
Piona tengah duduk di tepi ranjang Lasmi
saat Piona sedang menunggu Dimas,
Lasmi menculik Piona dan membawanya ke kamarnya.
Pioana sedang memperhatikan Lasmi,
yang mondar mandir terus didepan lemarinya
dia tampak sedang memikirkan sesuatu untuk Piona.
"Ada apa sih Ma,kok Mama dari tadi terlihat
mondar mandir terus Ma,"? Tanya Piona, yang sedari tadi melihat Lasmi.
"Mama sedang mau mengajarin kamu sesuatu, jika mau ngelakuin yang enak enak dengan Dimas sayang."Jawab Lasmi.
"Ngajarin aku apa sih Ma, kasihan Bang Dimas sudah menunggu aku dikamar,"Jawab Piona.
"Sabar sayang Mama mau ngajarin kamu juru
jitu langsung dapat dedek,"Ucap Lasmi sambil membuka pintu lemari pakaian milik nya.
"Ambil baju ini,"Ucap Lasmi sambil mengambil baju tipis miliknya dari lemari.
"Baju apaan ini Ma,kok tipis banget,?"Tanya Piona lagi.
"Ini namanya baju nafsu sayang,"Jawab Lasmi .
"Tapi aku ngak biasa pakai yang begini Ma,"Ucap Piona.
"Nanti juga kamu akan terbiasa sayang,
yakin deh sayang kalau Dimas melihat nya.
dia bakal langsung kelpek kelpek sama
kamu."Ucap Lasmi kepada menantunya itu.
"Kalau sudah mau ngelakuin nya aku harus berbuat apa Ma?."Tanya Piona.
"Kamu nggak ngelakuin apa apa sayang, sisanya biar Dimas yang ngelakuin nya."Ucap Lasmi.
"ni ini ambil lah farpum ini biar kamu wangi,dan Dimas langsung datang kepada mu."Ucap Lasmi sambil memberikanparfum itu.
Saat Piona melihat Parfum yang diberikan oleh mertuanya itu, rasa nya dia tidak asing dan pernah melihat nya tapi dia lupa, entah dimana dia melihat nya.
"Ini apa Ma, bukan racun kan?."Tanya Piona.
Dia tentu binggun dan gugup entah apa yang akan dia lakukan,diabtakut akan mengecewakan Dimas jika tidak memuaskannya bagaimana pun juga ini adalah bulan madu nya, Dia takut tidak akan memuaskan suami nya itu.
"Rasun nafsu tepatnya, semprot kan ini
lehermu atau di pakaian mu nanti."Ucap Lasmi
Saat ini Dimas sedang mencari Piona di setiap ruangan rumahnya.disaat mendekati
kamar Mamanya Dimas tidak sengaja mendengar suara tawa Piona dan Mamanya.
yang nggak tau apa yang mereka bicarakan.
Dimas langsung membuka pintu kamar
Mamanya dan Langsung membawa Piona keluar dari kamar Mamanya,Dimas tidak mau
gadisnya ketularan mesum yang parah karena Mamanya.
"Piona kamu ngapain kekamar Mama,ayo
ikut aku,"Ucap Dimas langsung memjauhkan gadis itu dari Mamanya.
"Sabar sayang jangan kasar kasar sama mantu.Mama tadi Mama yang bawa dia kesini."Ucap Lasmi kepada anak nya itu.
"Ma aku keluar dulu ya Bang Dimas
__ADS_1
sudah tidak sabar kata nya."Ucap Piona .
"Iya sayang ,"Jawab Lasmi.
Saat sudah sampai di kamar nya Dimas
berkata, bawah dia sudah mengatakan untuk jangan dekat dekat dulu dengan Mamanya.a
"Piona bukan kah sudah ku bilang janggan terlalu dekat Deket dulu dengan Mama."Ucap Dimas.
"Kenapa tapi Om,Mama orang nya asik kok."Ucap Piona.
"Aku cuman nggak mau kamu ketularan Mama,"Jawab Dimas.
"Ya sudah nggak usah bahas itu lagi,meding
kita langsung itu."Jawab Dimas.
"Aku mandi dulu deh Om,biar bersih ,"Ucap Piona.
Saat mendengar apa yang diucapkan oleh Piona,Dimas merasa kecewa dia sudah menunggu lama dari tadi Sekarang,malah disuruh nunggu lagi sampai gadis itu selsai mandi.
