Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Harus berpisah


__ADS_3

Pagi ini Piona dan Dimas ikut sarapan bersama Lasmi dan setia,bedanya ada Rafi yang ikut sarapan bersama mereka saat ini.


Lasmi sedari tadi tersenyum terus melihat kearah Dimas dan Piona.seakan ia akan


menggoda anak dan mantunya itu.


seperti biasa jika tidak mengusik ketenangan


anak dan mantunya itu,berati buka Lasmi'''- namanya.


Piona melirik kearah Rafi yang sedari


tadi tersenyum mendapatkan nya,Piona


mengalihkan pandangannya pada Dimas yang sedang asiknya menyantap makanannya.berutung tidak ada seorang pun


yang menyadari Rafi yang terang terangan menatap nya sedari tadi.


"Ngapain sih ni orang ngeliatin aku mulu,


udah tau aku ini istri kakaknya,"Ucap Piona kesal.


"Pio kamu hari ini mau mama antarin gak, kemarin kan mama nggak jadi ngatarin kamu!"Ucap Lasmi sambil mecahkan keheningan.


"Aku sih terserah Bang Dimas ma, diantarin sama siapa pun aku mau,aku juga sudah biasa pergi sekolah Piona,"Sambil melirik kearah Dimas.


"Nggak perlu aku bisa mengantar Piona,selama aku masih ada orang lain tidak boleh mengantar Piona sekolah."Ucap Dimas tegas.


"Ya nggak jadi dong,yaudah Pio lain kali saja."Ucap Lasmi sambil tersenyum.


"Ya Ma."Jawab Piona.


"Raf bagaimana,apa kamu ada waktu mampir kekantor Papa ya,disana kamu bisa belajar tentang perusahaan,"Ucap setia


"Tidak bisa Pa, hari ini aku ada pemotretan dikantor kak Dimas,iya kan kak,"Ucap Rafi


"Iya Pa,aku meregkrut dia untuk pemotretan dikantorku"Ucap Dimas sambil mengangguk kan kepalanya mengiyakan kata Rafi.


"Kamu ini ya Ra,selalu memikirkan pemotretan berbeda sekali dengan kakakmu


yang suka mengurus perusahaan hingga sukses sampai sekarang, tapi ya sudahlah Papa tidak bisa memaksakan kehendak pada kalian."Ucap Setia lagi..


"Nggak apa-apa Pa, yang penting Rafi bisa fokus dengan perkerjaanya.kita dukung mau apa pun pilihan perkerjaan anak-anak kita selagi itu membuat mereka bahagia kenapa tidak."Ucap Lasmi pada suaminya itu.


"Aku tahu itu,aku hanya bosan dengan rutinitas pekerjaan kantor yang menumpuk


aku ingin segera pensiun,dan digantikan oleh anak anak ku."Ucap Setia curhat.


"Tenang saja Pa,aku akan berusaha membantu papa dan mengantikan Papa,"Ucap Dimas menenangkan.


"Bagaimana kamu bisa ngurus kantor


Papa, sementara kamu sudah sibuk dengan urusan pekerjaan kantor mu sendiri, sudah lah mungkin ini sudah jadi nasib Papa,"Ucap setia dengan muka memalas.


"Baiklah, baik mulai sekarang aku akan membantu mengurus perusahaan, tapi aku tetap melanjutkan hobyku."Ucap Rafi menyerah dia sudah tahu maksud Papanya ngomong seperti itu


"Nah gitu dong, baru anak Papa dan Mama, tentu saja kamu boleh melanjutkan


kesenangan mu itu, tapi jangan sampai membuat perusahaan Papa terbengkalai,"Ucap Setia menasehati.


"Iya raf kalau bukan kamu dan Dimas


siapa lagi yang akan mengurus perusahaan ayah kalian."Ucap Lasmi.


"Ya udah, kalau gitu aku mau berangkat kekantor dulu,aku sudah terlambat,aku ada janji meting sama klaim penting hari ini,"Ucap Dimas sambil beranjak.


"Ayo Pio, kita berangkat ambil tas mu,"Ucap Dimas lagi pada Piona.

__ADS_1


Selama diperjalanan menuju sekolah


Dimas diam saja dan tidak mengatakan sepatah kata pun,


membuat Piona binggung dengan tingkah Dimas yang berbeda.


Sejak pagi tadi sikap Dimas memang


sudah berubah, biasanya dia selalu bawel disaat menunggu Piona mandi dengan lama,


tapi pagi tadi dia hanya sabar menunggu Piona mandi dengan lama.


"Baiklah bang aku pergi dulu selamat pagi."Ucap Piona sambil beranjak membuka pintu mobil dan ingin turun dari mobil.


