Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Masa Lalu


__ADS_3

Piona dan Tania sedang berjalan melewati koridor kelas, dari arah depan tampak Adi sedang berjalan dari arah depan bersama temannya.Tania tersenyum melihat pujanya


lewat kearah nya,


Dengan segera Tania Merapi kan rambut nya,dan memastikan mulutnya tidak bau singkong namun Tania jadi keloyongan mencium bau mulut nya yang sudah tidak


karuan, dengan segera Tania memakan


permen untuk mentarisilkan bau mulutnya yang sudah tidak karuan.


"Kamu lagi ngapain sih Tan?."Tanya Piona bingung.


"Bang Adi mau kesini jadi aku harus cantik dan rapi biar bang Adi tidak bosan sama aku."Jawab Tania pelan.


"Ngapain juga Adi bosan sama kamu, pacar bukan saudara bukan."Ucap Piona.


Mendengar itu Tania langsung mendelik kearah Piona.


"Kamu itu bisa aja ya pagi pagi begini bikin


semangat ku jadi berkurang ya bang tega kamu, kamu buang gitu aja setelah apa yang kita lakuin semalam kemana janji janji manis mu Bang."Ucap Tania memulai dramanya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Diam bodoh aku lagi tidak tertarik dengan


dramamu itu."Ucap Piona sambil menempeleng kepala Tania.


"Semalam kamu lagi nonton apaan sih tan?."Tanya Piona melihat temannya keheranan.


"Semalam aku nonton sinetron , orang keempat "Pio seru banget sinetron nya ada percintaan setempat,"Ucap Tania bersemangat.


"Banyak banget sampai lima, siapa saja yang terlibat sampai banyak kaya gitu."Ucap Piona penasaran,


"Aku juga tidak tahu soalnya pemain nya


baru semua jadi aku kurang hafal.


Setelah itu aku juga nonton film Korea q


yang judulnya 49day."Ucap Tania


"Pantas saja kisah percintaanmu tidak


berkembang terus,kamu suka nonton


film yang baper baper, terus kamu bawa kedunia nyata lagi."Ucap Piona pelan.


"Ow....gitu ya Pio, kalau gitu nanti malam,


aku ganti deh filmnya jadi film dunia terbalik,"Ucap Tania.


"Kenapa lagi tu,kamu mau jadi TKW ya terus suami mu yang ngurus rumah gitu."Jawab Piona.


"Bukanlah Pio,aku jadi TKW waktu aku


masih gadis terus ketemu sama cowok ganteng disana lalu kita saling jatuh cinta


dan menikah di maidinah."Ucap Tania berhayal


"Ya terus pas malam pertama suami mu berubah jadi Kodok dan ninggalin kamu


terus kamu jadi janda gitu."Ucap Piona memutuskan khayalan Tania kesal.


"Pagi Tania,Pagi Piona,"Ucap Adi manyapa Mereka berdua saat melewati Piona dan Tania.


Piona hanya tersenyum membalas


sapaan Adi, setelah Adi pergi Piona kembali berjalan lagi.


"Tan,Popon dan Nara pada kemana ya


kok. pada nggak kelihatan apa mereka


sudah sampai di kelas semua ya."Ucap Piona sambil menoleh ke arah Tania


Namun gadis itu tidak ada di sampingnya


Dia menoleh ke belakang,dan ternyata gadis itu sedang asyik mengoda Adi.


"Bang Adi,bang Adi tau nggak perasaan

__ADS_1


Adi sama pemutih apa?"Ucap Tania sambil memegang tangan pemuda itu


Apaan tuh?Tanya Adi sambil mau melepaskan tangan nya yang dipegang


gadis itu namun tidak bisa karena bagaikan lem.


"Sama sama bisa menghilangkan noda,


kalau pemutih bisa ngilangin noda hitam di baju, kalau bang Adi ngilangin noda hitam yang ada di hati ku,"Ucap Tania sambil tersenyum


"Tapi aku mau nya jadi sunglike,"Ucap Adi.


"kenapa emangnya bang?"Tanya Tania


"Biar bisa ngilangin kerat membandel."Ucap Adi sambil melepaskan tangannya dari Tania


dan berlari meninggalkan Tania.


"Bang Adi tunggu,aku padamu nanti malam


kita pergi ke luar yok,nyari nafsu,"Ucap Tania membuat Piona tertawa ditempat nya.


"Dasar Tania, nggak ada kapoknya ngejar


Adi, kasihan Adi juga sih di kejar cewek


gersek kayak Tania,"Ucap Piona sambil tertawa.


Ditempat lain Dimas sudah duduk


menunggu Prasetyo,yang baru saja datang dan membawa berkas.


