
Piona dan Tania sedang berjalan melewati koridor kelas, dari arah depan tampak Adi sedang berjalan dari arah depan bersama temannya.Tania tersenyum melihat pujanya
lewat kearah nya,
Dengan segera Tania Merapi kan rambut nya,dan memastikan mulutnya tidak bau singkong namun Tania jadi keloyongan mencium bau mulut nya yang sudah tidak
karuan, dengan segera Tania memakan
permen untuk mentarisilkan bau mulutnya yang sudah tidak karuan.
"Kamu lagi ngapain sih Tan?."Tanya Piona bingung.
"Bang Adi mau kesini jadi aku harus cantik dan rapi biar bang Adi tidak bosan sama aku."Jawab Tania pelan.
"Ngapain juga Adi bosan sama kamu, pacar bukan saudara bukan."Ucap Piona.
Mendengar itu Tania langsung mendelik kearah Piona.
"Kamu itu bisa aja ya pagi pagi begini bikin
semangat ku jadi berkurang ya bang tega kamu, kamu buang gitu aja setelah apa yang kita lakuin semalam kemana janji janji manis mu Bang."Ucap Tania memulai dramanya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Diam bodoh aku lagi tidak tertarik dengan
dramamu itu."Ucap Piona sambil menempeleng kepala Tania.
"Semalam kamu lagi nonton apaan sih tan?."Tanya Piona melihat temannya keheranan.
"Semalam aku nonton sinetron , orang keempat "Pio seru banget sinetron nya ada percintaan setempat,"Ucap Tania bersemangat.
"Banyak banget sampai lima, siapa saja yang terlibat sampai banyak kaya gitu."Ucap Piona penasaran,
"Aku juga tidak tahu soalnya pemain nya
baru semua jadi aku kurang hafal.
Setelah itu aku juga nonton film Korea q
yang judulnya 49day."Ucap Tania
"Pantas saja kisah percintaanmu tidak
berkembang terus,kamu suka nonton
film yang baper baper, terus kamu bawa kedunia nyata lagi."Ucap Piona pelan.
"Ow....gitu ya Pio, kalau gitu nanti malam,
aku ganti deh filmnya jadi film dunia terbalik,"Ucap Tania.
"Kenapa lagi tu,kamu mau jadi TKW ya terus suami mu yang ngurus rumah gitu."Jawab Piona.
"Bukanlah Pio,aku jadi TKW waktu aku
masih gadis terus ketemu sama cowok ganteng disana lalu kita saling jatuh cinta
dan menikah di maidinah."Ucap Tania berhayal
"Ya terus pas malam pertama suami mu berubah jadi Kodok dan ninggalin kamu
terus kamu jadi janda gitu."Ucap Piona memutuskan khayalan Tania kesal.
"Pagi Tania,Pagi Piona,"Ucap Adi manyapa Mereka berdua saat melewati Piona dan Tania.
Piona hanya tersenyum membalas
sapaan Adi, setelah Adi pergi Piona kembali berjalan lagi.
"Tan,Popon dan Nara pada kemana ya
kok. pada nggak kelihatan apa mereka
sudah sampai di kelas semua ya."Ucap Piona sambil menoleh ke arah Tania
Namun gadis itu tidak ada di sampingnya
Dia menoleh ke belakang,dan ternyata gadis itu sedang asyik mengoda Adi.
"Bang Adi,bang Adi tau nggak perasaan
__ADS_1
Adi sama pemutih apa?"Ucap Tania sambil memegang tangan pemuda itu
Apaan tuh?Tanya Adi sambil mau melepaskan tangan nya yang dipegang
gadis itu namun tidak bisa karena bagaikan lem.
"Sama sama bisa menghilangkan noda,
kalau pemutih bisa ngilangin noda hitam di baju, kalau bang Adi ngilangin noda hitam yang ada di hati ku,"Ucap Tania sambil tersenyum
"Tapi aku mau nya jadi sunglike,"Ucap Adi.
"kenapa emangnya bang?"Tanya Tania
"Biar bisa ngilangin kerat membandel."Ucap Adi sambil melepaskan tangannya dari Tania
dan berlari meninggalkan Tania.
"Bang Adi tunggu,aku padamu nanti malam
kita pergi ke luar yok,nyari nafsu,"Ucap Tania membuat Piona tertawa ditempat nya.
"Dasar Tania, nggak ada kapoknya ngejar
Adi, kasihan Adi juga sih di kejar cewek
gersek kayak Tania,"Ucap Piona sambil tertawa.
Ditempat lain Dimas sudah duduk
menunggu Prasetyo,yang baru saja datang dan membawa berkas.
