Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Bersama


__ADS_3

Piona berjalan gontai dilife ia merasa benar benar lelah, piona meregang kan otot nya


ia merasa kelelahan hari ini,


"Mat sore mbak,"Ucap sambil menyapa perempuan itu,


Saat di life ia bertemu lagi dengan wanita yang satu kantor dengan Dimas, yang pernah satu life dengan nya tempo hari lalu.


"Sore,"Ucap wanita itu ketus saat melihat penampilan piona yang acak acakan.


Sepertinya wanita itu masih salah paham ingin rasanya piona menyelesaikan kesalahan paham antara mereka berdua, nama mereka di pertemuan kan dengan waktu yang tidak tepat dengan penampilan piona yang selalu acak acakan.


"Ya, Allah cobaan apa lagi ini, kenapa hari ini seperti nya akan pajang"Ucap Piona sambil menghembuskan nafas kasar.


Piona kembali melirik wanita yang seperti enggan melihatnya.Piona kembali berbalik merasa percuma jika dia menjelaskan kejadian tempo hari, wanita itu tidak akan percaya apa lagi melihat penampilan nya yang sangat buruk di mata wanita itu.


"Selamatan sore,"Ucap Piona


Sore,hey ! bocah nakal dari mana saja kamu Jam segini baru pulang,??"Tanya Dimas yang sudah duduk di sofa.


Dari sekolah Om, dari mana lagi, tadi aku habis kena hukum tau, makanya aku telat pulang,"Ucap Piona Dimas dan langsung membaringkan dirinya dirinya di sofa.


"Dasar bocah cilik,nakal memang apa yang


sudah kamu lakukan sampai kamu harus dihukum,??"Tanya Dimas sambil memandang piona yang pakaian serta penampilannya sudah tidak karuan.


Pajang ceritanya Om, aku capek sekali nih, lagian tumben Om nyuruh aku pulang cepat memangnya ada apa?."Tanya piona balik bertanya sambil merenung tubuh nya di sofa.


"Aku ingin mengajakmu Makan keluar sambil jalan jalan apa kamu tidak bosan terus menerus diam dirumah , tapi sudahlah kelihatan nya kamu sangat kelahan besok besok sajalah jalan jalan nya,"Ucap Dimas cuek padahal dia ingin sekali pergi bersama piona.


Mendengar itu piona langsung berangkat bango dan bersemangat, dia menatap Dimas dengan harapan , sepertinya gadis itu melupakan rasa lelahnya yang sedang melanda dirinya barusan,


"Sekarang aja Om,Pio udah nggak apa-apa kok."Ucap Piona sambil tersenyum.

__ADS_1


Bukankah tadi kamu bilang kamu capek, tidak


usahlah aku tidak mau mengganguku lebih baik kamu mandi dan istirahat,"Ucap Dimas berpura-pura menolak.


"Jangan Om pio udah nggak apa-apa kok kita jalan sekarang ya Om,"Ucap Piona sambil memohon.


"Baik lah kalau gitu, kamu mandi dulu setelah kamu selesai mandi batu kita berangkat,"Ucap Dimas yang membuat piona berjingkrak dan berlalu kekamar.


Ditempat lain


Piona dan dimas tengah berada di sebuah mall yang cukup terkenal Adi Bandung.


piona memperhatikan pakaian yang mengenakan kaos dan celana jeans, berbeda halnya dengan Dimas yang memakai kemeja dan celana jeans.


"Apa yang kamu lihat bocah nakal, mengapa kamu selalu. memperhatikan ku,"ucap Dimas.


"Nggak apa-apa Om, kita kelihatan sekali tidak cocok ya Om, di lihat dari cara berpakaian saja sudah kelihatan aku masih terlihat ABG, sedangkan Om sudah terlihat dewasa, aku ngerasa kayak jalan sama Om Om benaran."Ucap Piona sambil tersenyum.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh istrinya tersebut Dimas langsung menyuruh nya diam, dan dia juga mengatakan seharusnya diri nya jalan dengan wanita cantik dan berpakaian modis juga angun, bukannya malah jalan jalan bersama wanita seperti istri nya tersebut.


