Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Perang dimulai.


__ADS_3

Saat Piona dan yang lainnya sedang


asyik mengobrol sambil menikmati)


pesana mereka,klarisa tiba tiba datang


entah dari mana datangnya menghampiri


mereka.


"Eh bocah nakal bisa kita bicara,?"Tanya klarisa.


"Apa sih mau bicara apa?."Tanya balik Piona sambil menoleh ke arah Klarisa.


"Ikut saya kesana sebentar kita bicara


berdua aja,"Ucap Klarisa sambil menunjuk meja yang kosong.


"Siapa dia Pio, kamu nggak lngerebut


cowoknya dia kan terus dia mau


labrak kamu kaya diTv Tv gitu,"Ucap Tania setengah berbisik pada Piona sambil melirik ke arah klarisa.


"Bisa benar Tan, Pio kalau kamu mau dilemparin duit biar aku yang ngumpulin ya ada ntar kita bagi dua,"Ucap Tania bersemangat.


"Diam kamu Tan, nggak liat apa muka


tu cewek ditekuk terus gara gara


dengar kamu ngomong terus."Ucap Nara sambil menatap mereka kesal.


"Ya udah aku kesana dulu ya teman teman


kalian lanjutin makan,"Ucap Piona sambil beranjak meninggalkan mereka.


"Siapa sih tu cewek datang datang


nganggu mereka lagi makan aja,kaya jelangkung aja,"Ucap Nara sambil menyeruput


minumannya.


"Loh minumanku kok habis perasaan tadi


masih penuh deh,"Gumam Nara bingung.


Dia melirik kearah Popon dan Tania yang


sedang asyik menyantap makanan,Popon menggeleng dan menujuk Tania.


"Bukan aku Na,dia,"Ucap Popon menunjuk Tania.


"Maaf Na,aku khilaf aku kira minuman


ku hehe,"Ucap Tania malu.


"Kebiasaan kamu Tan,pesananmu udah


seabrek gitu masih nyerombot punya


orang,"Ucap Nara kesal.


"Ada apa Mba,mau ngomong apa


sama aku?"Tanya Piona langsung.


Saat ini mereka sedang duduk berdua,


dan saling tatap muka,Piona sebenarnya


merasa tidak nyaman berada di sana


gini sekali rasanya pergi meninggalkan


klarisa.


"Jauhin Mas Dimas,"Ucap klarisa tampa basa basi.


"Apa kata mu jauhin kenapa?aku harus jahin


Bang Dimas."Ucap Piona sambil tersenyum sinis.


"Karena aku mencintainya,kamu sudah


tahu kenapa bertanya hal yang tidak penting


padaku!"Ucap Klarisa sinis.


"Tidak aku tidak mau menjauhinya, lagi pula


Bang Dimas tidak mencintai mu, jadi aku tidak punya alasan buat menjauhi nya."Ucap Piona tak kalah sinis.


Dia tidak menyangka kalau klarisa seberani

__ADS_1


ini meminta langsung menjauhi Dimas padanya, Tapi dia tidak akan melakukan itu.


"Berani kamu melawanku bocah nakal, sadarlah Dimas lebih baik dengan ku,aku


lebih dari segalanya dibandingkan seperti kamu bocah nakal Piona."Ucap Klarisa mencemooh sambil menatap tajam Piona.


"Wih kayak pada diskusi lagi pada seru


lagi pada serius tuh,"Ucap Tania penasaran.


sambil memperhatikan Piona dan Klarisa.


"Dasar bodoh orang lagi berantem gitu


dibilang dikusi.susah ya ngomong sama orang kaya kamu bikin aku naik darah aja."Ucap Nara kesal.


"Sabar Ra,sabar kita buang kelaut kalau tidak


tahan,"Ucap Popon sambil mendelik kearah Tania.


"Kalian pada ngomongin apa sih pasti


lagi muji kecantikan ku ya,aku tahu sih dari


dulu aku memang udah cantik."Ucap Tania percaya diri.


"Terserah Tan, terserah kamu yang


waras mah ngalah aja."Ucap Nara kesal.


"Tapi serius loh mereka pada ngomongin


apa sih sampai tegang kayak gitu kayak nya."Ucap Popon


"Nggak tau juga aku, kita tunggu dulu


sampai Piona datang kesini aku penasaran


tu cewek siapa?"Ucap Nara


"Mungkin apa yang mba katakan benar


aku adalah bocah ingusan, tapi perlu mba


ketahui aku adalah istri sahnya bang Dimas,


jadi aku nggak akan pernah mau ninggalin Bang Dimas."Ucap Piona


"Dasar bodoh memang apa yang bisa


mengurus bocah nakal seperti mu."Ucap klarisa sambil tersenyum sinis .


"Itu urusan ku mba,mba nggak perlu


ikut campur,apa pun yang terjadi aku


pasti akan membahagiakan BANG Dimas


dengan cara ku sendiri."Ucap Piona


"Jadi kamu berani menentang ku Piona,


baiklah kita lihat nanti siapa yang akan


mendapatkan Dimas aku atau kamu,l"Ucap klarisa.


"Yang jelas bukan mba klarisa yang cantik nya


nggak ketulugan,Bang Dimas sudah jatuh cinta duluan sama aku."Ucap Piona bangga sambil dan menekan kan nama klalrisa tersenyum sinis


"Sialan kamu bocah nakal, asal kamu tahu


Dimas tidak akan pernah bisa mencintaimu


seperti dia mencintai kekasihnya dulu,kamu


bukan hanya selinga pengusir rasa bosannya


saja bocah nakal,"Ucap Klarisa tak kalah sinis.


