Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Lin menerima hukuman dari tuan muda


__ADS_3

Tiba tiba tangan tuan muda mengambil anak rambut Lin, lalu di sisipkan ke telinga Lin.


Detak jantung Lin bertambah kencang, wajah putih Lin memerah kayak tomat matang.


karena pintu utama tidak di tutup..


Pelayan restoran yang mengantar sarapan melihat.


kejadian itu.


Sialan tu perempuan, Berani beraninya dia mengoda CEO.,,Gumam vie


Tuk,,.tuk,,.tuk


Permisi tuan,


Tuan muda menoleh dan memberi kode pada pengawalnya.


pengawalnya mengerti,


Dibtata makananya di atas meja itu bu, ucap pengawal itu sambil mengarah vie ke meja makan.


Lin melihat vie langsung menundukan wajahnya.


Tanpa basa basi tuan muda meraih tangan Lin dan menarik Lin menuju kamar utama.


Lin kaget,


Vie melihatnya juga ikut kaget dengan apa yang barusan dia lihat. Vie melihat kejadian itu tambah kesal dan marah pada Lin.


Perempuan Gatal kata vie dalam hati.


Sampai di ruang baju,


Kenapa baju kamu bisa basah ? tanya tuan muda.


Ta,,,tadi Saya tanpa sengaja kesenggol tombol on di shower tuan, ucap Lin


Tuan muda Jiem mengambil kimono dari kamar mandi lalu melemparkan kewajah Lin.


Pakai ini, ucap Jiem..


Tuan muda keluar dari ruang baju dan duduk di ranjang.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Lin keluar mengenakan kimono.


Tuan muda Jiem menelan ludah. Tuan muda jiem berdiri dan berjalan ke arah Lin.


Tuan muda langsung menarik tangan Lin dan berjalan ke arah meja makan.


Vie yang masih menata makanan, kaget melihat seragam housekeeping yang di pakai Lin sudah berganti kimono.


Sialan, lihat saja besok loe perempuan gatal. ucap vie dalam hati.


Kalau sudah selesai, kamu bisa keluar sekarang, perintah tuan muda.


Silakan tuan muda, ucap vie sambil menundukkan kepalanya.


Vie melangkah keluar dari kamar CEO dengan perasaan marah dan kesal.


Tuan muda mengakat jari telunjuk memberi kode kepada pengawalnya untuk menutup pintu yang dari tadi tidak di tutup.


Dan pintu kamar pun tertutup.


Tinggal Tuan muda dan Lin di ruangan itu.


baru Lin ingin melangkah melanjutkan pekerjaannya.


Tiba tiba tuan muda memanggil,,,.


Tuan muda Jiem melangkah ke arah meja makan dan Langsung duduk.


Lin mau tidak mau, mengikuti perintah tuan muda.


dan berdiri samping tuan muda.


Tolong tuangkan saya kopi, ucap tuan muda Jiem.


Lin pun meraih teko berisi kopi dan menuangkan di gelas cangkir.


Mau pakai susu atau gula tuan ? Tanya Lin


"Gula.."


"Gulanya berapa sendok tuan?.."tanya Linlagi


"1 sendok kecil.."jawab tuan muda Jiem.

__ADS_1


Lin meletak cangkir kopi di depan tuan muda.


Saya mau makan nasi goreng, ucap tuan muda Jiem lagi.


Lin mengambil piring dan mengelap piring dengan tisu.


Setelah itu Lin meyendokan nasi goreng.


Lin juga mengisi dengan telur goreng dan potongan timun. Lanjut Lin mengambil sendok dan garpu.


Dan mengelapnya dengan tisu.


Lalu meletakkan di piring tuan muda.


Silakan tuan, ucap Lin.


Kamu tidak makan ? tanya tuan muda Jiem.


Saya sudah makan tuan, jawab Lin.


Kamu duduk sebelah saya, temani saya makan..."ucap tuan muda Jiem.


Sekarang mereka duduk bersebelah.


Lin agak canggung, karena baru kali ini duduk dalam satu ruangan berduaan dengan lawan jenis.


Baru sesendok tuan muda Jiem makan.


Nasi gorengnya kok ga ada rasanya, Ucap tuan muda Jiem.


Masa sich tuan, Tanya Lin penasaran.


Coba kamu rasa ini, Tuan muda menyuapkan nasi goreng ke mulut Lin.


Spontan mulut Lin terbuka.


Tapi menurut saya sudah pas tuan, ucap Lin.


Dengan Spontannya juga, tangan Lin memegang dahi tuan muda.


Ya ampun, Tuan sakit ?


Badan tuan panas banget, ucap Lin.

__ADS_1


Hanya ga enak badan saja, jawab tuan muda Jiem dengan santai.


Tuan muda minum kopi yang di buat Lin tadi sampai tidak ada tersisa.


__ADS_2