Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Harusnya Sedih


__ADS_3

Dipagi yang cerah secerah Sinar mentari,di pagi itu semua murid murid di sekolah, menerima hasil ujian mereka, namun saat


itu guru wali kelas mereka Bu Rani belum


datang ke kelas mereka,


Saat itu semua murid murid sibuk dengan dirinya masing-masing, ada yang tidur ada


juga yang sibuk main hp, sementara piona dan ketiga temannya sedang asyik memakan


kuaci mereka.


Tidak lama kemudian Bu guru wali kelas mereka masuk ke kelas dan membawa setumpuk kertas, Bu Rani sedih melihat


murid murid nya yang kelakuan nya tak karuan semua, dan masih ribut meski sudah ada guru didalam kelas,


Pagi anak anak, hari ini saya akan membagikan semua hasil ujian kalian


Minggu lalu"Ucap Bu Rani sambil menyapa mereka.


Pak Bu,"Jawab murid murid serentak mereka terlihat semangat sekali memulai pelajaran, atau mereka hanya sedang sibuk dengan dirinya sendiri masing masing.


Piona tengah asyik mengobrol sambil bercanda dengan Popon gadis yang duduk di samping nya itu, sedang kan nara dan Tani tengah adik sendiri sambil memainkan hp.


seolah hari itu Jam kosong dimana mereka bisa bebas melakukan apa saja.


Bu Rani menatap semua murid murid nya yang kacau balau, dia mengembuskan napas kasar di usia nya yang masih muda ini dia


bisa mati cepat jika menghadapi murid seperti mereka.


"Ya Tuhan, rasanya hamba tidak kuat lagi menjadi wali kelas murid murid bodoh seperti mereka,"Ucap Bu Rani di dalam hati.


"Sudah sudah diam semua,"Ucap Bu Rani sambil memukul meja dengan penggaris besar yang membuat semua murid langsung menoleh ke arah nya.


"Bu Rani kenapa tu Nara, kelihatan nya lagi senang ya,"Ucap Tania sambil tersenyum melihat arah guru nya.


"Dasar kamu Tan, kamu tidak lihat dia sedang menahan emosinya, aku yaki dia pasti emosi karena memiliki murid sepertimu Tan,"Ucap Nara yang membuat Tania mengendus kesal,


Kalian ini guru sudah ada di kelas masih saja ribut seperti di pasar,"Omel Bu Rani.


Para murid terdiam enggan membalas ucapan yang biasa nya tersebut.sepertinya


bukan hal baik jika mereka membalas ucapan


Bu Rani apa lagi saat dia sedang terlihat kesal hari ini.


"Baiklah hari ini saya akan membagikan hasil ujian kalian kemarin,"Ucap Bu Rani

__ADS_1


Satu persatu satu murid di panggil kedepan


untuk mengambil kertas ulangan mereka,ada yang terlihat sedih ada juga yang terlihat biasa biasa saja dan masa bodi saat menerima kertas ulangan mereka.


"Piona !,"Panggil Bu Rani


Kini giliran piona yang kedepan,dia berjalan pelan menghampiri Bu Rani yang sudah menunggu nya.


"Belajar lagi yang benar nilai mu sama buruknya dengan anak TK yang baru belajar,"Ucap Bu Rani sambil memberikan kertas ulangan piona.


Piona melihat ulangan nya setelah dia duduk kembali di bangkunya , dia berdecak kesal saat melihat nilai ulangan nya itu.


"Beberapa nilai kamu Pio,??"Tanya Popon penasaran,


" 4,5 kalau punya mu berapa pon pasti gede ya kelihatan nya kamu lagi senang gitu,"Ucap Piona penasaran.


"Aku 5,0 Pio, akhirnya nilai ko membaik juga pio,"Ucap Popon.


"Emang sebelum nya nilai kamu berapa pon,?"Tanya piona penasaran.


"Paling cuma 2 Paling gede 3,5lah Pio,"Jawab Popon sambil tersenyum.


Piona tersenyum kecut dia merasa bodoh karena pernah kesal meminta contekan saat tidak mau memberi nya contekan , seharusnya dia tahu gadis yang duduk di samping ini memang bodoh dari dulu.


Piona melirik kearah Nara yang sudah mendapatkan kertas ulangan nya, gadis itu terlihat asyik memakan kuaci miliknya.


"Lumayanlah ngak jelek jelek amat."Jawab Tania sambil menyerahkan kertas ulangan yang berada di bawah tumpukan sampah kuaci miliknya kepada piona.


"2,5 ya Tan, emang kamu yang bahagia mendapatkan nilai segitu,"Ucap Piona


Kasih kamu Tan, lihat ni nilai milikku 5,"Ucap Nara sambil memperlihatkan kertas ulangan milik nya membuat Tania mengendus kesal


"Dan ini dia si juara kelas kita Tania,"Pangil Bu Rani


"Eh Tan, Tani cepat kedepan kamu di panggil sama Bu Rani,"Ucap Nara kepada Tania yang sedang memainkan hpnya.


