Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Tamu Dadakan


__ADS_3

Ting


Tong


Suara bell yang berbunyi membuat Piona


dan Dimas terganggu saat memadu kasih,


eh maksudnya sedang melakukan kecupan dibibir jadi terganggu.


"Siapa ya Om?nggaguin kita aja lagi mau ngelakuin yang enak enak juga,"Ucap Piona yang masih berada ditidihan Dimas.


"Dasar bocah nakal pikiran mu itu benar


benar dipenuhi oleh pikiran jorok semua."Ucap Dimas sambil menoyor kepala


Piona karena gemas.


"Sudahlah bukan pintunya!, aku mau mencuci mukaku dulu."Ucap Dimas sambil beranjak.


"Ish pengennya disosor malah ditoyor,ini kan ciuman pertama ku masa cuman nepel doang nggak seru dong, harus nya lebih dahsyat yang ku lihat ditv."Ucap Piona


"Ini juga siapa yang nganggu aku sama sih


Om,awas saja aku jitak nanti."Ucap Piona kesal sambil berjalan menuju pintu.


"Ya siapa?"Tanya Piona sambil membuka pintu.


"Mama !,"Ucap Piona kaget.


Hallo sayang,"Ucap Mertua nya sambil tersenyum menyapa dirinya.


Didepannya berdiri mertuanya yang sedang nyengir pada nya, melihat rambut Piona yang berantakan dan pakaiannya bekas tepung.


"Silahkan masuk ma,"Ucap Piona mempersilahkan mertuanya masuk.


Dengan gugup Piona merapikan rambutnya yang berantakan dan pakaiannya bekas tepung, dia menatap mertuanya yang sedang menatap nya baik dan senyum menggoda.


"Abis tempur ya Pio, kayak nya mama datang diwaktu yang salah,"Ucap mertua nya sambil tersenyum terkiki geli.


Saat ini mereka tengah berada di ruang tamu, mertua nya tersenyum melihat bekas tepung


dikursi didepannya.


"salah ma, salah bangat mama bikin menantu


Mama nggak jadi disosor,gumam Piona dalam hati.


Ingin rasanya ia mengatakan nya langsung pada mertua nya, tapi jika ia benar benar


mengatakan nya, mertua nya akan mengoda nya dengan pertanyaan yang lain.


"Nggak kok ma, kita cuman bikin pancake"Ucap Piona akhirnya.

__ADS_1


"Masa bikin pancake sampai ke ruang tamu, nggak apa-apa kok mama ngerti kok,"Ucap mertua nya.


Tukan belum ngomong juga Piona mertua nya sudah ngomong yang nggak nggak, yang bikin Piona berhati-hati menghadapi mertua nya yang gersek.


"Itu bekas semalam ya Pio, abis beberapa ronde sampai merah gitu,"Ucap mertua nya melihat bekas bercak merah dilehernya Piona.


Piona menutupi leher kembali pakai sapu tangan,Dimas yang diatasnya bingung kenapa orang orang yang melihat nya aneh aneh saat melihat leher nya.


"Nggak Mama nggak ibu ibu tadi, pada mikir yang aneh aneh, nggak tahu apa ini tu bekas Alergi, atau bukan,"Gumam Piona mulai meragukan kata Dimas.


Tapi Dimas tadi, Tidak Dimas tidak mungkin


berbohong dia tahu sifat suaminya bukan tipe


orang yang suka bohong, meskipun dia tahu suaminya itu menyebalkan.


"Lupa Mam, sampai beberapa ngitungnya abis keasyikan mungkin sampai subuh,"Jawab Piona asal.


Piona menatap Mertuanya itu yang tertawa terbahak bahak mendengar jawabannya,dia bingung apa yang dia pikirkan sampai membuat mertua nya tertawa terus.


"Aduh apa aku salah ngomong lagi ya?,"Ucap Piona dalam hati


"Aduh Piona kamu bikin Mama senang aja,Anak mama kuat juga ya ngelakuin nya sama kamu, sampai subuh, tapi tega ngelakuin nya sampai subuh kan kasian kamu capek,"Ucap Mertua nya sambil tersenyum.


Mau gimana lagi Ma, kalau dia udah


bertindak aku cuman bisa pasrah"Ucap Piona yang membuat mertua nya jadi tertawa lagi.


"Mama ngapain kesini?."Tanya Dimas yang baru saja selesai mencuci muka nya.


"Boleh kok Ma, maksudku kenapa Mama


tidak memberi tahu ku dulu kan aku bisa siap siap,"Ucap Dimas pelan.


"Siap siap apa? ngelakuin yang enak enak dulu sebelum Mama datang ya."Ucap mamanya tersenyum menggoda.


