
Saat Piona dan yang lainnya sedang
asyik mengobrol sambil menikmati)
pesana mereka,klarisa tiba tiba datang
entah dari mana datangnya menghampiri
mereka.
"Eh bocah nakal bisa kita bicara,?"Tanya klarisa.
"Apa sih mau bicara apa?."Tanya balik Piona sambil menoleh ke arah Klarisa.
"Ikut saya kesana sebentar kita bicara
berdua aja,"Ucap Klarisa sambil menunjuk meja yang kosong.
"Siapa dia Pio, kamu nggak lngerebut
cowoknya dia kan terus dia mau
labrak kamu kaya diTv Tv gitu,"Ucap Tania setengah berbisik pada Piona sambil melirik ke arah klarisa.
"Bisa benar Tan, Pio kalau kamu mau dilemparin duit biar aku yang ngumpulin ya ada ntar kita bagi dua,"Ucap Tania bersemangat.
"Diam kamu Tan, nggak liat apa muka
tu cewek ditekuk terus gara gara
dengar kamu ngomong terus."Ucap Nara sambil menatap mereka kesal.
"Ya udah aku kesana dulu ya teman teman
kalian lanjutin makan,"Ucap Piona sambil beranjak meninggalkan mereka.
"Siapa sih tu cewek datang datang
nganggu mereka lagi makan aja,kaya jelangkung aja,"Ucap Nara sambil menyeruput
minumannya.
"Loh minumanku kok habis perasaan tadi
masih penuh deh,"Gumam Nara bingung.
Dia melirik kearah Popon dan Tania yang
sedang asyik menyantap makanan,Popon menggeleng dan menujuk Tania.
"Bukan aku Na,dia,"Ucap Popon menunjuk Tania.
"Maaf Na,aku khilaf aku kira minuman
ku hehe,"Ucap Tania malu.
"Kebiasaan kamu Tan,pesananmu udah
seabrek gitu masih nyerombot punya
orang,"Ucap Nara kesal.
"Ada apa Mba,mau ngomong apa
sama aku?"Tanya Piona langsung.
Saat ini mereka sedang duduk berdua,
dan saling tatap muka,Piona sebenarnya
merasa tidak nyaman berada di sana
gini sekali rasanya pergi meninggalkan
klarisa.
"Jauhin Mas Dimas,"Ucap klarisa tampa basa basi.
"Apa kata mu jauhin kenapa?aku harus jahin
Bang Dimas."Ucap Piona sambil tersenyum sinis.
"Karena aku mencintainya,kamu sudah
tahu kenapa bertanya hal yang tidak penting
padaku!"Ucap Klarisa sinis.
"Tidak aku tidak mau menjauhinya, lagi pula
Bang Dimas tidak mencintai mu, jadi aku tidak punya alasan buat menjauhi nya."Ucap Piona tak kalah sinis.
Dia tidak menyangka kalau klarisa seberani
__ADS_1
ini meminta langsung menjauhi Dimas padanya, Tapi dia tidak akan melakukan itu.
"Berani kamu melawanku bocah nakal, sadarlah Dimas lebih baik dengan ku,aku
lebih dari segalanya dibandingkan seperti kamu bocah nakal Piona."Ucap Klarisa mencemooh sambil menatap tajam Piona.
"Wih kayak pada diskusi lagi pada seru
lagi pada serius tuh,"Ucap Tania penasaran.
sambil memperhatikan Piona dan Klarisa.
"Dasar bodoh orang lagi berantem gitu
dibilang dikusi.susah ya ngomong sama orang kaya kamu bikin aku naik darah aja."Ucap Nara kesal.
"Sabar Ra,sabar kita buang kelaut kalau tidak
tahan,"Ucap Popon sambil mendelik kearah Tania.
"Kalian pada ngomongin apa sih pasti
lagi muji kecantikan ku ya,aku tahu sih dari
dulu aku memang udah cantik."Ucap Tania percaya diri.
"Terserah Tan, terserah kamu yang
waras mah ngalah aja."Ucap Nara kesal.
"Tapi serius loh mereka pada ngomongin
apa sih sampai tegang kayak gitu kayak nya."Ucap Popon
"Nggak tau juga aku, kita tunggu dulu
sampai Piona datang kesini aku penasaran
tu cewek siapa?"Ucap Nara
"Mungkin apa yang mba katakan benar
aku adalah bocah ingusan, tapi perlu mba
ketahui aku adalah istri sahnya bang Dimas,
jadi aku nggak akan pernah mau ninggalin Bang Dimas."Ucap Piona
"Dasar bodoh memang apa yang bisa
mengurus bocah nakal seperti mu."Ucap klarisa sambil tersenyum sinis .
"Itu urusan ku mba,mba nggak perlu
ikut campur,apa pun yang terjadi aku
pasti akan membahagiakan BANG Dimas
dengan cara ku sendiri."Ucap Piona
"Jadi kamu berani menentang ku Piona,
baiklah kita lihat nanti siapa yang akan
mendapatkan Dimas aku atau kamu,l"Ucap klarisa.
"Yang jelas bukan mba klarisa yang cantik nya
nggak ketulugan,Bang Dimas sudah jatuh cinta duluan sama aku."Ucap Piona bangga sambil dan menekan kan nama klalrisa tersenyum sinis
"Sialan kamu bocah nakal, asal kamu tahu
Dimas tidak akan pernah bisa mencintaimu
seperti dia mencintai kekasihnya dulu,kamu
bukan hanya selinga pengusir rasa bosannya
saja bocah nakal,"Ucap Klarisa tak kalah sinis.
