
Pagi ini Piona diantar langsung oleh mertuanya Lasmi,Piona menatap Lasmi
yang tampak kebingungan menyetir Mobil.
"Kenapa Ma kok kayaknya binggun,"Tanya Piona sambil menatap Lasmi.
"Ini loh Pio, kayaknya mobil nya mongok,
kok nggak nyala nyala ya harus nya kan berbunyi kalau kuncinya udah dimasukin,"Ucap Lasmi.
"Ya gimana dong Ma,mana Pio juga nggak
ngerti sama mobil, tapi seingat Pio waktu dikampung dulu ada teman Pio yang pake mobil kalau mau ngidupin mobil harus
diputar dulu kuncinya,apa Mama udah diputar belum kuncinya Ma,"Ucap Piona.
"Oh iya Mama lupa sayang, maklum udah lama nggak nyetir mobil hehe."Ucap Lasmi sambil memutar kunci mobilnya hingga mobil nya menyala.
"Ayo sayang siap kita berangkat,"Ucap Lasmi sambil memutarkan mobil nya kebelakang.
Braak
"Apa tuh Ma, kayaknya Mama nabrak sesuatu deh dibelakang,"Ucap Piona sambil menoleh kebelakang.
"Masa sih nak, perasaan kamu aja kali,coba kita periksa dulu!,"Ucap Lasmi sambil beranjak mengikuti yang Piona arahkan.
Mobil yang dikendarai oleh Lasmi menyenggol motor Raffi yang diparkir agak jauh,Raffi melihat motor nya yang sudah jatuh tergeletak mengenaskan.
"Motorku kenapa jadi begini ya Allah,coban
apa lagi pagi pagi gini."Gumam Raffi.
Bagaimana tidak itu adalah motor keluaran baru yang baru saja dibelinya, namun kini motor itu sudah jatuh tergeletak mengenaskan dimatanya,Rafi mengangkat motor nya hingga berdiri kembali dia menatap motor nya dan mengusap goresan goresan yang ada pada motor, jangan lupa sebelah kaca spion nya rusak.
"Berisik banget kamu Tag, kenapa motor mu rusak gitu abis tabrakan ya,makanya bawa motor tu jangan ngebut ngebut kan motor mu jadi rusak gini."Omel Lasmi dengan wajah tanpa berdosa.
Raffi menatap ibunya tajam baru saja datang sudah mengomeli nya,jika saja dia bukan ibu kandungnya dan bukan perempuan mungkin sudah dihajar nya siapa orang yang sudah menabrak motor nya barusan, sayangnya
yang menabraknya adalah ibu nya sendiri hingga Raffi pun tidak bisa berlaku kasar terhadap perempuan yang merupakan ibu nya itu.
"Bukan nabrak Ma, Motor Raffi barusan yang nyenggol Mama makanya motor Raffi jadi rusak gini,"Ucap Raffi dengan muka memelas.
"Iya Ma,Raffi benar tadi Mama yang nyenggol
motor nya pas Mama lagi mundrin mobil barusan."Ucap Piona mengiya kata Raffi.
"Masa sih kok Mama nggak tahu,hehe
Maaf ya Nak Mama nggak sengaja,"Ucap Lasmi sambil tersenyum.
__ADS_1
"Terus gimana dong Ma, motor ku jadi rusak kayak gini aku mau Mama tanggung jawab,"Ucap Raffi sambil meminta pertanggung jawaban Lasmi.
Lasmi memutar bola matanya malas, pagi pagi dia sudah diporotin sama anaknya, memang susah jadi ibu 2 anak laki laki semua,dia mengambil uang nya yang ada di dompet nya tersebut.
"Nih uangnya janggan boros boros ya, kalau kita kembaliannya kembali kan lagi sama Mama,"Ucap Lasmi sambil menyerahkan beberapa lembar uang kepada Raffi.
Raffi menatap beberapa lembar uang yang ibunya berikan padanya,10rb Dua lembar dan 5 RB lima lembar, Raffi menatap ibunya yang tidak iklas memberikan uang tersebut pada nya.
"Makasih Ma, kalau ada sisa nya nanti Raffi
belikan Mama baju,"Ucap Raffi yang tidak ingin berdebat lagi dengan ibu kejam seperti Lasmi.
"Bagus lah kalau kamu ingat jangan lupa belikan Mama juga tas elit yang keluar baru itu ya,sekalian sama sepatu juga."Ucap Lasmi bersemangat.
"Nggak sekalian sama baju delmannya Ma biar lengkap,periasannya juga boleh uang yang Mama berikan banyak banget dapat beli pesawat juga kayanya,"Ucap Raffi yang sudah hanyut dalam khalayannya.
