
Lin melangkah ke arah tuan muda Jiem seraya tersenyum , airmatanya mengalir membasahi wajahnya .
Tuan muda Jiem tersenyum karena masih bisa melihat isterinya . Lin langsung memeluk tubuh tuan muda Jiem .
Kamu tidak kenapa kenapa sayang ? tanya tuan muda Jiem .
Lin hanya menggelengkan kepalanya dan menangis di pelukkan tuan muda Jiem .
Kamu pasti kesakitan tadi malam , Terima kasih sudah menyelamatkan saya ucap Lin sambil menangis .
Tuan muda Jiem mengangkat kelapa Lin .. kamu tidak perlu berterima kasih padaku , Itu sudah tanggungjawab ku ucap tuan muda Jiem .
Ya tuhan ucap tuan muda Jie sambil mengusap lembut wajah Lin yang membiru karena tamparan dari orang orang tadi malam . Ia melirik ke arah beberapa tanda di leher Akemi karena ulah nya .
Tiba tiba tuan muda Jiem bersuara … aaaarrgg .
Lin kaget dan melepas pelukkan nya pada tuan muda Jiem .
Sakit kah ? tanya Lin pada tuan muda Jiem .
" Sedikit " jawab tuan muda Jiem .
Tim dakter dan perawat dari tadi hanya tersenyum melihat tuan muda dan Nyonya muda .
Maaf tuan muda Jiem , kami pamit keluar ucap salah satu tim dokter .
Karena tuan muda Jiem juga sudah stabil , Nyonya muda bisa menunggu tuan muda di ruangan ICU .
Tuan muda Jiem hanya menganggukkan kepalanya .
Semua tim dokter dan perawat pun melangkah keluar dari ruangan ICU khusus tuan muda Jiem .
Sayang , saya mau minum ucap tuan muda Jiem pada Lin . Lin langsung berdiri mengambil air yang ada di meja dan tidak lupa meraih sedotan . Lin membuka penutup botol air mineral dan memasukkan sedotan .
Sebelumnya Lin menekan tombal yang ada di pinggir ranjang , perlahan lahan ranjang bergerak dengan posisi duduk tetapi tuan muda Jiem masih menyender di ranjang .
Setelah itu , Lin langsung duduk di sebelah tuan muda . Mengarahkan botol minum yang ada sedotan di bibir tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem langsung menyedot air mineralnya . Lin menatap tuan muda Jiem seraya tersenyum .
Tiba tiba Sekretaris Kim muncul dengan pakaian dan sendal yang sudah di sediakan dari rumah sakit tersebut .
Tuan muda Jiem melihat sekretaris Kim langsung tersenyum .
Kamu bawa apa itu ? tanya tuan muda Jiem pada Sekretaris Kim .
Roti dan kopi latte buat nyonya muda , dari malam sampai sekarang sudah pukul 5.30 sore . Nyonya muda belum makan apa apa jawab sekretaris Kim .
Tuan muda Jiem kaget dan langsung mengarahkan bola matanya ke Lin yang sedang duduk di sebelahnya .
Kamu belum makan ? tanya tuan muda Jiem pada Lin .
Belum sempat Lin jawab …nyonya besar pun masuk .
Lin melihat nyonya besar yang sedang ke arah tuan muda Jiem .. langsung pamit keluar .
Maaf … saya pamit keluar dulu i-ya ucap Lin pada tuan muda Jiem .
Langsung melangkah meninggalkan tuan muda Jiem , sekretaris Kim dan nyonya besar di ruang ICU .
Saat Lin berpapasan dengan nyonya besar , Lin berhenti sambil menundukkan kepala pada nyonya besar .
Nyonya besar ikut menghentikan langkahnya , ia kaget melihat wajah Lin yang membiru .
__ADS_1
Tuan muda Jiem yang sedang di atas ranjang kaget mengapa isterinya Lin tiba tiba pamit keluar, ia hanya bisa melihat Lin melangkah meninggalkannya .
Nyonya besar langsung memeluk tuan muda Jiem .
Kamu bagaimana es batu ? tanya nyonya besar pada tuan muda Jiem .
Saya sudah baikkan nek , hanya tinggal badan saya saja yang sakit ucap tuan muda Jiem ,
Wajah isterimu kenapa ? tanya nenek pada tuan muda Jiem lagi .
Kenapa nenek tidak menanyakan langsung pada isteri saya ? ucap tuan muda Jiem .
Maafkan nenek , tadi sekitar pukul 4.30 sore , nenek terlanjur mengirim pesan pada isterimu . Nenek memecat isterimu dari perusahaan nenek dan nenek terlanjur menuduh isterimu tidur dengan laki laki lain ucap nenek sambil menangis.
Apaaaaaa ???? ucap tuan muda Jiem kaget .
Nenek … saya sudah tidak sanggup lagi berpisah dengan isteri saya , jika isteri saya pergi meninggalkan sekarang . Mungkin nenek tidak bisa melihat saya lagi ucap tuan muda Jiem menetiskan airmatanya .
Sekretaris Kim tolong cari isteri saya sekarang dan bawa ia ke sini ucap tuan muda Jiem .
Baik tuan muda Jiem , saya pamit keluar dulu ucap sekretaris Kim .