"Kekasih siapa maksudmu ?"Tanya Piona binggung.


Selama ini Dimas tidak pernah menceritakan nya, pria itu selama menikah dengan Piona tidak pernah menyebut satu pun nama perempuan padanya apa lagi menyebut nya kekasih nya,tetepi klarisa tidak mungkin bohong dengan perkataan nya yang kelihatan serius.


"Jadi kamu belum pernah dikasih tau, kasihan


sekali kamu Piona,kamu hanya percaya dengan janjinya saja, sudah kelihatan Dimas tidak mencintai mu."Ucap Karisa sambil tersenyum sinis.


"Terserah apa kata mba,lagi pula Bang Dimas sekarang suami ku,aku tidak peduli dengan masalalu bang Dimas seperti apa,aku minta mba menjauhinya jika mba punya harga diri."Ucap Piona tersenyum sinis


"Kurang ajar, sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan Mas Dimas bocah nakal dan kampungan seperti mu,"Ucap Klarisa dengan nada tinggi.


Beberapa pengunjung melirik ke arah Piona

__ADS_1


dan klarisa,Nara, Popon dan Tania melihat kearah klarisa kesal.


"Iya tuh aku juga kesal gimana kalau


kita Jambak aja rambut nya terus kita lempar kejalan biar dia tau rasa,"Ucap Tania kesal.


"Sabar gays kita tunggu Piona aja kesini


baru kita tanya,biar kita tau siapa tuh cewek."Ucap Popon.


"Baiklah jika itu keputusan mba aku


tidak peduli, sebaiknya aku pergi saja dari sini.!"Ucap Piona sambil berdiri dan beranjak meninggalkan Klarisal.


"Siap siap aja Piona aku akan merebut


mas Dimas darimu !."Ucap klarisa membuat Piona menoleh kembali.


"Silahkan aku tunggu mulai sekarang, siapa yang akan memenangkan nya,!"Ucap Piona sambil berlalu menghampiri teman teman nya .


"Dasar klarisa cewek gatal, bikin hariku rusak


ajak ketemu dia!"Ucap Piona sambil menghampiri teman teman nya .


"Sialan ternyata gadis itu berani juga


menentang ku, baik lah Piona mulai hari ini


perang dimulai!"Gumam Klarisa.


"Guys aku pulang duluan ya,aku lagi


ada urusan me dadak, !"Ucap Piona sambil mengambil tasnya dan tanpa menunggu Jawaban dari teman teman nya.


"Pion tunggu,Tan bayarin aku pesanaku ya


ini uangnya,"Ucap Nara sambil menaruh selebar uang 30ribu."


"Aku juga Tan ini uang nya kembaliannya


buat kamu aja,"Ucap Popon sambil menaruh uang 50 diatas meja dan menyusul Nara dan Piona.


Tania melihat ke arah Nara dan Popon serta


Piona yang sudah jauh sambil mengambil


uang sebanyak 80 ribuan, jika dia berteriak


pun tidak akan kedengaran, Tania melihat ke arah klarisa sambil menghampiri nya.


"Hai mba cantik apa mba baik baik saja,"Ucap Tania sambil menghampiri Tania.


"Aku baik baik saja,kamukan temannya


Piona ngapain kamu kesini apa kamu baik baik saja juga."Ucap klarisa yang sedang asyik memainkan hpnya dan menghentikan nya ketikannya.


"Iya mba aku teman nya Piona Tania,ya sudah aku pergi duluan ya,"Ucap Tania.


"Mas baik katanya,Ok ya."Ucap Tania kepada salah satu pelan kafe.


Si pelayan menganggu sambil tersenyum, setelah itu Tania keluar dari kafe dengan riang.


"Dasar gadis aneh sama aneh nya sama Piona,"Gumam Klarisa pelan.


Tidak lama kemudian Klarisa pergi


menghampiri salah satu pelan dan


meminta tagihannya.


"Mas minta tagihannya tadi dong."Ucap Klarisa pada pelayan tadi.


"Ini mba silahkan dilihat,"Ucap pelayan tadi sambil menyerahkan dua lembar kertas tagihan kepada klarisa.


"Apa apaan ini mas saya hanya minum kopi aja kenapa bayarannya sampai sejuta.ini


lagi kenapa kertas tagihannya ada dua."Ucap klarisa sambil melihat dua keretas tagihan.


"Yang satu nya ini katanya punya adik mba,


dan yang bayar nya mba katanya."Ucap salah satu pelayan.


"Adik mas, saya nggak punya adek, yang barusan ngomong sama saya itu bukan adek saya, pokoknya saya nggak mau bayar."Ucap klarisa


"Jelas jelas tadi dia ngobrol sama mba, kalau mau bohong jago dikit dong mba,"Ucap pelayan.


"Tapi dia bukan adek saya mas,dan saya tekankan sekali lagi saya nggak mau bayar."Ucap Klarisa


"Silakan ternyata teman nya Piona memanfaatkan aku,awas aja nanti kalau ketemu aku kasih pelajaran dia."Gumam Klarisa pelan.


"Oh jadi mba nggak mau bayar, kalau gitu


saya laporin sama boss saya biar mba tampar dan diphoto apa mba mau."Ancam salah satu pelayan pada klarisa.

__ADS_1


"Jangan dong mas,oke saya bayar,"Ucap klarisa sambil mengambil kartu kredit nya.


"Nah gitu dong dari tadi, jadi kan saya nggak perlu ngacam mbak."Ucap pelayan pada klarisa.


__ADS_2