
Drrrt
Drrrtl
Suara dan getaran hp itu membuat gadis
yang sedang tidur itu terbangun, dengan mata
yang sedikit terbuka ia mengambil hpnya
diatas naskah dan melirik hpnya siapa yang telah menganggu tidur nya itu.
Bang tampanku calling.
Seketika mata Piona terbuka lebar,rasa kantuknya telah hilang digantikan oleh rasa
bahagia.akhirnya orang yang ditunggu tunggu nya menelpon nya juga,denggan segera Piona
Merapi kan rambut nya dan segera mengangkat telepon dari Dimas.
"Hallo Bang,kemana aja? kenapa baru nelpon."Sapa Piona.
Dilayar hp terpampang wajah Dimas tersenyum pada nya,pria itu terlihat seperti didalam kamar, dengan menggunakan kaos warna hitam Dimas terlihat seksi Dimata Piona.
"Ya Tuhan baru bangun udah dikasih pemandangan yang indah indah maka nikmat
apa yang aku dustakan."Gumam Piona dalam hatinya.
"Dasar kamu ini sudah 2jam aku menelepon mu tapi tidak diangkat angkat sama kamu, sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan Piona,"Tanya Dimas diseberang Telpon.
"Masa sih Bang tapi kok aku nggak tau, tadi aku ketiduran hehe, habis capek banget disekolah tadi aku disuruh ngapalin pelajaran,aku kan nggak bisa bang,"Curhat Piona dalam telpon.
"Kenapa nggak bisa harus nya kamu
dulu jangan menyerah duluan lagian ini semua untuk kebaikan mu juga Piona, ujian semester tidak akan lama lagi jadi kamu harus lebih giat belajar lagi."Ucap Dimas diseberang Telpon.
"Ia sih bang, habis aku nggak konsen disekolah tadi, pikiran ku penuh dengan bayang wajahmu Bang jadi pengen peluk kamu"Ucap Piona membuat Dimas jadi tersenyum.
"Kamu ini bisa aja membuat aku senang,
apa kamu sudah makan sayang,"Tanya Dimas.
"Belum Bang!,"Ucap Piona sambil menundukkan kepalanya membuat Dimas tidak bisa melihat wajah gadis nya.
"Kenapa belum apa orang tua ku tidak
menyediakan makanan, apa mereka tiba tiba jahat pada mu, jika ada apa tolong katakan pada ku,"Tanya Dimas dengan wajah khawatir.
"Nggak kok Bang,emang Kayak disintron sinetron apa, yang bikin ibu ibu pada baper,"Ucap Piona sambil menyeka wajahnnya.
"Lalu kenapa kamu belum makan, apa
ada yang lain membuat mu tidak bisa makan."tanya Dimas lagi.
"Iya Bang, karena Abang tidak ada disini untuk
menemaniku disini aku jadi tidak bisa makan,"Ucap Piona sendu.
"Tenanglah Piona aku ada disini tidak kemana-mana aku ada untukmu,"Ucap Dimas.
"Tapi aku ingin Abang benar benar ada disini menemani ku, seperti nya sudah beradab adab Abang pergi aku merindukan Abang,"Ucap Piona.
"Aku juga merindukanmu Piona, tapi mau bagaimana lagi aku ada perkeretaapian disini
dan ini sudah merupakan tugas dan kewajiban ku untuk mengurus perusahaan, jadi aku harap kamu mengerti Piona jika semua sudah selesai aku akan pulang."Ucap Dimas tak kalah sedih .
Dimas melihat wajah Piona dilayar hp, gadis itu terlihat sedih dan sedikit murung ingin
sekali dia merengkuh gadis itu dan mengatakan Dia sudah kembali.
"Baik lah Bang aku mengerti kok, dan maaf sudah membuat Abang kwartir,"Ucap Piona.
__ADS_1
"Tidak apa Piona sayang, kalau begitu makan lah Piona jangan menunda-nunda lagi,"Perintah Dimas sambil tersenyum.
"Baiklah Bang aku makan dulu ya, sampai jumpa lagi.abang ku sayang."Ucap Piona sambil tersenyum .
"Hey tunggu jangan dimatikan dulu Piona,"Ucap Dimas sesat saat Piona ingin mematikan sambungan panggilan video
mereka.
"Ada apa lagi Bang?apa ada yang ingin Abang sampai kan lagi,"Ucap Piona balik tanya.
"Tidak ada Piona,apa kamu Melupakan sesuatu,"Ucap Dimas.
"Melupakan apa Bang,kok aku tidak tahu"Ucap Piona bingung.
"Haish kamu ini berikan aku ciuman mu,berikan aku penyemangat sayang,biar aku bisa tahan tinggal di sini."Ucap Dimas membuat Piona tersenyum malu.
"Oh itu kirain apa tadi, bikin aku kaget aja,"Ucap Piona sambil tersenyum.
"Ayolah Piona berikan aku ciuman penyemangat,"Ucap Dimas sambil tersenyum.
"Baik lah baik bang, Abang duluan baru aku,"Ucap Piona sambil tersenyum.
