Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Sebulan Setengah Di Rumah Nenek.


__ADS_3

Oh iya, Kita di sini sekitar 2 bulan. Di sini kamu bisa temani nenek."


i-ya tuan, jawab Lin.


Dan nanti saya pulang agak malam, Kamu tidur duluan saja, Jangan tunggu saya. "


Lin menganggukan kepalanya.


Mereka menelusuri anak tangga. Menuju meja makan. Di meja makan sudah ada nenek dan sekretaris Kim menunggu.


Selamat pagi cucu nenek, Ucap nenek.


Mari duduk sini,


Tuan muda Jiem mendekati nenek dan mencium pipi neneknya. Morning Nenek ku, Nenek hari ini terlihat cantik puji tuan muda Jiem.


Bisa saja Es batu membual, Ucap nenek sambil tersenyum.


Pembantu menuangkan air teh untuk tuan muda Jiem dan Lin.


Tuan, mau sarapan apa ? ucap Lin sambil membisikan ke telinga tuan muda Jiem.


Roti saja,,. " Ucap tuan mudaJiem


Lin mengambil roti dan mengoleskan dengan selai. Nenek yang melihat Lin melayani cucunya. tersenyum bahagia.


Sekretaris Kim melirik Lin, ia kaget melihat di leher Lin penuh dengan tanda kecupan.


Selesai sarapan,,.


Tuan muda Jiem dan sekretaris Kim bangun untuk bersiap berangkat


Tuan muda Jiem pamit pada neneknya dan menciumnya.


Nek, Lin antar ke depan i-ya.. " ucap Lin pada nenek.


Nenek mengangguk kepalanya.

__ADS_1


Lin mengantar tuan muda Jiem sampai ke Mobil.


Tuan Jiem menatap leher Lin..sambil tersenyum.


Tuan kenapa... " tanya Lin pada tuan muda Jiem.


Tuan muda memeluk dan mencium Kening Lin.


Saya berangkat dulu.. " ucap tuan muda Jiem pamit pada Lin.


Sontak lin kaget, Lin menganggukan kepalanya, sambil tersenyum.


Tuan muda Jiem pun masuk ke Mobil.


Setelah mobil tuan mobil Jiem sudah tidak kelihatan dari pandangan, Lin masuk.


Lin, Nenek bersiap siap dulu i-ya.


Nenek ada acara. Hari ini Lin istirahat saja dulu. Besok baru ikut nenek iya, Ucap nenek pada Lin.


Baik nek, jawab Lin.


ia mengambil koper, mengeluarkan baju dari koper untuk membereskannya.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dari luar. Lin bangun menuju pintu dan membukanya.


Nyonya muda, kami ingin membersihkan kamarnya.


Kalau kamar ini biar saya saja yang membereskannya sendiri, ucap Lin


Tapi nyonya muda, Tidak apa apa. Bbi bisa mengerjakan yang lain.


Baik nyonya muda, jawab asisten rumah tangga.


Di mobil


Whatsapp masuk dari nomber tidak di kenal. Tuan muda Jiem membukanya.

__ADS_1


Sayang aku mencintaimu dan aku merindukanmu.


Veronica


Setelah selesai membereskan semua baju di koper. Lin pun turun ke lantai bawah membawa keranjang baju kotor.


Asisten pembantu rumah tangga, melihat lin membawa keranjang baju kotor.


Langsung berlari menuju nyonya muda.


Nyonya muda, apa yang nyonya muda lakukan.


Jika nyonya besar dan tuan muda mengetahui.


kami akan di pecat, sambil menundukan kepalanya.


Saya hanya ingin meletakkan pakaian kotor ini bi, Ucap Lin.


Beri ke saya saja nyonya, Ucap asisten rumah tangga. Lin pun menyerahkan keranjang baju kotor itu pada bibi.


Bibi, Nenek sudah berangkat kah ?


sudah nyonya, jawab asisten rumah tangga.


Saya pamit dulu i-ya nyonya muda.


Lin pun mengangguk kan kepalanya.


Dan Lin mengelilingi rumah nyonya besar.



Tanpa terasa Lin sudah tinggal di rumah nenek 1 bulan setengah. Lin sering mengikuti nenek pergi ke acara pergalangan, fesyen show dan arisan.


Lin tidak merasa kikuk karena nenek melakukan Lin dengan sangat baik.


Sekarang Nenek merasa sangat bahagia setelah kehilangan anak dan menantunya dalam sebuah kecelakaan.

__ADS_1


Mereka adalah orangtua Tuan muda Jiem.


Tuan muda Jiem jarang di rumah mungkin sibuk karena pekerjaan, pulang juga saat lin sudah tertidur. Setiap pagi, Lin mengurus tuan muda Jiem seperti biasanya Cuma beberapa minggu ini, Lin merasa tuan muda Jiem banyak diam, seperti ingin menjauhinya.


__ADS_2