Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Jujur


__ADS_3

Dimas dan klariasa masuk Lobi perusahaan mereka, semua mata karyawan tertuju pada mereka berdua bergandengan tangan, mereka terpaksa pergi ke kantor naik taksi karena


mobil mereka kempes semua.


kasak kusuk mulai memisiki tentang mereka


semua mata tertuju pada mereka,


Dimas berjalan memasuki life dia tidak mempedulikan berbagai pasang melihat kearah nya dengan klariasa.


Bagaimana tidak Dimas merupakan pengusaha yang terkemuka, sudah pasti banyak cewek yang gemar dengannya


termasuk klariasa, klariasa merupakan teman dan Prasetyo sejak dulu.


Namun saat ini mereka tidak membicarakan


bagaimana serasinya pasangan itu,


mereka mempertanyakan sikap Dimas yang


Diam saja di gandeng oleh klariasa.


Padahal hampir semua karyawan tahu


kalau Dimas sudah menikah dengan gadis,


dari kampung yang bernama Piona.


"Pak Dimas berani juga ya Gadeng cewek padahal sudah menikah,"Ucap salah satu repesionis kepada temannya.


"Iya tu, kasihan ya istrinya disakiti kayak gitu."Ucap teman repesionis,


"Memang susah kalau pacaran sama orang kaya pasti diselingkuhin, untung aku pacaran sama tukang somai,"Ucap resepsionis pada teman nya.


"Sama tukang somai yang jualan di depan kantor kita,"Ucap teman nya.


"Iya,kok kamu tahu padahal aku belum pernah cerita,?"Tanya resepsionis,


"Aku juga pacaran dengannya dulu,sebelum dia berpacaran denganmu,kamu tukang ganggu pacar orang ya ternyata."Kata teman resepsionis yang emosi saat mengetahui temannya telah merebut kekasihnya dari nya.


"Eh ! kamu jangan asal nuduh ya,lagian mana aku dia pacar kamu,dia tidak pernah bilang kalau dia sudah punya pacar,"Ucap resepsionis pada teman nya.


Terjadi lah perkelahian antar mereka berdua,

__ADS_1


mereka saling Jambak Jambak rambut,tak tak mau berhenti.


Klariasa yang sedari tadi merasa ada yang memperhatikan dirinya dengan Dimas berkata kepada Dimas,


"Bang Dimas kenapa ya mereka semua melihat kita seperti itu, mungkin menurut mereka kita adalah pasangan yang serasi,"Ucap Klariasa dengan pede.


Sementara Dimas yang berdiri di sampingnya


hanya bisa diam dan tidak menjawab


pertanyaan klariasa,dia tidak tahu caranya


mau menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya sudah menikah, tapi dia takut gadis itu jadi sakit hati. disisi lain dia juga tidak mau memberi harapan palsu pada gadis yang


berada di samping nya itu.


Saat ini mereka tengah berada diruang


kerja Dimas, wanita itu mengikutinya berjalan


keruang kerja nya, membuat Dimasa bingung berbuat apa,


"Risa, sebelumnya ada yang mau aku bicara sama kamu,"Ucap Dimas mulai kata kata.


"Sebenarnya aku mau bilang kalau aku-*"Dimas terdiam tidak mampu melanjutkan kata kata nya.


"Kalau aku apa Bang, sudah deh bang kalau ngomong jangan suka berbelit Belit gitu bikin orang penasaran aja,"Ucap klariasa yang merasa penasaran.


"Kalau aku sebenarnya sudah menikah Risa,aku harap kamu mengerti dan jangan terlalu dekat denganku, ada hati yang harus aku jaga, Dengan satu tarikan nafas Dimas akhirnya mengungkapkan rahasia yang selama ini dia pendam.


Klarisa terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Dimas, buku yang di pengang oleh nya tadi jatuh dari tangannya sendiri.dia


belum sepenuhnya percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dimas barusan,ia mengiranya


bercanda, sehingga dia menyuruh Dimas untuk mengulangi kata-kata nya sekali lagi.


"Apa Bang Dimas, kamu sudah menikah


jangan bercanda deh bang, aku nggak percaya dengan apa yang dikatakan oleh kamu barusan,coba ulangi lagi,"Ucap wanita itu menyuruh Dimas mengulangi kata-kata nya.