"Nggak usah Raf,baju Mama udah banyak, sisa nya kasih ke Mama lagi,"Ucap Lasmi lagi
Piona menatap Raffi iba,pria itu tanpak
merana sekali karena motornya rusak, ditambah lagi pertanggung jawaban Lasmi yang memberikan uang 50rb saja.
"Kasihan juga Raffi,biar pun dia sering ngangguin aku terus,aku nggak tega ngeliat nya seperti itu,"Gumam Piona.
"Oh iya Mama lupa,nih Pio kamu pasti nggak punya jajan untuk disekolah,"Ucap Lasmi sambil mengeluarkan setumpuk uang didalam tasnya.
"Banyak banget Ma, nggak usah Ma Pio
"Nggak usah dikit doang kok sayang, nanti
kalau kurang kasih tau Mama aja,"Ucap Lasmi menolak Piona mengembalikan uang nya .
Raffi menatap uang Piona yang dipengannya
miliknya secara bergantian,uang Piona yang diberikan oleh Lasmi ratusan ribu semua yang diyakini Raffi jumlah nya 2juta, sementara milik nya ah dia tidak bisa
menyebutkan nya.
Raffi tersenyum miris ibunya itu
memang adil dalam mengurus sesuatu hal
tentang uang,Piona gadis itu yang tanpa meminta pun diberikan uang ratusan ribu, sementara dia yang meminta ganti rugi Malah dapat uang receh.
"Mama baik banget ya Allah aku sampai terharu,"Ucap Raffi dalam hatinya sambil tidak percaya.
"Ya sudah Mama baik sekali,"Ucap Piona sambil menyimpan uang didalam tasnya yang diberikan oleh Lasmi.
"Mama dari dulu memang sudah baik,sama anak Mama saja Mama baik, apalagi sama kamu mantu Mama yang cantik."Ucap Lasmi
__ADS_1
sambil tersenyum.
"Ya sudah Raf,Mama pergi dulu muka nya jangan diteguk gitu dong Mama kan udah ganti rugi,kayak anak cewek aja."Ucap Lasmi sambil menatap Raffi.
"Nggak kok Ma, Raffi cuman mikir aja
enaknya dibawa ke bengkel mana ya,apa kebengkel yang peralatan nya bagus dan cepat selesai nya gitu"Ucap Raffi sambil tersenyum.
"Mana Mama tahu,Mama mau pergi dulu
kasihan nanti Piona telat,"Ucap Lasmi sambil berlalu menaiki mobilnya.
Piona berjalan menuju kearah Lasmi dan
Raffi yang berada tidak jauh dari mobilnya.
"Yang sabar ya Raf mungkin ini ujian, besok-besok beli sepeda aja biar betulinnya nggak malah kalau Mama rusakin."Ucap Piona sambil meneku nekuk bahu Raffi sambil berlalu mengikuti Lasmi menaiki mobilnya.
Didalam perjalanan nya Piona mengunakan sabuk pengaman nya dengan erat, sambil natap Lasmi yang tampak fokus menyetir.
"Ma aku berhenti disini ya,aku lanjtin pergi
sekolah nya pakai taksi."Ucap Piona.
Gadis itu takut nyawanya dalam bahaya jika
diantara Lasmi kesekolah jika dilihat seperti orang yang baru belajar,Piona mendengar suara klason dibelakang mobil mereka.
Piona yakin mereka sedang protes melihat
Lasmi mengendarai mobil yang tidak stabil, bahkan ada juga yang mengomel sambi menyalip mobil mereka.
"Nggak apa apa sayang Mama aja yang ngatarin tanggung nih bentar lagi nyapai kok,kamu tenang aja sayang gini gini waktu muda dulu mantan balap loh.!"Uca Lasmi dengan banga.
"Mantan balap apa Ma? hebat dong Ma
emang dulu Mama jadi balap apa?."Tanya Piona sambil basa basi fia sudah tahu jawaban Lasmi pasti tidak masuk akal.
"Balap makan kerupuk pas 17 Agustusan,tapi Mama kalah terus hehe."Ucap Lasmi sambil tersenyum.
Tiba tiba ada motor yang menyalip mobil Lasmi dan Piona,Lasmi melihat pengedara
mobil itu mengunakan seragam sekolah sama seperti Piona.
"Dasar anak kurang ngajar nih,hari dikasih pelajaran dia nih,"Ucap Lasmi berapi api.
"Pio Pengan sabuk pengaman mu dengan erat kita kasih pelajaran anak ingusan itu."Ucap Lasmi sambil mengederai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Jangan Ma,ha uuuuh."
__ADS_1
Piona menjerit ketakutan saat Lasmi mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi,
Bersambung.