Sekretaris Kim langsung bergegas keluar dari ruang ICU .
Maafkan nenek ucap neneknya sambil menangis .
Nenek tidak perlu minta maaf pada saya karena nenek tidak ada salah sama sekali pada saya , tetapi nenek harus minta maaf pada isteri saya nek ucap tuan muda Jiem .
Sekretaris Kim bergegas ke arah pintu lift … tiba tiba pandangan sekretaris Kim tertuju pada sosok di bangku pojok kanan . Sosok itu adalah Lin yang sedang menangis .
Sekretaris Kim melangkah menghampiri Lin .
Nyonya muda sapa sekretaris Kim pada Lin yang sedang menangis .
Sekretaris Kim langsung melabuhkan pantatnya di bangku sebelah Lin .
Maaf nyonya muda , tuan muda meminta nyonya muda masuk temani dia di ruang ICU ucap sekretaris Kim pada Akemi .
Lin hanya terdiam …
Sepertinya nyonya besar dan nyonya muda ada kesalahan fahaman .
Nyonya besar mengirim pesan ke nyonya muda karena ia belum tau hal sebenarnya dan mungkin setelah mendapat tau tuan muda tidak sadarkan diri , nyonya besar emosional dan langsung mengirim pesan pada nyonya muda .
Dalam hal ini Nyonya besar tidak bersalah , ia juga mendapat kan kiriman pesan foto foto sama seperti nyonya muda .
Apaaa ? Ucap Lin dengan nada kaget .
ini foto foto editan yang di kirimkan ke nyonya besar , seolah olah nyonya muda sedang tidur bersama Laki laki di sebuah hotel .
Lin melihat foto foto tersebut , ia kaget … itu bukan saya ucap Lin sambil menatap foto foto tersebut .
Saya sudah menjelaskan pada nyonya besar .
Sekarang nyonya besar sedang menangis , saya hanya takut nyonya jatuh sakit karena ia kan memiliki penyakit kanker otak .
Lin langsung mengusap air matanya .
Yuuuk kita ke ruangan ICU sekarang ucap Lin seraya berdiri .
Sekretaris Kim tersenyum …
__ADS_1
Baik nyonya muda ucap Sekretaris Kim pada Lin .
Lin dan Sekretaris Kim langsung berjalan ke ruang ICU .
Sekretaris Kim melangkah masuk keruang ICU di susuli Lin dari belakang . Tuan muda Jiem langsung tersenyum melihat isterinya kembali .
Nyonya besar langsung menghampiri Lin dan langsung memeluk nya .
" Maaf kan nenek " ucap nyonya besar sambil menangis .
Lin menganggukkan kepalanya seraya ikut menangis .
Tuan muda Jiem melihat pemandangan itu , wajahnya terukir senyuman .
Nenek jangan lama lama memeluk isteri ku , cucumu ini sudah tiga bulan belum memeluknya ucap tuan muda Jiem pada nenek nya sambil tersenyum .
Masa … itu di leher isterimu apa ? ucap nenek sambil tertawa .
" Itu sich baru pemanasan nek " ucap tuan muda Jiem dengan santainya .
Lin berjalan ke arah tuan muda Jiem sambil menundukkan kepalanya .
Sekretaris Kim hanya tersenyum mendengarnya .
Ya sudah …
Sekretaris Kim mari kita keluar , biar mereka berduaan di ruang ini .
Kalau begitu , nenek pulang dulu i-ya ucap nyonya besar pada tuan muda Jiem dan Lin .
Lin melangkah menghampiri nyonya besar …
Hati hati di jalan nek ucap Lin sambil memeluk nenek .
"Maafkan nenek " ucap nenek lagi .
Ya sudah jangan di bahas itu lagi nek , nenek tidak salah kok ucap Lin pada nyonya besar .
Lin melepaskan perlahan lahan pelukkannya .
Nenek menghampiri tuan muda dan langsung menyiuum tuan muda Jiem .
Nenek pulang dulu i-ya es batu ucap nyonya besar .
Sekretaris Kim nanti tolong bungkuskan makanan i-ya ucap Lin pada sekretaris Kim .
nyonya muda mau makan apa ? Tanya sekretaris Kim pada Lin .
Lin melangkah menghampiri tuan muda Jiem .
Kamu mau makan apa ? tanya Lin .
Tuan muda Jiem langsung membisik sesuatu pada Lin … Lin langsung menggelengkan kepalanya .
Nenek melirik ke arah tuan muda Jiem dan Lin .
Hei … es batu Kamu jangan macam macam , kamu tuh baru sadar dari koma dan liat badanmu sudah babak belur masih mikir aneh aneh ? Ucap nyonya besar sambil menggelengkan kepalanya .
" Apa yang aneh nya nek ? " saya hanya mau minum susu ucap tuan muda Jiem sambil tersenyum .
Buruan sekretaris Kim kita keluar … lama lama saya di sini jadi geli ucap nenek sambil melangkah meninggalkan tuan muda Jiem dan Lin .
__ADS_1
Tuan muda dan nyonya muda saya pamit keluar dulu … nyonya muda whasapp ke saya mau makan apa nanti i-ya ucap sekretaris Kim sambil berlalu meninggalkan mereka berdua di ruangan ICU .