"Aku nggak lagi bercanda Risa, aku serius


aku memang sudah menikah,"Ucap Dimas mengulangi kata-kata nya.

__ADS_1


Klarisa diam sejenak dan tidak mengatakan


sepatah kata pun, Dimas memberanikan diri untuk menatap klarisa yang syok dengan mata berkaca-kaca.


Tidak tega tentu nya Dimas karena sudah membuat wanita yang didepan nya sakit hati, tapi dia juga tidak mau membuat wanita itu terus menerus berharap kepada nya.


Meskipun berat Dimas untuk berkata jujur


tapi ini adalah yang terbaik untuk dirinya dan klarisa,dia juga tidak ingin menyakiti hati istrinya terus menerus.dia hanya ingin fokus dengan istri nya, dan membahagiakan nya.


"Sudah berapa lama, dan kenapa Abang tidak pernah memberi tahu ,aku memang pernah mendengar tentang Bang Dimas yang sudah menikah tapi aku tidak mempercayai nya?"Tanya Klarisa pelan dengan air mata .


"Sudah 4 bulan, maafkan aku ,aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan pada mu, aku berusaha menghubungi mu tapi hpmu tidak aktif, saat kamu datang kemarin aku belum ada kesempatan mau ngomong,"Ucap Dimas


Klarisa tersenyum kecut kini habislah sirna harapan nya untuk menikahi pria impian nya, yang tersisa sekarang tinggal rasa kecewa dan sakit.


"Dengan siapa Bang?apa dia dari orang yang terpandang juga,dan apa kamu mengenalnya,aku penasaran ingin melihat siapa orang yang telah menikah dengan mu, apa dia cantik, secantik aku,"Tanya Klarisa yang ingin menutu jawapan.


"Kamu mengenalnya,dia adalah gadis yang tinggal di apartemen ku,"Ucap Dimas pelan.


"Apa !, apa aku tidak salah dengar kamu menikah dengan gadis nakal seperti itu, apa kamu sudah gila menikahinya, yang tidak ada apa apa nya dengan ku,"Ucap klarisa yang percaya, bagaimana dirinya bisa kalah saing dengan gadis nakal yang tinggal di apartemen Dimas .


"Aku dijodohkan orang tuaku, awalnya aku menolak tapi demi mamaku, jadi aku terima perjodohan itu."Ucap Dimas menjelaskan semuanya.


"Seharusnya Abang langsung menolak perjodohan itu, apa lagi saat tahu dijodohkan dengan gadis nakal seperti itu."Ucap klarisa


"Kamu sendiri tahu bagaimana mungkin aku bisa menolak permintaan orang tua ku, khusus nya ibuku,aku akan melakukan apa saja untuk ibuku,dan ya jangan pernah sebut Piona gadis nakal bagaimana pun juga dia istriku jadi sopan sedikit berbicara tentang dia."Ucap Dimas menatap Klarisa .


Meskipun dia pernah memanggil istrinya dengan sebutan gadis nakal, tapi dia tidak rela jika ada orang yang menyebutnya dengan sebutan itu.


Panggilan itu khusus untuk dirinya, tidak boleh orang lain yang mengucapkan nya sekalipun itu klarisa, gadis nakal dan mesum hanya untuk mengekpresikan perasaannya saja.


"Baiklah,kalau begitu aku pergi dulu untuk pemotretan hari ini tunda dulu, aku sedang tidak enak ingin melakukan nya,"Ucap klarisa sambil pergi tanpa menunggu balasan dari Dimas.


Dimas menatap pintu yang ditutup oleh klarisa, bukannya dia tega tapi ini yang harus dia lakukan sejak dulu.


"Ada apa ini, kenapa klarisa menangis saat keluar dari ruangan mu?"Tanya Teo saat datang keruang Dimas


"Aku memberitahu nya kalau aku sudah menikah,"Jawab Dimas.


"Sial, seharusnya kamu beri tahu aku dulu, kalau kamu mau memberi nya tahu,biar aku bisa menemani nya saat dia tahu kenyataan pahit ini,"Ucap teo sambil berlalu keluar dan mencari Klarisa.


Dimas tersenyum kecil,dia mengerti kalau sahabat nya itu memesan perasaan terhadap klarisa, yang ia tidak mengerti mengapa sahabat nya itu tidak mengikatkan perasaan langsung.

__ADS_1


__ADS_2