Ish Mama, nggak lah kan kalau Mama kasih tau dulu aku bisa siap siap menyiapin makanan ringan dulu buat Mama."Ucap Dimas menyangkal sambil melirik Piona yang sedang memandang nya.


Gadis itu pasti sudah dicecar berbagai pertanyaan oleh Ibunya,dia hapal bangat kalau ibunya suka mengoda orang dengan pertanyaan apa lagi setelah melihat bercak


merah dilehernya Piona.


Habis lah tentang kejadian semalam,yang ia bingung entah apa yang dijawab gadis itu,saat ditanya oleh ibunya.


Dia takut Piona menjawab asal yang membuat ibu semakin berpikir macam-macam, dia juga hapal sekali bahwa istri nya itu suka berkata mesum meski dirinya sendiri tidak tahu artinya apa,q


Jika dipikir pikir Ibunya dan Piona adalah kombinasi yang cocok,sama sama berpikiran mesum dan jangan lupa mereka juga suka mengoda orang.


"Mama cuman kebetulan lewat disini jadi Mama mampir kesini, kan Mama rindu sama anak Mama dan mantu Mama yang imut ini ."Jawab Mamanya.


"Mama datang ke sini sama siapa?."Tanya Dimas pelan.


"Ya sendiri lah emang kamu tidak lihat Mama datang sendiri, apa kamu kira Mama bawa mahluk halus gitu,"Ucap Mama nya Pelan.

__ADS_1


"Ooo.Jadi Mama sendiri ya kesini."Jawab Dimas.


"Iya Papamu lagi sibuk dengan pekerjaannya di rumah, jadi Mama pergi sendiri dech."Jawab Mamanya sambil tersenyum melihat kearah Piona.


Memang nya Papa sibuk kerja apa dirumah Ma, sampai tidak sempat mengantar Mama.? Tanya Dimas.


"Ya biasalah kayak kamu tidak tahu aja, sudah lah jangan nanya terus, buatkan Mama minum"Perintah Mamanya.


"Ya sudah aku buatkan Mama minum dulu ya."Ucap Piona sambil mau beranjak.


"Jangan sayang kamu disini aja Nemani


Mama ngobrol"Ucap Mertua nya sambil menahan Piona.


"He anak nakal, cepat buatkan Mama minum,"Ucap ibu nya sambil mendelik kearah Dimas.


"Kok aku sih Ma, bukan nya Piona,"Ucap Dimas bingung.


"Dasar kamu ini suka banget nyiksat istri kayanya,Pio udah capek habis ngelayanin kamu semalam masa kamu tidak mau membuat minuman untuk Mama,"Uca Mama nya yang terlihat kesal.


"Ngelakuin apa sih Ma, aku tidak ngelakuin apa apa loh,"Jawab Dimas menyangkal.


"Sudah jangan berbohong kamu pikir Mama nggak pintar apa? sudah sana buatkan Mama minum kalau nggak Mama nggak mau datang kesini lagi", Ancam Mamanya,


"Ya ampun Ma,sama anak sendiri segitu nya,ya udah Mama mau minum apa?"Tanya Dimas Pelan.


"Apa saja yang penting ada rasa dingin dan jeruk nya."Jawab Mamanya


"Ya elah Ma, bilang aja es jeruk ngak peke teka teki segala."Ucap Dimas


"Nah itu tau cepat buatkan Mama minum."Usir Mamanya.


Piona menatap punggung suaminya yang


beranjak pergi menuju dapur, sambil tersenyum geli, ternyata suami nya itu takut ibu.


Di balik tubuhnya yang gagah itu ternyata Dimas, takut kepada ibunya dan menurut apa yang ibu nya katakan.


"Jadi gimana nak, apa sudah ada tanda tanda?,"Tanya mertua nya yang membuat Piona berbalik ke arah nya.


"Tanda tanda apa Ma?"Tanya Piona yang lagi kebingungan.


"Tanda tanda Dede bayi lah, apa sudah mulai berasa"Ucap Mertua nya.


Belum lah Ma,doain aja ya."Jawab Piona.


Tidak lama kemudian Dimas pun keluar dari dapur sambil membawa secawan es jeruk Mamanya, sambil berjalan menuju ruang tamu tempat Mamanya duduk bersama Istrinya.


setibanya di ruang tamu Dimas langsung meletakkan cawan yang berisikan es jeruk pesan Mamanya tadi.


"Ini Ma, minuman Mama yang


Mama pesan tadi,"Ucap Dimas sambil meletakkan es jeruk Mamanya.

__ADS_1


"Iya."Jawab Mamanya sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil minuman nya,


"UMM Segara nya,"Ucap Mamanya sambil meminum minuman nya.


__ADS_2