Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Makan malam


__ADS_3

Malam ini Piona makan malam bersama kedua orang tua berserta adik dan suaminya.


Mereka semua terlihat bahagia.


Dimas juga sudah mulai menerima lingkungan di rumah mertuanya yang sederhana dan tidak lagi terlihat jijik ketika berada dirumah mertua nya.


Sebelum makan mereka berdoa terlebih


dulu,yang memimpin berdoa kali ini adalah


ayah mertua nya, tidak lama kemudian setelah berdoa mereka pun makan.


Piona mengambil nasi serta lauk pauk


untuk Dimas dan dirinya, lalu di susul oleh ibu dan ayah nya yang kemudian mengambil


nasi juga.


"Uum enak sekali masakan kakak!"Ucap adik nya memakan masalah yang dimasak oleh Piona,


"Enak ya de,"Ucap Piona sambil tersenyum memperhatikan adiknya yang sedang asyik menyantap makanan nya .


"Enak banget kak!."Jawab adiknya.


Tidak hanya memperhatikan adiknya dia juga


memperhatikan ayah dan ibunya yang


sedang makan, air mata nya tiba tiba jatuh


karena merasa terharu melihat keluarga nya


makan, mereka tampak seperti baru kali ini


makan makanan seenak ini.


Piona mengusap matanya agar tidak terlihat


oleh ibu dan ayah nya.namun sebelum dia menghapus air mata nya ibu nya sudah

__ADS_1


melihat nya terlebih dulu .


"Nak kamu kenapa menangis?"Tanya ibunya.


"Tidak apa-apa ko Bu, ini cuman air mata kebahagiaan,"Ucap Piona sambil tersenyum dan mengusap matanya.


"Ow... ibu kira ada yang nyakitin kamu."Ucap ibunya sambil makan.


"Tidak ada kok Bu."Jawab Piona pelan


Tidak lama kemudian setelah mereka selesai berbincang bincang mereka pun selesai makan, setelah selesai makan mereka berdoa lagi, itu lah kebiasaan yang diterapkan oleh kedua orang tua nya sejak dulu hingga sekarang.


Setelah mereka selesai berdoa, Piona membantu ibunya membawa piring piring yang sudah kotor kedapur untuk dicuci.


karena ini sudah malam dan dingin


Piona melarang ibunya untuk mencuci piring kotor tersebut.


"Sini Bu, biar aku bantu membawanya ke dalam dapur,"Ucap Piona sambil mengambil piring kotor yang ada di atas meja tersebut.lalu pergi meninggalkan meja makan sambil menuju dapur,


Setibanya di dapur Piona meletakkan piring kotor berserta mangkok dibawah,


"Bu ini sudah malam, sebaiknya besok ajak kita nyuci nya."Ucap Piona pada Ibunya.


Sementara Dimas dan ayahnya masih berada


diruang tamu sambil memainkan sebuah permainan catur, Piona memperhatikan kedua nya dari jauh,


"Alangkah bahagianya aku bisa melihat dia dan ayahku seperti ini."Gumam Piona dalam hati sambil tersenyum,


"Kamu kenapa kok melihat ayah dan suami mu seperti itu?"Tanya ibu nya seketika melihat Piona yang sedang memperhatikan ayah dan Dimas.


Tidak apa-apa ko Bu,Pio hanya bahagia melihat mereka."Jawab Piona pelan.


Dimas dan ayahnya mulai melanjutkan permainan catur nya,


"Ayok nak, lawan ayah kalau kamu bisa."Ucap ayah mertua nya.


Dimas mulai fokus memainkan catur nya, saat dia menjalankan nya,dia langsung menang,"Sekarang ayah sudah kalah semua nya sudah saya skak."Ucap Dimas yang terlihat asyik telah memenangkan permainan nya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa ini baru awal nya,ayok kita mulai lagi."Ucap ayah mertua nya sambil menyusun catur milik nya.


"Ayok siapa takut!"Ucap Dimas sambil menyusun milik nya.


"Dkak aku lagi menang,"Ucap Dimas sambil tersenyum dan mengambil catur milik ayah mertua nya.


"Yah kalah lagi deh ayah,"Ucap ayah mertua nya.


"Gimana apa mau lanjut lagi yah,"Tanya Dimas


"Kayak nya ayah menyerahkan deh , karena kamu selalu menang."Ucap ayah mertua nya.


Dikarenakan ini sudah hampir larut malam


akhirnya mereka mengakhiri permainan mereka.


"Ya sudah kalau gitu kita akhiri dulo sampai di sini mainnya."Ucap Dimas sambil mengemas catur kedalam tempat nya.


"Ini sudah hampir larut malam nak, sebaiknya kita istirahat dulu."Ucap ayah mertua nya.


Tidak lama kemudian Piona pun menyusul Dimas dan ayahnya diruang tamu bersama dengan ibunya.


"Ayok siapa yang menang "Tanya Piona


"Suami mu yang menang.ayah kalah terus karenanya. "Jawab ayah nya


Setelah mengemasi catur milik mertua nya.Dimas dan Piona beranjak pergi ke kamar ingin tidur, begitu juga dengan ayah dan ibu nya.


Semampai dikamar Piona dan Dimas langsung merabah tubuhnya di kasur.yany yang tampak sederhana itu.


"Gimana Om, apa Om suka tinggal di sini setelah beberapa hari ini."Tanya Piona mengawali pembicaraan mereka.


"Ya senang lah."Jawab Dimas pelan.


"Syukur lah jika Om senang."Ucap Piona.


"Eh bocah nakal, ini sudah malam sebaiknya kita tidur lagi."Perintah Dimas pada Piona.


"Ya Om aku tahu kok."Jawab Piona.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka pun terdiur pulas dengan nyenyak. saking nyenyak nya


mereka tidak sadar telah saling memeluk satu sama lain nya.


__ADS_2