"Ngapain harus mandi sih,aku kan sudah lama nunggu dari tadi."Tanya Dimas.
"Kan biar bersih Om,ini kan malam pertama kita jadi harus bersih."Jawab Piona
"Ya sudah mandinya jangan lama lama,"Ucap Dimas
Piona berjalan menuju kamar mandi,dia
ingin membersihkan dirinya,benar benar bersih dan wangi agar suaminya tidak
bosan dengan nya.
Tidak lama kemudian Lasmi pun datang ke kamar mereka,membawa satu tabel obat,
untuk diminum oleh Dimas, entah obat apa
yang diberikan oleh ibu nya itu kepada dirinya.
Pintu kamar mereka diketok dua kali
oleh ibunya, Dimas merasa kesal ada ada
saja yang menganggunya disaat di ingin
memadu kasih dengan istri nya itu.
"Siapa!?"Tanya Dimas dari kamar dengan raut wajah yang kesal.
"Ini Mama sayang tolong bukakan pintu
nya sebentar,"Jawab Lasmi dari luar.
"Tunggu sebentar Mam,"Ucap Dimas sambil berjalan menuju pintu kamar dan segera membuka nya .
Saat Lasmi masuk ke dalam kamar mereka
ia memperhatikan setiap sudut, dan mencari
Piona yang tidak ada didalam ,
Di kamar terdengar suara air, sudah bisa ditebak Piona sedang mandi.
"Mama cuman mau ngasih obat ini buat
kamu,"Ucap Lasmi sambil mengulurkan tangannya dan memberikan satu table obat kepada anak nya itu.
"Obat apa ini Ma?"Tanya Dimas.
"Obat yang paling manjur buatmu nanti,
udah jangan banyak omong cepat ambil
dan minum."Ucap Lasmi.
__ADS_1
Serrr bunyi air terdengar dari luar kamar
mandi.
"Piona mana?apa dia sedang mandi ?"Tanya Lasmi .
"Iya Ma,"Ucap Dimas pelan. p
Dimas dengan cepat mengambil obat
yang diberikan oleh mamanya dan segera
meminum nya, agar mamanya cepat pergi dari kamar nya.
"Sini mam biar aku minum dulu,"Ucap Dimas langsung mengambil bungkusan obat itu dan segera meminumnya.
"Bagus kamu memang anak Mama."Ucap Lasmi sambil tersenyum,
Beberapa saat kemudian Lasmi pun
keluar dari kamar anaknya,dia langsung menutup pintu kamar anak nya.
Setelah beberapa jam kemudian disusul oleh
Piona yang keluar dari kamar mandi nya.Piona berjalan menuju cermin yang ada
didekat tempat tidur mereka,dia berpura pura
tidak melihat Dimas,Piona langsung duduk di
depan cermin dan sengaja mengerikan rambut nya,lalu mengenakan pakaian yang di
berikan oleh mertuanya tadi, tidak lupa juga i
menyemprotkan parfum yang diberikan oleh ibu suaminya itu.
Dimas yang sedang berada di belakang nya
memandang gadis itu, penuh dengan nafsu
dan segera menghampirinya nya dan memeluk nya.
"Sayang malam ini kamu siap kan,"Ucap Dimas sambil menciumi rambut Piona yang setengah kering itu.
"Siap kok Om"Jawab Piona.
Dimas semangkin mendekati Piona dan
memandangnya,Piona memandang Dimas
dengan gugup,Dimas semakin dekat dengan wajah gadis itu, sehingga membuat gadis itu terjatuh ditempat tidur.
Plok
Piona terjatuh di tempat tidur,Dimas
pun menindih tubuhnya,dan menatap nya,saat ini mereka menyelimuti tubuh mereka,dan hanya kepala mereka yang terlihat.
"Om matikan lampu nya dulu dong."Ucap Piona
"Ok sayang."Ucap Dimas langsung mematikan
lampu didekat mereka,
Setelah Dimas mematikan lampu, Dimas langsung masuk ke dalam selimut lagi.
"Jangan disitu Om geli, disebelah kanan aja."Eram Piona.
"Ok Sayang dimana pun kamu suka, akan
aku turuti,"Ucap Dimas sambil menciumi gadis itu.
Setelah beberapa saat kemudian mereka
pun selesai berbulan madu, saat ini mereka merasa kelelahan karena telah mencapai puncak masing masing,
__ADS_1
Tidak lama kemudian mereka pun tertidur pulas dan saling berpelukan,