"Tania menoleh ke arah Bu Rani yang sudah menunggu nya di depan, dia pun menyimpan hpnya di atas salu baju nya dan beranjak dari tempat duduk nya,"Sia ra doain aku ya mudah mudahan nilai ku bagus", Ucap Tania


"Nilai bagus dari mana? kamu nggak kena marah udah merupakan keajaiban bagi ku "Ucap Nara pelan.


Tania yang tengah berjalan menghampiri guru


mereka,"Gimana Bu nilai saya yang paling benar"Ucap Tania percaya diri


Mendengar itu Bu Rani pun langsung tersenyum sinis, dia murid yang paling


hancur di antara yang lain nya.

__ADS_1


"Paling besar katamu , kalau di lihat dari orang paling rendah nilainya ya, pasti kamu orang yang pertama melihat nya,nih nilai kamu ,"Ucap Bu Rani sambil memberikan kertas ulangan milik Tania


" 0,3 Bu, Padahal aku udah belajar semalaman loh."Ucap Tania sedih setelah melihat nilai ulangannya .


"Dasar bodoh , kamu bahkan tidak perlu belajar untuk nilai seburuk ini Tania, dan lihat kamu sudah mencoret semua jawabannya, apalagi ini kamu di suruh mengisi esai malah menulis biadata diri,"Ucap Bu Rani sambil memperlihatkan jawaban milik Tania.


"Saya nggak tahu jawabannya pak, dari pada kosong mending saya isi pake alamat no hp saya, siapa tahu ada yang nyari jodoh kan bisa langsung ngubungin saya,"Ucap Tania


"Murid murid yang ada di dalam kelas itu langsung tertawa terbahak bahak menertawakan Tania,tak kecuali piona ,Popon dan Nara


Mereka tampak seperti sedang merayakan keberhasilan mereka, karena ada yang lebih bodoh dari mereka.


"Sudah lah lebih baik kamu duduk di bangkumu sekarang,"Perintah Bu Rani sambil menyerahkan kertas ulangan milik Tania,dan sambil memijat kepalanya yang pusing menghadapi murid seperti Tania


"Tu kan apa ku bilang kamu tidak di marahi saja sudah keajaiban Tan, jangan berhalu ketinggian kamu,"Ucap Nara setelah Tania kembali duduk di sampingnya.


"Berharap lebih juga nggak apa-apa kali, setiap orang punya harapan untuk masa depan mereka Ra,"Ucap Tania sok bijak.


"Betul semua orang Memeng punya harapan tapi bukan untuk orang seperti kamu juga, memang nya apa saja yang sudah kamu lakukan setiap hari kamu hanya melakukan yang tak berguna, apa yang bisa di harapkan seperti dirimu,"Ucap Nara lagi.


"Nara ! jangan makan kuaci terus, kamu pikir ini rumah mu apa, seenaknya saja makan kuaci , apa kamu tidak bisa berhenti makan kuaci sebentar saja selama ada guru??"Omel Bu Rani.


"Baik Bu !, Balas Nara sambil membereskan sampah diatas mejanya.


"Rasain kamu Ra,belagu sok nasehati aku sih


kamu juga kena omelin "Ucap Tania


tersenyum puas,


"Diam kamu Tan, aku jahit juga mulutmu nanti ,"Ucap Nara sambil menaruh sampah milik nya di bawah meja Tania.


"Apa-apaan ini Ra, kenapa kamu menaruh sampah mu di meja ku, bukan di meja mu sent."Ucap Tania tidak terima.


"Dibawah meja ku sudah penuh hehe,"Ucap Nara sambil tersenyum menunjukkan sampah di bawah meja Tania.


"Saya nggak hapus pikir sama kalian , apa kalian tidak berpikir sementar lagi kalian akan ujian semester,dan akan ujian Nasional bagaimana kalian bisa lulus jika nilai kalian sejelek ini, yang nilai yang bagus hanya ada lima orang."Ucap Bu Rani sambil menatap murid murid nya.


Para murid langsung fokus melihat kearah


Bu Rani yang terlihat sedih karena ulah dan kelakuan mereka semua.


"Maaf Bu !,"Ucap mereka serentak.


"Sudahlah yang saya inginkan kalian segera belajar dan perbaikan nilai kalian, saya tidak ingin apa apa dari kalian melihat kalian lulus. saja sudah merupakan kebahagiaan dan kebanggaan terbesar bagi saya, apa lagi jika melihat kalian sukses suatu hari nanti."Ucap Bu Rani yang membuat para murid menunduk


sedih."

__ADS_1


Meski mereka berbuat seenaknya pada Bu Rani, tapi mereka menyayangi Bu Rani meski mereka berbuat nakal dan sering membuat di panggil keruang kepala sekolah,Bu Rani tidak pernah marah dan hanya menasehati mereka layak nya orang tua.


__ADS_2