Terpaksa Harus Menikahi Om Om

Terpaksa Harus Menikahi Om Om
Pulang sekolah


__ADS_3

Piona melirik kearah kiri dan kanan mencari


angkot untuk mengantarkan nya pulang,


"Angkot pada kemana nih dari tadi nggak ada satu pun yang nongol?". Gumam Piona sambil sambil menunggu angkot lewat.


"Kenapa Pio mau pulang bareng aku nggak,"Ajak Nara yang menawarkan sebuah tumpang kepada piona.


Rumah Nara memang jauh dari arah jalan aptermen yang dia tinggali bersama Dimas,


Namun Nara mempunyai niat baik untuk


sahabat nya piona .


"Nggak usah Ra, kamu pulang duluan aja, lagian aku ada janji sama seseorang."Ucap Piona berbohong.


"Siapa tu Pio, cowok barumu ya kasih tau kita dong, jangan main rahasia-rahasian


dengan kita ngak emak tau."Ucap Tani yang tiba-tiba nongol entah dari mana sambil merangkul Piona dan Nara,


"Apaan sih Ra,main rangkul aja,biki kita kaget tau.."Ucap Piona dan Nara serentak.


"Ya maaf, abis kalian lagi pada serius sih, lagi


ngomongin apaan sih.?"Tanya Tania sambil meminta maaf.


"Kita nggak lagi ngomongin apa apa kok,"Ucap Nara,


"Benaran nih nggak mau barang aku pulang nanti nyesal low,"Goda Nara kepada Piona.


Benaran kok Tan.!"Ucap Piona singkat.


Tidak lama kemudianmobil jemputan Nara pun datang, dari berhenti didepan nya Nara pun langsung naik ke mobil itu .


"Eh aku pulang duluan ya, jemputan ku sudah datang ,"Ucap Nara sambil naik kedalam mobil kijang Innova itu.


"Iya Ra, kamu hati hati dijalan ya, !"pesan kedua sahabatnya itu .


" Iya,"Jawab Nara singkat .


Kamu nggak pulang Tan, Tanya Piona yang melihat Tania sedang asyik bermain hp, saat ini mereka masih duduk di halte bus sambil menunggu angkot yang lewat, tapi tidak ada satu angkot yang lewat.


"Malas aku mau pulang kerumah ngak ada apa apa, mending aku disini aja nungguin Bang Radit, Ucap Tania sambil tersenyum.


"Gila kamu Tan, sudah di tolak juga masih aja di kejar kejar,patah hati baru kamu tahu rasa."Ucap Piona Prihatin.


Piona yang sedang duduk di kursi hatle bus menjawab dengan tenang nya, kalau dia akan tetap mengejar cowok idaman nya itu, selama janur kuning melengkung,dan ibarat kata pepatah


"Tenang saja Pioa,selama janur kuning melengkung dan bersusah-susah dahulu


berenang renang ketepian, sebelum Bang Radit belum jadi milik orang, akan akan tetap bisa mengejar nya."Ucap Tania dengan tenang.

__ADS_1


"Artinya apa Tan,?"Nara berpura pura bertanya.


"Tak kenal maka tak sayang !."Jawab Tania percaya diri.


" Artinya pendek banget ya sama kayak otak mu."Ucap Piona


" Ya pepatah emang pendek artinya Pio,"Jawab Tania sok tahu.


Piona lebih memilih diam, dari pada menjawab omongan tania, dia melihat


kearah kiri dan kanan melihat angkot yang


lewat, tapi tidak ada satu pun angkutan yang


lewat.


Piona!"


Piona menegok kearah sebrang jalan ia


melihat Kevin di seberang jalan, kevin merupakan kakak dari temannya yang bernama Raras sewaktu dia masih di


makampung nya dulu ,yang tengah melambaikan tangan seperti minta di hampir


Piona dan Raras sudah lama tidak bertemu


semenjak Piona pindah sekolah ke Bandung,


Piona menyebrangi jalan dan menghampiri


kakak temannya yang dari kampung itu,


meninggalkan Tania sendirian yang sedang


mengoda tukang cendol, gadis itu tidak menyadari kepergian Piona.


"Kak kevin , ngapain kesini?"Tanya Piona setelah menyebrangi jalan itu .


"Kakak sengaja kesini mau menjemput kamu, teman mu Raras ingin bertemu dengan mu,"Ucap Kevin.


"Raras, dimana dia sekarang, apa dia baik baik saja,?"


"Dia baik baik saja kok, sekarang dia ada dirumah kakak,ya udah sekarang kita pergi yok kasihan Raras sudah lama menunggu kita"Ucap kevin mengajak Piona pergi..


"Pio mau kemana ?ajak aku dong"Teriak Tani saat melihat Pio naik ke mobil mewah bersama laki laki tampan .


Namun sayang Piona tidak mendengar teriakan Tania yang sedang memanggil nya.


Dia segera masuk kedalam mobil itu,dan berjalan membelah jalan kota yang padat.


Kini tinggal Tania seorang diri yang masih

__ADS_1


duduk dihatle bis, sambil menunggu angkutan yang lewat,dia duduk sendirian.


"Beruntung sekali Pio, aku yang mangkal di sini dia dapat cowok ganteng !."Ucap Tania takjub.


"Neng ini cendol nya !."Panggil tukang cendol.


"Baik Bang aku datang,"Ucap Tania sambil menghampiri tukang cendol tersebut .


Sepertinya dapat tukang cendol pun sudah


membuat gadis seperti Tania bahagia, benar kata pepatah (lebih besar pasak daripada tiang) yang artinya bahagia lah kau dengan keadaan yang kau punya,


"Pio ! panggil Kevin saat melihat gadis itu tengah melamun.


"Ah iya kak kev ada apa?,"Tanya Piona sambil berbalik memandang kevin.


"Gimana kabarmu, baik baik saja kan?,"Tanya kevin


"Kabar ku baik baik saja kok kak ."Jawab Piona pelan.


"Apa Raras pindah sekolah kesini juga ka?"Tanya Piona


"Tidak dia hanya sekedar berkunjung di rumah kakak untuk beberapa hari saja."Jawab Kevin sambil menyetir mobilnya.


Kevin merupakan salah satu CEO yang terkenal di sebuah perusahaan yang saat ini masih bergerak di Pipin oleh nya, selain itu


juga dia mempunyai beberapa rumah makan


dibandung.


"Sebelum kita pulang kerumah, kita mampir dulu di rumah makan milik kakak ya."Ucap kevin mengajak Piona untuk mampir di rumah makan milik nya.


"Iya kak."Jawab Piona pelan.


Piona tidak sabar ingin segera bertemu dengan teman lama nya dulu sewaktu dia


masih di kampung,dia ingin memeluk Raras ketika bertemu nanti,dan bercerita tentang


sekolah nya di sini,


Sekaligus dia ingin tahu bagaimana keadaan


orang tua nya yang saat ini berada di kampung apakah mereka baik baik saja, selama dirinya jauh dari orang tua nya.


Piona sebenarnya merindukan kampung halaman nya, dan juga kedua orang tuanya


dia ingin sekali pulang ke kampung sekali


sekali menegok orang tua nya, namun sayang


saat ini dirinya belum ada waktu.sekolahnya juga belum libur.

__ADS_1


__ADS_2