Terpaksa Menikah Dengan CEO

Terpaksa Menikah Dengan CEO
Lin Masih Gengsi


__ADS_3

Setelah pamitan dengan tuan muda Jiem …


Lin pun melangkah meninggalkan tuan muda Jiem dan direktur Kartika . Sekretaris Michael bergegas ke arah Lin yang sedang berjalan . Lin berhenti di meja yang tersusun air mineral . Ia buru buru membuka tas nya langsung meraih botol obat maag . Mengambil satu butir obat dan langsung menelannya dengan air mineral . Sekretaris Kim melihat dari kejauhan , Lin sedang minum obat sambil memegang perutnya . Tidak lama sekretaris Michael menghampiri … " nyonya muda sakit ? " tanya sekretaris Michael . Perut saya sedikit sakit , tapi biasanya setelah minum obat ini pasti hilang ucap Lin yang masih memegang perutnya . Ya sudah, kita balik ke kantor , nanti di sana nyonya muda istirahat saja dulu ucap sekretaris Michael . Lin mengangguk kepalanya . Mereka pun melangkah keluar dari ballroom tersebut .


Tuan muda Jiem masih mengobrol bersama direktur Kartika dan beberapa direktur yang ikut bergabung di meja itu . Tuan muda Jiem melihat jam tangan sudah menunjukkan Pukul 14.00 WIB , ia langsung pamit untuk kembali ke kantor . Maaf saya pamit dulu ke kantor , kalian lanjutkan saja tidak apa apa ucap tuan muda Jiem . Mereka pun bersalaman , Ia pun langsung berdiri dan langsung melangkah meninggalkan ruangan ballroom . Sekretaris Kim melihat tuan muda sedang keluar , langsung bergegas mengikuti tuan muda Jiem . Tuan muda Jiem melirik ke arah sekretaris Kim , kita langsung ke kantor ucap tuan muda Jiem pada sekretaris Kim . Baik tuan muda jawab sekretaris Kim . Mereka menelusuri lobby gedung MXX , semua melirik ke arah tuan muda Jiem yang sedang berjalan . Tuan muda Jiem tidak menperdulikannya , ia berjalan dengan wajah datar dan dingin dan langsung masuk kedalam mobil yang sudah terparkir di depan lobby .


Di dalam mobil …


Sekretaris Kim nanti minta cleaning service bersihkan ruangan di sebelah saya , nyonya muda akan menempatkan ruangan itu besok ucap tuan muda Jiem . Baik tuan muda jawab sekretaris Kim . Mobil yang mereka tumpangi pun meluncur ke perusahaan tuan muda Jien.


Setengah jam perjalanan dari gedung MXX ke perusahaan tuan muda Jiem , mobil yang di tumpangi Tuan muda Jiem pun memasuki kawasan perusahan tuan muda Jiem . Mobilnya langsung berhenti tepat di pintu masuk lobby . Tuan muda Jiem langsung keluar dari mobil dan melangkah menelusuri lobby . Tiba tiba Veronica menghampiri tuan muda Jiem , langsung melingkari tangannya di pinggang tuan muda Jiem … tuan muda Jiem kaget dan bola mata tuan muda Jiem melihat sekeliling . Semua yang ada di lobby melihat tuan muda Jiem dan Veronica . Tidak lama , tuan muda Jiem di kagetkan lagi dengan suara Lin . Maaf mengganggu tuan muda , Ruangan saya di mana ucap Lin sambil membawa kardus . Sekretaris Kim dan sekretaris Michael bingung karena tuan muda tertangkap lagi bersama Veronica .


Tuan muda Jiem langsung melepaskan tangan Veronica dari pinggangnya .


Maaf Veronica , saya lagi banyak kerjaan . Ada apa kamu ke sini ? Tanya tuan muda Jiem .


Saya kangen kamu ucap Veronica sambil melirik ke arah Lin . Saya ikut keruangan kamu iya , saya janji tidak menganggu kamu kerja ucap Veronica .


Tuan muda Jiem hanya diam dan langsung melangkah meninggalkan Veronica . Veronica langsung berlari mengejar tuan muda Jiem yang sudah berjalan meninggalkannya .


Lin , sekretaris Kim dan sekretaris Michael juga langsung melangkah menyusul tuan mida Jiem . Mereka masuk ke dalam Lift bersama .


Veronica langsung melingkari tangannya di lengan tuan muda Jiem , Lin melihat Veronica memegang tangan tuan muda langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain .


Di dalam Lift hening seketika …

__ADS_1


Tiba tiba Tuan muda Jiem bersuara … Sekretaris Kim tolong bawakan kardus di tangan Lin ucap tuan muda Jiem . Sekretaris Kim mencoba mengambil alih kardus yang Lin bawa . " Tidak usah saya bisa bawa sendiri " ucap Lin dengan wajah kesal .


