Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Berpisah dengan orang tua


__ADS_3

Setelah berapa hari Piona berada di kampung halaman nya bersama sang suami, akhirnya kembali lagi dibandung tempat tinggal suami nya.meski berat untuk berpisah dari orang tua


tapi apa boleh buat karena Piona juga saat ini sudah menyandarkan istri orang,mau tidak mau harus ikut sang suami pergi.


"Ibu , Ayah , Pio pamit dulu ya."Ucap Piona sambil mencium tangan kedua tangan orang tua nya.


"Iya sayang kamu baik baik disana ya."Pesan ibu nya kepada Piona.


"Ayah kita pamit dulu ya,"Ucap Dimas sambil mengucap kan kata pamit kepada ayah mertua nya.


"Iya nak.ayah titip Pio pada mu ya tolong jaga dia baik baik."Pesan ayah mertua nya.


"Iya yah itu pastikan."Ucap Dimas


Setelah mereka selesai berpamitan mereka pun masuk ke dalam mobil yang tidak jauh dari rumah orang tua nya.


Tidak lama kemudian mobil mewah itu pergi


meninggalkan rumah kediaman Pak selamet berserta istrinya,kini tinggal lah mereka bertiga lagi di rumah nya,sebab anak sulung mereka telah pergi bersama suami nya.


Kira kira 2 kilo jauh dari rumah nya Pio teringat akan orang tua nya, tiba-tiba


air mata nya menetes, Dimas memperhatikan gadis yang di samping nya itu sedang menangis.


"Hey ! bocah nakal kenapa kamu menangis?,"Tanya Dimas sambil melihat kearah Piona.


"Tidak apa-apa kok Om, aku cuman sedih aja karena telah meninggal kan mereka tadi."Ucap Piona sambil mengusap air mata nya.


"Sudah jangan sedihkan nanti kita kesana lagi."Ucap Dimas sambil menghibur Piona


Dimas tahu gadis yang duduk di samping nya itu pasti berat untuk berpisah dari orang tua nya, karena dia baru saja bertemu dengan orang tua nya, tapi sekarang sudah pergi


lagi.sudah pasti ini terasa seperti mimpi bagi Piona.


"Sudah jangan nangis lagi,ntar cantik nya hilang lho senyum dong ."Ucap Dimas


"Emang aku cantik ya Om."Ucap Piona sambil berusaha untuk senyum.

__ADS_1


"Iya kamu cantik."Ucap Dimas


Piona tidak menyangka kalau suami nya itu


ternyata mengatakan bahwa dirinya itu cantik.setidaknya kesedihan nya mulai berkurang karena telah mendengar kata kata suami nya itu.


"Aku tidak menyangka tu Om Om, rese bisa bilang aku cantik, emang dari dulu sih aku cantik."Gumam Piona dalam hati nya sambil tersenyum.l


Dimas memperhatikan gadis itu di cermin spion mobil nya yang didekat nya, dia senang karena akhirnya gadis itu tersenyum lagi.


"Nah !gitu dong kan senang ngeliat nya."Ucap Dimas


"Pio hanya sedih Om karena batu sementara bertemu dengan mereka, sekarang harus pergi lagi rasanya seperti mimpi Om."Ucap Piona mengungkapkan isi hatinya pada Dimas.


"Iya saya tahu kok, tapi kamu jangan sedih lagi."Ucap Dimas


Kira kira setengah jam kemudian mereka pun


tiba di suatu tempat, lalu singah sementara kesebuah rumah makan, karena Dimas mulai merasa lapar, lalu ia memarkir kan mobilnya di depan rumah makan itu.


"Loh kok berhenti Om?"Tanya Piona.


Setelah selesai memarkir mobil nya mereka pun keluar dan berjalan menuju rumah makan tersebut,


"Emang kamu tidak lapar apa?"Tanya Dimas


"Lapar sih Om."Jawab Piona


"Ya sudah kalau begitu kita turun sementara untuk memesan nasi."Ucap Dimas sambil keluar dari mobil nya.


"Oke."Jawab Piona


Setelah mereka masuk ke dalam rumah makan itu, mereka pun memesan makanan guna untuk mengisi perut mereka masing-masing .


"Mbak !"Panggil Dimas pada Pelayanan rumah makan itu.


"Iya mas apa ada yang bisa saya bantu?"Ucap salah satu pelayan itu.

__ADS_1


"Saya mau pesan nasi dua porsi."Ucap Dimas


"Baik mas, tunggu sebentar dulu ya."Ucap Pelayanan itu sambil meninggalkan mereka berdua.


Dimas dan Piona duduk di kursi sambil menuju pesan mereka berdua.tidak lama kemudian perut Piona berbunyi menandakan


minta di isi.


"kro kro."Bunyi perut Piona.


"Perutmu berbunyi tu, kamu lapar banget ya."Tanya Dimas


"Iya nih Om aku lapar."Jawab Piona


"Sabar ya, sebentar lagi pesan kita datang."Ucap Dimas.


Dan benar saja tidak lama kemudian pesan mereka pun datang.pelayan itu menaruh makanan yang dipesan oleh Dimas diatas meja.


"Ini pesanan nya mas, selamat menikmati semoga rasanya enak."Ucap Pelayanan itu.


Dengan cepat Piona mengambil nasi milik nya dan. langsung memakan nya dengan lahap.


Dimas memperhatikan gadis itu makan nasi nya dengan lahap, sudah bisa di tebak kalau gadis yang di cintai nya itu sangat lapar sekali.


"Pelan pelan dong makan nya."Ucap Dimas


Maaf soal nya aku benar benar lapar."Ucap Piona.


Setelah selesai makan miliknya Piona langsung cendawan.


"Aaak, akhirnya kenyang juga."Ucap Piona sambil mengucapkan perutnya.


"Eh bocah kalau habis makan jangan gitu dong bikin malu aja."Ucap Dimas.pq


"Maaf Om soalnya aku kenyangan makanya aku ngeluarin cendawan."Ucap Piona


Tidak lama kemudian mereka pun selesai makan, lalu mereka pun berjalan menuju mobil yang diparkir dekat rumah makan tersebut..

__ADS_1


Dan melanjutkan perjalanan mereka menuju


Bandung.


__ADS_2