Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
PULANG kampung


__ADS_3

Setelah keesokan harinya Piona dan Dimas


bersiap siap untuk berangkat ke kampung


halaman Piona, Piona tampak senang ingin segera bertemu dengan orang tua nya


dikampungnya.


Dimas memperhatikan gadis itu terlihat


begitu bersemangat mengemasi semua


pakaian nya kedalam coper,


"Apa semua nya sudah selesai dimasukkan kedalam coper,?"Tanya Dimas at


"Sudah semua Om,"Jawab Piona pelan.


"Kamu hari ini tampak bersemangat sekali,"Ucap Dimas.


"Iya dong, karena hari ini kita mau


untuk menemani orang tua ku, jadi aku


harus bersemangat hari ini!."


Dimas yang berdiri di samping istrinya itu


hanya tersenyum,dia senang sekali melihat istrinya yang begitu bersemangat tidak sabar ingin bertemu dengan keluarga nya dikampung.


Setelah mereka selesai mengemasi barang-barang kedalam koper, mereka langsung keluar dari apartemen menuju


mobil yang diparkir oleh Dimas.


Setibanya di mobil mereka langsung masuk ke dalam mobil tersebut, dan tidak lama kemudian mobil mereka pun pergi meninggalkan apartemen,


2 Jam kemudian mereka singgah di sebuah


toko,tak lupa Piona membeli oleh-oleh untuk


orang tua nya yang di kampung.


"Om kita singgah dulu ya disini, aku mau beli oleh oleh dulu untuk ibu dan ayah dikampung,"Ucap Piona sambil mengajak Dimas berhenti di toko buah buahan .


"Iya, terserah kamu."Jawab Dimas pelan.


"Kok terserah aku sih Om, emang nya Om ngak mau ikut sama aku?"Tanya Piona.


"Ya terserah kamu, aku mah ngikut aja kemana pun kamu suruh."Ucap Dimas.


Tidak lama kemudian setelah berbincang bincang mereka berdua pun keluar dari


mobil,dan berjalan menuju toko buah tersebut.

__ADS_1


Setelah sampai di antrian Piona mengambil


keranjang guna untuk menyimpan semua buah serta kue yang akan dibelinya .


"Semuanya 2 ratu ribu neng,"Ucap salah satu kasir yang menjaga toko buah itu.


"Ok mbak ini uang nya,"Ucap Piona sambil mengulurkan tangannya memberikan sejuta uang pada kasir tersebut.


"Ok mbak terimakasih,"kasir itu mengambil uang yang diberikan oleh Piona sambil mengucapkan terima kasih .


Setelah selesai membeli oleh-oleh dari toko


tersebut, mereka langsung keluar dan berjalan menuju mobil yang tak yang diparkir dekat dengan toko buah tersebut.


"Setelah ini kita mau kemana lagi?"Tanya Dimas.


"Kita langsung ketempat ibu dan ayah aja Om."Jawab Piona pelan.


"Ok."jawab Dimas


"Lagi pula kalau kita singgah terus yang ada


akan kemalman, jalan menuju rumah ibu dan ayah ku kan lumayan jauh, Ucap Piona a


Kira kira setengah jam kemudian mereka masih dalam perjalanan Piona mulai


merasa ngantuk dan ingin tidur.


Dimas mengajak Piona berbicara agar tidak terlalu ngatuk,


"Eh bocah nakal, kamu senang tidak hari?"Tanya Dimas untuk mengawali pembicaraan mereka.


"Senang kenapa pula Om?"Tanya Piona balik.


"Ya senang karena kita hari ini mau ketemu sama ibu dan bapak mu,"Jawab Dimas


"Oh ,ya jelas senang lah Om,"Jawab Piona


Dimas mengungkapkan perasaan pada Piona,


tapi sayangan gadis yang duduk di samping nya itu telah tertidur pulas,dia pun tersenyum


melihat gadis itu tertidur.


"Pio, sebenarnya ada yang mau aku katakan padamu hari ini, kalau sebenarnya aku mulai sayang sama kamu,dan juga cinta sama kamu, aku berharap hubungan kita ini


selama nya seperti ini."Ucap Dimas sambil mengungkapkan perasaan terhadap Piona.


"Pio,Pio kok kamu diam sih Jawa dong aku,"Ucap Dimas yang mendengar tidak ada reaksi apapun dari gadis disampingnya itu.


Karena merasa tidak ada jawaban dari gadis itu, Dimas pun langsung melihat ke arah samping nya dimana gadis itu duduk.


"Ya ampun ternyata dia ketiduran, kasih sekali, untung lah dia tidak mendengar apa yang aku katakan tadi."Ucap Dimas sambil memperbaiki kepala Piona yang hampir jatuh.

__ADS_1


Hari sudah semakin gelap karena sudah larut malam, mata Dimas mulai merah karena ngantuk tapi ditahan nya demi istri yang dia cintai itu.


Jam menunjukkan pukul setengah 9 tidak lama lagi mereka akan tiba di rumah kediaman orang tua nya Piona,Dimas menyemangati diri nya sendiri.


"Sekarang sudah jam setengah 9, aku harus tetap semangat demi bocah nakal ini, agar cepat sampai ke rumah mertua ku."Ucap Dimas.


"Ayo Dim kamu harus semangat sebentar lagi kamu pasti sampai!"Ucap Dimas sambil menyemakati diri nya.


Dan benar saja setelah jam sepuluh mereka pun tiba di rumah orang tua nya Piona, setelah tiba di rumah Piona Dimas


melihat rumah mertua nya yang tertutup


dan lampu yang menyala di dalam rumah .


Sebelum dia turun,dia membangun kan Piona


kalau mereka sudah sampai di rumah orang tua nya.


"Pio,Pio bangun dong kita udah nyampai ni,"Ucap Dimas sambil menggoyang goyangkan tubuh Piona.


"Houam , udah nyampai ya Om,"Ucap Piona sambil menguap dan mengusuk mata nya.


"Iya, coba sekarang turun dan ambil semua barang barang kita,dan bawa masuk,"Ucap Dimas


"Ya Om,"Ucap Piona sambil turun dari mobil dan mengambil semua barang barang mereka dari bagasi mobil.


Disusul oleh Dimas dari belakang sambil membawa buah buahan yang ada di kantong plastik.


Tok tok


Piona mengetok pintu rumah ibu dan ayah nya sebanyak dua kali,lalu ia memanggilnya.


"Ibu, ayah ini aku Piona, tolong buka pintu nya dong."Teriak Piona dari luar minta dibukakan pintu oleh Ibu nya.


Ibu dan ayah nya yang mendengar ketukan pintu sebanyak dua kali, langsung bangun dan berjalan menuju pintu sambil bertanya,


"Siapa?"Tanya ayah Piona.


"Ini aku Piona yah,"Jawab Piona dari luar.


"Siapa yah,?"Tanya ibunya.


"Piona anak kita Bu."Jawab ayah nya.


Ibu dan ayah nya langsung membuka pintu


untuk Piona dan Dimas, mereka melihat anak dan menantunya datang sudah larut malam.dan segera menyuruh mereka masuk kedalam.


"Pio anak ibu,"Ucap ibunya langsung memeluk Putri nya itu.


"Ayo masuk, kalian pasti sudah capek. "Ucap ayahnya


Mereka pun masuk ke dalam rumah disusul oleh Dimas dari belakang,

__ADS_1


__ADS_2