Tuan muda Jiem melepaskan tangan Veronica , Veronica bisa jaga tidak sikap kamu , ini kantor . Memangnya kamu tidak ada kerjaan , Jam begini sudah ada di kantor saya ucap tuan muda Jiem dengan nada kesal .


"Saya kan bilang , saya kangen kamu sayang " ucap Veronica . Kalau aku mau kerja di perusahaan kamu bisa tidak ? Ucap Veronica pada tuan muda Jiem .


Tidak ada jawatan kosong di sini ucap tuan muda Jiem lagi .Veronica .. bisa tidak kamu pulang , saya sudah pusing sama kerjaan saya .


sekretaris Kim tolong anter Veronica pulang ucap tuan muda Jiem pada sekretaris Kim . Baik tuan muda jawab sekretaris Kim . Tidak lama pintu Lift pun terbuka , mereka pun keluar kecuali sekretaris Kim dan Veronica . Tangan Veronica di pegang sekretaris Kim agar tidak ikut keluar dari Lift .


Maaf Veronica , saya lagi banyak kerjaan yang harus di bereskan ucap tuan muda Jiem pada Veronica. Pintu lift pun tertutup …


Sini kardusnya ucap tuan muda Jiem sambil mengambil sedikit memaksa di tangan Lin .


Ikut saya ucap tuan muda Jiem sambil melangkah masuk keruangan tuan muda Jiem .


Baik tuan muda ucap sekretaris Michael . Setelah sekretaris Michael meletakkan kardus ia pun langsung pamit balik ke kantor lagi .


Tuan muda dan nyonya muda saya pamit balik ke kantor lagi ucap sekretaris Michael sambil menunduk kepalanya .


Tuan muda Jiem hanya menganggukkan kepalanya .


Setelah sekretaris Michael keluar dari ruangannya … tinggal mereka berdua di ruangan . Lin canggung , matanya melirik kesemua sudut . Tuan muda Jiem langsung menarik tangan Lin . Membuat Lin kaget dan deg deg kan .


Tuan muda Jiem melabuhkan pantat nya ke bangku dan langsung mengendong tubuh Lin dengan sekelip mata Lin sudah duduk di pangkuan nya .

__ADS_1


Lin menggelengkan kepalanya … tuan muda Jiem langsung meletakkan wajahnya di pundak Lin .


Maaf … maaf … saya khilaf ucap tuan muda Jiem sambil mengakat tubuh Lin ke posisi berdiri semula . Tidak lama setelah itu sekretaris Kim pun masuk ke ruangan tuan muda , tuan muda bangun dari duduknya melangkah kebangku kebesarannya . " Ruangan Lin sudah bereskan ? "tanya tuan muda Jiem pada sekretaris Kim sambil duduk di bangku kebesarannya .


"Sudah " jawab Sekretaris Kim .


Tolong anter Lin keruangannya sekarang ucap tuan muda Jiem pada sekretaris Kim .


"Oh iya tuan muda, barusan saya terima telefon dari Paris , jika jadwal kita di majuin " ucap sekretaris Kim .


Baiklah kalau begitu , setelah kamu menganter Lin kita langsung berangkat ke Paris ucap tuan muda Jiem sambil membuka file di atas mejanya .


Lin kaget mendengarnya dan melirik ke arah tuan muda Jiem . Nyonya muda silakan ikut saya ucap sekretaris Kim . Dengan terpaksa Lin melangkah keluar dari ruangan tuan muda Jiem sambil melirik ke arah tuan muda Jiem .


Lin melangkah masuk ke ruangannya …


Sekretaris Kim meletakkan Kardus yang di bawanya di atas meja Lin . Nyonya muda nanti jika perlu apa apa minta saja ke Faridah ucap sekretaris Kim .


" Baiklah" jawab Lin .


" Maaf Sekretaris Kim berapa lama kalian di Paris ? " tanya Lin ke sekretaris Kim .


Sekitar Seminggu atau bisa juga lebih , kenapa nyonya muda ? tanya sekretaris Kim .


Tidak kenapa kenapa , tolong jaga tuan muda Jiem i-ya , jangan sampai tuan muda telat makan ucap Lin . "Baik nyonya muda " jawab Sekretaris Kim sambil tersenyum .

__ADS_1


Kalau begitu , saya pamit pergi dulu ucap sekretaris pada Lin . Lin menganggukkan kepalanya .


Tidak lama kemudian , Lin melihat tuan muda Jiem dari balik kaca ruangannya , sedang melangkah menuju Lift . Tanpa Lin sadari , ia mengeluarkan airmatanya . Lin ingin memeluk tuan muda Jiem . Tapi ……


__ADS_2