"Dasar Om Om nyebelin omongan nya nggak pernah di saring dulu, bikin sakit hati mulu


emangnya dia pikir aku mau apa menikah dengannya, dasar Om Om gila kalau bukan


karena ibuku aku juga nggak Sudi menikah denganmu Om,"Ucap Piona yang hanya bisa diucapkan dalam hati nya saja.


"Om yang ini bagus nggak buat aku??."Tanya piona sambil memperlihatkan baju yang menurut nya bagus.


Saat ini mereka tegah berada di toko baju, Dimas dan Piona terlihat asyik memilih milih baju yang menurut mereka cowok.


Dimas melirik baju yang sedang piona pegang"Tidak baju itu terlalu bagus untuk gadis nakal dan jelek seperti mu."Jawab Dimas


"Ini pegang pakaian ku jangan sampai kotor dan rusak ya, jika tidak uang jajan mu ku potong."Ucap Dimas sambil melempar kan Beberapa pakaiannya kepada piona.

__ADS_1


Mereka sudah beberapa kali memasuki toko baju, dan setiap piona melihat baju yang menurut nya bagus selalu di tolak oleh Dimas, bahkan sekarang dia masih menolak baju yang di pilih nya, padahal Dimas sudah membeli banyak pakaian akan tetapi ia tetap membeli lagi,


"Dasar Om nyebelin,awas saja nanti !."Ucap Piona dalam hati,


Saat Dimas sedang asyik memilih pakaian piona diam diam menyelipkan bajunya di antara pakaian Dimas, dan membuat dimas tersenyum geli.


Dasar gadis licik, apa kamu pikir aku tidak akan tahu apa, nanti juga bakal ketahuan saat kita membayar nya, piona piona kamu itu lucu."Ucap Dimas dalam hati nya.


Saat membayar pakaian mereka, Dimas berpura-pura tidak melihat baju piona yang di selipkan di antara pakaian nya, sementara piona tersenyum karena dia bisa membeli baju yang menurut nya bagus.


"Kita mau kemana lagi Om,"Tanya piona


"Kita pergi ke restoran di sini untuk makan,"Ucap Dimas


Saat mereka tiba di sebuah restoran yang menyajikan berbagai makanan, piona merasa agak cangung karena dia baru kali ini pergi ke tempat yang seperti ini.


"Ayok duduk tungu apa lagi,?"Tanya Dimas kepada piona yang terlihat kebingi saat melihat tempat sebesar ini.


Piona duduk di samping Dimas dan melihat semua makanan yang sudah disediakan oleh pemilik restoran tersebut.dia ingin makan tapi tidak tahu cara nya seperti apa,


"Kenapa bengong, cepat makan,"Ucap Dimas sambil menyuruh piona memakan nasi nya.


"Ta-tapi Om,Pio ngak bisa makan pakai garpu,"Jawab piona .


"Cara nya mudah kok, cukup kamu potong sedikit daging nya lalu kamu ambil pakai garpu terus kamu makan,"Ucap Dimas


Saat piona mulai memotong daging yang ada di pikirannya tiba tiba daging yang ia potong melayang dan menjatuhi Dimas, saat itu orang orang tengah memperhatikan mereka dan menertawakan piona.


"Cuuus.satu danging melayang dan menjatuhi Dimas,Dimas merasa kesal pada Piona namun di tahan nya amarah nya.


"Piooona,"Ucap Dimas sambil mengambil daging yang ada di tubuhnya.


"Maaf Om,Pio nggak sengaja,"Ucap Piona sambil meminta maaf,

__ADS_1


Hallo para leadar Ku yang Budiman dan yang baik tetap dukung karya ku ya.


__ADS_2