"Gimana apa kamu sudah menyiapkan
berkas berkas yang akan kita bawa
nanti,"Ucap Dimas sambil duduk di kursi kebesaran nya.
"Sudah siang nanti setelah makan siang
nanti kita bisa langsung kesana."Ucap Tyo pelan
Dimas menganggu,Tyeo melihat teman sekaligus atasannya
tidak seperti biasanya sahabat nya itu seperti ini.
"Hey kamu kenapa kok kayak nggak bersemangat, seharusnya kamu semangat
ini adalah proyek impian mu selama ini hampir selsai,"ucap Tyeo.
"Tentu saja aku senang,aku bukan murung
karena hal itu, tapi karena sesuatu yang
lain,"Ucap Dimas.
"Apa itu,apa kamu berat mau meninggalkan
istri mu selama seminggu,wah aku tidak
menyangka ternyata kamu sudah tidak bisa jauh dari istri mu Piona,"Ucap Teo sambil tersenyum.
"Entah lah, belum pergi saat aku sudah
merindukan nya apa lagi nanti,aku takut tidak
bisa mengontrol diri ku dan langsung
kembali kemarin."Ucap Dimas.
"Sampai segitunya kah cinta mu Dim,
apa kamu sudah menyatakan perasaanmu
pada Piona Dim"Tanya Teo penasaran.
"Belum,aku masih menunggu waktu yang
tepat,aku juga takut Piona menolak ku nanti."Ucap Dimas.
__ADS_1
Memang benar Dimas dan Piona mulai
dekat dan tidak bertekar terus tapi dia tidak tahu perasaan gadis itu, yang dia tahu gadis itu hanya berpikiran mesum tapi tidak tahu artinya.
"Dasar bodoh, untuk apa kamu takut
dengan hal yang belum pasti, harus nya kamu nyatakan dulu perasaanmu baru kamu tahu
bagaimana perasaan Piona terhadap mu Suka atau tidak itu urusan nanti."Ucap Teo kesal.
"Kamu menguruiku macam kamu benar aja,kamu sendiri gimana apa kamu
sudah menyatakan perasaan mu pada klarisa,"ucap Dimas mengoda Teo sambil tersenyum.
"Hey kasusku beda sama kamu, aku
sudah tahu kalau aku akan ditolak tampa
aku harus cari tahu."Ucap Teo.
Dimas menganggu dia mengerti, sampai
saat ini gadis itu masih belum menyerah untuk mendekati nya bahkan saat ini
dia masih saja menghubungi diri nya.
padahal sudah dijelaskan untuk menjauhi dirinya.
"Maafkan aku Teo,aku tidak bermaksud
untuk menyakiti perasaan mu,"Ucap Dimas.
"Hey sudah lah ini bukan salah mu, kita
tidak bisa mengatur perasaan orang lain
dia hanya suka padamu .aku tidak bisa melarang nya."Ucap Teo.
"Tapi aku ikut senang denganmu Dim, akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu
lagi tanpa harus mengingat masa lalu mu lagi."Ucap Teo lagi.
Dimas terdiam mendengar ucapan Teo,
dia ingat betul bagaimana dia terpuruknya dulu saat kejadian 5 tahun yang lalu, namun semua itu dapat berubah dengan seiring waktu selama dia mengenal Piona istri nya itu.
"Kenapa melamun apa kamu masih mengingat kejadian itu Dim"Ucap Teo dengan pandangan mamicing.
"Tentu saja aku masih mengingat nya Teo,
dia adalah gadis yang pernah mengisi
hari hari ku dulu,aku belum bisa melupakan nya."Ucap Dimas sendu.
"Sudahlah Dim,Maaf kan aku,aku malah membuka
luka lamamu,"Ucap Teo merasa bersalah dengan perbuatannya .
"Sebelum berangkat aku ingin mengunjungi
nya, sudah lama aku tidak mengunjungi nya
setelah aku menikah, hanya sekedar untuk
bersilaturahmi saja."Ucap Dimas .
"Baik lah aku akan menemanimu,apa kamu butuh sesuatu,"Ucap Teo.
"Tidak tolong belikan saja bungga kesukanya."Ucap Dimas.
Dengan segera Teo keluar dari ruangan
kerja Dimas dan pergi ke suatu tempat
toko bunga untuk membeli Dimas bungga,
"Aku merindukan mu Ratri,"Ucap Dimas sambil tersenyum dan air mata yang menetes.
Bukan nya kamu tidak bisa melupakan
__ADS_1
masa lalu tapi kamu masih terkukanng dan
tergiang Giang dalam bayangan nya.