Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Lanjutan merasa takut.


__ADS_3

"Baiklah Piona terserah kamu saja apa


kamu sudah makan jika kamu belum makan?makanlah dulu,dulu aku harus pergi sekarang aku lagi ada urusan,"Ucap Dimas sambil melirik kearah Teo yang sudah menunggu nya disamping.


"Iya sebemi lagi aku makan, Abang hati hati


ya,yaudah Abang jangan lupa makan juga ya emmuch,"Ucap Piona mencium Dimas.


Setelah itu Piona mengakhiri pembicaraan mereka,Piona tersenyum malu dan memegang kedua pipinya


yang memerah semu Karena malu.


"Abang ganteng ku kamu selalu membuat


ku meleleh terus!"Gumam Piona Pelan wa


Dimas tersenyum mendengar Piona


menciumnya meskipun itu dibalik layar


handphone tapi terasa nyata, jantung Dimas


selalu berdetak kencang ketika dekat dengan


gadis itu,


"Dasar bocah nakal kamu selalu membuat


ku ingin pulang, tunggu aku sayang dan


lihat pembalasanku aku akan segera


menerkam mu,"Gumam Dimas dalam hati


sambil tersenyum.


"Hey experismu cepat banget berubah 2


hari kemarin kamu marah marah tidak


jelas, tapi lihat hari ini kamu tersenyum tidak


jelas seperti ABG yang tidak labil,kamu sehatkan,"Ucap Teo bingung.


"Tentu saja apa aku terlihat sakit bagi mu?

__ADS_1


barusan aku baru menghubungi Piona,"Ucap Dimas menjelaskan.


"Oh... pantas aja, aku tahu kamu pasti


sekarang ingin sekali bertemu dengan nya,


tahan wajah penuh nafsumu itu Dim.


kita sebentar lagi."Ucap Teo mengoda Dimas.


sambil tertawa cekikikan geli.


"Kurang ajar kamu Yo, Berani nya kamu


menggoda ku seperti itu,diam lah aku tidak senafsu itu sampai terlihat jelas diwajahku,Ucap Dimas sambil memukul sahabat nya dengan lembut tersenyum malu.


itu sampai sampai kamu melihat ku seperti itu, memang nya terlihat jelas diwajahku ,"ucap Dimas


"Apa kamu yakin memangnya kamu tidak


merindukan nya Dim,?"Goda Teo lagi.


"Tentu saja aku rindu,makanya ayo selesai kan tugas kita disini aku sudah tidak kuat,"Ucap Dimas


"Tidak kuat apa Dim,?oh aku mengerti


Dim pasti pengaruh gadis itu ya,"Goda Teo lagi.


"Diam lah aku hanya tidak kuat bertemu


dengan nya bukan karena hal lain,"Ucap Dimas sambil merangkul teman nya dan berjalan.


"Baiklah kita selesaikan perkerjaan kita


disini,agar kamu bisa segera menuntaskan


tugasmu yang lain,"Ucap Teo sambil merangkul sahabat nya dan berjalan.


Piona keluar dari kamar sambil


bersenandung ria,dia senang karena mendengar suara Dimas barusan membuat


perasaan nya sedikit tentang.


"Ada apa kenapa kamu terlihat bahagia

__ADS_1


Piona,?"Tanyan Raffi saat mereka berpas pasan.


"Bukan urusan mu Raf, jangan ikut campur urusan ku,"Ucap Piona ketus sambil melanjutkan perjalanan yang terganggu Rafi.


"Tunggu Piona aku belum selesai bicara,"Ucap Rafi sambil memegang salah satu tangan Piona.


"Lepasin Raf, jangan pegang pegang


emang kamu mau ngomong apaan sih Raf?"Ucap Piona kesal karena sudah di pegang oleh Raffi.


"Kenapa kamu selalu menghindariku


Piona? Saat kita bertemu,"menatap pinggul Piona menuruni tangga.


"Aku bukannya menghindarimu Raf,


Aku ini sudah menjadi menjadi istri Abangmu,


jadi sadar lah dan berhenti lah menganggu ku,"Ucap Piona.


"Tapi kenapa Piona?apa kamu takut jatuh cinta pada ku?."Ucap Raffi lagi.


"Itu muka kok ditekuk Mulu, kenapa kamu lagi galau ya."Ucap Lasmi yang tiba tiba lewat.


"Nggak kok Ma,muka ku biasa aja kok


emang keliatan ditekuk ya,"Ucap Raffi.


"Masa sih Raf,terus kenapa ya setiap kali


Mama liat kamu makin jelek ya,kelama jomblo


kali, orang ganteng juga kalau nggak punya


pacar pasti jelek ,"Ucap Lasmi.


Raffi berlari pergi ke kamar nya dan


melihat wajah nya dicermin.dan berkata


apa benar dirinya sudah jelek, bodoh benar


percaya sama omongan Mamanya.


"Ah masa sih aku sudah jelek, orang masih

__ADS_1


Gareng gini,!? Ucap Raffi sambil menatap cermin.


__ADS_2