Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Fitting Baju Pengantin


__ADS_3

Lin meletakkan nampan dengan hati hati yang berisi air mineral dan jus oren di atas meja agar tuan muda Jiem tidak terbangun.


Lin langsung melangkah menuju kamar yang ada di sebelah kamar utama, ia mengambil blanket.


Lin menyelimuti tuan muda Jiem dengan hati hati sekali agar tuan muda Jiem tidak terbangun dari tidur.


Lin mematikan tv nya dan meninggal kan tuan muda beristirahat di kamar.


Baru beberapa langkah Lin keluar dari kamar tuan muda ke ruang tamu.


Sekretaris Kim pun masuk dengan beberapa orang membawa pakaian.


Sekretaris Kim


Maaf, ada acara apa? Tanya Lin.


Fitting baju nikah!untuk besok jawab Sekretaris Kim.


Tuan muda masih di kamar kah? Tanya sekretaris Kim.


Tuan muda Sedang tidur, Sebaiknya biar saya sendirian dulu fitting bajunya. Biar tuan muda istirahat, ucap Lin memberanikan diri.


Sekretaris Kim menganguk kepala tanda setuju.


Baru mau melangkah ke kamar yang ada di sebelah kamar utama tuan muda Jiem.


Tuan muda Jiem keluar dari kamarnya.


Berani beraninya kalian mau fitting baju tanpa persetujuan saya, ucap tuan muda Jiem dengan nada marah.


Maaf tuan, Saya yang salah. Saya yang meminta mereka tidak membangunkan tuan. ucap Lin.


Bajunya sudah siap semuanya? Tanya tuan muda Jiem.


Sudah, jawab sekretaris Kim.


Ke kamar saya saja fitting bajunya.." ucap tuan muuda Jiem.


Pengawal datang menemui sekretaris Kim. Untuk menyerahkan obat.


Sekretaris Kim, ini obat nya.


Tuan ini obatnya. Apakah Tuan muda mau meminumnya sekarang ? Tanya Sekretaris Kim.


Belum sempat Tuan muda menjawab, Lin langsung memotong..


Sekarang Saja sekretaris Kim, ucap Lin.


Maaf bisa saya minta obatnya. ucap Lin.


Sekretaris Kim memberikan obatnya pada Lin. Lin meraih obat dan langsung melangkah menuju tuan muda Jiem.

__ADS_1


Yuuk, minum obat dulu, ucap Lin.


Kamu siapa, berani beraninya memerintah saya, ucap tuan muda Jiem.


Semua yang ada di ruangan itu terdiam. Mereka takut, terkena percikan kemarahan dari tuan muda.


Jangan membantah..


Saya tidak mau di tuntut 2 milyar dolar karena kamu, ucap Lin membisikan ke kuping tuan muda Jiem, sambil tersenyum.


Lin menarik lengan tuan muda Jiem.


Dengan terpaksa tuan muda Jiem mengikuti.


Lin meraih blanket dan menyikirkan ke sofa satunya.


Tuan duduk sini, ucap Lin.


Tuan muda Jiem duduk.


Sekretaris Kim hanya ketawa melihatnya.


Kenapa kamu ketawa ? Tanya tuan muda Jiem dengan nada kesal.


Sekretaris Kim langsung diam dan menundukkan kepalanya.


Maaf tuan muda, ucap sekretaris Kim.


Lin mengambil obat tuan muda, parecemol dan antibiotik.


Ini minum dulu obatnya, ucap Lin.


Tuan muda Jiem meraih dan menelan obatnya.


Lin mengambil gelas di tangan tuan muda jiem.


dan meletakkan di atas meja.


Tuan muda,,.apakah kita bisa mulai fitting bajunya sekarang? tanya sekretaris Kim.


Tuan muda Jiem hanya menganggukan kepalanya.


Silakan, nona,." ucap staff butik itu.


Lin melangkah menuju ruang baju.


Staf butik memberi baju pengantin yang sedikit terbuka, belahan squishy terlihat jelas.


Lin agak kurang nyaman dengan baju ini.


Lin keluar dari ruang baju.

__ADS_1


Tuan, ucap salah satu butik.


Tuan muda Jiem menelan lavarnya, melihat bentuk tubuh dan Squishy Lin yang mau keluar dari tempat nya. Akkhhh semenjak ada dia, Gue sering gelisah gumam tuan muda Jiem.


" Tukar..." ucap tuan muda Jiem


Lin masuk ke ruang ganti.


Baju ke 2 dari pundak sampai pinggang terbuka..jadi seluruh belakang badan Lin kelihatan jelas.


Lin keluar dari ruang ganti.


Tuan muda Jiem, sedang membaca email di HP hampir saja menjatuhkan hp nya, tuan muda jiem menggelengkan kepalanya.


Baju ke 3, Dari atas tertutup, tetapi belahan bawahnya sampai ke paha atas, Paha Lin yang putih mulus itu kelihatan kelihatan jelas.


Lin keluar dari ruang ganti,


Tuan muda masih menggelengkan kepalanya.


Staff butik sudah mula gelisah kerna sisa 3 baju lagi untuk di fitting.


Mereka tau, tuan muda Jiem bisa menutup butik mereka kapan saja. Kalau semua baju, tuan muda Jiem tidak menyukainya.


Baju ke 4,



Tuan muda Jiem tersenyum.


Sebenarnya Tuan muda tidak ingin orang orang melihat lekuk tubuh Lin.


Tuan muda Jiem menganggukan kepalanya, tanda setuju.


Semua Staff butik, menarik nafas lega.


Kecilkan lengannya. Kalau pinggang sedikit saja di kecilkan. Jangan sampai terbentuk body nya, ucap tuan muda Jiem.


" Baik,,.tuan" ucap Staf butik.


Sekretaris Kim, menggaruk dahinya, bingung dengan kelakuan tuan muda hari ini.


Lin melangkah menuju ruang baju.


Setelah membukanya, ia menggantinya dengan dress di pake tadi.


Sekarang giliran Jiem fitting baju.


hmmm,...Apa yang tuan muda pakai pasti kelihatan bagus semua, gumam Lin dalam hati.


Akhirnya, Baju pilihan tuan muda.

__ADS_1


Jas dan celana berwarna hitam senada sama jas.


__ADS_2