
Lin berhenti di pinggir pantai.,ia menatap terjangan ombak. Tanpa ia sadari..airmatanya mengalir terus menerus tmembasihi wajahnya.
Dari kejauhan sekretaris Kim melihat sosok yang ia kenali.
Itu sepertinya nyonya muda,,,.apa yang nyonya muda lakukan di sini.
Apa nyonya muda tau tuan muda bersama veronica, jadi ia menyusul tuan muda ke sini, gumam sekretaris Kim bertanya tanya.
sekretaris Kim langsung menelpon tuan muda Jiem.
Tapi tidak di angkat sama sekali.
Dari awal sampai, tuan muda Jiem mengatur mode Hening di HP. Panggilan dan whatsapp masuk..jadi wajar ia tidak mendengarnya.
Lin terus menatap ombak,.
Mengapa aku harus marah,,,Kenapa aku harus nangis, bodoh sekali dirimu Lin,
Aku bukan siapa siapa di mata tuan muda, aku hanya menikahinya kontrak,,.berkerja sebagai pembantu pribadi tuan muda...Siapa peduli dengan perasaanku, benar kata Gina. Aku hanya sampah..ibu,ayah, nenek dan keluargaku saja tidak memperdulikan ku..Apalagi Suami kontrakku. Tuan muda menikahi aku Karena dia terpaksa,,.Dia di desak neneknya dan aku harus mengganti kerusakkan laptop tuan muda. Tuan muda sudah banyak mengeluarkan uang saat menghadirikan keluargaku di acara pernikahan.
Wajar aku harus membayarnya semuanya.
Bodooohnya, dirimu Lin..Ngaca siapa dirimu.
Gumam Lin sambil menetiskan airmatanya.
Tidak terasa jam di tangan Lin sudah menunjukkan pukul 17.30 sore.
Lin pun bangun dari duduknya.
Badannya lemas, seperti tiada tulang. Ia berjalan sambil bermain pasir, Melangkah seperti tidak ada tujuan.
"Bruuukkkkkkk",,.
__ADS_1
Lin tanpa sengaja Lin menyenggol seseorang.
Apa kamu tidak punya mata " ucap perempuan itu.
"Maaf, saya tidak sengaja Nona. ucap Lin meminta maaf.
Tuan muda Jiem kaget melihat Lin berada di sini. Wajahnya langsung berubah.
Lin kaget yang ia senggol adalah perempuan bersama tuan muda Jiem.
Kamu kenapa bisa ada di sini... " tanya tuan muda Jiem dengan wajah kaget.
Kamu kenal sama perempuan ini ? Tanya veronica menatap Lin tidak senang.
Sekretaris Kim tiba tiba menghampiri mereka.
Maaf Nona, Saya bekerja Sebagai Sekretaris tuan muda membantu sekretaris Kim Ucap Lin sambil menundukan kepalanya.
Tuan muda Jiem dan Sekretaris Kim hanya diam tidak bicara apa apa.
Sayaaaang, Aku lapar. ucap Veronica. sambil memeluk lengan tuan muda Jiem.
Tuan muda Jiem sudah mulai tidak Gelisah setelah ia ketauan bersama veronica.
Kita makan di restoran situ saja, sambil menunjukkan ke arah restoran itu.
"Saya permisi dulu tuan muda, Ucap Lin.
Sekretaris Kim dan kamu harus ikut saya makan, ucap tuan muda Jiem tegas.
Tapi... " Belum habis Lin bicara.
Tidak ada tapi tapi, ucap tuan Jiem dengan nada sedikit meninggi.
__ADS_1
Lin terpaksa mengikuti.
Sekretaris Kim dan Lin mengikuti tuan muda Jiem dari belakang.
Lin hanya menundukan kepalanya.
Hatinya sakit, tidak tahu kenapa. Ia menahan airmatanya agar tidak keluar.
Saat berjalan, Tiba tiba tangan Lin di tarik tuan muda Jiem. Sekarang Lin berjalan di sebelah tuan muda Jiem.
Akhirnya mereka sampai di restoran yang di tuju.
Sayang kakiku capek, ucap veronica manja.
Sudah, duduk saja dulu. Nanti capeknya hilang, ucap tuan muda Jiem.
Lin duduk bersebelahan dengan sekretaris Kim, tapi masih berdepanan dengan Tuan muda Jiem.
Waitress datang membawa buku menu.
Tuan muda Jiem, Veronica, sekretaris Kim sudah memesan makanan.
Saya minum teh hangat saja, Ucap Lin.
Tambah satu lagi makanan sama seperti saya pesan tadi, ucap tuan muda Jiem sambil menatap Lin.
Veronica terus bermanja di lengan tuan muda Jiem.
Sudah lepas tangan mu dari lenganku. Apa kamu tidak malu orang melihat, Ucap tuan muda Jiem pada Veronica.
Ia mulai risih, apalagi sekarang di depannya ada Lin yang melihatnya.
Tuan muda Jiem mulai gelisah ada perasaan takut dan ada perasaan tidak enak..menjadi satu.
__ADS_1