Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Cita cita


__ADS_3

Sepulang sekolah Piona dan teman


teman nya berkumpul didepan gerbang sekolah, beberapa siswa siswa lain nya


berlalu lalang melewati mereka.


Sore ini mereka akan pergi ke suatu


tempat mereka ingin mengubah penampilan


Piona yang biasa saja jadi modis lebih


cantik tentu nya.


Ra, masih lama nggak jemputan nya?panas nih !."Ucap Tania sambil menutupi wajah yang kesilauan.


"Bentar lagi nyampe kok."Jawab Nara


"Ra benaran nggak nih, aku ragu takut nya malah nambah keadaan buruk nantinya."Ucap Piona yang terlihat lesu.


"Tenaga Pio,serahin aja semua nya sama aku."Ucap Nara meyakinkan Piona.


"Ini kita sebenarnya mau kemana sih, kamu mau kerumah sakit ya mau gugurin kandungan mu ya.?"Tanya Tania pulos yang belum mengerti Tujuan.


"Kandungan siapa, dan memang nya siapa yang hamil.lebih baik kamu diam saja dan Jangan banyak omong jika, sebelum aku tendangan kamu."Ucap Nara yang terlihat kesal terhadap Tania.


Tania yang tidak terima dengan jawaban


teman nya itu, langsung membalas ucapan Nara teman nya itu,


"Lah tadi kata Piona dia ragu, ragu apaan kalau bukan gugurin kandungan."Ucap Tania


Tania,Tania kalau ngomong itu jangan langsung jiplak aja,kita ini mau kesalon mau ngubah penampilan Piona.bukan mau gugurin kandungan.emsng Pio hambil apa?."Ucap Nara kesal


"Omong dong dari tadi aku kan jadi salah paham hehehe ."Ucap Tania sambil tersenyum.


Nara yang masih terlihat kesal terhadap Tania akhirnya tidak melanjutkan perkataannya, karena jika dia melayani teman nya


Yang satu ini akan membuat kepala nya tambah pusing. jadi dia memilih untuk berhenti berbicara.


"Terserah kamu saja lah Tan, aku malas


mau berdebat dengan mu,yang ada akan


membuatku pusing saja."Ucap Nara kesal.


"Sakit Mulu kamu Ra, makanya kalau ada


masalah cerita dong sama kita, jangan dipedam sendirian.lihat ini aku yang selalu ceria dan bahagia dimana dan kapan pun aku berada."Ucap Tania menasehati.


"Diam kau,kau bahagia kami yang sakit,"Ucap Popon mendelik.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mobil jemputan Nara


datang lalu menghampiri Nara dan teman teman nya yang menunggu sedari tadi.


"Maaf No, saya terlambat menjepit no Nara."Ucap pak sopir .


"Tidak apa-apa ko pak,yaudah mana kunci mobil nya saya mau bawa mobil sendiri.bapak pulang aja."Ucap Nara sambil meminta kuaci mobil nya.


"Tapi Non saya takut mama non marah nanti,kalau saya dipecat gimana?."Tanya supir ragu.


"Tenaga saja pak itu nanti akan jadi urusan saya, saya nggak akan biarin bapak kena pecat."Ucap Nara meyakinkan pak sopir.


Dengan ragu pak sopir memberikan kuncinya


dan diterima dengan senang hati oleh Nara, Piona dan temannya lain melihat nya dengan ragu.


Tidak lama kemudian pak sopir pun keluar dari mobil nya, dan membiarkan Nara dan teman teman nya memasuki mobil


yang akan dibawa oleh Nara barusan.


Nara mengeluarkan uang dari saku untuk diberikan kepada pak sopir, sebagai uang ongkos pak sopir pulang.


"Ini uang ongkos untuk bapak pulang dan ngopi." Nara sambil mengulurkan tangannya yang memegang uang sebesar 50ribu kepada sopir.


"Makasih Non, hati hati di jalan kalau ada apa-apa tolong telpon saya."Ucap pak sopir sambil tersenyum kearah Nara.


Dibalas oleh Nara dengan mengangukan


kepala nya, sebagai isyarat mengia kata pak sopir.lalu menstater mobil nya.


dipecat bapak tinggal telepon saya aja,"Ucap Tania sambil memberikan kertas berisi nomor telepon nya .


"Ini apan Non,Non mau memperkerjakan saya jika saya benaran kena pecat, makasih ya Non . Non baik banget."Ucap pak sopir senang menerima nya.


"Bukan pak kebetulan dikeluarkan saya, ada yang kena pecat jadi jika bapak kena pecat siapa tahu saya bisa buat keterangan tidak mampu."Ucap Tania.


Tan cepat kalau nggak kita tinggalin nih. "Ucap Nara yang terlihat kesal melihat Tania sedang asyik mengobrol dengan sopir nya.