"Piona tunggu!."Ucap Dimas membuat Piona mengurungkan niatnya pergi dan menutup pintu mobil kembali.


"Iya Bang,ada apa? apa ada yang ingin Abang sampai kan."Ucap Piona sambil menutup pintu mobil kembali.


Tanpa aba aba Dimas langsung memeluk


Piona dengan erat, membuat Piona binggung sendiri dibalik bahu Piona Melihat Dimas yang sedang memberanikan diri untuk memejamkan mata.


"Kenapa Bang? bicara lah janggan


membuatku binggung dengan tingkah mu."Ucap Piona.


"Piona sebenarnya aku siang ini mau


pergi ke Kalimantan,"Ucap Dimas.


"Beberapa hari Bang?". Tanya Piona.


"Bisa seminggu bisa juga lebih, atau kurang, maafkan aku Piona tadi aku ingin memberitahu mu dari kemarin tapi aku tidak mempunyai kesempatan untuk mengatakannya pada mu,"Ucap Dimas sambil menatap Piona


"Lama sekali Bang, lalu bagaimana denganku


Dia tidak menyangka akan tiba waktunya untuk berpisah dengan suaminya tercinta.


Namun dia harus merelakan Dimas pergi


Karena untuk perkerjaan luar kota mau tidak mau dia harus berpisah dengan Dimas untuk sementara .


Aku pun pasti merindukan mu sayang, ketahui lah Piona aku tidak akan bersemangat


jika belum melihat wajah mu."Ucap Dimas.


"Abang sekarang sudah bisa ngombal ya,


bikin aku klepek klepek,"Ucap Piona.


"Kamu juga dengan tingkah mu yang nyebelin


dan sedikit mesum serta masakan mu yang enak itu, membuat ku tidak bisa jauh darimu."Ucap Dimas.


"Baiklah Bang, jika kamu sudah disana


jangan lupa kabari aku."Ucap Piona.


Piona pun membalas pelukan Dimas, mereka


akhirnya berpelukan dengan erat dan berciuman dengan mesra, beruntung warna mobil Dimas hitam jadi tidak ada yang melihat mereka.


"Ciuman mu candu bagi ku Piona sampai


aku ingin melakukan yang lain."Ucap Dimas setelah pangutan mereka lepas.


"Masa,terus semalam kenapa Abang tiba

__ADS_1


tiba berhenti, lalu sekarang bilang mau ngelakuin."Ucap Piona dengan mulut yang monyong.


"Bukan aku tak mau tapi aku hanya


ingin kamu fokus dengan sekolah mu dulu


Piona,"Ucap Dimas.


"Benarkah itu, bukan karena ada wanita


lain dipikiran mu kan bang,"Tanya Piona curiga


"Aissh kamu ini ada ada saja mana


mungkin aku ada wanita lain di hidupku


selain ibu dan kamu,"Ucap Dimas


"Habisnya aku merasa aneh saja kenapa


Abang tiba tiba tidak bernafsu lagi padaku


jadi aku pikir Abang ada wanita lain."Ucap Piona lagi .


"itu demi kebaikan mu sendiri fokuslah


belajar sebentar lagi kamu mau ujian asal kamu tahu saja aku lebih tersiksa menahannya dari pada kamu Piona."Ucap Dimas pelan.


"Ya udah aku masuk dulu ya Bang, hati hati dijalan."Icap Piona sambil membuka pintu mobil.


"Piona tunggu!"Teriak Dimas sambil membuka pintu mobil.


"Ada apa lagi Bang?"Tanya Piona sambil berbalik.


"Aku akan menelpon mu nanti, jangan


sampai tidak kamu angkat ya."Ucap Dimas


"Baik lah aku tunggu telpon dari mu nanti,aku


pasti mengangkat nya."Ucap Piona membuat Dimas tersenyum ditempat nya.


"Hai Om ganteng boleh kenalan nggak,aku Tania minta no hpnya dong."Ucap Tania yang tiba-tiba muncul entah dari mana sambil mengeluarkan hpnya.


"Hy juga aku Dimas,"Jawab Dimas pelan.


Piona yang sedang berjalan dan ingin


masuk gerbang tiba tiba berhenti dan langsung menghampiri Tania dan menarik bajunya agar tidak mengoda Dimas lagi.


"Eh kamu ngapain disini ayo kita pergi,


jangan membuat masalah pagi pagi begini."Ucap Piona sambil menarik kerah baju Tania.


"Ya nggak jadi,lain kali aja ya Om."Teriak Tania.


Holla


aku balik lagi ralderku menurun ni,


buat para leadarku yang setia aku ucap kan terima kasih ya.


tetap like komen, serta tifenya bagi yang


mau aku juga udah senang kok


author setengah galau

__ADS_1


__ADS_2