"Gimana apa kamu sudah menyiapkan


berkas berkas yang akan kita bawa


nanti,"Ucap Dimas sambil duduk di kursi kebesaran nya.


"Sudah siang nanti setelah makan siang


nanti kita bisa langsung kesana."Ucap Tyo pelan


Dimas menganggu,Tyeo melihat teman sekaligus atasannya


tidak seperti biasanya sahabat nya itu seperti ini.


"Hey kamu kenapa kok kayak nggak bersemangat, seharusnya kamu semangat


ini adalah proyek impian mu selama ini hampir selsai,"ucap Tyeo.


"Tentu saja aku senang,aku bukan murung


karena hal itu, tapi karena sesuatu yang


lain,"Ucap Dimas.


"Apa itu,apa kamu berat mau meninggalkan


istri mu selama seminggu,wah aku tidak


menyangka ternyata kamu sudah tidak bisa jauh dari istri mu Piona,"Ucap Teo sambil tersenyum.


"Entah lah, belum pergi saat aku sudah


merindukan nya apa lagi nanti,aku takut tidak


bisa mengontrol diri ku dan langsung


kembali kemarin."Ucap Dimas.


"Sampai segitunya kah cinta mu Dim,


apa kamu sudah menyatakan perasaanmu


pada Piona Dim"Tanya Teo penasaran.


"Belum,aku masih menunggu waktu yang


tepat,aku juga takut Piona menolak ku nanti."Ucap Dimas.

__ADS_1


Memang benar Dimas dan Piona mulai


dekat dan tidak bertekar terus tapi dia tidak tahu perasaan gadis itu, yang dia tahu gadis itu hanya berpikiran mesum tapi tidak tahu artinya.


"Dasar bodoh, untuk apa kamu takut


dengan hal yang belum pasti, harus nya kamu nyatakan dulu perasaanmu baru kamu tahu


bagaimana perasaan Piona terhadap mu Suka atau tidak itu urusan nanti."Ucap Teo kesal.


"Kamu menguruiku macam kamu benar aja,kamu sendiri gimana apa kamu


sudah menyatakan perasaan mu pada klarisa,"ucap Dimas mengoda Teo sambil tersenyum.


"Hey kasusku beda sama kamu, aku


sudah tahu kalau aku akan ditolak tampa


aku harus cari tahu."Ucap Teo.


Dimas menganggu dia mengerti, sampai


saat ini gadis itu masih belum menyerah untuk mendekati nya bahkan saat ini


dia masih saja menghubungi diri nya.


padahal sudah dijelaskan untuk menjauhi dirinya.


"Maafkan aku Teo,aku tidak bermaksud


untuk menyakiti perasaan mu,"Ucap Dimas.


"Hey sudah lah ini bukan salah mu, kita


tidak bisa mengatur perasaan orang lain


dia hanya suka padamu .aku tidak bisa melarang nya."Ucap Teo.


"Tapi aku ikut senang denganmu Dim, akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu


lagi tanpa harus mengingat masa lalu mu lagi."Ucap Teo lagi.


Dimas terdiam mendengar ucapan Teo,


dia ingat betul bagaimana dia terpuruknya dulu saat kejadian 5 tahun yang lalu, namun semua itu dapat berubah dengan seiring waktu selama dia mengenal Piona istri nya itu.


"Kenapa melamun apa kamu masih mengingat kejadian itu Dim"Ucap Teo dengan pandangan mamicing.


"Tentu saja aku masih mengingat nya Teo,


dia adalah gadis yang pernah mengisi


hari hari ku dulu,aku belum bisa melupakan nya."Ucap Dimas sendu.


"Sudahlah Dim,Maaf kan aku,aku malah membuka


luka lamamu,"Ucap Teo merasa bersalah dengan perbuatannya .


"Sebelum berangkat aku ingin mengunjungi


nya, sudah lama aku tidak mengunjungi nya


setelah aku menikah, hanya sekedar untuk


bersilaturahmi saja."Ucap Dimas .


"Baik lah aku akan menemanimu,apa kamu butuh sesuatu,"Ucap Teo.


"Tidak tolong belikan saja bungga kesukanya."Ucap Dimas.


Dengan segera Teo keluar dari ruangan


kerja Dimas dan pergi ke suatu tempat


toko bunga untuk membeli Dimas bungga,


"Aku merindukan mu Ratri,"Ucap Dimas sambil tersenyum dan air mata yang menetes.


Bukan nya kamu tidak bisa melupakan

__ADS_1


masa lalu tapi kamu masih terkukanng dan


tergiang Giang dalam bayangan nya.


__ADS_2