
"Baiklah Piona terserah kamu saja apa
kamu sudah makan jika kamu belum makan?makanlah dulu,dulu aku harus pergi sekarang aku lagi ada urusan,"Ucap Dimas sambil melirik kearah Teo yang sudah menunggu nya disamping.
"Iya sebemi lagi aku makan, Abang hati hati
ya,yaudah Abang jangan lupa makan juga ya emmuch,"Ucap Piona mencium Dimas.
Setelah itu Piona mengakhiri pembicaraan mereka,Piona tersenyum malu dan memegang kedua pipinya
yang memerah semu Karena malu.
"Abang ganteng ku kamu selalu membuat
ku meleleh terus!"Gumam Piona Pelan wa
Dimas tersenyum mendengar Piona
menciumnya meskipun itu dibalik layar
handphone tapi terasa nyata, jantung Dimas
selalu berdetak kencang ketika dekat dengan
gadis itu,
"Dasar bocah nakal kamu selalu membuat
ku ingin pulang, tunggu aku sayang dan
lihat pembalasanku aku akan segera
menerkam mu,"Gumam Dimas dalam hati
sambil tersenyum.
"Hey experismu cepat banget berubah 2
hari kemarin kamu marah marah tidak
jelas, tapi lihat hari ini kamu tersenyum tidak
jelas seperti ABG yang tidak labil,kamu sehatkan,"Ucap Teo bingung.
"Tentu saja apa aku terlihat sakit bagi mu?
__ADS_1
barusan aku baru menghubungi Piona,"Ucap Dimas menjelaskan.
"Oh... pantas aja, aku tahu kamu pasti
sekarang ingin sekali bertemu dengan nya,
tahan wajah penuh nafsumu itu Dim.
kita sebentar lagi."Ucap Teo mengoda Dimas.
sambil tertawa cekikikan geli.
"Kurang ajar kamu Yo, Berani nya kamu
menggoda ku seperti itu,diam lah aku tidak senafsu itu sampai terlihat jelas diwajahku,Ucap Dimas sambil memukul sahabat nya dengan lembut tersenyum malu.
itu sampai sampai kamu melihat ku seperti itu, memang nya terlihat jelas diwajahku ,"ucap Dimas
"Apa kamu yakin memangnya kamu tidak
merindukan nya Dim,?"Goda Teo lagi.
"Tentu saja aku rindu,makanya ayo selesai kan tugas kita disini aku sudah tidak kuat,"Ucap Dimas
"Tidak kuat apa Dim,?oh aku mengerti
Dim pasti pengaruh gadis itu ya,"Goda Teo lagi.
"Diam lah aku hanya tidak kuat bertemu
dengan nya bukan karena hal lain,"Ucap Dimas sambil merangkul teman nya dan berjalan.
"Baiklah kita selesaikan perkerjaan kita
disini,agar kamu bisa segera menuntaskan
tugasmu yang lain,"Ucap Teo sambil merangkul sahabat nya dan berjalan.
Piona keluar dari kamar sambil
bersenandung ria,dia senang karena mendengar suara Dimas barusan membuat
perasaan nya sedikit tentang.
"Ada apa kenapa kamu terlihat bahagia
__ADS_1
Piona,?"Tanyan Raffi saat mereka berpas pasan.
"Bukan urusan mu Raf, jangan ikut campur urusan ku,"Ucap Piona ketus sambil melanjutkan perjalanan yang terganggu Rafi.
"Tunggu Piona aku belum selesai bicara,"Ucap Rafi sambil memegang salah satu tangan Piona.
"Lepasin Raf, jangan pegang pegang
emang kamu mau ngomong apaan sih Raf?"Ucap Piona kesal karena sudah di pegang oleh Raffi.
"Kenapa kamu selalu menghindariku
Piona? Saat kita bertemu,"menatap pinggul Piona menuruni tangga.
"Aku bukannya menghindarimu Raf,
Aku ini sudah menjadi menjadi istri Abangmu,
jadi sadar lah dan berhenti lah menganggu ku,"Ucap Piona.
"Tapi kenapa Piona?apa kamu takut jatuh cinta pada ku?."Ucap Raffi lagi.
"Itu muka kok ditekuk Mulu, kenapa kamu lagi galau ya."Ucap Lasmi yang tiba tiba lewat.
"Nggak kok Ma,muka ku biasa aja kok
emang keliatan ditekuk ya,"Ucap Raffi.
"Masa sih Raf,terus kenapa ya setiap kali
Mama liat kamu makin jelek ya,kelama jomblo
kali, orang ganteng juga kalau nggak punya
pacar pasti jelek ,"Ucap Lasmi.
Raffi berlari pergi ke kamar nya dan
melihat wajah nya dicermin.dan berkata
apa benar dirinya sudah jelek, bodoh benar
percaya sama omongan Mamanya.
"Ah masa sih aku sudah jelek, orang masih
__ADS_1
Gareng gini,!? Ucap Raffi sambil menatap cermin.