Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Interview Di terima


__ADS_3

Lin, panggil kak shima.


Bagaimana interview nya ? Tanya Shima


Lin di terima kak Shima jawab Lin tersenyum.


Kak Shima, Hari ini saya pindah ke asrama kerna besok saya harus masuk pukul 7 pagi


Nanti kak Shima anter ke asrama ya, ucap kak Shima.


Enggak usah report kak, kak Shima kan lagi kerja.


tadi bu Chin eng bilang,


Sekitar jam 10, nanti pak zain akan mengantar saya asrama.


Ooo ya sudah klau begitu. Nanti di asrama kamu hati hati ya, kalau ada apa apa.


ngomong ke kakak, ucap shima.


i-ya kak shima, jawab Lin.


Kak Shima, Lin turun dulu di bawah dulu i-ya. Sudah di tunggu Pak Zain di loby.


" ohh i-ya..ini kunci candangan rumah kakak, Lin pegang saja. Nanti mau ambil pakaian Lin atau ntar malam kakak yang antar koper lin di asrama tanya kak Shima.


" Enggak usah kak, nanti biar sekali Lin yang bawa."


Ooh ya sudah, klau gitu. ucap Shima.


Shima mengambil 10 lembar uang seratusan di dalam tas nya.


Dan Langsung meraih tangan lin.


Lin, Ini buat kamu kata Kak Shima


Kak Shima, Enggak usah kak. Lin sudah punya tabungan ucap Lin


Di Pegang saja buat jaga jaga Lin. Anggap saja dari pemberian kakakmu, kamu tidak boleh menolak, Kalau kamu menganggap Kak Shima sebagai kakakmu ucap Shima.

__ADS_1


Tanpa disadari butiran air menetes di pipi Lin, Lin langsung memeluk Shima.


Kak Shima, terima kasih ucap Lin.


Iya dek sama sama jawab Shima.


Mereka melepaskan pelukan. Shima melanjutkan pekerjaan dan Lin menuju ke arah lift untuk turun ke lobby hotel.


Hari ini tuan muda Jiem sedang menghadiri undangan acara di Yayasan, Tuan muda Jiem adalah donatur terbesar di yayasan itu.


Tuan muda Jiem duduk sambil melihat persembahan dari anak anak yayasan.


Seperti biasanya, wajahnya datar dan dingin. Tanpa ada senyuman.



Sekretaris kim menghampiri tuan muda Jiem,


Tuan jiem.


Kami ada sudah mendapatkan info, Waitress tadi di hotel untuk interview sebagai housekeeping dan hari ini akan menempati asrama di jalan f***.


Apakah tuan muda mau menolak dia berkerja di hotel B*** ***? tanya sekretaris Kim.


Hotel lima bintang yang menerima Lin berkerja, adalah salah satu hotel milik tuan muda Jiem.


Tuan muda Jiem berada di Jakarta sekitar 3 minggu,


untuk melihat perkembangan perusahannya yang berada di Indonesia.


Baik, jawab sekretaris Kim


Lin menunggu Pak Zain di lobi hotel sekitar 10 menit. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menghampiri Lin


Ini ibu Lin kah ? tanya lelaki itu.


Oh iya pak, jawab Lin


Saya Pak Zain yang akan mengantar Ibu Lin ke asrama, ucap lelaki itu.

__ADS_1


i-ya pak, tapi saya bisa mengambil barang barang saya di taman v****** tanya Lin pada pak Zain.


Bisa, bu Lin ucap pak zain.


Yuk bu Lin kita berangkat sekarang.


Lin mengikutin pak zain dari belakang.


Dan masuk di mobil.


Perjalan sekitar 23 menit


Sampailah di taman v*****.


" Pak zain, berhenti di pagar warna hitam itu i-ya, ucap Lin.


Baik bu Lin ucap pak Zain


Pak Zain tunggu sebentar i-ya ucap Lin


Baik bu Lin, jawab pak Zain


Lin bergegas masuk.


Kerna Lin tidak terbiasa orang yang menunggunya.


Lin langsung masuk kerumah dan berlari ke Lantai 2 dan langsung menuju ke kamar mandi diraih handuk serta peralatan make up nya meja rias. Lin memasukan semuanya ke dalam koper. Untung pakaian tidak dikeluarin dari koper, jadi Lin bisa cepat membereskan pakaiannya di koper.


Setelah selesai Lin langsung turun dari lantai 2 dan melangkah keluar rumah.


Lin menutup dan mengunci pintu kunci kembali


Krek..krek, terdengar pintu sudah terkunci.


Lin berjalan ke arah Pak Zain.


Maaf pak Zain, buat pak Zain lama pak menunggunya ? Ucap Lin


Tidak bu Lin, jawab pak Zain.

__ADS_1


Pak Zain meraih koper Lin dan memasukan kebagasi mobil. Lin langsung menutup pintu pagar dan menguncinya.


Lin melihat kembali sekeliling rumah, Terima kasih kak Shima gumam Lin dalam hati.


__ADS_2