Dengan segera Dimas memberikan ciuman
jarak jauh untuk Piona, hingga bibir nya
menempel dihp membuat Piona tersenyum geli melihat kelakuannya, dengan segera Piona membalas ciuman Dimas dengan
mesra.
"Sudah kah Bang, apa Abang mau minta
yang lain,"Goda Piona.
"Tidak aku takut jika minta yang lain aku
jadi buru buru pulang, simpan saja untuk nanti atau saat aku pulang nanti.ya sudah sampai jumpa Piona."Ucap Dimas.
Dimas menatap layar hpnya yang kini berwarna hitam,dia tersenyum setelah melihat gadis pujaan nya dihp, setidaknya mengurangi rasa rindu nya pada Piona.
"Apa kalian sudah selesai melakukan panggilan video nya."Ucap Teo
Dimas melihat ke arah Teo yang berada
diambang pintu, sedang tersenyum melihat
Dimas,
"Sejak kapan kamu berada di situ, kenapa aku tidak menyadari nya?"Tanya Dimas binggung.
"Sudah cukup lama bahkan aku tau saat kau
melakukan ciuman mu yang menjijikkan itu,"Ucap Teo sambil terkikih geli.
"Dasar kamu seperti tidak mengerti saja aku merindukan nya."Ucap Dimas malu.
"Iya aku mengerti kok,kamu ini seperti budak cinta saja jika menyangkut Piona,sabarlah Dimas kita baru 4jam disini kamu sudah merindukan nya."Ucap Teo mengingat kannya.
"Iya aku tahu, semoga saja perkerjaan disini
cepat selesai aku tidak bisa berlama-lama di sini,"Ucap Dimas membuat Teo tersenyum ditempat.
Setelah melakukan panggilan video bersama
Dimas,Piona mulai keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan menyantap makanan yang sudah tersedia di atas meja.
"Hay Piona kamu baru makan ya,"Ucap Rafi yang tiba tiba muncul dan duduk di sebelah nya.
"Hmm,"Ucap Piona tanpa menoleh ke arah
Rafi, karena dia malas Raffi yang telah menganggu acara makan nya.
__ADS_1
"Aku ingin bicara sesuatu pada mu Pio,bisa kah Pio,"Ucap Rafi meminta persetujuan.
"Bisa cepat kata kan jangan banyak basa-basi,"Ucap Piona.
"Ini Pio anu, itu PIo aku ingin tahu kenapa
kamu ma---?."Tanya Rafi.
"Raf... Raffi kamu dimana yuhuuu!"
Suara cempreng Lasmi terdengar saat manggil Rafi yang sedang duduk di dekat Piona,dan membuat Rafi tidak jadi melanjutkan kata kata nya.
"Hy sayang kamu baru makan ya, yang banyak ya nak biar tambah sehat."Ucap Lasmi pada Piona.
"Iya mam,"Ucap Piona sambil tersenyum dan mengangguk.
"Ada apa sih Ma, manggil manggil aku
terus berisik tau,"Ucap Rafi sambil menatap Lasmi kesal .
"Oh iya Mama hampir lupa,nih tolong belikan Mama bakso yang ada di depan komplek itu raf,Ini uang nya.sekalian satenya 50 tusuk ya nih uangnya,"Ucap Lasmi sambil memberikan selembar 5ribu pada Rafi.a
"Kok Rafi lagi sih Ma,malas ah orang lain
kan banyak,ini lagi dikasih lima ribu mana
cukup "Ucap Rafi sambil menaruh uang selembar Diatas meja.
"Oh jadi kamu nggak mau Raf,"Ucap Lasmi dengan mata memicing.
Tatapan Lasmi seolah menyiratkan kata yang
ingin berkata.
"Kamu tidak pergi Mama ratakan kamu!"
Itu lah ancaman Lasmi yang tersirat dimatanya itu,Tampa mengatakan nya Rafi sudah tahu,dia tidak mengatakannya karena disitu ada Piona,Rafi yakni ibu nya itu tak mau Piona tahu bahwa dirinya adalah seorang ibu
yang kejam dan suka menyiksa anak anaknya.
"Ya sudah aku pergi dulu,"Ucap Rafi sambil mengambil uang yang berada diatas meja tadi.
"sampai kapan aku disiksa seperti
ini ya Allah,"Gumam Rafi dalam hati nya sambil berjalan.
"Makasih Rafi sayang,kamu baik banggat
sisa buat kamu jajan es aja,"Ucap Lasmi sambil tersenyum.
Dasar licik pintar sekali dia didepan Piona
pura pura baik,dia jadi takut sendiri jika
tinggal di rumah Lasmi kedepannya
dia bertekad pergi dari rumah nya.
"Aku harus segera pergi dari rumah
ini pokok nya,aku beli apartemen aja ya
seperti yang dilakukan oleh kak Dimas
atau ngontrak yang penting aku harus pergi dari rumah itu."gumam Rafi dalam hati nya.
Piona tersenyum saat pinggul Rafi mulai
menjauh, ternyata anak anaknya Lasmi
takut pada ibunya sendiri, terbukti pada saat Lasmi berbicara.
__ADS_1