"Kekasih siapa maksudmu ?"Tanya Piona binggung.
Selama ini Dimas tidak pernah menceritakan nya, pria itu selama menikah dengan Piona tidak pernah menyebut satu pun nama perempuan padanya apa lagi menyebut nya kekasih nya,tetepi klarisa tidak mungkin bohong dengan perkataan nya yang kelihatan serius.
"Jadi kamu belum pernah dikasih tau, kasihan
sekali kamu Piona,kamu hanya percaya dengan janjinya saja, sudah kelihatan Dimas tidak mencintai mu."Ucap Karisa sambil tersenyum sinis.
"Terserah apa kata mba,lagi pula Bang Dimas sekarang suami ku,aku tidak peduli dengan masalalu bang Dimas seperti apa,aku minta mba menjauhinya jika mba punya harga diri."Ucap Piona tersenyum sinis
"Kurang ajar, sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan Mas Dimas bocah nakal dan kampungan seperti mu,"Ucap Klarisa dengan nada tinggi.
Beberapa pengunjung melirik ke arah Piona
__ADS_1
dan klarisa,Nara, Popon dan Tania melihat kearah klarisa kesal.
"Iya tuh aku juga kesal gimana kalau
kita Jambak aja rambut nya terus kita lempar kejalan biar dia tau rasa,"Ucap Tania kesal.
"Sabar gays kita tunggu Piona aja kesini
baru kita tanya,biar kita tau siapa tuh cewek."Ucap Popon.
"Baiklah jika itu keputusan mba aku
tidak peduli, sebaiknya aku pergi saja dari sini.!"Ucap Piona sambil berdiri dan beranjak meninggalkan Klarisal.
"Siap siap aja Piona aku akan merebut
mas Dimas darimu !."Ucap klarisa membuat Piona menoleh kembali.
"Silahkan aku tunggu mulai sekarang, siapa yang akan memenangkan nya,!"Ucap Piona sambil berlalu menghampiri teman teman nya .
"Dasar klarisa cewek gatal, bikin hariku rusak
ajak ketemu dia!"Ucap Piona sambil menghampiri teman teman nya .
"Sialan ternyata gadis itu berani juga
menentang ku, baik lah Piona mulai hari ini
perang dimulai!"Gumam Klarisa.
"Guys aku pulang duluan ya,aku lagi
ada urusan me dadak, !"Ucap Piona sambil mengambil tasnya dan tanpa menunggu Jawaban dari teman teman nya.
"Pion tunggu,Tan bayarin aku pesanaku ya
ini uangnya,"Ucap Nara sambil menaruh selebar uang 30ribu."
"Aku juga Tan ini uang nya kembaliannya
buat kamu aja,"Ucap Popon sambil menaruh uang 50 diatas meja dan menyusul Nara dan Piona.
Tania melihat ke arah Nara dan Popon serta
Piona yang sudah jauh sambil mengambil
uang sebanyak 80 ribuan, jika dia berteriak
pun tidak akan kedengaran, Tania melihat ke arah klarisa sambil menghampiri nya.
"Hai mba cantik apa mba baik baik saja,"Ucap Tania sambil menghampiri Tania.
"Aku baik baik saja,kamukan temannya
Piona ngapain kamu kesini apa kamu baik baik saja juga."Ucap klarisa yang sedang asyik memainkan hpnya dan menghentikan nya ketikannya.
"Iya mba aku teman nya Piona Tania,ya sudah aku pergi duluan ya,"Ucap Tania.
"Mas baik katanya,Ok ya."Ucap Tania kepada salah satu pelan kafe.
Si pelayan menganggu sambil tersenyum, setelah itu Tania keluar dari kafe dengan riang.
"Dasar gadis aneh sama aneh nya sama Piona,"Gumam Klarisa pelan.
Tidak lama kemudian Klarisa pergi
menghampiri salah satu pelan dan
meminta tagihannya.
"Mas minta tagihannya tadi dong."Ucap Klarisa pada pelayan tadi.
"Ini mba silahkan dilihat,"Ucap pelayan tadi sambil menyerahkan dua lembar kertas tagihan kepada klarisa.
"Apa apaan ini mas saya hanya minum kopi aja kenapa bayarannya sampai sejuta.ini
lagi kenapa kertas tagihannya ada dua."Ucap klarisa sambil melihat dua keretas tagihan.
"Yang satu nya ini katanya punya adik mba,
dan yang bayar nya mba katanya."Ucap salah satu pelayan.
"Adik mas, saya nggak punya adek, yang barusan ngomong sama saya itu bukan adek saya, pokoknya saya nggak mau bayar."Ucap klarisa
"Jelas jelas tadi dia ngobrol sama mba, kalau mau bohong jago dikit dong mba,"Ucap pelayan.
"Tapi dia bukan adek saya mas,dan saya tekankan sekali lagi saya nggak mau bayar."Ucap Klarisa
"Silakan ternyata teman nya Piona memanfaatkan aku,awas aja nanti kalau ketemu aku kasih pelajaran dia."Gumam Klarisa pelan.
"Oh jadi mba nggak mau bayar, kalau gitu
saya laporin sama boss saya biar mba tampar dan diphoto apa mba mau."Ancam salah satu pelayan pada klarisa.
__ADS_1
"Jangan dong mas,oke saya bayar,"Ucap klarisa sambil mengambil kartu kredit nya.
"Nah gitu dong dari tadi, jadi kan saya nggak perlu ngacam mbak."Ucap pelayan pada klarisa.