ke arah ku, cuman mau minta dibayarin."Ucap Dimas
"Iya Om, total nya 220 semua nya."Jawab Piona
Dimas berjalan kedepan sambil mengambil uang yang ada di sakunya, sebesar 220
dan mengulurkan tangannya untuk memberikan uang tersebut kepada kasir.
__ADS_1
"Ini uang nya Mbak,"Ucap Dimas sambil memberikan uang tersebut.
"Ok, semua nya pas ya pak.terima kasih atas kunjungan anda."Ucap kasir itu sambil tersenyum dan mengambil uang dari Dimas