
Sekarang badan Lin bersandar di dada tuan muda Jiem.
1 perawat menggeserkan meja yang ada di tengah tengah ke pojok, agar dokter bisa memeriksa Lin.
Dokter mendekati Lin dan menyentuh kaki Lin
Wajah Lin berubah, saat dokter menyentuh kaki Lin.
Kaki nyonya Jiem kenapa bisa begini ? tanya dokter.
Tersenggol pintu kamar mandi Dok, Jawab Lin berbohong.
Tapi ini seperti tekanan benda berat, ucap dokter.
Dokter menekan pelan di kulit kebiruan Lin.
Lin langsung menjerit pelan dengan spontan tangannya meremas celana bagian paha tuan muda Jiem.
Dan tuan muda Jiem langsung memeluk pinggang Lin dari belakang lalu mencium pundak Lin.
hussss..,,Tahan sedikit i-ya, ucap tuan muda Jiem.
Lin menganggukkan kepalanya.
Nanti saya resepkan obat salep untuk menghilangkan biru dan obat penghilang nyeri.
Dan nanti jangan kaget kakinya akan sedikit bengkak, jadi untuk hari ini jangan banyak bergerak, Ucap dokter.
Tuan muda Jiem menahan marah, setelah mendengar yang dokter katakan.
Tiba tiba sekretaris Kim berlari masuk menuju kamar Tuan muda Jiem.
Sekretaris kim melihat pemandangan yang tidak wajar dari seorang tuan muda. Sedang memeluk lawan jenis.
Siapa yang sakit tuan ? Tanya sekretaris Kim
Sekretaris kim melihat kaki Lin.
Kakinya kenapa ..."Tanya sekretaris kim.
Tidak ada jawaban dari tuan muda.
__ADS_1
Dok, dia bisa berjalankah ? Tanya sekretaris Kim
Sekretaris kim khawatir karena besok pernikahannya dengan tuan muda.
" Bisa..."Jawab dokter
Cuma hari ini saja di istirahatkan, agar kakinya tidak bertambah bengkak."
Dok, Tolong periksa tuan, badan tuan panas, ucap Lin pada dokter.
Baik, nyonya..."jawab dokter..
Tuan muda masih panas ? Tanya sekretaris Kim.
I-ya, sekretaris kim. Jawab Lin.
Tuan muda sudah panas dari malam kemarin setelah makan malam Dok, ucap sekretaris Kim.
Ayo tuan,..kami periksa..." ucap dokter.
Tuan muda Jiem perlahan lahan melepaskan tangannya dari pinggang Lin.
Dan berdiri menuju ranjang.
Suster tolong berikan saya termometer.
Dokter Meletak alat termometer ke dahi tuan muda.
37.9, ucap dokter
Dokter meraih stetoskop. Saat itu suster ingin membantu mengangkat kaos tuan muda Jiem.
Tidak perlu, saya saja. ucap tuan muda.
Lin naik ke atas ranjang mencoba membantu mengakat baju tuan muda.
Setelah selesai, Lin membantu menurunkan baju tuan muda Jiem.
Jika 2 hari lagi tuan muda masih panas, tuan muda harus cek darah, ucap dokter.
Baik, jawab sekretaris Kim
__ADS_1
Dokter memberikan resep ke sekretaris Kim.
Ini resep nyonya dan ini resep tuan muda.
Terima kasih...."ucap sekretaris Kim.
Saya pulang dulu tuan, sambil menundukkan kepalanya. Semoga lekas sembuh.
Silakan dok,..saya anter ke depan, ucap sekretaris Kim.
Terima kasih, Jawab dokter itu.
Sekretaris Kim, menyerahkan resep pada pengawal untuk menebusnya di Rumah sakit P**** .
"Tuan, Saya ambilkan air mineral dulu i-ya.
Tuan harus banyak minum, ucap Lin.
Tuan muda Jiem hanya mengangguk kepalanya.
Setelah Lin keluar, tuan muda jiem bangun dari ranjang melangkah ke sofa yang masih dalam kamar utama.
Sekretaris Kim kembali menuju ke kamar utama tuan Jiem.
Sekretaris Kim melihat tuan muda Jiem sedang duduk di sofa sambil menonton tv.
Tuan muda, kaki nona kenapa? Tanya sekretaris Kim penasaran.
Di injak sama waitress.
Saya mau waitress itu di pecat hari ini juga.. " ucap tuan muda Jiem dengan nada marah.
Baik, tuan muda. Saya akan membereskan nya.
Saya turun ke bawah dulu, ucap sekretaris Kim.
Tuan muda Jiem menganggukkan kepalanya.
Mungkin karena sudah tidak enak badan. Tuan muda Jiem merebahkan badannya di sofa, tidak sampai beberapa detik. Tuan muda Jiem sudah tertidur pulas.
Lin masuk ke kamar tuan muda Jiem, membawa air mineral dan jus oren.
__ADS_1
Lin melihat tuan muda sudah tertidur pulas di sofa.