"Udah tinggalin aja Ra, ngapain juga kita ngajak tu bocah yang ada bikin kita repot nanti."Ucap Popon.


"Tunggu aku, aku akan datang."Ucap Tania sambil berlari menaiki mobil Nara.


Mobil mereka pun melaju meninggalkan


pak sopir sendirian di sana, sopir melihat mobil majikan sampai menghilang.dan tidak lama kemudian pak sopir melihat selembar


kertas yang diberikan oleh Tania kepada nya lalu membuang nya.


"Kaya nya teman Non Nara agak gersek, lebih baik aku buang saja nomernya takut nya jadi sial nanti nya."Ucap pak sopir sambil membuang kertas berisi nomor telepon Tania.


Disebuah mall mereka berjalan beriringan

__ADS_1


Nara berjalan sendirian memimpin mereka.


saking fokus dengan tujuan awal dia tidak melihat kearah lain.


"Ra,kita mau kesalon mana, apa kamu yakin tempat nya bagus."Tanya Piona.


"Ya aku yakin lah Pio,ini tu salon tempat langanan ku sama mama,aku jamin kamu nggak akan nyesal kalau datang kesalon ini."Ucap Nara meyakinkan Piona.


"Oh jadi kalau kamu pergi ke sini tiap Minggu kesalon ya Ra."Ucap Popon.


"Iya aku udah lama nyolan di sini, tempat nya juga rame, kadang kita ngatri kalau pergi hari Minggu."Ucap Nara menjelaskan.


"Aku juga mau nyalon ah, kali aja abis nyalon aku berubah Raisa benaran."Ucap Tania.


"Kalau ngekhayal jangan kejauhan Tan ntar


kalau nyasar ngak bisa balik lagi,Kaya Eli aja gimana?cocok tuh buat kamu mukanya juga hampir sama kayak kamu hehe."Ucap Piona sambil tersenyum.


"Ish kalian ya jahat sama aku Mada mukaku yang imut ini disamakan dengan mukanya Eli,aku tuh cocok nya jadi penyanyi bukan pelawak, lagian muka ku cuman hampir mirip aja."Ucap Tania tidak terima.


"Penyanyi apaan Tan, dijadin suara background saja sudah jadi keajaiban buatku


Tan, Siapa juga yang mau ngobotin artis


gersek Kaya kamu Tan."Ucap Nara sinis.


"Pasti ada kok Ra, banyak low penyanyi ternyata lawak, kalau aku mah double nyanyi bisa ngelawak juga bisa."Ucap Tania Banga .


"Iya tu karena mereka memang waras pintar dari dulu, nggak gersek benaran kaya kamu, lagian kenapa kamu tiba tiba pengengen jadi artis bukannya dulu pengen jadi guru.? Tanya Popon penasaran.


"Iya nggak jadi,mamaku ngak setuju kalau aku jadi guru."Ucap Tania sedih.


"Emang kenapa Tan, apa yang mama kamu bilang?"Tanya Piona.


"Mamaku bilang jangan hancurin masa depan anak bangsa,kalau aku jadi guru bisa bisa merka jadi gelandangan bejamah."Ucap Tania sedih.


Mendengar apa yang dikatakan oleh teman nya tersebut Piona dan Popon serta Nara tertawa terbahak bahak . mereka tidak menyangka kalau ibunya akan sejujur itu kepada anak nya sendiri.


"Sadis juga ya ibumu Tan."Ucap Nara.


"Ibu kamu pasti sudah membayangkan jika kamu jadi guru, anak anak bangsa akan hancur masa depan nya kalau di didik guru kaya kamu Tan."Ucap Piona sambil tersenyum.


"Tapi bagus lah kamu ganti cita cita, setidaknya dengan kamu mengubah cita-cita mu.kamu juga bisa berubah dan jadi pahlawan tanpa jasa."Ucap Nara sambil tersenyum.


"Benar kah itu Ra, berati kalau aku mati, aku bisa dimakamkan di taman nasional dong."Ucap Tania dengan mata berbinar.


"Bisa jadi itu pun kalau pak presiden diganti oleh papamu atau keluarga mu,kamu baru bisa di kuburan disitu "Ucap Nara.


"Ya kalo gitu nggak cocok kayaknya Ra,papaku seorang dokter, sementara ibuku tukang gosip, kalau jadi presiden gosip iya."Ucap Tania lesu .


"Nah itu tahu, soalnya nggak ada presiden waras yang mau beriman kuburan mu disana kecuali keluargamu sendiri"Ucap Nara membuat semua nya jadi tertawa lagi.

__ADS_1


"Kalau gitu biar aku saja yang jadi presiden nya disana,biar jadi presiden wanita ke2 didunia."Ucap Tania semangat.


"Kalau begitu ingat lagi Ucap mama mu, jangan rusak bangsa dengan presiden kaya kamu Tan."Ucap Nara


__ADS_2